Setelah menerima donor mata dari kakak nya, Kanaya terpaksa harus menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar nya sendiri, karena sang kakak meningal akibat kecelakaan yang di sebabkan oleh nya.
Kanaya adalah seorang gadis buta yang berusia dua puluh dua tahun, sejak kecil dia hanya tinggal dengan ibu dan kakak nya, "Aurel" sementara ayah nya sudah meninggal sejak Kanaya masih kecil.
Aurel yang seminggu lagi hendak melangsungkan pernikahan malah meningal karena menyelamatkan Kanaya adik nya yang hampir tertabrak mobil saat hendak menyebrang jalan.
Samuel yang kecewa terpaksa menikahi Kanaya atas permintaan terakhir Aurel, meskipun dia cukup membenci Kanaya karena Kanaya adalah penyebab meningal nya Aurel.
Bagaimana kisah Kanaya dan Samuel yang menikah karena unsur keterpaksaan? Bagaimana perlakuan Samuel kepada Kanaya wanita yang sangat dia benci ini? Ayo baca kisah mereka di sini bersama author Nadia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
"Mengapa kau menatapku? Cepat nyalakan mobil dan kembali ke hotel!"
"Maaf tuan muda, aku tidak salah dengar kan tadi? Tuan muda khawatir dengan Nona Naya?" tanya Azka.
"Apa? Kapan aku mengatakan itu? Aku hanya ... " Samuel hampir bingung untuk melanjutkan ucapannya.
Melihat Samuel yang kehabisan alasan, Azka hanya tersenyum dan kemudian menyalakan mesin mobil dan meninggalkan kantor tersebut.
Urusan dengan perusahaan XX pun akhirnya selesai, kini Samuel di kota X hanya akan berfokus untuk pura-pura bulan madu bersama Naya, ini semua dia lakukan untuk mengalihkan perhatian Mama Ruby dan Morgan yang sekarang pasti sedang kebakaran jenggot karena khawatir.
Sementara itu di sisi lain.
"Nak, bisa kah kau menemaniku jalan-jalan di pantai dekat hotel ini? Aku sangat ingin melihat ombak pagi, sudah lama tidak mendengar suara ombak," ucap sang kakek kepada Naya yang sedang membantunya berjalan keluar dari restoran hotel.
Ya, hotel tempat mereka menginap itu dekat dengan pantai, karena itu pengunjung hotel tak ada habis-habisnya dan kamar juga sering penuh akibat orang-orang yang datang untuk berlibur.
"Kau, mengapa kau diam?"
Sang kakek menatap Naya yang terdiam menatap wajahnya.
"Ah, tidak, aku hanya salut dengan kakek. Benar ya, usia hanya angka," ucap Naya lagi.
"Maksudmu?"
"Iya, karena kakek sudah tua tapi semangatnya luar biasa, aku saja kalah," jelas Naya sambil terkekeh.
"Haha, tentu saja, ayo!"
Mereka pun akhirnya keluar dari hotel dan memesan taksi, meskipun hotelnya dekat dengan pantai yang dimaksud sang kakek, tapi mereka tidak mungkin pergi menempuhnya dengan jalan kaki, karena sang kakek yang sudah tua dan tak bisa berjalan dengan baik.
Sementara itu, Samuel dan Azka baru saja tiba di hotel, mereka berjalan masuk ke dalam lift untuk menuju lantai tempat kamar mereka.
Setibanya di kamar, Samuel kaget melihat sudah tidak ada Naya di dalam kamar itu, dia bahkan melihat kotak makanan yang tadi pagi dia tinggalkan juga tidak dimakan oleh Naya.
"Di mana dia?" batin Samuel seketika merasa khawatir.
Ia pun kembali keluar dari kamarnya dan menghampiri Azka yang juga baru keluar dari kamar.
"Tuan muda, mau makan siang juga? Tapi di mana Nona muda?" tanya Azka kepada Samuel yang saat ini sudah tiba di hadapannya.
"Aku tidak melihatnya, aku tidak tahu di mana dia, sarapan yang aku siapkan untuknya juga tidak dia makan," ucap Samuel terlihat panik.
"Apa? Nona muda kan pertama kalinya ke sini, aku khawatir dia keluar mencari kita dan tidak bisa kembali ke kamar," jelas Azka yang malah membuat Samuel merasa semakin panik.
"Astaga, aku juga tidak mengatakan bahwa aku pergi, karena dia masih belum bangun saat itu," jawab Samuel mengusap kasar wajahnya.
"Tenanglah tuan muda, bagaimana jika kita sama-sama mencarinya ke bawah? Siapa tahu ada yang melihatnya. Apakah tuan muda punya fotonya? Mungkin itu akan lebih mempermudah kita untuk menemukan Nona muda," usul Azka kepada Samuel.
"Aku tidak punya fotonya, apa kau gila? Mana mungkin aku menyimpan foto wanita menyebalkan itu, menyusahkan saja, seharusnya aku tidak mengajaknya ke sini," kesal Samuel.
"Sudahlah lupakan dulu rasa benci itu, bagaimana jika Nona muda diculik? Ingat saat ini mungkin Tuan Juna sangat dendam kepada kita karena kita memutuskan kerja sama dengan mereka, ini kota mereka, pergerakan mereka mungkin lebih cepat daripada kita tuan muda, aku mohon jangan egois dulu," tegur Azka.
Samuel yang mendengar itu sontak semakin berdebar tak karuan, karena jika Naya diculik ini mungkin akan jadi masalah yang panjang jika sang mama tahu.
"Cepat cari dia, dia tidak mungkin diculik, mereka bahkan tidak tahu apa-apa soal dia, ayo cepat!" ucap Samuel bergegas kembali masuk ke dalam lift dan turun kembali ke lantai satu hotel.
Setelah dua puluh menit berkeliling di lantai satu hotel, mereka bahkan sama sekali tidak melihat di mana Naya, dan memutuskan untuk berpencar.
Mencari dan mencari itulah yang saat ini dilakukan oleh Samuel dan Azka. Mereka bahkan menanyakan ke beberapa karyawan hotel termasuk resepsionis.
"Bisa-bisanya dia menyusahkan aku, dia bahkan keluar hotel tanpa konfirmasi dengan resepsionis," umpat Samuel sambil melihat jam di tangannya yang sudah menunjukkan pukul 14.20.
Sementara itu di sisi lain.
"Kakek, sudah jam empat, bagaimana jika kita pulang ke hotel? Apa tidak ada yang mencari dan mengkhawatirkan kakek?" tanya Naya kepada kakek tua itu.
"Aku? Aku tidak ada yang akan mengkhawatirkan, mungkin saja kau. Suamimu pasti mencarimu, ayo kita kembali ke hotel sekarang," jelas kakek dengan penuh pengertian.
Sementara Naya yang mendengarnya hanya bisa mengaguminya karena sang kakek bisa tahu kalau dia ada suami, namun entah kenapa Naya merasa sangat bahagia bisa mengenal sang kakek tersebut, rasanya sang kakek adalah sosok orang yang paling hangat di antara banyaknya orang di dunia ini untuk seorang Naya yang hidup penuh kekurangan kasih sayang.
Mereka pun akhirnya kembali ke hotel dengan taksi yang sama.
Sementara itu Samuel yang kelelahan duduk bersandar di depan pintu kamar dengan menyandarkan kepalanya di pintu kamar yang tertutup. Sementara itu Azka berdiri di sampingnya sambil menatap bingung ke arah Samuel.
"Ini kamar kakek ya?" tanya Naya kepada sang kakek.
"Iya, ini kamarku,"
"Astaga, Tuan Bos anda benar-benar membuat saya khawatir, seharian mencari anda, mengapa anda meninggalkan kamar tanpa sepengetahuan saya?" tanya seorang laki-laki berpakaian serba hitam yang sepertinya adalah asisten si kakek tua.
"Kau membosankan, aku tidak menyukaimu. Sudah aku mau masuk kamar," jawab sang kakek yang kemudian masuk ke dalam kamar namun sebelum itu dia berpamitan dengan Naya.
"Tuan, maaf kau ini siapa kakeknya?" tanya Naya kepada orang tersebut.
"Aku asistennya Tuan Bos, maaf Nona sudah merepotkanmu mengantarkan kakek kembali ke kamar," jelas sang asisten tidak tahu apa-apa dan berpikir bahwa Naya hanya mengantar kakek mereka padahal sudah seharian bersama.
"Tidak masalah, kalau begitu aku permisi dulu," ucap Naya yang sebenarnya juga khawatir akan kena amukan Samuel selepas ini.
Naya tanpa basa-basi lebih lama lagi bergegas meninggalkan asisten itu begitu saja, untuk segera kembali ke kamarnya.
Sementara si asisten hanya kebingungan sambil menggaruk-garuk kepala, dia bahkan belum sempat menanyakan siapa nama Naya.
Asisten itu pun kemudian masuk ke dalam kamar sang kakek.
"Tuan muda, lihat sana," ucap Azka kepada Samuel.
Samuel yang sudah lemah itu mendongak menatap Azka sejenak sebelum kemudian dia menatap lorong hotel dan melihat Naya yang berjalan gontai sambil menundukkan kepala.
Bersambung ....
benci nya loe sama Bina ya ada lah kata kata bijak bisa buat panutan jangan sableng tiap kata mengandung racun dunia haduuuhhh jadi bini loe rugi bandar Coyyyu suweerrr,,,salam waras muel,,
💪💪✌️
ga sekalian peluk nay si Aska 🤭
lama lagi pasti bisikin Naya pokonya kepedean loe ,,muel
ingat muel untuk menggeser kedudukan molen loe harus punya Anak dari wanita itu loe tau Nayla itu gadis baik,,,cuma saja sejak kecil tidak di perlakukan baik oleh orang tua nya apa mungkin Naya Anak tertukar ketika melahirkan atau Anak Adopsi,,, kenapa perbedaan nya jauh banget,,,Anak pertama di Anak mas kan tetapi Allah lebih paham keliatan nya maka cepat di ambil. tinggal lah Anak yang selalu di sisihkan sekarang punya suami rada sableng semoga muel berubah jadi satria baja hitam 😂😂😄😄gemes abis,,