Kiara Tasya, seorang gadis yang di temukan saat masih bayi di reruntuhan bangunan dan di selamat kan seseorang yang sedang bekerja membersihkan sisa reruntuhan, dan di angkat oleh seorang gadis yang baik dan kini ia memiliki tiga saudara dari ke dua orang tua angkat nya, ia tak pernah sekali pun iri kepada ketiga saudara nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SAHRIani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 24
" sudah satu Minggu yang lalu Tante..? Ucap Kiara sambil tersenyum lebar pada Yuna
" Mari sini duduk dulu..? Yuna merangkul Kiara untuk duduk di sofa ruang kerja Yuna
" Tante sedang sibuk tidak..? Tanya kiara dengan hati-hati
" Sibuk sih... Kalau pun sibuk,, memang nya kamu mau membantu Tante .? Seloroh Yuna
" Sayang nya, Kiara tidak pandai dalam bidang desainer Tante...? Terang Kiara pada Yuna sambil terkekeh kecil
" Tante tau itu., Ada hal apa? yang membawa mu kemari..? Yuna masih menatap wajah kiara, yang tidak jauh beda dengan adik nya
Hanya saja,, Kiara wajah nya bulat, dan sang adik sedikit lonjong, sedang kan yang lain nya semua sama, perbedaan nya Kiara wanita dan sang adik laki-laki
" Hanya ingin berkunjung saja Tante..,? Kiara masih ragu akan hal yang membawa nya menemui Yuna
Kiara bingung harus memulai dari mana, harus berkata apa ketika sudah berhadapan begini dengan Yuna
" Tidak mungkin., Pasti ada sesuatu yang membawa mu kemari..? Ucap Yuna lagi
" Tidak ada Tante, hanya bermain saja. Davina sedang apa ya.. Tante. ? Kiara mencoba mengubah topik pembicaraan mereka agar Yuna lupa akan hal tujuan Nya
" Davina sih.. jam segini masih di sekolah,, mungkin sebentar lagi akan pulang..? Ucap Yuna menoleh sekilas pada Kiara
Lama Kiara tidak buka suara, ia hanya berdehem saja, menyahuti perkataan Yuna, kini Kiara menatap sekeliling butik yang begitu penuh dengan pola gambar, dan kertas yang berserakan
" Kamu nanti.. pulang atau menginap, bagai mana mama dan papa kamu.. apakah, mereka tahu kalau kamu disini,,? Tanya Yuna lagi yang masih merasa janggal dengan kedatangan Kiara kali ini
" Mama dan papa tidak tau,, kalau aku berkunjung kemari..? Jawaban Kiara membuat kening Yuna berkerut Heran
" Kenapa bisa begitu,, nanti mama dan papa panik mengetahui kamu pergi Tampa pamit terlebih dahulu..? Yuna menatap Kiara penuh dengan tanda tanya namun semua itu belum dapat ia simpul kan ada hal apa yang membawa sang keponakan sampai di tempat nya
" Kiara tadi sudah pamit,, tapi bukan kemari tujuan nya, dan Kiara pun sudah berpesan pada papa,, bahwa Kiara pulang larut sore..? Ucap Kiara pada Yuna
" Kamu sedang tida berbohong kan..? Selidik Yuna lagi dan mendapat kan gelengan kepala dari Kiara
Hingga sore hari, baru lah Kiara pulang dari rumah Yuna menggunakan taksi yang ia pesan melalui ponsel Davina,
Kiara sengaja meninggal kan ponsel nya karena, tak ingin di ganggu oleh kenan, sampai di depan pagar, Kiara turun dan membayar ongkos taksi dengan setimpal
" Sudah pulang kak...? Sapa kiano yang mengetahui keberadaan Kiara
" Sudah lah,, ada apa kau bertanya seperti itu..? Kiara menoleh ke arah kiano yang sedang bertanya pada Kiara
" Kenan mencari mu seperti orang gila..? Ucap kiano apa ada nya
" Aku kan sudah pamit pada papa...? Jawab Kiara benar ada nya
" Tapi Kenan yang seperti orang gila .? Saut kiano lagi
" Sekarang kemana orang nya...? Kiara mengikuti langkah kaki kiano yang menuju ke arah kolam ikan yang berada di belakang rumah mereka
" Entah,, satu jam yang lalu masih terlihat.. sekarang entah di mana orang nya..? Kiano melongok ke arah kadang burung yang berjejer, namun tidak menemukan keberadaan kenan
Kiano dan Kiara pun melanjut kan langkah kaki nya menuju ke arah kolam ikan peliharaan kiano
" Sudah banyak saja bibik ikan mu..? Kiara baru saja melihat ke arah kolam dan menemukan banyak nya anak ikan yang begitu kecil-kecil baru saja tumbuh
" Rezeki Ku kali ini banyak kak..? Ungkap kiano dengan senang nya
" Mau kau apa kan,, ikan. Sebanyak ini..? Kiara menoleh ke arah kiano yang sedang memilih dan memindah kan anak ikan yang sedang dan yang kecil
" Kiano pun bingung kak, mau di jual kemana,, sebanyak ini,, lihat lah kolam ku.. sudah penuh dengan ikan semua...? Ucap kiano menunjuk tiga kolam sebelah kanan nya sudah terisi penuh
" Jual bibit saja,, biar tidak banyak yang mati... Atau menumpuk seperti ini...? Usul Kiara pada kiano
" Ingin nya sih begitu.. tapi peminat nya kurang banyak kak.. kalau di sekitar sini saja sudah semua ambil dengan kiano..? Ujar kiano menghela napas panjang
" Minta saja kepada papa,, untuk membuat kan kolam lagi...? Ucap Kiara yang memang tidak memiliki ide
" Kolam sudah sebanyak ini mau tambah lagi... Aku saja susah mengurus nya, setiap hari aku di bantu oleh mang Udin...? Ucap kiano melirik ke arah mang Udin yang sibuk membersih kan dedaunan di tepi kolam
" Nanti,, kakak bantu pikir kan.. jalan keluar nya,, sayang ini begitu banyak yang kecil-kecil begini..harus cepat di pindah kan, agar cepat besar nya..? Ucap Kiara menatap kolam ikan yang di bersih kan oleh kiano
Sampai menjelang magrib, baru lah mereka masuk kedalam rumah, Kiara tidak tahu kalau saat ini ia sedang di perhati kan oleh kenan dari arah ambang pintu dapur menuju ke luar
" Sudah seperti penjaga pintu saja..? Sinis kiano ketika ia hendak masuk dan melihat Kenan berdiri di ambang pintu
Kenan mendengus sebal atas ucapan kiano pada nya, sedang kan Kiara, acuh tak acuh pada Kenan yang menatap nya tajam
Semenjak Kiara menolak ajakan Kenan malam itu, kini Kenan memberi jarak pada Kiara, ia tak mau kehadiran nya setiap waktu menambah beban pikiran Kiara,
" Aku ikut dengan mu...? Kiara kini mengikuti langkah kaki kiano masuk ke dalam rumah menuju kamar nya
" Untuk apa,, aku mau mandi kak... Apa mungkin kau ikut dengan ku mandi.. menggelikan sekali..? Kiano bergidik ngeri membayang kan Kiara ikut dengan nya mandi,
" Sembarangan saja..? Kiara menoyor kepala kiano dengan cepat
" Apa sih kak.. sakit tau...? Kiano memegang kepala nya yang terkena tonyoran Kiara
" Aku hanya ingin ke kamar mu saja,, bukan ikut mandi dengan mu..? Ucap Kiara cepat
" Aku pun tak ingin kau mandi bersama ku.. seperti tidak ada perempuan lain saja..? Kiano mendengus sebal melihat tatapan Kiara yang melotot kepada nya
Tidak menyahut, Kiara hanya mengikuti langkah kaki kiano ke kamar nya, sedang kan Kenan masih saja berdiri di ambang pintu menyaksikan perdebatan antara Kiara dan juga kiano
" Kenapa kau kunci pintu nya...? Kiano menatap kiara dengan heran
" Nanti Kania masuk, aku mau tidur di kamar mu..? Kiara masuk dan merebah kan tubuh nya di atas ranjang kiano
" Aneh sekali..? Ucap kiano melirik ke arah Kiara yang kini tengah berbaring atas ranjang nya, Tampa memperduli kan Kiara
Kiano kini mengambil handuk nya berlalu ke kamar mandi, untuk mandi dan membersihkan. Diri,