NovelToon NovelToon
Love Scandal With Artis

Love Scandal With Artis

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:66.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Andila

Tolong jangan tabung bab dan ikuti setiap babnya dengan teratur yah 🙏 terima kasih 🥰

Adelia Dheandri, seorang mahasiswi kedokteran berumur 21 tahun yang memiliki sifat ceria, ramah, dan suka berbuat baik dengan menolong orang lain.

Namun, siapa sangka jika suatu hari kebaikan Adel malah membuat dirinya terlibat dengan scandal percintaan dengan seorang artis?

Bukan hanya artis biasa, melainkan Artis ternama yang dijuluki sebagai the king of visual dalam dunia hiburan.

Apa yang akan terjadi dalam hidup Adelia ke depannya?

Yuk, ikuti kisah mereka semua!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Andila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Sesuatu yang Sudah direncanakan.

Dante tidak bisa melanjutkan ucapannya saat mendengar suara seseorang, membuat dia langsung menoleh ke arah samping dan terlihatlah orangtua Adel yang sedang berjalan mendekati gadis itu.

"I-iya, Pa?" jawab Adel sambil melihat ke arah sang papa, setelahnya dia melirik ke arah Dante yang terdiam di tempat.

"Ayo, kita duduk di ruangan sebelah!" ajak Fathir sambil memegang tangan Adel.

Ayun mengernyitkan kening bingung saat mendengar ucapan sang suami, begitu juga dengan Ezra. Hanya Faizlah yang paham kenapa papanya mengajak mereka pergi dari tempat ini.

"Ada apa, Mas?" tanya Ayun dengan bingung. Padahal mereka baru saja duduk sepuluh menit yang lalu, tetapi harus pindah ke tempat lain.

"Di sini terlalu banyak orang, Sayang. Lebih baik cari tempat lain, toh kita sudah menyapa Frans," jawab Fathir.

Ayun hanya diam dan menuruti ucapan sang suami, begitu juga dengan anak-anaknya yang terlihat beranjak dari kursi mereka.

"Lihat, bukankah wanita itu yang sedang digosipkan pacaran dengan Dante?" seru salah seorang wanita yang baru menyadari keberadaan Adel.

"Benar. Pantas aku merasa gak asing, rupanya dia memang wanita itu," sambung yang lainnya.

"Iya benar. Pantas aja Dante juga datang. Jangan-jangan mereka datang bersama? Lihat, itu dia!" tambah wanita yang lainnya.

Ayun langsung menoleh ke arah sumber suara saat mendengar ucapan-ucapan itu, lalu matanya tidak sengaja melihat ke arah Dante yang berdiri tidak jauh dari mereka.

"Ayo, kita pergi!" ajak Fathir tanpa mempedulikan ucapan orang-orang itu. Semakin lama mereka berada di tempat itu, maka akan semakin menjadi bahan perbincangan orang-orang.

Dante yang mendengar ucapan orang-orang segera berbalik dan berjalan pergi meninggalkan tempat itu tanpa sempat menyapa Adel. Seharusnya dia tidak datang sehingga tidak membuat keributan di tempat ini, terlebih-lebih ada Adel dan keluarganya juga.

"Dasar bod*oh. Bagaimana mungkin aku berpikir untuk mengajaknya pergi?" Dante mengusap wajahnya dengan kasar saat sudah berada di luar ruangan itu.

Dante tidak sadar jika berita tentangnya dan Adel masih sangat panas di semua kalangan, bukan hanya rakyat biasa saja, tetapi di tengah pengusaha-pengusaha besar seperti ini juga.

"Dante!"

Dante langsung menoleh ke belakang saat mendengar panggilan seseorang. Terlihat Danny dan Lian sedang berjalan ke arahnya.

"Kenapa kau pergi tanpa menyapa keluarga tuan Fathir?" tanya Danny dengan tajam.

Dante mengernyitkan kening saat mendengar ucapan sang kakak. "Apa Kakak menyuruhku datang ke sini karena tahu kalau tuan Fathir juga akan datang?"

Glek.

Danny menelan salivenya dengan kasar saat mendengar pertanyaan Dante. "A-aku tadi melihatnya, jadi aku berpikir kenapa tidak kita sapa saja dia."

Dante berdecak kesal. Seharusnya dia sudah tahu jika semua ini adalah ulah papa dan juga kakaknya, pantas saja dia harus menghadiri acara seperti ini padahal pekerjaannya sangat banyak.

"Sudah cukup. Aku tidak mau lagi menuruti ucapan kalian! Jangan libatkan Adel lagi dalam hal ini, aku tidak mau dia terkena berita apapun karena aku!' ucap Dante dengan penuh penekanan.

Dannya dan Lian terdiam saat mendengar ucapan Dante, sementara Dante sendiri langsung pergi dari tempat itu.

"Si*al. Padahal keadaan perusahaan mulai membaik karena berita itu, tapi kenapa sekarang dia malah kembali membangkang sih?" gerutu Danny dengan kesal. Susah payah dia merencanakan semua ini, tetapi malah berakhir dengan kekecewaan.

"Lebih baik Anda hentikan sekarang juga, Tuan Danny," ucap Lian membuat Danny langsung melihatnya dengan tajam.

"Diam. Seharusnya kau mengatur Dante dengan baik, percuma selama ini aku mempekerjakanmu di sampingnya," hardik Danny dengan marah.

"Maaf jika saya lancang, tapi tolong perlakukan Dante seperti manusia. Selama ini dia sudah banyak berkorban demi perusahaan, jadi seharusnya Anda tidak mengaturnya lagi seperti ini," ucap Lian. Dia lalu menundukkan kepalanya dan berlalu pergi untuk menyusul kepergian Dante.

Danny mengepalkan kedua tangannya dengan geram. Dasar kurang ajar, berani sekali Lian berkata seperti itu padanya!

"Memangnya aku melakukan ini untuk siapa? Dasar bajing*an!" umpat Danny dengan penuh amarah. Padahal dia hanya ingin memperbaiki nama baik Dante, tetapi adiknya itu malah membangkang dan membuat semuanya semakin runyam.

Dari kejauhan, terlihat sepasang mata sedang tersenyum saat melihat apa yang terjadi. Dialah Faiz yang merasa beruntung karena tidak sengaja mendengar pertengkaran Dante dengan lelaki itu.

Niat hari ingin mencari toilet, tetapi dia malah tidak sengaja melihat Dante sedang bertengkar dengan seseorang. Dia juga mendengar semua perdebatan mereka.

"Jadi begitu," gumam Faiz sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

Ternyata selama ini hidup Dante di atur oleh perusahaan. Yah, seharusnya Faiz paham dengan masalah seperti itu. Kehidupan artis besar memang selalu di atur oleh perusahaan atau agensi tempat mereka bekerja sama, apalagi perusahaan itu adalah milik keluarga Dante sendiri.

Sementara itu, di tempat lain terlihat Fathir dan keluarganya sudah berada di sebuah ruangan yang berada tidak jauh dari tempat acara.

Frans sengaja menyuruh anak buahnya untuk mengantar Fathir ke ruangan lain setelah mendengar ucapan orang-orang. Jangan sampai terjadi masalah yang membuat hubungannya dan Fathir berantakan, atau nantinya hanya akan merugikan diri sendiri.

"Maaf, Sayang. Seharusnya papa tidak mengajakmu ke sini," ucap Fathir dengan perasaan bersalah. Seharusnya dia dan Ezra saja yang menghadiri acara ini dan bukannya mengajak semua keluarganya.

Adel tersenyum. "Gak apa-apa, Pa. Papa kan tidak tahu jika akan terjadi hal seperti ini, lagian aku juga udah mulai terbiasa kok. Aku gak peduli." Dia menjawab dengan riang.

Fathir menghela napas lega saat mendengarnya, begitu juga dengan Ayun yang baru mengerti dengan apa yang sedang terjadi saat ini.

"Tapi tadi kayaknya laki-laki bernama Dante itu ingin mendekati kita," ucap Ayun.

"Iyah, aku juga melihatnya, Bu," sambung Ezra. "Dia sudah lama memperhatikan Adel. Sepertinya dia ingin menyapa, tapi karena Papa datang yah gak jadi."

Adel terdiam saat mendengar ucapan ibu dan juga kakaknya. Yah, dia juga tahu jika tadi Dante seperti akan menyapanya. Walaupun dia merasa heran dan terkejut saat melihat keberadaan laki-laki itu.

"Lebih baik kita segera pulang, Papa tidak mau orang-orang semakin menyebarkan gosip yang tidak benar. Awas saja mereka," ucap Fathir dengan kesal. Kehidupannya menjadi tidak nyaman karena semua ini.

Ayun dan Ezra mengangguk karena setuju dengan ucapan Fathir, sementara Adel hanya diam karena penasaran dengan apa yang akan Dante lakukan tadi.

Tok, tok. "Permisi, bolehkah saya masuk?"

Adel dan yang lainnya langsung menoleh ke arah pintu saat mendengar suara seseorang. Dia seperti merada tidak asing dengan suara tersebut.

"Biar kulihat," ucap Ezra sambil berjalan ke arah pintu. Sesaat kemudian tatapannya menajam karena melihat siapa yang sedang berdiri di depan pintu. "Apa yang kau lakukan di sini?"

Tbc.

1
Andariati Afrida
Typo thor, koq tiba2 muncul nama Vano?
Andariati Afrida
Luar biasa
Sofi
lnjut
Mimi rachmah
Luar biasa
Upi Raswan
mau lanjut pa gak ini thooor
Arinie Hartanti
gimana ini cerita akhir nya...
sum mia
kak Ayu.... kemanakah dirimu , kenapa gak dilanjutin cerita Adel nya ....
semoga tetap sehat lancar barokah .
Danny Muliawati
Keren AQ suka
Danny Muliawati
Buruk
Lina Ridho
ga update2
Fauzia Elizia
lama sekali updateny
Kasih Bonda
next Thor semangat
Yuliana Tunru
knp lama ndk up thor sampe kehapus dr favorit q
Sugiharti Rusli
hadeh dasar orang" toxic yah, selama mereka ga mengganggu kepentingan umum yah ga masalah kali kalo mereka berteman baik,,,
sum mia
gak tahu sibuk apa kak othor nya ini , hingga up nya lama banget , sampai lupa cerita sebelumnya , siapa Jhordy pun aku juga lupa .
dan semoga Adel tidak kenapa-kenapa , jangan biarkan rencana 3 cewek saraf tuh berhasil ngerjain Adel . karena pada akhirnya mereka sendiri yang rugi .
sum mia: Alhamdulillah.... trus nikah nya udah belum kak , hanya bisa mendoakan semoga slalu sehat aman slamet lancar barokah . aamiin 🤲🙏
total 2 replies
Dian Rahmawati
Jangan biarin Adel tertindas
Nurgusnawati Nunung
lanjut thor... semangat. sll ditunggu
sum mia
Fathir emang orang tua yang bijaksana . the best lah...ya emang harus gitu , sebagai orang tua tak perlu terlalu mengekang anak demi untuk menjaga nya , tapi ya nggak boleh juga terlalu melepas dan membiarkannya begitu saja . ngeri aja mengingat sekarang adanya pergaulan bebas . jadi meski dilepas tapi tetap dipantau .

lanjut terus kak... semangat moga sehat dan sukses selalu . saranghaeyo ❤️❤️❤️
kenapa up nya lama banget kak. .. jadi sering lupa gimana cerita sebelumnya .
Yuliana Tunru
up x lama trus jarang2 ..
Sugiharti Rusli
mending seperti itu Thir, karena kan kamu ga bisa juga terlalu mengekang Adel, coba beri dia kepercayaan semoga Adel bisa menjaganya nanti tanpa harus terlalu khawatir kelak,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!