"di dalam agamaku, poligami memang diperbolehkan, tapi apa kamu bisa adil?? apa kamu mengerti apa makna kata adil??"
ucap Sarah pada Ardi sang suami yang baru saja melangsungkan pernikahan keduanya tanpa sepengetahuan sang istri.
dan lebih menyakitkannya, pernikahan Ardi di dukung oleh keluarga Ardi.
.
.
.
.
.
.
mampukah Sarah bertahan? atau meninggalkan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ambu_Radul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. sentuhan
Ardi membuka kasar pintu kamar hotel tempatnya menginap. dia langsung masuk kedalam kamar mandi dan mengguyur kepalanya dengan air shower berharap amarahnya reda.
"sialan... siapa laki-laki bule itu? berani betul dia merebut sarah-ku.!! aaaagggrrrhh...." Ardi meninju tembok kamar mandi di depannya, mengatur nafas yang terengah-engah karna amarah.
Ardi yang baru saja selesai melampiaskan amarahnya di kamar mandi, di kejutkan dengan cecaran pertanyaan Risma
"kenapa kamu ninggalin aku sih mas?? ga sadar apa aku lagi hamil, jalanku sudah susah karena perutku ini ada anakmu."
Risma terus saja berceloteh namun Ardi hanya diam.
"Maas, iiihhhhh kamu ga dengerin aku?? mas, jawab dong, kamu kenapa?? cemburu sama mantan istri kamu dan bulenya itu??"
"kamu bisa diem ga sih ris??? mending kamu mandi deh, bersiin tu muka kamu yang kaya badut ulang tahun. bikin tambah pusing aku ngeliatnya.
Risma terbelalak, terkejut dengan apa yang Ardi katakan barusan. dia di samakan dengan badut katanya. tega sekali Ardi. memang sejak kehamilannya, riasan apa pun tak masuk di wajah Risma, wajahnya jadi terlihat aneh dan memakai make up tipis saja menjadi sangat menor. entahlah, Risma juga aneh di buatnya. padahal sebelumnya tak seperti ini.
dengan kesal Risma masuk ke kamar mandi dan mencuci wajahnya.
"mentang-mentang mantannya tampil elegan, aku di bilang badut ulang tahun. liat siapa yang dampingi.. kalo di sampingnya si Sarah mas Ardi juga ga akan dia keliatan elegan gitu. ciiihhhh.."
Risma terus saja menggerutu sambil menggosok wajahnya. riasan itu terasa sulit sekali di bersihkan saat dia berselimut amarah
setelah selesai membersihkan wajah.. risma sudah mendapati Ardi yang tidur di sofa kamar itu.
"mas, kenapa tidur di sini??"
"jangan ganggu aku Risma. aku tak ingin berdebat"
"tapi kenapa kamu tidur si sofa?? kan tempat tidurnya luas"
"sudah tidur. aku tak mau anakku kurang istirahat."
kata-kata itu berhasil membuat Risma mengalah. membiarkan Ardi dan egonya. akhirnya Risma naik ke kasurnya, dan tertidur di sana.
.
.
🍂🍂🍂🍂
.
.
sementara itu di ballroom hotel
"jangan jauh-jauh Sarah, kau tidak boleh lepas dariku."
"ayolah Andreas, rivalmu sudah tidak ada.." goda Sarah dapat Andreas.
"noooo, Ardi tidak ada tapi hidung belang yang lain banyak" ujar Andreas yang membuat sarah geli.
"mooomyyy... boleh kah Caca menginap dengan kita malam ini? besok mereka akan pulang katanya. tapi aku masih mau main.." Cleo meminta ijin pada Sarah untuk menghabiskan malam dengan teman barunya itu.
"boleh baby, mommy akan pindah ke kamar Dady kalau di sana sempit" godaan Andreas justru mendapatkan cubitan maut dari Sarah..
"boleh sayang, tapi Caca harus ijin dulu ya..."
"yyyeeeeeaaaaaaayyy..." teriakan dua gadis kecil itu sangat nyaring hampir mengalahkan musik.
"jangan bicara macam-macam di depan Cleo Andreas."
"whay??? "
"dia masih kecil, dan masanya ingin tau... iissh, pokonya jangan bicara macam-macam di depan Cleo"
"oookey.. kalau begitu langsung ku angkut saja mommy nya boleh??"
"aaanndreeeaasss..." Sarah benar-benar di buat kesal dengan bule bucin ini.
"aaawww ampun honney, Capitan mu sakit sekali." Andreas mengasuh saat cubitan Sarah mendarat kedua kalinya.
.
.
.
.
pesta telah usai, Sarah, Cleo, dan Caca sudah berada di kamar suite room itu.
kedua gadis kecil itu berlarian ketika memasuki kamar, dan mereka langsung menuju kulkas, dimana Cleo menyimpan semua permen cokelat nya.
Andreas mengantar mereka hanya boleh batas ruang tamu oleh persyaratan Cleo.
"Sarah.." panggil Andreas.
Sarah membalikan badannya seraya Andreas mendekat. Andreas meraih tangan Sarah, menempatkannyabdibpipi pria bule itu. berharap Sarah akan menyentuhnya agar sarah terbiasa.
tapi sarah malah merasa aneh, seperti pernah melihat adegan seperti ini tapi dimana?? Sarah lupa. tapi mencoba untuk berpikir keras.
Sarah yang hanyut dalam romansa sentuhan itu pun mulai mencoba menghafal bentuk rahang si pria separuh bule itu. tatapan mereka bertemu di sana, saling mengunci dan Andreas berharap banyak. berharap Sarah ingat siapa dirinya.
"daaaaddyyyyy..." teriakan Cleo mengagetkan kedua insan yang sedang memuai memadu rasa itu
iissshhh anak ini... mengganggu saja. sedikit lagi berhasil clay. dia akan menjadi mommy mu sungguhan.
"kenapa Dady masih di sini. batasnya hanya sampai pintu, kenapa masuk??"
"tadi kamu bilang boleh sampai ruang tamu clay, jangan pura-pura lupa. atau Dady akan menculik mommy mu."
"noooooooooooooo... oke kalau begitu, time out. kita sudah selamat sentosa sampai kamar."
"iiissh, semakin hari semakin banyak tingkah dan ocehannya. kamu terlalu banyak menonton YouTube cley. bahasamu sudah seperti orang dewasa saja."
arah hanya bisa ter tawa melihat perdebatan kedua anak dan ayah itu. Taka ada hari tanpa berdebat.
"jangan tertawa sar, atau aku akan benar-benar menculikmu."
Andreas tambah kesal karna dia tau Sarah sudah pasti di pihak Cleo. dan dirinya di kepung oleh tiga perempuan saat ini.
"okey Andreas, kembalilah ke kamarmu, ini sudah larut, perdebatan kalian tidak akan usai jika ku tidak pergi.
"okeyyy, aku mengalah.." akhirnya pria bule itu mengalah, mengaku kalah akan perdebatan sengit itu.
"sarah,... aku menunggu jawaban darimu. aku siap, kapan pun kau mau."
Sarah hanya membalas Andreas dengan senyuman manisnya..
"good night Andreas" satu kalimat yang akan membawa Andreas mimpi indah.
Sarah memberinya isyarat lagi.. yang artinya semakin dia dekat dengan persetujuan Sarah.
janda kaya dak mau x dg duda kere adik mu