NovelToon NovelToon
Tujuh Elemen

Tujuh Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Akademi Sihir / Perperangan / Elf / Pusaka Ajaib / Barat
Popularitas:22.2k
Nilai: 5
Nama Author: Muhamad Saefulloh

Zaid, anak seorang petani miskin pergi ke hutan bersama pamannya, ia jatuh ke jurang. Beruntungnya ia selamat karena di dasar jurang terdapat aliran air. Ia tak tahu harus ke mana karena di kanan kirinya hanya ada dinding tebing. Jadi ia hanya terus berenang mengikuti aliran air hingga ia tak sanggup lagi untuk berenang dan perlahan ia tenggelam.
Tetapi anehnya ia selamat. Ternyata di dalam air tempatnya tenggelam, ia tak sengaja masuk ke portal yang memindahkannya ke planet Imub. Planet yang sangat mirip dengan Bumi. Planet berisi orang-orang yang mempunyai kekuatan sihir alami.
Ketika ia sadar, ia sudah berada di kamar, berbaring di atas ranjang kayu sederhana. Ia diselamatkan salah satu perempuan remaja yang ada di planet Imub. Chiara.
Chiara mengatakan Zaid tak mungkin kembali ke bumi. Tetapi, bukan itu masalahnya, planet Imub sedang dalam kekacauan dan membutuhkan bantuan Zaid.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhamad Saefulloh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Bilal

Bertangan robot itu sudah bebas dari es yang menyelimutinya, Iya baru selesai membersihkan diri di kamar mandi. Ia mengelap kepalanya yang botak dengan handuk.

Pintu lift besar itu terbuka, sebuah mobil masuk ke ruangan, Dadan dan Dindin keluar dari pintu mobil bagian depan, lalu keduanya membopong Dudun yang berbaring di belakang.

Setelah itu Didin berkata, "Berpisah." Dan Seketika mobil itu menjadi 3 motor kembali.

Karcho, kurcaci ilmuwan yang melihat ketiganya, bertanya, "Bagaimana, Apa kalian mendapatkannya?"

"Tidak," jawab Dadan pendek dan datar.

"Sekarang bukan waktunya untuk menanyakan hal itu, bantu dia, obati," kata Didin. Ia menunjuk Dudun yang sudah dibaringkan di sofa ruangan itu. Sementara ia memarkirkan ketiga motor.

Karcho menuju sofa tempat Dudun berbaring menghadap langit-langit, setelah mengecek keadaan tubuhnya, Karcho langsung menuju laboratoriumnya, mengambil suntikan berisi cairan berwarna biru berlian, menyuntikkannya di lengan Dudun.

"Dalam 3 hari tubuhnya akan membaik," jelas Karcho.

"Bagus," kata Dadan. "Di mana Deden dan Dodon?"

"Keduanya tengah mandi," jawab pria bertangan robot. Di ruang bawah tanah itu ada dua toilet dan dua kamar mandi yang terpisah, jadi Deden dan Dodon tentu tidak mandi bareng.

Tepat beberapa saat kemudian, layar monitor raksasa di ruangan itu menyala, menampilkan wajah tuan putri.

"Bagaimana? Apa kalian bertiga mendapatkan apa yang kumau?" Tanya tuan putri.

"Ti-tidak," jawab Dadan. "Di tempat yang kami tuju terdapat dua orang yang menghalangi-"

"Hanya dua orang dan kalian bertiga kalah?"

"Ya-ya, tetapi keduanya bukan orang biasa. Seorang dari mereka ahli pedang; seorang lagi ilmu sihirnya tak kalah hebat. Itu sebabnya kami kalah, dan bahkan Dudun pun terluka cukup parah."

Di layar monitor raksasa itu, tuan putri menghela napas. Kenapa, batinnya, selalu saja mereka tak bisa diharapkan. Lalu setelah itu tuan putri tampak berpikir.

"Baiklah, begini saja," kata tuan putri kemudian, "Dadan, Didin, kalian beristirahatlah, jaga tempat ini. Dan Mike," ia berkata pada pria bertangan robot, "Besok pagi, kau bersama dua kembar sisanya, berpencar dan cari xiberium di 3 tempat yang berbeda dan bawa pulang ke sini. Kalian tidak perlu mencari tempat yang banyak xiberium-nya, usahakan cari xiberium di tempat yang minim penjagaan, meski xiberium di tempat itu sedikit."

"Dan Karcho, beri Mike dan si kembar sesuatu yang berguna besok pagi, entah itu obat atau apapun, terserah kau.

"Baik, Tuan Putri," kata Karcho menyanggupi.

"Itu saja," tutupnya, lalu layar monitor itu mati.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Halo, apa ini dengan Chiara?" Tanya Bilal lewat handphonenya.

Di seberang sana, Chiara sedikit terkejut. "E, ya, ini aku, Chiara. Dan tunggu, dari mana anda tahu nomor handphoneku? Dan siapa anda?"

"Soal dari mana aku tahu nomormu, itu tak penting. Aku salah satu bodyguard yang bekerja pada Tuan Muza, ayah Elena. Apa kau tahu Elena?"

"Oh, ya, aku tahu Èlena dan Tuan Muza, siapa yang tak kenal mereka? Lantas apa maumu?"

Bilal menghela napas. "Elena ingin ke rumahmu, lagi, tapi kami tak mengizinkan. Ia bahkan sampai tak sopan pada Halil, bodyguardnya sendiri. Sampai-sampai Halil menamparnya, dan Elena sekarang mengurung diri di kamar. Apa kau bisa menginap di sini? Atau setidaknya sampai Elena tertidur. Kasihan dia, ia sampai tak mandi dan entah apakah sekarang Halil dan aku bisa membujuknya untuk makan malam.

"Oh, kasihan sekali," kata Chiara. "Namun, entahlah, cuaca sekarang seperti kurang memungkinkan, tapi, aku akan tanyakan pada kedua orangtuaku, jika mereka mengizinkan dan langit tak keburu hujan, pasti aku akan ke sana.

"Ee... Tapi," kata Chiara lagi, "apakah anda sudah memberitahukan hal ini terlebih dahulu kepada Tuan Muza, kalau-kalau hujan turun dan aku benar-benar harus menginap di sana? Dan aku juga minta bukti bahwa anda memang benar-benar orang yang bekerja padanya," kata Chiara.

"Aku sudah memberitahu Tuan Muza sebelumnya, dan jika kau meminta bukti, aku akan mengirimkannya padamu bukti tersebut."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Ans Anshar
cemen satu bab perhari paling dikit lima lah atau sepuluh
༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur ceritanya sudah lumayan bagus 👍👍
Muhamad Saefulloh
Jangan lupa untuk vote dan tonton iklan karena itu adalah ibadah (karena jika anda melakukannya, anda telah membuat author senang, dan membuat orang senang adalah suatu ibadah. Anda akan mendapat pahala/ganjaran dari-Nya).
Tiana
semangat up
Desia
zaidnya ego ya....sok banget/Smug/
Desia
kok zaidnya dicerita ini belagu ya...bukannya trimakasih ditolongin/Smug/
Kolen Rumegang
kurangenarik ceritanya...terlalu bertele2 dan puter2...pusing aq membacanya
The Fool [Klein]
latar planet imub jaman apa?
Muhamad Saefulloh: Sebenarnya, latar di planet Imub itu seperti abad 19/20 untuk kebanyakan tempat, dan teknologi planet Imub sebenarnya sangat maju. namun hanya ada 3 kota teknologi yang ada di planet ini. Karena 'kesederhanaan' sudah melekat bagi banyak orang, hanya sedikit orang yang menggunakan tekonologi, meski kebanyakan orang memahaminya.
total 1 replies
CahNdablek
tata bahasa sudah bagus dan kalimat dan pengetikan juga bagus bahkan tanda dalam pengetikan sudah pas pada letak nya
lanjutkan 👍👍
CahNdablek
dalam pemantauan
kalo bagus lanjut
Muhamad Saefulloh: Dan semoga memang bagus di mata siapapun.
total 1 replies
Dimas Setiawan
gass
Dimas Setiawan
kipassss
Muhamad Saefulloh: apa maksudnya 'kipas'?
total 1 replies
Dimas Setiawan
gollllll
Qean
tiriz
Muhamad Saefulloh: tiris
total 1 replies
Qean
Lanjutkan
WiraBP
lanjut! semangat terus🔥
Zed Analytical Number Nine
Berhati-hatilah Zaid, tanpa sadar kau sudah memasuki kawasan yang belum diketahui sebelumnya.

hai kak, Zed mampir ya🙏
WiraBP
lanjut! 👍
Tomorrow
semangkuy~~ update nya
WiraBP
lanjut Thor!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!