NovelToon NovelToon
Sepasang Antagonis

Sepasang Antagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Transmigrasi
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Najmu Laila

Velica seorang artis terkenal yang iseng membaca novel bertema " Gadis seindah musim semi " yang sedang booming dengan banyak sanjungan banyak orang. Bukannya menyanjung, Velica justru mengkritik tokoh utama novel tersebut yang menurutnya terlalu menganiaya sang antagonis.

‎"Kasihan sekali Clarissa ini, Padahal Robert itu tunangannya, Tetapi mengapa ia harus di benci karna marah ketika tunangannya berselingkuh." Ujarnya kesal.

‎"Padahal Clarissa punya segalanya, Ia juga melakukan semuanya untuk Robert, Robert itu lah yang tidak tahu diri. Sudah di bantu dia malah menyukai anak dari seorang pelayan, Sih Nadia itu!"

‎"Jika aku menjadi Clarissa, Sudah ku buat kedua orang itu kehilangan wajahnya di muka umum, Beraninya dia yang seorang pemuda miskin memperlakukan Clarissa begini!" Velica melempar novel itu dengan kesal.

‎Tak lama, Novel itu terbuka sendiri...membuat Velica masuk ke dalam nya. Jika penasaran cuss langsung baca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 8 - Menjebak sang pencuri

...Chapter 8...

...----------------...

Axion kini berada di lantai 2 bersama Kevian, Keduanya sedang bersantai sambil menunggu Clarissa untuk datang. Kevian merasa aneh melihat Axion yang sampai sekarang terlihat gelisah.

"Kau tidak datang menjemputnya saja, Kau terlihat sangat khawatir sekarang." Ucap Kevian tak habis pikir.

"Dia datang bersama kedua orang tuanya, Aku rasa tidak sopan bila aku menjemputnya sekarang, Karna dia harus hadir bersama kedua orang tuanya." Ucap Axion lesu.

"Itu benar sih, Tapi...kau akan terus tidak tenang seperti ini." Ucap Kevian, Axion mengabaikannya. Ia sibuk menatap ke arah parkiran mobil, Berharap seseorang yang ia tunggu datang.

"Datang! Dia datang!" Teriak Kevian, Axion langsung berdiri dan menatap ke pintu masuk. Benar, Itu mobil khusus keluarga bellen.

"Ayo kita turun." Axion segera berlari meninggalkan Kevian, Pemuda itu hanya menghela nafasnya.

"Dasar orang berhati es." Makinya dengan kesal, Ia ikut mengejar Axion menuju lantai satu.

...--------------------------------...

Clarissa menatap jam tangannya beberapa kali, Meskipun amrita sudah menelpon Nyonya William karna mungkin akan sedikit terlambat, Tetap saja ia gelisah.

"Sudah sampai Tuan, Nyonya, Nona muda."Ucap Sera, Dia ikut atas perintah Clarissa.Keempat orang itu berjalan masuk menuju pintu masuk gedung, Mereka segera masuk setelah memberikan kartu undangan khusus.

"Selamat ulang tahun jeng! Semoga sehat selalu, Bahagia selamanya." Ucap amrita memeluk dayanti.

"Aduh, Jalanan kenapa macet sih. Aku tungguin dari tadi, Makasih yaa doanya."Ucap dayanti tersenyum lebar, Ia melirik Clarissa yang tampil sangat cantik hari ini. Putranya memang tak salah dalam memilih baju.

"Clarissa, Kau sudah datang?" Axion tersenyum, Ia mengatur nafasnya beberapa kali.

"Sudah, Kau baik-baik saja?" Tanya Clarissa menatap Axion dengan Khawatir, Axion terpaku menatap kecantikan seorang Clarissa, Gadis itu sangat cantik hari ini, Dengan dress biru malam yang ia pilihkan.

"Kau sangat cantik." Puji Axion menatap Clarissa, Dayanti dan amrita saling memainkan matanya. Clarissa tersenyum tipis, Alur cerita ini memang sudah berubah jauh, Ia berharap rencananya akan berhasil.

"Kau juga terlihat sangat tampan." Puji Clarissa, setelah itu Kedua matanya menjelajahi seisi gedung, Ia menatap Sera yang sedang duduk di sebuah kursi, Sera memegang hadiah yang akan ia berikan. Ia sengaja duduk di bangku paling ujung seperti di dalam cerita, Bangku yang tidak terlihat oleh cctv.

"Tempat yang tidak terlihat, Itu sangat pas untuk pencuri kalung." Batin Clarissa tersenyum tipis.

Prang!

Semua orang tertuju pada suara benda jatuh, Sera terlihat mengusap pakaiannya yang basah terkena air. Seorang pelayan membantunya membersihkan pakaiannya.

"Ma..maafkan saya, Saya bantu bersihkan yaa!" Pelayan itu membersihkan pakaian sera dengan wajah panik, Ia juga mengambil kotak hadiah yang di pegang Sera dengan alasan membersihkan bajunya.

"Aduh tidak apa-apa, Aku baik-baik saja." Ucap Sera dengan wajah tak enak.

"Tidak apa-apa, Saya yang salah." Ucapnya, Sera menatap Clarissa yang sedang menatapnya, Ia mengangguk pasti. Ia memasukkan sebuah benda ke kantong belakang pelayan itu.

"Sudah saya bersihkan, Maafkan saya." Ucapnya, Sera pun mengangguk.

"Tidak apa-apa, Silahkan kembali berkerja." Ucap Sera setelah pelayan itu pergi, Ia memberikan tanda jempol pada Clarissa sambil memegang Sebuah kotak kalung yang sudah kosong itu.

"Nona Clarissa, Anda datang juga?" Nadia datang dengan wajah polosnya, Clarissa tersenyum menanggapinya.

"Saya juga mendapat undangan, Senang bisa bertemu lagi." Ucap Clarissa tersenyum manis.

"Wah...dress nona sangat cantik tidak ada duanya, Benar-benar anggun. Ini pasti sangat mahal." Ucap Nadia, Ia sengaja menyanjung Clarissa, Agar semua orang melihat. Clarissa akan menyetujui ucapannya. Yang di mana, Semua orang akan tahu bahwa Clarissa adalah orang sombong.

"Tidak mahal, Tunanganku yang memberikannya." Ucap Clarissa menatap Axion.

Nadia menatap Axion dengan tak percaya, Seharusnya Clarissa menyanjung dress-nya dengan sombong, Bukan malah pamer hubungannya dengan Axion. Ia menggigit bibirnya dengan kesal.

"Dress nona juga sangat cantik, Sangat cocok dengan nona." Ucap Clarissa tersenyum, Nadia menatap dress-nya yang ia beli dengan harga diskon, Karena Axion yang selalu menolaknya untuk berbelanja bersama.

"Kurang ajar, Dia berani mempermalukan ku!" batin Nadia.

"Wah ada Nadia, Halo nona Clarissa!" Sapa rosely. Ia datang bersama Riana dan Nasya.

"Halo nona rosely, Riana, Nasya." Sapa Clarissa tersenyum.

"Anda benar-benar cantik, Seperti peri." Puji rosely, Riana dan Nasya pun ikut menatap takjub.

"Tidak, Aku biasa saja." Ucap Clarissa tersenyum, Amrita mendatangi putrinya dengan senyuman lembut.

"Sayang, Ayo berikan hadiahnya pada Tante dayanti, Dia sudah menunggu loh." Ucap amrita, Clarissa pun terlihat murung.

"Mommy, Hadiahku di curi seseorang." Ucap Clarissa cemberut.

"APA!" kaget Amrita, Itu adalah kalung seharga sebuah kota. Bagaimana bisa di curi, Apalagi ini di acara temannya sendiri.

"Nyonya, Seorang pelayan mencuri hadiah milik nona, Dia sengaja menabrak ku dengan air tadi." Ucap Sera, Dayanti pun menghela nafas.

"Axion, Panggil semua pelayan yang berkerja hari ini." Perintah dayanti dengan wajah dingin, Berani sekali seseorang mencoba memperkeruh suasana pestanya.

"Nona, Bagaimana mungkin kalung anda bisa di curi, Apalagi oleh seorang pelayan. Di sini kan ada cctv." Ucap Nadia dengan wajah di buat-buat.

"Benar, Ada cctv mana mungkin bisa di curi. Apalagi pelayan di sini sudah tahu jelas akan ketahuan." Ucap nola teman Nadia.

"Jangan-jangan dia memang tidak membawa hadiah, Hanya mencari alasan saja untuk tidak membawa hadiah." Ucap Claudia membuang muka.

"Nona Claudia, Tolong jaga bicara anda. Clarissa tidak semiskin anda." Ucap Mia yang baru datang bersama kakaknya.

"Wow, Kau bisa kasar juga terhadap orang lain." Kaget Luzkay menatap adiknya tak percaya.

Kevian menatap Axion yang sedang menggenggam sebuah kotak, kotak itu terlihat mahal. Di tambah suasana yang ramai itu seketika menjadi tegang dengan adanya insiden ini.

"Semua ini pelayan yang ada di sini nyonya." Ucap pak Surya, Kepala pelayan. Ia mengumpulkan 20 pelayan yang berkerja di dalam pesta tersebut.

Nadia tersenyum menatap ibunya yang kini berada di lantai 2, Ibunya memamerkan kalung berlian yang ia curi itu, Membuat Nadia tersenyum licik.

"Kau yakin semuanya sudah?" Tanya dayanti, Wanita itu pun menatap Sera yang sudah paham apa maksudnya.

"Dia nyonya, Pelayan ini yang menabrak-ku dengan air, Pasti dia yang mengambil kalung hadiah milik nona!" Sera menunjuk pelayan bernama Vanya, Pelayan yang menabraknya tadi dan membantunya membersihkan bajunya.

"Tidak nyonya, Aku bukan pencuri!" Vanya membela diri sambil menangis, Suasana semakin tegang.

"Apa kau bersedia untuk di geledah?!" Tanya devano dengan suara beratnya.

"Geledah saja, Saya tidak mencuri tuan." Ucap pelayan itu dengan percaya diri, Toh kalung itu tidak ada padanya.

"kau geledah dia." Perintah dayanti pada pelayan di sebelah Vanya, Pelayan itu pun segera memeriksa semua bagian tubuh Vanya, Saat memeriksa kantung depan, Ia tak menemukan apapun, Tetapi saat kantung belakang,

"Ketemu, Ada kalung ini nyonya." Teriak pelayan itu, Vanya terbelalak.

"Tidak mungkin nyonya, Saya tidak mencuri kalung itu, Sungguh!" Teriak Vanya, Nadia terkejut dan menatap ibunya yang juga tak kalah terkejut.

"Sini biar saya periksa." Ucap Sera, Ia menatap kalung itu dan mengangguk.

"Ini kalung hadiah nona, Kau pencuri." Teriak Sera, Dayanti pun memanggil seorang polisi untuk segera menangkap wanita itu, Wanita itu pun di bawa dengan kasar untuk di jaga sebelum polisi sampai.

Axion terkejut menatap kalung itu, Bagaimana bisa kalung itu tak jadi hilang, Padahal ia sudah mengatur beberapa orang untuk menangkap basah Nadia dan ibunya yang mencuri kalung.

"Tante maafkan aku yang ceroboh, Ini hadiah dariku, mommy dan Daddy. Kalung berlian biru yang hanya ada satu di dunia. Khusus di buat hanya untuk Tante." Ucap Clarissa memberikan kalung itu, Dayanti tersenyum menatap Clarissa. Padahal jika kalung itu hilang, Ia tak akan marah, Ia hanya takut keluarga bellen di permalukan.

"Terima kasih Clarissa, Tante sangat senang. Hadiahmu sangat indah." Ucap dayanti tersenyum.

Nadia melengos pergi, Kalau itu kalung yang asli, Lalu kalung yang telah di ambil ibunya itu, Apakah palsu?

"Ternyata nona Clarissa tidak seperti rumor, Dia sangat rendah hati dan baik" Puji Kevian, Axion langsung menyikut perutnya. Beraninya ia memuji clarissa-nya.

"Huh tukang cemburu." Maki Kevian.

Menatap kepergian Nadia, Clarissa tersenyum, Sera mendekat padanya saat Clarissa memberinya kode.

"Apa kau sudah melumuri kalung palsu itu dengan racun yang aku beli?" Bisik Clarissa.

"Sudah nona, Racun itu tak akan langsung berkerja, Tetapi semakin lama maka akan semakin menghancurkan tangannya." Bisik Sera.

"Bagus, Kau memang bisa di andalkan." Ucap Clarissa, Axion pun menatap Sera tak suka. Mengapa Clarissa begitu memuji pelayannya.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN.

1
Laura Xaviera 💕
yuhuuuu/Determined/
Iruma-chan
semangat nulisnya, aku suka cerita transmigrasi.
Anissa Rahma
ceritanya menarik kak
Putri Amalia
halo kak, aku dah liat novelnya menarik bgt. rajin up yah jg smpe Hiatus 👀
Author hidup: Wah terima kasih, Aku akan berusaha up tepat waktu. Bantu like dan komen ya🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!