Seorang Pria yang tinggal di desa mempunyai cita cita menjadi orang kaya. di sisi lain, Ma'un memiliki kemampuan yaitu melihat hal gaib, pengobatan serta ucapan yang setiap di katakannya akan terjadi. namun dirinya sendiri tidak percaya kalau ucapannya bisa jadi kenyataan. sifat yang kocak dan juga apa adanya menjadi ciri khas Ma'un.
selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 34
Setelah mengantar Yasmin pulang, Ma'un pergi untuk jalan pulang. Alya duduk di sebelah Ma'un yang sedang menyetir.
" Kang Ma'un, bisa gak antar aku ke rumah sakit ? aku gak mau begini terus " kata Alya
" hmm, boleh Neng. dimane rumah sakitnye ? " ucap Ma'un
" nanti aku arahin ya rumah sakitnya " kata Alya tersenyum
Ma'un mengikuti arahan yang di tunjukan oleh Alya. kemudian mereka akhirnya sampai di rumah sakit tujuan.
rumah sakitnya besar, Ma'un turun dari mobil lalu memasuki rumah sakit tersebut. Alya berjalan di depan untuk menuju tempat dia di rawat di kamar VIP.
" Kang Ma'un di sini ruang perawatan aku, ayo masuk " kata Alya lalu mengajak Ma'un
" tunggu Neng, jangan main asal masuk aje ! lagian aye kan kagak kenal sama keluarga Eneng. nanti tiba tiba mereka kaget, terus tanyain aye. aye mesti jawab ape ? " ucap Ma'un
Alya tertegun saat Ma'un mengatakan soal tadi. Alya berpikir bagaimana kalau seandainya keluarganya bertanya ke Ma'un.
" kalau gak gini aja Kang, nanti kalau di tanya bilang aja temen aku. temen satu kampus sama aku " kata Alya
" kampus ? aye kan kagak pernah belajar di kampus ! aye cuma tamatan SMA doang " ucap Ma'un
" aduh Kang Ma'un, ini kan cuma alasan aja ! bukan beneran ! pokoknya Kang Ma'un bilang gitu aja ya " jelas Alya
" hmm, ya udah deh Neng. aye ngikut aje " ucap Ma'un
Alya masuk terlebih dahulu dengan menembus pintu tersebut. kemudian di susul oleh Ma'un dengan mengetuk pintu dulu lalu masuk sambil mengucapkan salam.
di dalam kamar Alya yang sedang di rawat ada orang tua Alya dan adik laki lakinya yang masih SMP. mereka terkejut dengan kedatangan Ma'un
Ma'un masuk ke dalam sambil tersenyum dan menutup kembali pintunya. dia menghampiri keluarga Alya.
" maaf pak, ibu ! aye temennye Neng Alya, kami temen satu kampus. aye mau jenguk Neng Alya " kata Ma'un
" ohh gitu, kirain siapa tadi yang main masuk aja " ucap mamahnya Alya
" siapa nama kamu ? kamu di fakultas apa emangnya ? " tanya papahnya Alya
Ma'un kebingungan saat di tanya tentang soal fakultas. dia menggaruk kepalanya sambil nyengir aja karena bingung mau jawab apa.
Alya kemudian membisikan ke Ma'un dan mengatakan kalau Ma'un dari fakultas kedokteran.
" nama aye Ma'un pak, kebetulan aye fakultas kedokteran " kata Ma'un
" ohh gitu, ya udah Ma'un kamu liat aja Alyanya. mana tau kamu ada solusi untuk anak saya agar bisa sadar kembali " ucap papahnya
Ma'un berjalan mendekati ranjang Alya yang sedang terbaring dengan kondisi yang koma. Alya yang berdiri di sebelah Ma'un sedih karena dia ingin sekali sadar.
tiba tiba pintu kamar terbuka, seorang pria masuk dengan membawa bunga. pria itu bukan lain adalah Dion.
Dion menyapa orang tua Alya, setelah itu dia kaget melihat Ma'un. karena dia tidak asing dengan wajah Ma'un.
" ehh, kamu siapa ya ? kok kaya pernah liat kamu kayaknya " ucap Dion
Ma'un yang melihat kedatangan Dion malah kesal. apa lagi dia di tanya begitu ke Ma'un.
" salah orang kali elu bang, sejak kapan kite kenal " kata Ma'un
" tunggu ! aku inget sekarang, kamu orang yang ada di mall itu kan. yang ngomong sendirian kayak orang gila !? " ucap Dion
" elu yang gile ! sembarangan kalo ngomong bilang orang gila ! nah, elu ngapain di mall, jalan jalan bawa cewek kan ? " kata Ma'un
Dion malah jadi gugup saat Ma'un bilang seperti itu. dia langsung berkilah soal ucapan Ma'un.
" kamu jangan sembarangan bicara ya ! aku ini tunangannya Alya, aku di mall karna mau beli sesuatu " ucap Dion
orang tua Alya yang melihat perdebatan Ma'un dan Dion jadi heran. mereka menanyakan ke Dion soal Ma'un.
" Dion, kamu kenal sama Ma'un ? " tanya papahnya Alya
" enggak pah, Dion aja baru liat dia " kata Dion
" udah udah, ini rumah sakit ! kalian jangan bikin keributan di sini " ucap mamahnya Alya
Dion pergi mendekati Alya, dia langsung mengelus pipi dan rambut Alya yang terbaring. dia juga mengucapkan kata kata kerinduan dan kesedihan.
Ma'un yang mendengar itu rasanya ingin muntah. dia tau kalau Dion hanya berpura berpura saja.
" dasar cicak cubin, pinter amat akting lu " gumam dalam hati Ma'un
Alya sangat emosi saat di dekati Dion. rasanya dia ingin sekali menampar dion, karena sudah tau bejatnya dia.
adik Alya yang berdiri diam menghampiri Ma'un. dia menarik Ma'un untuk ngomong sesuatu.
" apaan Tong ? " tanya Ma'un
" bang, elu bukan temennya kak Alya kan ? bohong lu kan " kata adiknya
" ett dah, elu masih bocah malah curiga sama gua ! tau dari mane lu kalo gua bukan temen kakak elu !? " ucap Ma'un
" gua hafal kali bang sama temen temen kakak gua ! elu mau ngapain di sini sebenarnya ? " tanya adiknya
" orang aje elu hafal, giliran pelajaran kagak hafal lu ! gua mau bantu kakak lu biar dia sadar lagi " jelas Ma'un
adiknya Alya malah cemberut mendengar ucapan Ma'un. dia juga masih tidak percaya dengan omongan Ma'un
" serius lu bang ? kalo bener elu bisa bikin sadar kakak gua, gua restuin elu sama kakak gua " kata adiknya
" omongan elu udah kayak orang tua aje pakek ngerestuin segala, dasar bocah. gua serius, lagian kakak elu kan udah ada tunangannye " ucap Ma'un sambil mengelap muka adiknya
" gua kagak suka sama dia, omongannya gak bisa di pegang ! kakak gua aja yang bego, mau aja sama yang begituan " kata adiknya
Alya juga sempat mendengar obrolan adiknya dengan Ma'un. dia sempat malu saat di bilang di restuin sama adiknya. tapi dia kesal saat di bilang bego.
" ya udah, ini gua mau usahain buat kakak elu sadar. mending elu bawa tuh laki laki gak jelas itu " ucap Ma'un
adiknya itu setuju, Ma'un pergi mendekati Alya lagi. di bantu adiknya yang menarik Dion untuk membawanya agar menjauh dengan alasan mau ngobrol sebentar.
setelah Dion pergi, Ma'un mendekati Alya. kemudian dia menyuruh Alya untuk masuk ke dalam tubuhnya.
" Neng, sekarang masuk gih ! jangan tunda tunda lagi " bisik Ma'un
" aku udah pernah coba Kang, tapi gak bisa ! yang ada aku terpental terus " jelas Alya
" percaya aje sama omongan aye, kali ini bakal masuk Eneng. buruan, nanti tuh cicak cubin balik lagi kemari " kata Ma'un
Alya menganggukan kepalanya lalu dia masuk ke dalam tubuhnya. kali ini dia berhasil masuk ke dalam tubuhnya.
tidak lama setelah itu, Alya kemudian perlahan membuka matanya. dia tersadar dari komanya. Ma'un memberi tahu orang tuanya kalau Alya sudah sadar.
orang tua Alya kaget saat di beri tahu kalau Alya sudah sadar. mereka melihat Alya sudah membuka matanya. mereka bahagia sambil menangis.
adiknya Alya dan Dion juga kaget mendengar kalau Alya sudah sadar. Dion segera menghampiri Alya.
beberapa saat kemudian dokter sudah datang dengan perawatnya. dokter itu mengecek Alya dan dokter itu mengatakan kalau ini keajaiban karena Alya bisa sadar.
Ma'un yang melihat kalau Alya sudah sadar dan kondisinya sudah membaik. dia diam diam pergi dari kamar perawatan Alya.
namun tiba tiba dia di tarik bajunya, Ma'un menoleh ke belakang. ternyata adiknya Alya yang menarik Ma'un.
" mau kemana lu bang ? main pergi aja ! " kata adiknya Alya
" mau pulang lah, jadi mau ngapain lagi gua di sini ? mau piknik emangnye, pakek tanya lagi lu " ucap Ma'un
" santai napa bang, cuma tanya doang ! hebat lu bang bisa bikin kakak gua sadar, pake ilmu apaan lu bang, ajarin gua dong " kata adiknya Alya
" sekolah yang bener lu, malah minta di ajarin yang lain lagi lu. kagak ada pakek ilmu ilmu. dah lah, gua mau balik dulu " ucap Ma'un lalu pergi
" lah pergi dia. hehehe tapi gak apa apa, elu udah gua restuin bang. terima kasih ya bang " gumam adiknya Ayla
Alya yang sudah sepenuhnya sadar, mencari keberadaan Ma'un. dia ingin mengucapkan terima kasih.
" Alya, kamu akhirnya udah sadar ! aku senang liat kamu udah sadar " kata Dion ingin memeluk Alya
tapi Alya menolaknya dia langsung marah. " jangan sentuh aku ! kamu benar benar laki laki brengsek !! " ucap Alya
Dion beserta orang tuanya kaget saat Alya mengatakan seperti itu. terlebih lagi Dion yang tidak paham kenapa Alya marah seperti itu.
" Alya, kamu kenapa ? ini Dion, tunangan kamu ! " ucap mamahnya
" sebelumnya iya Mah, tapi sekarang aku tidak mau lagi dengan dia !n" kata Alya
" maksud kamu apa Alya ? " tanya papahnya
" dia ini udah selingkuh Pah, Mah ! hari ini dia pergi sama perempuan lain dengan sangat mesra. Alya melihat dia langsung ! " jelas Alya
degh,,,
Dion langsung pucat, dia tidak menyangka Alya mengetahui perselingkuhannya. namun Dion masih mengelak dari tuduhan Alya.
" Alya, bagaimana kamu bisa bilang begitu ? apa lagi kamu baru aja sadar, dari mana kamu liat aku selingkuh " ucap Dion
orang tua Alya setuju dengan ucapan Dion. mereka tidak percaya dengan apa yang di bilang oleh Alya.
" iya Alya, apa yang di bilang Dion benar. mungkin kamu hanya bermimpi buruk saat koma " kata ibunya
" ini bukan mimpi buruk Mah, Alya sendiri melihatnya. kenapa papah sama mamah gak percaya sama omongan Alya !? " ucap Alya sedih
orang tua Alya malah bingung dengan Alya yang masih bersikeras soal perselingkuhan Dion. sedangkan Dion tersenyum.
" Adit percaya sama omongan Kak Alya " celetuk Adit adiknya alya
mereka semua yang ada di situ kaget dengan celetukan Adit. Adit menghampiri orang tuanya sambil membuka hpnya.
" Adit, udah tau kalau si Dion ini tukang selingkuh ! Adit ada ambil beberapa foto dia dengan cewek lain. coba mamah dan papah liat ini " jelas Adit sambil menunjukan hpnya
orang tua Alya yang melihat hp Adit terkejut dengan apa yang mereka liat. setelah itu papahnya Alya sangat marah.
" kurang ajar kamu Dion, berani sekali kamu mempermainkan putri ku !! sekarang kamu keluar, pertunangan aku batalkan, pergi kamu !! " pekik papahnya Alya
Dion sudah tidak berdaya lagi dengan bukti yang sudah ada. dia pergi meninggalkan ruangan Alya.
orang tua Alya memeluk putrinya, mereka tidak menyangka kejadiannya seperti ini. lalu Alya memanggil adiknya.
" maafin kakak yang bego ini ya Dit. coba dari dulu kakak dengerin kamu " ucap Alya
" ehh, i...iya kak sama sama " tergagap Adit saat kakaknya menyebut kata bego. padahal tadi dia bilang seperti itu sama Ma'un saat berbicara dengan Ma'un.
sedangkan kalo keluarnya dr mulud pendosa, walau isinya bagus & mulia ttp lu cuekin?😇😇😓😠
kalo sampe ketauan apa kagak mampus luu...😠😓
masa gak paham kalo orang kerja itu ada yg ngatur dan gak bisa libur seenaknya. gak masuk nurul blass..😇😇😇😭
tapi kok bawaannya kyk anak SMP atw abg..? 😇😇😇
kirain hantu betina..