Jaehyun adalah hantu terkuat di daratan, tidak ada hantu yang tidak mengenali dia. Namun ia adalah hantu yang sangat kesepian, karena telah kehilangan kekasihnya. Beratus tahun berlalu, Jaehyun yang sedang lontang lantung di dunia milenial ini bertemu dengan Hana yang dari, wajah, suara, bahkan gayanya mirip sekali dengan kekasihnya. Akhirnya Jaehyun pun mengikutinya setiap hari sehingga energi mereka berpadu, dan Hana pun dapat melihat Jaehyun dalam sosok hantunya. Mereka pun akhirnya saling jatuh cinta, apakah kisah mereka akan terulang? Bisakah Jaehyun dapat menjaga kekasihnya kali ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eny Noona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pohon Suci
Di sebuah desa tumbuhlah sebuah pohon yang amat besar, pohon itu terlihat sangat gagah, daunnya rimbun, tangkainya menjulang tinggi. pohon tersebut sering di kunjungi oleh warga setempat dan di anggap sebagai pohon keramat. Selain umurnya yang sudah tua, konon pohon tersebut pernah di singgahi oleh seorang dewa. Kala itu, sang dewa tengah melakukan tugas seperti biasanya.
"Aku sudah memberkahi semua sumur dan mata air disini, seharusnya desa ini akan menjadi desa yang makmur," ucap sang dewa air,
"Emm, pohon ini sangat besar dan rindang, cocok sekali menjadi tempat istirahat," ucap dewa air sembari menyandarkan tubuhnya di bawah pohon.
"Wahh, kau sudah berumur panjang ya, dengan aku bersandar di sini, kau akan terberkati oleh ku," ucap dewa air lagi sambil mencurahkan airnya pada pohon tua tersebut,
Tak lama setelah itu, sang pohon tua pun membuka mata untuk pertama kalinya setelah kehidupannya yang lama.
"Terima kasih tuan ku, engkau telah memberkati ku yang sudah tua ini," ucap pohon tua tersebut.
"Waahh, aku tidak percaya energi para manusia yang sudah berdoa disini rupanya sangat berpengaruh," celetuk sang Dewa.
"Bagaimana tidak tuan ku, setiap manusia yang datang kemari, mereka menitikan air matanya untuk mendoakan orang orang yang terkasih," ucap sang pohon tua itu,
"Ha ha ha, manusia, memang kita sebagai makhluk yang lebih mampu dalam segala hal, harus membantu manusia dalam hal kebaikan, dengan ini kau sanggup mengabulkan permintaan para manusia, pesan dari ku pilahlah permintaan mereka, dan jangan sampai dirimu ternodai oleh dosa apapun, karena itu akan membuat mu terjun ke dalam kegelapan," pesan sang dewa pada pohon tua tersebut.
"Baik tuan, hamba akan terus mengingat perkataan tuan," jawab pohon tua,
"Baiklah, aku akan bersandar sebentar disini," ucap sang dewa,
"Baiklah tuan," pohon tua itupun menutup matanya kembali.
ia membuat sang dewa nyaman beristirahat di bawahnya,
10 tahun berlalu, dewa air yang selalu berada di dekat pohon tua itupun akhirnya meninggalkan pohon tua sendiri.
"Mulai saat ini, kau harus menjalankan tugas mu sendirian, aku sudah terlalu lama disini," ucap dewa air.
"Tapi tuan, akan sangat sulit bagi saya untuk mengabulkan permintaan semua manusia disini, sedangkan selama ini tuan telah membantu hamba," jawab pohon tua,
"Aku meninggalkan mu bukan tanpa alasan, kau bersih dari pikiran buruk, sehingga aku yakin kau dapat menjalankannya dengan baik," Tutur sang dewa dengan sangat lembut,
"Baiklah tuan, jika tuan yakin dan percaya terhadap saya, maka saya akan melakukan apapun sesuai perintah Tuan," jawab sang pohon tua.
"Baiklah, layani mereka dengan baik, manusia harus kita jaga, karena kemampuan kita bukan semata mata untuk menguasai dunia melainkan merawatnya," Tutur sang dewa.
Dewa Air pun pergi meninggalkan pohon tua kala itu.
Hingga pada suatu malam, datanglah seekor burung gagak dan berdiri di atas ranting pohon tua tersebut.
Awalnya, pohon tua mengabaikan burung gagak itu, karena ia sadar burung gagak yang tengah berdiri di rantingnya saat ini bukanlah burung gagak biasa.
"Hemmm, pohon suci ya, pasti umur mu sudah sangat tua, jangan abaikan aku, aku tau kau mendengarkan ku," ucap sang gagak,
"Hemmm," pohon tua hanya menghembuskan nafas berat,
"Eh? apa aku mengganggu mu? yahh aku hanya ingin beristirahat saja disini, ku kira kau pohon biasa, rupanya kau pohon suci ya, apa kau bisa mengabulkan permintaan ku?" oceh gagak itu,
Pohon tua hanya diam saja tidak ingin terlibat dengan gagak itu.
"Yah, memang jangankan dengan manusia, kau saja yang sama dengan ku meremehkan ku dan menghiraukan ku, kau tau, awalnya aku tidak sendiri, aku bahkan memiliki istri dan anak yang banyak, mereka sekitar lima ekor, aku terbang kesana kemari mencari makan, aku dan istriku sepakat untuk tidak memakan manusia, karena menurut kami kita semua makhluk hidup kita sama sama ingin hidup, aku pun memakan bangkai bangkai hewan bersama keluarga ku, hingga pada suatu hari, sekelompok manusia menangkap ku dan keluarga ku, kami di jerat dan di habisi, mereka pikir kami yang merusak kebun mereka, padahal sudah jelas kami pemakan daging," celoteh gagak tersebut.
"Lalu, bagaimana kau bisa berada disini," tanya pohon tua terpancing,
"Tentu aku melawan mereka, dan ingin menyelamatkan keluarga ku, namun hanya sayatan di mataku ini yang ku dapat," ucap sang gagak yang memiliki bekas sayatan yang begitu dalam di mata kirinya.
"Memang, manusia tak semua sama ada yang berhati baik dan buruk," tutur pohon tua,
"Ha ha ha, kau belum pernah beranjak dari tempat mu saat ini? keluarlah dan lihat betapa serakahnya mereka," ucap gagak,
Pohon tua pun terkejut dengan apa yang di ucapkan oleh gagak, karena selama ini ia banyak mengabulkan permintaan manusia yang menurutnya wajar.
Kemudian, gagak pung mengajak pohon tua untuk pergi ke dekat pedesaan,
"Apa aku bisa melakukannya?" tanya pohon tua,
"Tentu! semua makhluk seperti kita bisa melakukan apa saja, hanya saja aku hanya hantu lemah jadi aku tidak bisa berubah wujud seperti mu, kau adalah pohon suci, kekuatan mu lebih besar dari ku," terang sang gagak,
Pohon tua pun berusaha sekuat tenaga menfokuskan kekuatannya untuk berubah wujud, hingga dia pun berubah menjadi sosok manusia.
"Baiklah, ikuti aku!" ucap sang gagak.
mereka pun menuju ke pinggiran pedesaan, dan alangkah terkejutnya pohon tua melihat banyak manusia yang ia tolong menjadi arogan dan saling menyakiti manusia lainnya.
Sang pohon tua menyesal dan berubah menjadi hantu pohon melahap pedesaan tersebut.
Akar akarnya menyembur dari dalam tanah, menusuk semua manusia yang ada di dekatnya. Ranting rantingnya memanjang dan menghancurkan rumah rumah mereka.
Setelah desa tersebut rata dengan tanah, pohon tua itupun pergi meninggalkan desa tersebut, bergaul dengan para hantu dan roh jahat, hingga ia tau bagaimana cara untuk membuatnya lebih kuat.
Hingga pada suatu hari, bertemulah ia dengan Eun Seo yang kala itu sedang menunggu Jaehyun pulang.
Bikin haluku lancar jaya. Pen punya pacar kek protagonis pria, tapi sadar dia ini hantu. Rasanya kek tertampar, tapi menolak sadar( ╹▽╹ )