NovelToon NovelToon
Not My Baby

Not My Baby

Status: sedang berlangsung
Genre:Persahabatan / Romansa
Popularitas:95.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mikim17

Persahabatan antara Viona dan Aruna sangatlah kuat di tengah keras nya kehidupan yang mereka jalani mereka masih bisa saling menguatkan.

Hingga suatu tragedi membuat Viona harus menerima kenyataan jika sahabat nya Telah pergi dari dunia untuk selamanya, dan meninggalkan seorang bayi laki-laki yang harus Viona rawat.

Rencana pernikahan yang Viona siapkan harus berakhir karena kedatangan bayi milik sahabat nya.

Pernikahan nya hancur bahkan keluarga nya mengusir Viona dari rumah karena dia bersikeras Merawat bayi peninggalan sahabat nya.

Viona harus bisa menghidupi dirinya sendiri dan bayi yang ia asuh di usia 19 tahun.

Hingga suatu hari seseorang yang mengaku sebagai ayah kandung bayi Aruna datang kepadanya meminta hak nya sebagai seorang ayah.

Apa yang harus Viona lakukan?

Membiarkan sang ayah mengambil bayi nya? atau tetap mempertahankan Bayinya dalam kondisi ekonomi yang sulit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mikim17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24. Menikah dengannya

Kesepian ...

Tidak ada satu suara pun yang bisa menghilangkan rasa sepi di hidupnya ...

Kamar yang dulunya hangat karena keberadaan orang-orangnya kini terasa dingin setelah mereka semua pergi dari sana.

Viona tidak sanggup mengangkat tubuhnya yang terbaring lemah di lantai yang dingin, sudah satu minggu sejak kepergiannya dari kediaman Davendra dan meninggalkan putranya di sana. Selama itu pun Viona bahkan tidak beranjak dari kontrakannya.

Tujuannya untuk hidup sudah hilang menelan makanan saja dia tidak sanggup, tubuhnya seolah bersiap menikmati proses kematian yang sedikit demi sedikit menggerogotinya.

"Aruna, Arka, Aku merindukan kalian." Suara Viona terdengar sangat lirih, air mata seakan tidak ada habisnya mengalir melewati pipinya yang hari demi hari semakin tirus.

.

.

Davendra menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi tempatnya kerja, bukan di kantor tapi sekarang pekerjaannya selalu ia selesaikan di rumah setiap harinya. Dia sangat khawatir dengan kondisi Arka, putranya itu selalu menangis saat matanya terbuka seolah ia tau bahwa tidak ada lagi Viona yang akan dia lihat saat membuka mata.

Tubuh bayi itu semakin kurus karena terlalu sering menangis, bahkan beberapa hari yang lalu mereka terpaksa membawa Arka ke rumah sakit karena bayi itu demam.

Haaah...

Dave menghela nafas panjang, semuanya berubah setelah kepergian Viona.

Bagaimana kabar wanita itu?

Apa dia makan dengan baik?

Berkali-kali Dave berusaha mengenyahkan isi pikirannya tentang Viona, tapi terlalu sulit. Wanita itu tidak pernah menghilang dari isi kepalanya.

"Argh! Sial!"

Suara tangisan Arka kembali terdengar dari arah luar, sepertinya bayi itu bangun dan kembali menangis. Dave beranjak dari tempatnya dari pada duduk di sana lebih baik dia membantu ibunya mengurus Arka yang tengah rewel sekarang.

"Sudah diam?"

Dave duduk di sofa samping Winata, ternyata putranya sudah kembali tertidur.

"Cucuku semakin kurus hari demi hari," Winata menepuk punggung cucunya dengan pelan.

"Hm."

Dave juga tau hal itu, lalu apa yang harus mereka lakukan? Membawa Viona kembali? Sepertinya tidak mungkin karena ia ingat betul bagaimana percakapan mereka terakhir kali saat itu.

Tidak ada maksud apapun sebenarnya dia juga tidak masalah jika Viona menjadi ibu Arka, hanya saja kondisi saat itu yang tidak mendukung. Viona belum siap, bahkan wanita itu terlihat kumuh karena bekerja sebagai pelayan di pesta saat itu bagaimana bisa dia menjadi ibu dari Arka?

"Kau harus membawa Viona kembali secepatnya nak." Dirinya sanggup mengurus Arka seorang diri, tapi siapa yang tega jika mendengar bayi itu terus menangis setiap waktu?

"Dia tidak akan mau."

"Minta maaf padanya! Lalu bujuk untuk kembali."

Semudah itu? Dave mendengus mana mungkin semudah itu.

"Viona tidak bisa terus tinggal bersama Arka bu."

"Kenapa?" Winata memicing

"Tentu saja karena dia wanita, dia akan menikah dan berkeluarga nantinya. Bagaimana bisa dia terus bersama Arka?" Tanpa sadar Dave meninggikan suaranya saat membicarakan bagaimana masa depan Viona nantinya.

"Kau nikahi saja dia."

"A-APA? Ibu berhenti bercanda!" Menikah dengan Viona? Mana mungkin! Tapi kenapa jantungnya berdebar seperti ini?

"Sudahlah, cari cara supaya Viona kembali ke rumah ini."

Winata bangun dari tempatnya duduk bersama dengan Arka, meninggalkan Dave seorang diri di sana dengan pikirannya yang bercabang.

"Menikah?" Apakah hanya itu satu-satunya cara mengikat Viona?

.

.

Lagi-lagi James hanya bisa pasrah sambil mengelus dada, kenapa saat Tuannya itu memiliki masalah dengan para wanita dia harus ikut terseret juga?

Seperti saat ini dia sudah hampir lima jam lamanya menunggu tanda-tanda keberadaan manusia di dalam kontrakan sepetak di depan sana, jangan kan keluar bahkan dari tadi dia tidak melihat adanya tanda-tanda kehidupan dari sana.

Ponsel di dalam sakunya berdering di benda persegi itu terpampang nama Davendra. Tidak butuh waktu lama James langsung mengangkatnya dan menempelkan ponselnya ke telinga.

"Ya Tuan?"

"Bagaimana?" Dave masih berada di sofa ruang keluarga di rumahnya, setelah percakapannya dengan sang ibu tadi dia hanya diam di situ tanpa ingin beranjak sedikit pun.

"Tidak ada tanda-tanda tuan, saya sedikit khawatir dengan keadaan Viona," James bersuara dia juga mengatakan mengenai kegelisahannya pada Davendra.

Dave memejamkan kedua matanya, mau sampai kapan wanita itu bersembunyi di kontrakannya? Ini sudah lewat seminggu tapi sejak ia memerintahkan James mengawasi Viona, gadis itu sama sekali tidak pernah keluar dari rumah sekalipun.

"Tunggu di sana, aku akan menyusul setelah melihat Arka."

Pria itu langsung memutuskan sambungan teleponnya kemudian dia pergi menuju kamar putranya untuk melihat kondisinya.

"Dia tidak menangis lagi?" Dave menghampiri ibunya. Syukurlah karena putranya tidak menangis kembali seperti tadi, Arka sedang tertidur di gendongan neneknya, wajah bayi itu terlihat bengkak karena terlalu lama menangis.

"Aku pergi dulu bu,"

"Kau ingin pergi? Bagaimana jika Arka menangis lagi? Dia sudah kehilangan ibunya jangan tambah dengan kehilangan ayahnya juga!" Winata melirik tajam pada Dave, jika saja putranya itu bukan ayah dari cucunya maka sudah di pastikan dirinya akan mengusir pria arogan itu.

"Tidak akan." Jawabnya yakin, tapi sayangnya wanita yang sudah melahirkannya itu sama sekali tidak percaya dengan omongan putranya sendiri.

"Terserah mu saja, lagi pula kau tidak di butuh kan di sini." Dave memutar bola matanya malas saat ibunya kembali me roasting dirinya.

"Ibu akan terkejut saat aku pulang nanti."

"Pergi cepat! Arka akan bangun karena mendengar suara mu itu." Ujarnya ketus

Kadang Dave bertanya-tanya apakah benar jika Wina adalah ibu kandungnya? jika iya kenapa wanita itu suka sekali menjelekkan putranya sendiri?

Karena tidak mau kena amukan dari sang ibu Dave langsung pergi dari sana untuk menyusul James, satu-satunya cara agar ibunya kembali seperti semula adalah dengan membawa Viona kembali ke rumah ini segera mungkin.

"Aku pergi."

.

Beberapa menit kemudian Dave sudah berada di tempat James mengawasi Viona beberapa hari ini, pria tampan itu sesekali menutup hidungnya dengan sapu tangan yang selalu ia bawa di kantungnya.

"Bos anda tidak boleh bersikap terlalu jujur seperti itu." James tersinggung, lagi pula salah siapa memasangnya di sini selama berhari-hari tanpa boleh pergi sedikit pun?

"Tidak ada tanda-tanda juga?" Dave berdiri agak jauh dari James agar bau asistennya itu tidak terlalu menyengat di hidungnya.

"Belum ada." James menjawab dengan sungutan di bibirnya.

Sebenarnya ke mana Viona pergi? Kenapa wanita itu tidak pernah keluar dari kontrakannya sampai saat ini?

"Ayo ke sana, kita akan menemuinya langsung." Tidak ada jalan lain selain menemui wanita itu langsung saat ini. James setuju, daripada harus menderita di sini beberapa hari lagi lebih baik langsung temui saja kan?

Kedua pria itu berjalan ke arah kontrakan Viona tinggal, sampai di sana mereka langsung mengetuk pintunya cukup keras.

Beberapa kali mengetuk tidak ada tanda-tanda orang akan membuka pintu dari dalam, alhasil karena terlalu parno James dan Dave berusaha mendobrak pintu kayu itu. Untungnya sebelum berhasil mendobrak, Viona akhirnya membuka pintu kontrakannya.

Penampilan Viona saat ini sangat lah buruk, wajah kusut dan sembab, kantung mata yang menghitam, bahkan tubuh wanita itu terlihat jauh lebih kurus dari sebelumnya. Keadaannya jauh lebih buruk dari James yang belum mandi selama seminggu.

"K-kalian?"

TBC.....

1
Ica Warnita
up thor
Ica Warnita
up up up up up
Ica Warnita
tolong tolong ini sdih bnget
Ernita Anwar
Luar biasa
Yenni Lestari
next
Ade Syafira Suhardin
kok udah nggak up lagi sih Thor 🙏
Lulus Siti
kak kpn kelanjutannya AQ sduh GK sabar
Lisa
koq blum up lg ya
👩 [ nia ]
sok baracaaaa pokona mh recomend rame
👩 [ nia ]
kakakkkkkk knpa gag up lagihhh
Ghuenta Cimin
Bukan nya Bugatti Chiron cuman 2 seats ya
Linda Indriani
knp gk up kk
Daud Kanaya
heem ..,mulai panas ...
👩 [ nia ]
ayooo dounx thorre up lgihh aqu nggu
👩 [ nia ]
knapa blm up
Desmawati
hahah rasain kmu Dave, kira2 puasa brapa lma ya buat kmu Dave habis kecewakan istri canti kmu
Mylla
bagus viona..jangan jadi wanita lemah..
Umisah Asther
mengerti perasaan orang lain. tapi di peka dengan istri mu sendiri Dave membiarkan istri di hina karyawan hany karena nama baik... padahal tau masalah yang sebenarnya antar viona dan Bianca begitu miris km vio punya suami bodoh dan idiot
👩 [ nia ]: nikmati sajjah alurnya
total 2 replies
Fahriza Iyasa
ceritanya sangat bagus thorr, tapi tolong jangan biarin viona mnderita lagi ya thor, buat viona kuat dan berani trus melawan bianca.. tunjukkan kesemua orang betapa liciknya bianca..biar semangat bacanya. lanjut thorr
Mikim17🥀🥀: Tenang aja kak hehe
total 1 replies
Siti Aisyah Aisyah
up lg thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!