NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Reinkarnasi Kaisar Wang Hao

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Misteri / Action
Popularitas:26.7k
Nilai: 5
Nama Author: Zerro One

Wang Hao, Kaisar Tertinggi Dunia Dou Li, mati secara misterius di puncak kejayaannya. Murid muridnya bersumpah mencari pelaku. Namun jiwa Wang Hao justru bangkit di tubuh pemuda lemah bernama Chen Nan di tempat lain. Kematiannya sendiri adalah misteri terbesar. Siapa yang mampu membunuh sosong sepertinya? Atau ada rahasia lebih kelam di balik kematiannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zerro One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Penyakit yang Tersembunyi

Wang Hao tidak menjawab, sebaliknya dia menyipitkan matanya, mengamati patriark sheng.

Setelah beberapa saat, dia merasakan aura yang terpancar dari tubuh pria tua itu, lalu sesuatu hal langsung menarik perhatiannya.

Aura seorang kultivator Pendirian Fondasi seharusnya mengalir dengan stabil melalui meridian-meridian utama, tetapi aura Patriark Sheng justru tersendat di satu titik. Tepatnya di sekitar lautan spiritual bagian bawah, wilayah yang berhubungan langsung dengan inti kehidupan seorang pria.

Itu bukan luka, bukan juga racun. Itu adalah kelainan bawaan pada jalur spiritual yang menghubungkan lautan spiritual dengan meridian reproduksi. Dalam dunia kultivasi, kondisi itu disebut sebagai "Penyumbatan Gerbang Kehidupan". Jalur spiritual di area itu tersumbat sejak lahir, membuat energi tidak bisa mengalir ke organ reproduksi. Akibatnya, penderitanya tidak bisa memiliki keturunan.

Wang Hao pernah menangani kondisi serupa beberapa kali di kehidupan sebelumnya. Selalu pada kultivator dengan bakat besar yang terhambat oleh satu cacat bawaan.

Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Wang Hao mengeluarkan kursi rotan dari cincin ruangnya. Ia meletakkannya tepat di tengah aula, di hadapan Patriark Sheng yang masih duduk di kursinya, lalu duduk bersandar dengan mata terpejam.

Keheningan langsung meledak menjadi kegemparan.

"Apa yang dilakukan pemuda ini?!"

"Dia berani duduk seenaknya di hadapan Patriark?!"

"Dia pikir ini tempat apa?!"

Dua pengawal yang berdiri di sisi Patriark Sheng melangkah maju dengan tangan terkepal. Salah satu dari mereka sudah menghunus pedangnya setengah, siap menyeret Wang Hao keluar dari aula.

Patriark Sheng mengangkat tangannya.

Gerakan itu sederhana, tetapi langsung menghentikan kedua pengawal di tempat mereka berdiri. Mereka saling pandang dengan kebingungan, lalu mundur kembali ke posisi semula.

Patriark Sheng menatap pemuda yang kini duduk santai di hadapannya dengan mata menyipit. Ada sesuatu dalam sikap pemuda ini yang membuatnya tidak bisa langsung bertindak kasar. Ketenangan yang diperlihatkan Wang Hao bukanlah ketenangan orang yang sombong atau bodoh. Itu adalah ketenangan yang lahir dari keyakinan mutlak.

Wang Hao akhirnya membuka suaranya, tetapi matanya tetap terpejam.

"Daripada metode dan pil pencahar, bukankah Anda lebih membutuhkan sesuatu untuk menyembuhkan penyakit lama anda, Patriark?"

Kalimat itu jatuh seperti petir di tengah aula yang sunyi.

Mata Patriark Sheng melebar. Jari-jarinya yang bertumpu di lengan kursi menegang, mencengkeram kayu dengan kekuatan yang hampir membuatnya retak.

Seorang anggota Klan Sheng yang berdiri di sisi kiri aula langsung melangkah maju dengan tangan terulur ke arah Wang Hao. Wajahnya merah padam, entah karena marah atau panik.

"Beraninya kau...!"

Patriark Sheng mengangkat tangannya lagi. Kali ini gerakannya lebih cepat, lebih tajam, seperti seseorang yang baru saja tersadar dari mimpi. "Diam!"

Anggota klan itu berhenti. Ia menatap Patriark Sheng dengan kebingungan, tetapi tidak berani membantah.

Keheningan kembali menyelimuti aula. Tetapi kali ini ada sesuatu yang berbeda. Semua orang di ruangan itu bisa merasakannya. Patriark Sheng, pria yang telah memimpin Klan Sheng selama lebih dari empat puluh tahun, sedang terguncang.

Wang Hao membuka matanya perlahan. "Jika anda ingin membuahi istri anda dan memiliki keturunan, saya bisa membantu menyembuhkan anda."

Kata-kata itu menghantam seluruh ruangan.

Para anggota Klan Sheng yang berdiri di sepanjang dinding aula saling pandang dengan wajah pucat. Mereka semua tahu bahwa Patriark Sheng mandul. Itu adalah rahasia paling gelap Klan Sheng, rahasia yang hanya diketahui oleh anggota inti klan. Setiap orang yang mengetahui rahasia ini telah ditanam segel di lautan spiritualnya. Jika mereka membocorkan rahasia itu kepada siapa pun di luar klan, segel itu akan meledak dan membunuh mereka seketika.

Dan sekarang...

Pemuda misterius yang bahkan bukan anggota klan ini menyebutkan rahasia itu begitu saja, seolah-olah ia sedang membicarakan cuaca.

Bagaimana mungkin?

Patriark Sheng menatap Wang Hao dalam-dalam. Pupil matanya bergerak-gerak kecil, menganalisis setiap detail dari pemuda di hadapannya. Jubah hitam lusuh, wajah muda yang mungkin baru berusia dua puluh tahun, dan kultivasinya hanya Kondensasi Qi lapis dua. Tetapi di balik semua itu, ada sesuatu yang tidak bisa ia baca.

"Aku tidak tahu dari mana kau mendapatkan informasi itu," suara Patriark Sheng pelan dan dalam, "tetapi kau sedang bermain dengan api, pemuda."

"Saya tidak bermain dengan apa pun." Wang Hao menggerakkan satu jarinya. "Pertama, bebaskan Lao Fan."

Patriark Sheng tidak langsung menjawab. Ia menatap Wang Hao dengan sorot yang sulit diartikan, seolah-olah sedang menghitung risiko dan keuntungan di dalam kepalanya.

Lao Fan yang masih berlutut dengan tangan terikat menatap Wang Hao dengan mata berkaca-kaca. Ia ingin mengatakan sesuatu, tetapi kain di mulutnya mencegahnya.

"Kedua," Wang Hao melanjutkan tanpa menunggu jawaban, "kita harus melakukan kesepakatan yang saling menguntungkan. Contohnya seperti... berapa upah batu roh yang akan saya terima jika berhasil menyembuhkan penyakit anda."

Ia menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi rotan.

"Tenang saja. Saya tidak akan membebani. Tapi bukan berarti pengobatannya cuma-cuma."

"Apa kau pikir ini pasar?" bentak salah satu anggota klan dari sisi kanan aula. "Kau sedang berhadapan dengan Patriark Sheng! Jangan main-main!"

Wang Hao bahkan tidak menoleh ke arah suara itu. Matanya tetap tertuju pada Patriark Sheng, menunggu.

Patriark Sheng mengusap janggutnya perlahan. "Dan ketiga?"

"Ketiga akan saya tambahkan setelah kesepakatan terpenuhi."

Ruang besar itu kembali sunyi. Api lilin di sepanjang dinding berkedip-kedip diterpa angin malam yang masuk melalui celah-celah pintu. Semua orang menunggu.

Patriark Sheng akhirnya berbicara. "Lepaskan Lao Fan."

"Tapi Patriark...!" salah satu pengawal mencoba membantah.

"Lepaskan."

Perintah itu diucapkan dengan nada yang tidak bisa dibantah. Pengawal itu segera berjalan ke arah Lao Fan dan melepaskan ikatan di tangannya, lalu menarik kain yang membungkam mulutnya.

Lao Fan terbatuk-batuk beberapa kali, lalu bangkit dengan kaki gemetar. Ia menatap Wang Hao dengan mata yang penuh rasa terima kasih sekaligus kekhawatiran.

"Tuan Muda... apa yang kau lakukan? Kau tidak seharusnya..."

"Pulanglah," potong Wang Hao tanpa menoleh. "Gu Yan dan keluargamu pasti menunggu dengan cemas."

Lao Fan membuka mulutnya untuk membantah, tetapi sesuatu dalam suara Wang Hao menghentikannya. Ia menunduk, menangkupkan kedua tangannya, lalu berjalan keluar dari aula dengan langkah gontai.

Patriark Sheng menunggu sampai suara langkah kaki Lao Fan benar-benar menghilang, lalu bersandar di kursinya.

"Sekarang... bicaralah. Bagaimana kau tahu tentang penyakitku? Dan bagaimana kau bisa menyembuhkannya?"

"Bagaimana saya tahu bukanlah hal yang penting." Wang Hao membuka matanya sepenuhnya sekarang, menatap langsung ke arah Patriark Sheng. "Yang penting adalah apakah Anda ingin sembuh atau tidak."

"Aku sudah mencoba segala cara selama puluhan tahun. Tabib terbaik di Kota Lanyu sudah datang, bahkan alkemis dari kota lain sudah kucoba, dan tidak ada yang bisa."

"Mereka tidak bisa karena mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh anda." Wang Hao menyilangkan kakinya dengan santai. "Penyumbatan Gerbang Kehidupan. Sebuah cacat bawaan pada jalur spiritual yang menghubungkan lautan spiritual dengan meridian reproduksi. Itu bukan penyakit biasa, dan tidak bisa disembuhkan dengan ramuan atau pil sembarangan."

Patriark Sheng mencondongkan tubuhnya ke depan. "Kau tahu namanya?"

"Saya tahu cara menyembuhkannya."

"Berapa?" tanya Patriark Sheng langsung. "Berapa upah yang kauminta?"

Wang Hao tersenyum tipis. "Dua ribu batu roh tingkat rendah. Dibayar di muka, sebelum pengobatan dimulai."

"Apa?!" salah satu anggota klan hampir melompat dari tempatnya. "Dua ribu batu roh? Itu setara dengan enam ribu koin emas! Untuk sebuah pengobatan yang belum tentu berhasil?!"

"Itu harga yang murah," kata Wang Hao datar, "untuk mendapatkan keturunan."

Patriark Sheng mengangkat tangannya untuk membungkam anggota klannya. Ia menatap Wang Hao lama sekali, seolah-olah sedang mencoba menembus topeng ketenangan yang dikenakan pemuda itu.

"Aku akan memberimu dua ribu batu roh," katanya akhirnya. "Tapi jika kau gagal... jika kau hanya membual dan tidak bisa menyembuhkanku..."

"Saya tidak membual."

"Kita lihat saja." Patriark Sheng memberi isyarat kepada seorang pelayan yang berdiri di sudut aula. "Bawakan dua ribu batu roh tingkat rendah. Sekarang."

Pelayan itu membungkuk dan berjalan cepat keluar dari aula.

Suasana menjadi hening selama beberapa menit. Wang Hao tetap duduk di kursi rotannya dengan mata terpejam, sepenuhnya tenang seperti seseorang yang sedang menikmati angin di taman.

Patriark Sheng terus menatapnya dengan sorot yang tidak bisa ditebak.

Ketika pelayan itu kembali dengan sebuah kotak kayu berisi dua ribu batu roh, Patriark Sheng memberi isyarat agar kotak itu diletakkan di dekat Wang Hao.

"Ini upahmu. Sekarang... sembuhkan aku."

Wang Hao membuka matanya dan menatap kotak kayu itu. Kemudian ia bangkit dari kursi rotannya, melipatnya, dan memasukkannya ke dalam cincin ruang bersama kotak itu.

"Pengobatan ini membutuhkan dua hal," katanya sambil berjalan mendekati Patriark Sheng. "Pertama, sebuah pil yang akan saya buat sendiri. Kedua, teknik akupuntur spiritual yang harus saya lakukan langsung pada tubuh anda."

"Kau bisa membuat pil?"

"Hanya sekedar bisa." Wang Hao berhenti tepat di depan Patriark Sheng. "Tapi untuk membuat pil itu, saya butuh beberapa tanaman obat. Saya akan menuliskan daftarnya, lalu anda yang menyediakan."

Patriark Sheng mengangguk. "Tulis daftarnya. Akan kusiapkan semuanya secepat mungkin."

Wang Hao menatap pria tua itu dengan sorot yang sulit dibaca. "Satu hal lagi. Pembuatan pil akan memakan waktu satu hari. Selama satu hari itu, tidak boleh ada yang mengganggu saya. Jika ada yang mencoba masuk ke ruang pembuatan..."

"Tidak akan ada yang berani."

"Baik." Wang Hao berbalik dan berjalan ke arah meja di sudut aula, mengambil kuas dan kertas yang disediakan di sana, lalu mulai menulis daftar tanaman obat yang ia butuhkan.

1
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur ceritanya sudah bagus tapi MC nya Tingkat Kultivasi masih Tingkat Rendah.
Zerro One: Oalah mbah😪
Mbah gak lupa ya, Wang Hao pernah berdiri di puncak kultivasi? Mbah apa lupa, Wang Hao bisa menerobos secepat mungkin 'jika dia mau'.

Betapa idiots nya Wang Hao, jika ber kultivasi secepat mungkin, yang membuat kesalahan sama terulang lagi. Btw Wang Hao bisa aja dalam setahun sampai Ascendant, dengan metode penyerapan inti bumi. Bisa dilakukan bahkan saat Kondensasi qi.
Tapi masa iya, orang memperluas Dao, disuruh seperti pahlawan klise meridian tersumbat, dantian retak, sampah klan terhina kan. Ya kan gak mungkin mbah.

Apalagi kayak komentar bang agus. Dia bilang kelemahan ceritanya karena Wang Hao sombong dan angkuh.

Lah, jadi maunya pembaca MC dibuat seperti pendekar muda, yang belum paham apa apa tentang kultivasi? yang gak tau, keramahan adalah kemewahan sia sia, terlalu banyak berhubungan dengan seseorang akan memperbanyak ikatan karma sebab akibat yang tidak perlu.

Author padahal berharap, komentar pembaca itu mengeluhkan ceritanya terlalu bertele-tele, atau gaya penulisan yang kurang ngena. Jadi author bisa ubah, sesuai dengan kritik.
Contohnya yang ngasih author bintang satu itu. Karena dia, cerita ini langsung berhenti dipromosikan, padahal sebelumnya, perkembangan cukup bagus. Tapi yaudahlah, author bisa apa, karena mungkin terlalu bertele-tele banget, jadi sangat pantas cerita ini terbenam dan gak layak di sebarluaskan. Author sadar diri kok, karena itu ceritanya kemungkinan besar dipercepat end S1, meskipun gak akan ada S2.
total 1 replies
Nanik S
Mantap Poooool👍💪💪💪
Nanik S
Tidak ada kata takut buat Wang Hao
Zerro One: Betul-betul betul/Determined/
total 1 replies
Nanik S
Lanjut terus
Nanik S
Wang Hao.... datang saja ke lembah batu
Nanik S
Wang Hao selalu jadi rebutan demi kepentingan masingasing
Agus Rose
Novel ini sebenar nya bagus dari penyusunan kata,penjelasan alur cerita.
yang kurang itu si MC terlalu angkuh sombong dengan ingatan masa lalu sedangkan kehidupan sekarang belum kuat tapi selalu bertindak sok kuat yang berlebihan.
Zerro One: Terimakasih banyak, itu artinya author gak gagal.

Tentang sifat Wang Hao...

Bro kurang memperhatikan detail keci, dan yang dilihat sesuatu yang sangat jelas saja. Padahal karakter Wang Hao ini abu abu, tidak hitam, atau putih, tidak sombong ataupun ramah. Author gak mau jelaskan panjang lebar, takut bro tersinggung.

Karena itu... kita anggap saja Wang Hao sombong🙏🙏

Author sepakat 🤝
total 1 replies
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua pasukan itu jika wang hao sudah kuat cepat bantai raja itu pajang tubuhnya bantai juga semua keluarga raja itu
Nanik S
Apakah mereka akan menjemput Wang Hao
Zerro One: Iya kak 😫
total 1 replies
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
Zerro One: Oke mbah🙏
total 1 replies
Nanik S
Lanjut Terus Tor🙏🙏
Nanik S
Gadis Pintar dan pasti walau hantu tapi mulai memahami situasi
Nanik S
Ceritanya bagus Tor
Nanik S
Untungnya ada Nashuang... hingga Cengle bisa selamat
Nanik S
👍👍👍👍👍👍
Nanik S
Rou Li dibuatkan pedang juga..... keren amat... hantu cantik berpedang
Nanik S
Hansuo jangan meremehkan Wang Hao...💪💪💪
Fajar Fathur rizky
bikin klan du di hukum berat bikin du lou malu
Fajar Fathur rizky
jika sudah ranah jiwa baru lahir nascent soul bikin wang hao bantai klan du thor
Nanik S
Lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!