Slow Update.
Kenan seorang penderita Kanker yang hanya menunggu menit saja untuk kematiannya tak sengaja masuk ke dalam tubuh seorang Qenan Satergonius Rilixks seorang NPC dalam kisah 'Macha'.
Masuk ke tubuh seorang NPC yang ternyata adik tiri dari sang Antagonis!, sama sekali tak membuatnya pusing!, lagi pula dia hidup hanya untuk dirinya sendiri.
Penulis!, saya tidak akan mengubah plot!, tapi maafkan saya jika menjadi sedikit egois dan mengubah jalan takdir NPC ini!.
Tapi apa yang terjadi?!!, kenapa Antagonis ini suka mengambil fotonya?!, serta selalu menempel kepadanya?!, ayolah kakakku sang Antagonis, Male Land dan Female Land ada di sebelah sana!.
Biarkan aku dengan tenang mengurus pekerjaanku untuk jadi kaya serta berkuasa ok?!!!.
Revisi sampai = 32.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SW Universe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
"Yang Mulia ini soal daerah yang di kembalikan itu, aku sudah mengeceknya dan tanah di sana memiliki PH yang bagus, hanya saja entah kenapa tanaman tidak bisa tumbuh di saja bahkan rumput.pun tidak ada! Padahal tak jauh dari daerah itu ada hutan yang amat lebat,"jelas Qenan dengan jeda sambil memperhatikan ekspresi dari Raja.
Benar saja wajah Raja kini nampak mengeryit seperti apa yang sudah di duga oleh Qenan.
"Lanjutkan,"perintah Raja sambil mengcakupkan kedua tangannya dengan serius.
"Saya merasa heran akan hal itu makanya saya berniat untuk berkemah di sana,"ujar Qenan yang sukses membuat Raja terkejut.
"Jadi kamu berkemah di sana semalaman?"tanya Raja dengan aneh.
Qenan berkedip beberapa kali dia merasa sama sekali tidak ada yang salah lalu kenapa ekspresi Raja sangat aneh.
"Iya saya berkemah, awalnya saya berkemah dengan tenang, kita buat api unggun dan memasak makanan di sana,"ujar Qenan.
"Tapi setelah malam semakin larut pak supir pergi ketenda dan tak lama sekitar 1 jam Will juga tidur di dalam tenda dan hanya ada saya sendiri yang di luar sedang membaca berkas,"lanjut Qenan.
"Will dan pak supir di keluargamu tidur di tenda bersama?"tanya Raja kaget pasalnya Will adalah bangsawan dan pak supir hanyalah rakyat biasa jadi tidur di tenda yang sama sungguh luar biasa.
"Iya, aku bahkan tadinya mau tidur di sana tapi tidak jadi,"ucap Qenan yang membuat Raja terkejut lagi.
"Saat saya sendirian tiba-tiba saja ada suara aneh di sana itu seperti suara...aku tidak bisa mediskripsikan-nya pokoknya suara itu aneh karena merasa terganggu aku berniat mengeceknya tapi sama sekali tidak bisa menemukan apapun jadi aku kembali ketenda tapi saat aku hendak tidur tiba-tiba saja ada pusaran angin yang terbentuk entah dari mana, padahal anda juga tau bukan di sana tidak ada laporan bahwa akan ada bencana,"jelas Qenan.
Raja mengangguk pasalnya para peneliti cuaca dan Penyihir sudah mengkonfirmasikannya.
"Akhirnya angin itu hilang setelah aku menebasnya dengan Aura Sang Penakluk tapi tiba-tiba saja ada sebuah belati yang melesat kearahku dan tak lama seseorang menyerangku awalnya aku kira dia seorang pembunuh tapi aku baru menyadari bahwa dia adalah seorang penyihir hitam,"
Bam!.
Suara gebrakan meja yang keras kini terdengar di ruangan tersebut, Raja yang kini menggebrak meja dengan keras segara berdiri dengan wajah kaget dan tak percayanya.
"Apa kamu bilang penyihir hitam?, apa kamu tidak salah lihat?"tanya Raja memastikan.
"Tidak mungkin aku bisa merasakan energi hitam itu menguar dari tubuhnya mungkin dia berniat melindungi dirinya dari kekuatanku?"ujar Qenan.
Raja kini menghela nafas dengan berat dia sama sekali tidak menyangka bahwa hari ini akan mendapatkan berita yang sangat amat mengejutkan.
Kembali duduk di kursinya Raja kini mulai menghela nafas lagi dia merasa berat rasanya menjadi seorang penguasa.
"Kamu pulang saja dulu biarkan hal ini Kerajaan dan para Penyihir yang akan menghadapinya,"putus Raja tampa menatap ke arah Qenan dia sungguh sangat lelah.
Qenan kini mendekat dan segara menyerahkan beberapa foto yang di ambil oleh Will dan telah di cetak.
"Yang Mulia ini adalah foto dari rune yang kita temukan di sama, aku juga menandai tempat rune itu berada dengan bendera merah, lalu saya akan undur diri,"ujar Qenan dengan senyumnya sambil memberi hormat dengan sopan.
"Dan jangan beri tahu siapapun soal ini untuk sementara,"ujar Raja sesaat sebelum Qenan keluar dari pintu.
Qenan hanya mengangguk dengan senyum.
Seperginya Qenan dari ruangan itu Raja tampak termenung dengan cukup lama sambil menatap foto-foto yang di berikan oleh Qenan di atas meja.
Dia sama sekali tidak pernah menyangka bahwa akan mendapatkan laporan yang begitu mengejutkan dari Grand Duke yang baru saja pulang dari tugas.
"David,"
"Ya Yang Mulia,"
"Panggil penyihir Kerajaan kesini dan juga kirim surat ini ke Menara Sihir internasional,"ujar Raja sambil menyerahkan surat dengan segel Kerajaan Yesdernia kepada David.
"Baik Yang Mulia,"ujar David menerima surat itu dan menunduk hormat sebelum dirinya pergi dari ruangan tersebut.
Raja yang kini tinggal sendiri didalam ruangan lagi-lagi menghela nafas lelah.
Qenan yang kini sedang di dalam perjalanan pulang hanya diam sambil menatap keluar jendela, bahkan berkas yang ada di pangkuannya sama sekali tidak dia lirik sedikitpun.
Dia sama sekali tidak menyangka bahwa akan menemukan penemuan yang amat mengejutkan.
"Will kejadian ini jangan sampai tersebar kesiapapun jika sampai ini tersebar sebelum ada surat dari Kerajaan maka pastilah pelakunya kalian,"ujar Qenan dengan suara yang menakutkan sambil melirik keduanya dengan tajam.
Keduanya kini menelan air liur mereka sendiri, pak supir yang tak tau apa-apa hanya bisa mengangguk dengan cepat, ayolah dia bahkan tidak tau apa yang Tuannya ini maksud.
"Baik Yang Mulia tenang saja kami berdua tidak akan menyebarkan hal ini kepada siapapun,"ucap Will.
Tak lama mobil tersebut telah tiba di dalam Mension.
Ketiganya kini keluar dari dalam mobil.
"Will jika Crystal kembali dari sekolahnya bilang lah untuk menemuiku didalam kantor ada hal yang ingin aku bicarakan kepadanya,"ujar Qenan yang kini sedang membenarkan posisi jam tangannya.
Qenan sama sekali belum lupa dengan penemuannya soal Crystal yang berusaha mencari informasi perusahaan dan menyebarkan fotonya di internet secara gratis jadi tunggu saja anak itu pulang dan dia akan menghukumnya agar dia jera!.
"Baik Yang Mulia,"ujar Will.
Will kini hanya bisa berdoa semoga saja Nona mudanya bisa bebas dari Tuannya yang kini sedang sangat marah kepadanya.
***
Crystal yang baru saja pulang dari sekolah kini di buat bingung saat seseorang pelayan datang kepadanya dan mengatakan bahwa Qenan memanggil dirinya kedalam kantor.
"Untuk apa dia memanggilku?"tanya Crystal bingung.
Pelayan itu sama sekali tidak menjawab dan hanya bisa menundukan kepalanya.
"Saya juga tidak tau Nona, hanya itulah yang dikatakan oleh Will sekertaris Tuan Grand Duke,"ujar Pelayan itu sama sekali tidak berani menatap Nona mudanya.
Mendengar jawaban itu Crystal semakin di buat bingung tapi dirinya tetap saja segera menemui Qenan dengan seragam sekolahnya.
Berdiri di depan sebuah pintu yang besar Crystal kini mengetuk pintu tersebut sebelum sebuah suara pria yang berat serta kharismatik memasuki telinganya.
"Masuk,"
Mendengar suara itu entah kenapa membuat Crystal gugup, firasatnya mengatakan bahwa ada hal yang salah yang akan menantinya jika dia membuka pintu di depannya.
Dengan ragu-ragu dan mengabaikan firasatnya Crystal hanya bisa berharap bahwa firasatnya kali ini salah.
"Qenan ada apa?, kenapa kamu memanggilku?"tanya Crystal mengintip dari balik pintu dengan ragu-ragu.
Menatap Crystal yang seperti itu Qenan hanya bisa menghela nafas.
"Masuklah kak ada hal yang ingin aku bicarakan dengan mu,"ujar Qenan.
Dengan sedikit ragu Crystal masuk kedalam dam memberi sapaan sopan kepada Qenan.
"Duduk,"intruksi Qenan kepada Crystal.
Crystal yang di suruh duduk segara saja berjalan ke sofa yang ada di ruangan tersebut dan duduk di sana dengan sopan.
Dia sama sekali tidak berperilaku semberono seperti biasanya dia benar-benar duduk dengan sangat sopan dengan canggung.
Dalam hati Crystal sedang bedoa semoga tidak ada apa-apa.
"Ada apa?, kenapa kamu memanggilku?"tanya Crystal.
Dia berharap bahwa hal yang dia pikirkan salah, bahwa Qenan tau apa yang dia lakukan di belakangnya.
Melihat Crystal duduk dengan baik Qenan hanya bisa menatap kakaknya itu dengan tatapan kecewa, awalnya jika Crystal membuat kesalah di sini dia akan langsung memarahinya tapi siapa sangka bahwa dia akan berperilaku dengan cukup baik.
Jadi Qenan hanya bisa berdiri di depannya sambil bersedekap dada, menatap kakaknya dengan tajam.
"Kamu tau kenapa aku panggil kamu kesini?"tanya Qenan dengan suara dingin yang cukup membuat bahu Crystal bergetar.
"Bisakah Yang Mulia memberi tahu ku apa alasan Yang Mulia memanggilku?"tanya Crystal dengan formal dia tau ini bukan saatnya untuk memanggil dengan nama dan malah akan membuat orang di depannya semakin terprovokasi.
"Kamu tidak tau?, lalu apa kamu ingin aku mengatakan kesalahanmu di sini?, dengan keras?"ujar Qenan.
Crystal yang mendengar itu kini menggigit bibir bawahnya dengan gugup, Qenan yang melihat itu hanya memperhatikan saja.
"Apa?"tanya Crystal gugup.
"Pertama, kamu yang tidak ada hubungannya dengan perusahaan kenapa berani-beraninya mencari tau informasi tentang perusahaan, jadi aku ingin bertanya kemana informasi itu kamu berikan?, apa itu kepada Aron?"ujar Qenan langsung keintinya benar-benar kejam.
Crystal yang mendengar itu menelan ludahnya secara kasar, dia sudah menduga hal ini kalau Qenan pasti mengetahui bahwa dirinya berusaha mencari informasi perusahaan.
"Kamu tau,"ujarnya dengan suara kecil dia sungguh takut.
Dia berharap seseorang akan datang dan menyelematkannya tapi di sini siapa yang lebih berkuasa dari pada Qenan?, itu tidak ada!?, jadi dia hanya bisa diam-diam menangis dalam hati.
"Tentu saja kamu kira siapa aku?"ucap Qenan menatap kakaknya seakan-akan pertanyaan itu sangatlah aneh.
"Aku benar-benar tidak tau jika kakakku begitu sangat ingin tau soal perusahaan jadi apakah kakakku ingin sekali bekerja di sana?"ucap Qenan dengan senyum sambil memegang dahu Crystal agar menatap matanya.
Tidak tau kenapa tapi Crystal merasakan bahaya saat menatap mata tersebut dan senyum itu membuatnya gelisah.
"Ap_apa maksudmu!?, aku sama sekali tidak tertarik dengan itu semua kok,"jawab Crystal gugup.
"Benarkah?"tanya Qenan tidak percaya.
"Percayalah aku sama sekali tidak seperti itu,"bantah Crystal.
Mendengar hal itu Qenan melepaskan tangannya dia cukup kecewa dengan jawaban itu dia lebih suka jika Crystal mengatakan dia tertarik dan ingin bekerja di sana, karena jika seperti itu maka mungkin dia akan berfikir kakaknya ingin mengabdikan diri di perusahaan alih-alih untuk Aron.
"Cukup disayangkan, tapi karena kamu berusaha mencari-cari informasi perusahaan jadi sebagai hukumannya mulai minggu ini setiap hari sabtu kamu akan pergi ke kantor sebagai karyawan magang,"putus Qenan yang membuat Crystal mebelakkan matanya terkejut.
"Ini_"
"Jangan membantah ini adalah konsekuensi dari apa yang kamu lakukan dan juga di sana kamu sama sekali tidak boleh mengungkapkan siapa dirimu yang sebanarnya jadi hari pertama kamu bekerja menyamar-lah sebagai orang lain aku akan membantumu untuk hal ini,"ucap Qenan.
Tentu saja dia tau bahwa wajah kakaknya ini sangat terkenal di internet jadi tidak menutup kemungkinan bahwa orang-orang di kantor tau akan wajahnya.
"Besok ambillah cuti dari sekolah dan pergilah ke perusahaan dengan bus, nanti Manager yang bertanggung jawab akan dirimu akan datang, pergi kebagain..,"ujar berhenti Qenan.
"Ah benar, kamu ingin di perusahaan yang mana?"ujar Qenan memberi pilihan.
Entahlah Crystal merasa bahwa tidak perduli dengan apa yang dia pilih itu akan sama saja.
"Aku ingin pergi ke perusahaan yang sama dengan mu,"ujar Crystal.
Mendengar jawaban itu Qenan mengagguk dan segara menyuruh Will untuk mengaturnya.
"Dan satu lagi kesalahanmu yang terakhir, bisa-bisanya kamu memposting foto ku secara ilegal?"ucap Qenan dengan marah menatap kakaknya tajam.
Dari pada masalah yang barusan entah kenapa Qenan sangat marah dengan yang ini.
Crystal yang mendengar ini kini merasa terkejut dia tidak menyangka bahwa Qenan sudah tau tentang apa yang dia lakukan.
"Kamu tau kan?, kalau fotoku sangatlah mahal?, sebagai seorang Grand Duke dan CEO perusahaan terbesar di dunia aku adalah orang yang fotonya sama sekali tidak di perbolehkan di foto dengan sembarangan, tapi beraninya kamu!"ujar Qenan marah sambil mengangkat tangannya menunjuk kakaknya emosi.
Sebenarnya dia ingin memarahi kakaknya lebih lanjut hanya saja melihat kakaknya menciut di atas kursi dengan wajah takut dan sangat menyedihkan dia hanya bisa menghela nafas lelah.
"Intinya jangan lakukan itu lagi,"ujar Qenan yang kini duduk di samping kakaknya dan mengelus puncak kepala kakaknya dengan lembut.
Dia sama sekali tidak bisa marah lebih jauh pada anak kecil lagi pula umurnya itu lebih tua dari pada orang di depannya.
Siapa tau bahwa ternyata Crystal kini sedang menangis sambil menggigit bibirnya lagi.
Qenan yang melihat itu terkejut dan sama sekali tidak menyangka bahwa kakaknya yang selalu dia kira seorang Antagonis kini menangis.
"Eh_?, jangan menangis kak,"ujar Qenan gelagapan.
Qenan yang tak tau harus berbuat apa kini menatap Will agar segara membantunya.
Will yang melihat bahwa Tuannya meminta bantuan segera saja memberi tatapan mata yang berarti, jangan menjadi lemah Tuan ayo jadi lebih keras, artinya walaupun dia menangis jangan sampai hati mu goyah untuk memberikannya hukuman.
"Jangan menangis jika kamu tidak ingin aku hukum lebih banyak lagi,"ujar Qenan yang membuat Will tak habis pikir.
Crystal yang mendengar itu makin keras menangis, dia tidak pernah berfikir bahwa Qenan makin menjadi kejam.
"Kamu! Kejam sekali,"ujarnya sambil menangis seperti anak kecil.
"Siapa yang kejam?, aku?"ujar Qenan bingung menunjuk dirinya sendiri.
"Tidak salah sih aku memang kejam,"lanjutnya dengan tenang yah siapa bilang bahwa dia sangat baik.
Crystal yang mendengar itu kini makin kencang menangis sedangkan Will hanya bisa menepuk jidatnya tak percaya.