NovelToon NovelToon
Pewaris Harta Karun

Pewaris Harta Karun

Status: tamat
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Tamat
Popularitas:97k
Nilai: 4.9
Nama Author: Hasna_Ramarta

Setelah di PHK dari perusahaan tempatnya mencari nafkah, berbagai masalah datang bertubi-tubi. Mulai dari sikap ibu mertuanya yang memperlihatkan sifat aslinya. Banyak menuntut dan meminta uang sementara Icank sudah di PHK.

Berbagai tuntutan dari ibu mertua membuat Icank hampir putus asa, belum lagi istrinya Syafa yang justru diojok-ojok supaya meninggalkan Icank yang kini pengangguran, membuat Icank dilanda nelangsa yang tidak terkira. Berbagai pekerjaan sudah dia jajal, menjadi pencari rongsok, kuli bangunan, juga kuli panggul di pasar. Namun semua itu tidak cukup membahagiakan ibu mertuanya yang pada dasarnya menilai segala sesuatu dengan uang.

Di tengah keputusasaannya, Icank memutuskan nekad kembali ke kampung halamannya.
Dengan ijin sang istri Dita, akhirnya Icank pulang dengan niat menjadi petani di kampung.

Saat menggali tanah untuk lahan palawija, tiba-tiba Icank menemukan sebongkah benda yang bersinar terang bagaikan emas. Sebetulnya apa yang Icank temukan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 Bertemu Juned

  Sementara di parkiran mobil, Syafa tiba-tiba ingin keluar dari mobil karena tidak jauh dari mobilnya Ichank parkir, penjual rujak buah yang menggunakan gerobak dorong, tiba-tiba muncul dan berhenti tepat di depan parkiran mobil yang kurang lebih 20 meter jaraknya dari mobil.

  Syafa benar-benar tergiur untuk membeli rujak buah, terlebih mulutnya sudah ngaruy. Tapi Syafa ingat akan pesan Ichank, untuk tidak keluar dari mobil.

  "Tapi, aku kan pakai kaca mata dan topi bundar ini. Kalau juragan Juned melihat aku, dia pasti tidak akan mengenali aku," pikir Syafa seraya turun dari mobil, menganggap enteng pesan Ichank.

  "Tapi, bagaimana dengan pesan Bang Ichank? Aku kan pengen makan rujak itu dan sepertinya tidak ingin ditunda, lagipula kata Bang Ichank aku tidak boleh keluar jika tidak penting-penting banget. Tapi, rujak rasanya penting banget buat mulutku yang ngaruy ini. Terus harus gimana dong?" Syafa kembali bertanya-tanya dalam hatinya dengan bingung, dia urung membuka pintu mobil.

  "Ya ampun, kan di belakang mobil ini ada pengawal Bang Ichank. Kak Rafi, Kak Rama dan Jamal selalu siaga menjaga keamanan," pikirnya seraya memantapkan hati untuk keluar mobil dan membeli rujak buah di depan parkiran mobil itu.

  "Ya ampun, Rafi, lihatlah di depan! Itu Nona Syafa mau ke mana, dia keluar mobil? Apa perlu kita hampiri?" kejut Rama yang berada di balik kemudi dengan mata awas ke depan. "Jamal mana?"

  "Jamal ke kamar mandi, buang air. Sebaiknya jangan dulu kita hampiri. Kita pantau di sini saja, awasi dan perhatikan. Jika ada yang membahayakan, kita harus bersiap menyelamatkan Nona Syafa. Lagipula ngapain Nona Syafa keluar mobil, apa Tuan Ichank tidak melarangnya tadi? Bukankah Tambun merupakan basisnya Juned dan orang-orangnya?" heran Rafi sembari mengawasi keberadaan Syafa.

  "Nona Syafa sepertinya ingin membeli rujak, kenapa dia tidak menyuruh kita saja? Raf, bersiaplah jika ada yang mencurigakan," peringat Rama kepada Rafi. Rafi mengangguk dan tetap siaga.

  Sementara itu, Syafa kini berjalan menuju penjual rujak buah yang sangat menggiurkan mulutnya.

  "Neng rujak buahnya, Neng," tawar penjual rujak dengan senyum ramah. Syafa tidak sadar membuka kaca mata hitamnya lalu menatap sekilas pada penjual rujak.

  "Iya, Pak. Saya mau beli rujaknya. Berapa per wadah plastik itu, Pak?"

  "Sekarang naik harga Neng menjadi 6000 Rupaih, kemarin-kemarin kan lima ribu. Dampak ini Neng segala kebutuhan naik awal tahun, jadi Mamang terpaksa menjualnya dinaikin seribu supaya tetap dapat untung meski tidak seberapa," terang penjual rujak itu membuat iba. Syafa menghela nafas dalam, ia tiba-tiba ingat akan sang ayah yang sekarang entah di mana.

  Betapa sulitnya mendapatkan uang di jaman sekarang ini. Apalagi bapaknya hanya tukang permak jeans yang penghasilannya tidak seberapa, bahkan kadang tidak sama sekali mendapatkan pelanggan karena sepi yang permak baju atau jeans. Keadaan itu semakin miris dan menyedihkan, jika pulang ke rumah dan tidak mendapatkan uang sama sekali, siap-siap didamprat mulut pedas sang Emak.

  "Saya beli sepuluh bungkus saja, Pak. Itu saja yang sudah siap," tunjuk Syafa pada rujak yang sudah dibungkus di etalase yang mirip akuarium. Wajah si bapak penjual rujak sumringah, dengan penuh semangat awal tahun 2024, dia mewadahi rujak itu di sebuah kantong kresek kumplit dengan bumbu rujaknya. Yang bikin Syafa salut, penjual rujak itu terlihat higienis, saat memotong buah saja tangannya memakai sarung tangan dari plastik dan mulutnya di masker saat melayani.

  "Ini Neng, semuanya jadi 60 ribu Rupiah," sodor penjual rujak. Syafa meraih kantong kresek itu, lalu tangan sebelah kanannya memberikan satu lembar uang merah tanpa meminta kembali.

  "Terimakasih banyak, ya, Pak. Semoga jualannya laris. Kembaliannya buat Bapak," ujarnya dan Syafapun berbalik.

  "Benaran, Neng? Terimakasih banyak, Neng. Semoga hidupnya selalu dalam keberkahan dan selamat dunia akhirat, dan semoga kehamilannya lancar," ucap si bapak penjual rujak dengan harapan yang tulus, padahal belum tentu Syafa hamil. Namun Syafa yang sempat mendengar doa si bapak, dalam hati mengaminkan doa itu seraya bergegas menuju mobil.

  Namun langkahnya sejenak melambat, ketika di depannya melihat seseorang yang dia kenal melangkah berhadapan arah. Syafa terkejut ketika kaca matanya sudah dibuka, dengan gerakan sesantai mungkin, Syafa segera mengenakan kacamata hitam itu seraya berharap Juned tidak mengenalinya.

  Semakin dekat langkah Juned dengan Syafa, semakin deg-degan jantung Syafa. Namun Syafa berusaha tenang. Dia terus berjalan optimis. Pada posisi yang saling berdekatan dan samping menyamping, tiba-tiba sebuah deheman terdengar.

  "Ehemmmm, Neng, macan betul," dehemnya seraya mengeluarkan jurus rayuan gombal. Juned membuka kaca matanya dan membalikkan badannya menatap punggung Syafa.

  Syafa menahan degup jantungnya sembari berjalan, dia tidak peduli dengan deheman Juned yang sepertinya memang tidak mengenalinya.

  "Cewekkkk, sittt suittt," goda Juned belum menyerah setelah tadi dehemannya gagal, sembari mengeluarkan bunyi siulan maut untuk memancing Syafa, Syafa tetap tidak peduli. Namun Juned malah mengejar.

  Syafa menjadi takut dan mempercepat jalannya. "Hentikan! Sekali lagi mendekat dan menggoda istri saya, maka Anda akan tahu akibatnya," ancam seseorang menghalangi niat Juned yang ternyata Ichank. Ichank sejak dari pos membuntuti Juned.

  Juned terkejut dan mendongak menatap Ichank yang tiba-tiba datang mengejutkannya.

  "Siapa lu, elu laki perempuan itu? Ihhhh sialan, kampret," umpatnya seraya melayangkan tinju di udara.

  "Gua lakinya. Gua peringatkan, jangan ganggu bini orang jika elu tidak ingin mengalami kematian yang prematur," ancam Ichank.

  "Prematur, lu kata bayi, prematur? Beraninya elu ancam gue juragan perabot se Tambun Bekasi bahkan Asia Tenggara," ucapnya congkak.

  Ichank tidak peduli, dia segera menjauh dari Juned lalu menghampiri mobilnya. Melihat Syafa sudah masuk mobil, Ichank memberi kode pada para pengawalnya untuk bersiap menjauh dari parkiran pasar Tambun.

  "Akhhhh," desis Ichank kesakitan saat tiba-tiba betisnya sudah ditangkis seseorang yang ternyata Juned. Para pengawal Ichank sigap menghampiri, bersamaan dengan itu beberapa orang yang diduga orangnya Juned datang ikut menyerang ke arah Ichank.

  Beruntung para pengawal Ichank, baik pengawal utama dan cadangan sudah siap mengamankan dan melawan orang-orang Juned. Pertikaian terjadi. Namun, orang-orang Ichank yang jauh lebih banyak dan kemampuan bela dirinya mumpuni, mampu memukul mundur pihak Juned. Orang-orang Juned berhamburan dengan kaki yang terpincang-pincang. Itu balasan yang setimpal dengan apa yang telah dilakukan Juned pada Ichank tadi.

  "Jangan buat kekacauan lagi, jika usaha perabotan elu masih ingin tetap aman. Kalau tidak, maka kami akan menghancurkannya," ancam Jamal dengan seringai menakutkan. Juned kelabakan dan jujur baru kali ini ada orang yang berani melawannya. Dan Juned tidak tahu siapa mereka itu. Juned meringis ketakutan, dia takut juga usahanya dihancurkan orang-orang asing itu.

  Para pengawal Ichank kembali ke posisi semula dan bersiap meninggalkan parkiran.

  "Bos, kakinya bagaimana?" tanya Jamal sebelum pergi. Ichank mengangkat jempolnya tanda baik-baik saja dan memerintahkan orang-orangnya segera pergi dari sana.

  "Sudah abang katakan, jangan keluar dari mobil. Untungnya si Juned tidak mengenali Adek," tegur Ichank membuat sedikit bernada kesal. Syafa merasa bersalah.

  "Syafa minta maaf, Bang." Syafa nampak menyesal dan sedih.

  "Ya, sudah, jangan sedih begitu mukanya. Abang hanya khawatir dengan keselamatan Adek. Wahhh, Adek beli rujak rupanya, banyak banget lagi. Kenapa tidak suruh Rafi, Rama atau Jamal saja tadi?"

  "Syafa tidak kepikiran minta tolong mereka, Bang. Sekali lagi Syafa minta maaf," ucap Syafa menyesal.

  Ichank mengangguk sembari menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya keluar dari parkiran pasar Tambun.

1
Samsul Bahri
bodoh apa goblok MC dan istrinya ini, kaya punya kemampuan tap tidak dipakai buat menyingkirkan kecoak kayak juned
Nasir: Oon itu Kak..... 😄😄😄
total 1 replies
Samsul Bahri
mertua kayak itu harusnya ditendang ke neraka terdalam, biar abadi disana
Nasir: Wkwkwkkw betul itu.....
total 1 replies
Suyatno Galih
lucu ayam sp ya berkokok kongkorongok bukan kukuruyuk kl ayam ku lucu lagi bekokok mangan krupok Wak Wak Wak mangan krupok, wkwkwkwkwkw
Nasir: Wkwkwkwkwk... beda2 ya Kak.... 😄😄😄😄
total 1 replies
Suyatno Galih
betul ichank kl di laporkan pasti di tilep pihak berwenang dg dalih milik negara, imposible kaset baru lagi lama
Suyatno Galih
lu Syifa jg oon sdh tau emak mu kejam gak mau berontak tkt jd anak duhaka kl bgn msh mikirin
Suyatno Galih
betul pak Halim kelola sndr aj kl lapor jg di sita kt dpt terima kasih doang,
Nasir: Hehehhehe betul....
total 1 replies
Suyatno Galih
Syafa jg dedel usaha minggat, sekuat apa emaknya hhhhhhhhjj
Suyatno Galih
p kyan payah fungsi cm utk ganjel pintu
Suyatno Galih
betah amat lu Chan punya mertua sadis gt ber bln2 sermh, kl gua seminggu kelamaan/Tongue/
Suyatno Galih
Ichan Syafa sll kecewa sm emak yg iblis tp tak berguna karna tak ada reaksi utk apa dan sampe kpn hidup bgt
Suyatno Galih
kl demi Syafa hrs chang, tp kl demi mertua lu oon, mertua lu ada laki gak sepenuhnya tanggungan lu. yg jd mslah lu msh betah ndusel di olok2 tiap hari sm mertua lu, betah amat, jgn2 otak lu kurang Chan utk mikir, ksrnya ngomong ndableg gak ada eksen, pergi bw bini lu.
esmosi gua/CoolGuy//Facepalm/
Suyatno Galih
kl bgn knp gak di jdiin buntung aj anak bujang si iblis biar gak pecicilan rugii org aj
Suyatno Galih
rmh type 36 kmr2, 2 klrga +anak bujang tdur dmn bujang, di WC ap teras apa ndusel di ketek emaknya yg kayak iblis
sulit membayangkan
Nasir: Wkwkwkw....
total 1 replies
Suyatno Galih
disini p Kayan di perankan cm jd ganjel pintu, menyedihkan/Hey/
Suyatno Galih
Syafa jg, maafkan emak trs dak guna, misah rumah hdp bedua sdh nikah laki nya syg msh ndusel sermh, emaknya lebih dr iblis jg/CoolGuy/
Suyatno Galih
gile bener punya mertua ginian yak, anak nya jg Napa gak maksa pisah tinggal, ngontrak kek org sdh nikah jg
betah amat ngumpul sermh sm mertua bejad/CoolGuy/
Suyatno Galih
wahhhh bener2 ya mertua ichank, ksh racun tukus aja kl gak injeksi koit biar Ateng gak rese tu mulut
Suyatno Galih
apes Bener nasibmu chank, motor ringsek mertua kyak lampir
sehebat ato sekuat apa bujukan mertua utk tinggal serumah kl sdh bekeluarga usahakan pisah, ngontrak pun jadi mau mkn pake garam tak masalah/CoolGuy/
Mazree Gati
icank sudah kaya raya katanya , tapi masih pentingin duit dr pada bini yg hamil tua,
Mazree Gati
kelahiran cianjur bahasanya lo gue
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!