NovelToon NovelToon
Remarried

Remarried

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Aliansi Pernikahan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:9.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: mommy tree

Dulu Tiara berbohong pada mantan suaminya jika bayi yang dilahirkannya telah meninggal dunia. Itu semua dilakukannya karena kecewa pada pria tersebut yang mengabaikannya saat akan melahirkan.

Namun kini dia harus kembali berurusan dengan mantan suaminya tersebut, karena putra mereka membutuhkan bantuan donor sumsum tulang belakang.

Lalu bagaimana dengan reaksi Tom saat mengetahui jika anaknya yang lain masih hidup, dan dalam keadaan sekarat karena penyakit yang yang dideritanya?


"Menikahlah denganku lagi, Tiara." Tom.


"Baiklah tapi setelah aku hamil dan melahirkan, kita berpisah." Tiara.


Follow Ig : mom_tree_17
Tik Tok : Mommytree17

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy tree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

"Istirahatlah! Biar aku yang menjaga Gio," ucap Tom tepat di belakang Tiara, setelah ia menyusul sang istri masuk ke dalam ruang rawat.

"Tidak, kau saja yang istirahat. Bukankah kau lelah setelah semalaman menemani kekasihmu itu," sindir Tiara tanpa mengalihkan tatapan matanya pada Gio yang masih tertidur dengan pulas.

Tom yang mengerti kalau istrinya itu masih marah karena perbuatannya semalam, langsung memeluk Tiara dari belakang dengan tujuan agar meredakan kemarahan di dalam hati wanita tersebut.

"Istirahatlah sayang, ingat kau sedang mengandung," ucapnya sembari mengusap perut Tiara yang masih rata.

Tiara yang sempat terkejut dengan apa yang dilakukan Tom, berusaha untuk melepaskan pelukan pria itu.

"Lepas Tom!"

"Tidak, sebelum kau mau berisitirahat."

"Sudah aku bilang, aku tidak —" ucapan Tiara terhenti saat tubuhnya tiba-tiba saja diangkat oleh Tom, lalu di dudukkan di atas sofa yang ada di ruangan tersebut. "Tom...!"

"Dengarkan aku!" sela Tom sembari menaruh jari telunjuknya pada bibir Tiara. "Semalam aku pergi menemui Julia untuk menyelesaikan hubungan kami. Tapi dia menolak dan melakukan hal gila dengan mengiris pergelangan tangannya hingga terluka. Itulah kenapa aku tidak bisa pulang karena harus menemani Julia di rumah sakit, dan lupa untuk memberi kabar karena ponselku mati," jelas Tom panjang lebar dengan harapan Tiara mau mengerti dan tidak lagi marah padanya.

Melihat Tom yang sudah selesai bicara, Tiara langsung menepis jari telunjuk suaminya dengan kasar. "Untuk apa kau menjelaskan semua itu? Bagiku apa yang kau lakukan tidak penting."

"Tapi bagiku penting, karena aku tidak ingin ada kesalahpahaman diantara kita lagi," ucap Tom dengan menggenggam tangan Tiara. "Aku mencintaimu Tiara, sangat mencintaimu. Aku ingin kita menjalani hubungan ini untuk selamanya, bukan hanya demi kesembuhan Gio semata. Kau mau bukan, memberikan satu kali lagi kesempatan pada hubungan kita ini?"

Tiara menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Tidak Tom, aku tidak bisa."

"Kenapa? Kenapa tidak bisa?" tanya Tom dengan kecewa.

"Karena luka yang kau tinggalkan begitu dalam, bahkan merenggut satu nyawa yaitu putriku," lirih Tiara dengan menahan tangis.

Ya, jika beberapa tahun yang lalu Tom mengatakan cinta padanya, dan mau memperbaiki hubungan pernikahan mereka, maka dengan senang hati ia akan menerimanya. Tapi untuk sekarang semuanya sudah terlambat, karena bagi Tiara sudah tidak ada lagi yang bisa diperbaiki diantara mereka. Hubungan mereka kini tidak lebih dari sekedar hubungan orang tua yang ingin menyelamatkan buah hati mereka.

"Aku tahu aku bersalah, dan sangat berdosa. Bahkan aku tidak bisa hidup dengan tenang karena perasaan bersalah ini," ucap Tom dengan jujur, karena memang perasaan bersalah itu kerap menghantuinya setiap saat. Apalagi jika teringat perbuatannya dulu yang kerap menyakiti hati Tiara. "Tapi tidak bisakah kau memaafkan aku? Bukankah Tuhan saja maha pemaaf."

"Ya, Tuhan memang maha pemaaf. Tapi sayang, aku bukan Tuhan. Aku hanya manusia biasa," sahut Tiara dengan air mata yang mulai menetes di kedua pipinya. "Aku hanya manusia biasa yang begitu sakit saat kau mencampakkan kami." Tiara memukul dada bidang suaminya dengan penuh amarah, saat teringat bagaimana perjuangannya dulu menuju rumah sakit untuk melahirkan. "Teganya kau pergi di saat kami membutuhkanmu, teganya kau!"

"Maaf..." Hanya kata itu yang bisa Tom ucapkan saat mendengar semua kekecewaan dan luka yang Tiara rasakan. "Maafkan aku sayang."

Tiara menggelengkan kepalanya. "Kau jahat Tom, bahkan saat pagi tadi aku membutuhkanmu kau juga tidak ada," ucapnya masih dengan menangis.

Tom pun hanya bisa diam mendengar dan menerima semua pukulan Tiara, lalu memeluk wanitanya itu dengan harapan semua luka masa lalu yang dirasakan Tiara sedikit berkurang.

Selama beberapa menit istrinya itu menangis di dalam pelukannya, sampai akhirnya tangis Tiara mereda setelah Tom berulang kali mengatakan kata maaf dan cinta pada sang istri.

"Dengar sayang!" Tom mengurai pelukan mereka. "Aku benar-benar mencintaimu, Tiara. Aku serius ingin menjalani pernikahan kita untuk selamanya, demi Gio, dan anak yang ada di dalam kandunganmu." ucap Tom dengan menatap putranya yang terbaring diatas ranjang pasien lalu menatap perut Tiara.

"Aku ti—"

"Jangan menjawabnya sekarang!" sela Tom karena tidak ingin mendengar penolakan dari Tiara. "Aku ingin kau menjawabnya setelah bayi ini lahir," ucapnya lagi dengan menyentuh perut Tiara lalu mengusapnya. "Kita jalani pernikahan ini dengan apa adanya. Aku akan berusaha untuk membuka hatimu, agar mau memaafkan dan mencintaiku."

Tiara terdiam dengan tatapan tertuju pada Gio, dan perutnya yang kini tengah di usap oleh Tom.

"Jangan menangis lagi!" Tom mengusap air mata di kedua pipi istrinya. "Kau terlihat jelek saat menangis,' candanya yang langsung mendapatkan pukulan dari sang istri. "Istirahatlah, aku akan menjaga Gio."

Tiara menganggukkan kepalanya, menatap pada Tom yang berjalan kearah ranjang putra mereka.

"Haruskah aku memberikan kesempatan itu padamu, Tom? Haruskah?" tanyanya namun hanya dalam hati.

*

*

Sejak pembicaraan terakhir mereka tiga hari yang lalu, hubungan Tom dan Tiara sedikit lebih baik meskipun masih ada jarak tak kasat mata diantara mereka. Tapi yang jelas, mereka kini lebih kompak dalam mengurus Gio dan tentu saja kehamilannya.

Ya, Tom kini lebih perhatian pada kehamilannya. Sangat berbeda sekali saat dulu Tiara mengandung Gio dan kembarnya. Dan itu bisa dimaklumi oleh Tiara, karena dulu Tom tidak menginginkan kehamilannya hingga tak peduli, tapi sekarang pria itu begitu bersemangat dengan kehamilan keduanya.

Gio pun sama bahagianya seperti Tom, saat diberitahu akan memiliki seorang adik. Putranya itu bahkan bersemangat untuk bisa sembuh, agar bisa bermain bersama adiknya kelak.

"Nyonya ada tamu yang ingin bertemu dengan Anda?"

Tiara yang tengah menyiapkan makan siang untuk putranya yang baru saja pulang dari rumah sakit, menatap pada sosok yang bekerja sebagai pengasuh Gio.

"Siapa?" tanyanya dengan bingung karena tidak biasanya ada tamu yang mencarinya.

"Wanita tadi mengatakan namanya Julia."

"Julia?" gumam Tiara dengan terkejut.

Bagaimana tidak terkejut saat mengetahui kekasih Tom datang menemuinya.

"Nyonya, tamu itu diijinkan masuk atau tidak?" tanya pengasuh tersebut, karena melihat ekspresi majikannya yang terlihat tidak suka dengan tamu yang datang.

"Persilahkan dia masuk!"

Ya, Tiara mengijinkan Julia masuk karena ingin tahu tujuan wanita itu mendatanginya saat Tom tidak ada di rumah.

"Baik Nyonya."

Pengasuh itu pun beranjak dari tempat tersebut, untuk membawa tamu nyonya Tiara masuk ke dalam rumah.

Sementara Tiara memilih menyelesaikan pekerjaannya dulu sebelum menemui Julia.

"Maaf sudah membuatmu lama menunggu," sapa Tiara dengan sopan saat menemui Julia.

"Tidak masalah, kebetulan aku pun tidak sedang terburu-buru," sahut Julia sembari beranjak dari tempat duduknya. "Apa kabarmu, Tiara?" tanyanya dengan mengulurkan tangan.

Tiara menatap uluran tangan Julia dengan intens, lebih tepatnya pada perban yang melilit di pergelangan tangan wanita itu. Melihat luka tersebut membuatnya teringat pada cerita Tom tentang Julia yang nekat bunuh diri, dan apa yang dilihatnya kini menunjukkan bahwa Tom berbicara jujur.

"Baik. Oh ya, ada keperluan apa mencariku?" tanya Tiara to the poin tanpa ingin berbasa-basi, karena melihat ekspresi permusuhan yang diperlihatkan Julia.

"Aku ingin kau meninggalkan Tom!"

1
Abizar Alfarizki
😭😭😭😭
wiwin winarti
pasti itu si wanita ular
wiwin winarti
makanya jadi laki tu yang bener
wiwin winarti
kadang ayah juga tidak cocok
wiwin winarti
Tom gak sadar dulu dia yg abai
wiwin winarti
laki laki emang egois
wiwin winarti
demi anak harus menyingkirkan ego
wiwin winarti
tidak usah sampai berlutut klo tom punya hati tidak akan berbuat seperti yg di perkirakan
wiwin winarti
tisu mana tisu
wiwin winarti
kasihan Gio
wiwin winarti
tuh kan bener anaknya kembar
wiwin winarti
kayanya kembar anaknya
wiwin winarti
aku mampir mom
Khanza Safira
Momy gina aku balik lagi nih baca baca karyamu soalnya kangeen bangeet ❤️
ᵈᵉᵉ🌸🍒⃞⃟🦅
begoooo ga punya pendirian amat
Efa Ernawati
thank you author....
Siti Sumarni
selalu suka dg ceritamu momy..
Nur Anna
bagus 2x baca
Gabriel Orlando
sesak dadaku 😭😭😭😭😭😭😭😭
Gabriel Orlando
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!