NovelToon NovelToon
Adikku, Istri Kedua Suamiku

Adikku, Istri Kedua Suamiku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Poligami / Tamat
Popularitas:612.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ridz

Dea dijebak oleh kakaknya yang berakhir dia harus ditiduri oleh suami kakaknya yang membuat dia harus mengandung anak dari suami kakaknya dan terpaksa menjadi Madu dari sang kakak hanya karena kebahagiaan sepihak.

Menceritakan Liku-Liku perjalanan kakak adik angkat, yang terjebak dalam hubungan rumit dimana mereka harus berbagi suami yang sama dengan keadaan saling mengikhlaskan.

Zara Aridda sesosok wanita tegar dengan rasa penuh perhatian harus menikahkan suaminya dengan adiknya dikarenakan adiknya telah hamil anak suaminya, namun dia menyimpan rahasia yang besar yang hanya dia yang tahu.

Dea Aninda sesosok wanita yang tak kala tegar nya terpaksa masuk kedalam hubungan pernikahan kakaknya dan menciptakan sebuah keadaan rumit dimana dia terjebak dalam keadaan terpaksa dan kenyataan bahwa dia mulai mencintai suami kakaknya yang kini menjadi suaminya

Siapakah yang akan dipilih Tirta dikala Kedua istrinya sama-sama ingin menyerah

Siapakah yang akan bertahan dalam pernikahan tersebut dan siapakah yang pada akhirnya menyerah

Dan jangan lupa sosok Danu yang selalu ada untuk Zara dan masih menanti cinta Zara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH. 22: Bagaimana Dengan Kak Zara?

Setelah masuk kedalam mobilnya, Tirta lebih memilih memejamkan matanya sejenak memilih mengistirahatkan pikirannya dari semua masalah yang ada sampai dia mulai menjalankan mobilnya meninggalkan area rumah Zara.

Baru setengah perjalanan dia dengan niat hendak mencari Dea kembali, tiba-tiba sebuah panggilan masuk berdering di ponselnya, Tirta menepikan kendaraannya dan mengangkat telepon dari orang tersebut.

"Apa!?"

Wajah Tirta yang tadi kalut dan tidak karuan nampak setitik cahaya dan harapan manakala suara Bulan diseberang sana memberitahu dimana Dea sekarang.

Tirta mengetik pesan kepada Zara bahwa dia telah menemukan Dea sampai akhirnya Tirta melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi menuju bandara yang dimaksud.

Masih ada banyak waktu tapi bagi Tirta kesempatan tidak datang dua kali, jika bukan kali ini mungkin dia tidak akan pernah bertemu lagi dengan Dea untuk selamanya.

Tak butuh waktu lama untuk Tirta sampai dibandara tersebut, Tirta memarkirkan kendaraannya secara sembarang kemudian masuk ke area bandara tersebut untuk mencari Dea.

Tirta melepas kacamatanya dan menerawang ke setiap sudut orang lalu lalang berharap ia menemukan sosok yang dia rindukan beberapa hari ini, Tirta berjalan masuk ke area ruang tunggu dan terpaku disaat sosok yang dia cari selama ini berdiri tidak jauh didepannya.

"Dea!" teriak Tirta.

Dea yang sedari tadi banyak melamun dan menatap kosong lalu lalang orang disana berusaha melawan dilema hatinya sampai suara pria yang menghantui mimpinya belakangan ini membuat ia membalikkan badannya, dan benar pria tersebut berdiri dengan mata berkaca-kaca penuh kerinduan.

Dea yang melihat itu ingin kabur dan menghindari pertemuan dengan Tirta, namun Tirta segera berlari menahan tangannya dan meraihnya kedalam pelukannya.

Dea memukul dada Tirta meminta untuk dilepaskan tetapi Tirta lebih memilih mempererat pelukannya dan memangku kepalanya dibahu Dea.

Dea yang sudah merasa tidak bisa berbuat apa-apa lagi memilih diam dan tidak melakukan apapun, hanya hening diantara mereka, suara deru napas dan detakan jantung masing-masing seirama dengan perasaan yang mereka pendam terlalu lama.

Mungkin mereka kini sudah menjadi tontonan para penumpang yang akan berangkat tapi siapa peduli, mereka hanya perlu waktu untuk berdua dan mengungkapkan semuanya.

"Kenapa?" bisik Tirta masih erat memeluk Dea.

Dea terdiam, dia enggan menjawab, ia menahan air mata kerinduannya bahkan air mukanya berusaha menyembunyikan hal itu.

"Kenapa Dea?" tanya Tirta sekali lagi. "Kenapa kamu harus siksa Abang dengan cara begini, kamu bunuh saja Abang dek,"

"Bang, tolong lepas," pinta Dea.

"Abang masih mau begini, sebentar saja," jawab Tirta pada Dea.

Air muka Tirta menampakkan kebahagiaan mendalam atas kerinduannya selama ini, perlu waktu untuk mendeskripsikannya namun Dea sendiri juga merasakan hal serupa.

Danu dan Zara tiba disana saat melihat mereka berdua hanya dalam pikiran masing-masing, Zara dan Danu memilih diam menatap haru kedua pasangan tuhan yang dipertemukan kembali.

Tirta melepas pelukannya dan menggenggam tangan Dea, ia berlutut dihadapan Dea dan mendongak menatap wajah yang memalingkan mukanya.

"Dek, Abang mohon dek, Abang cinta sama kamu, Abang sayang sama kamu, Kamu tujuan kebahagiaan Abang, kenapa harus begini,"

"Harusnya Abang ngertiin aku Bang," balas Dea lemah. "Bagaimana dengan Kak Zara? Aku tersiksa menahan perasaan cintaku pada Abang, tapi aku sadar aku hanya orang ketiga yang seharusnya pergi bang,"

"Salahku yang sedari awal memberi Abang peluang untuk jatuh cinta, dan biarkan aku pergi sekarang," lanjut Dea.

Dea membalikkan badannya hendak pergi namun segera digenggam erat kembali oleh Tirta yang menggelengkan kepalanya. "Kamu gak boleh pergi,".

"Kenapa bang! Belum puas semua hal yang aku rasa selama ini, tersiksa batin dan hati? Terjebak dalam situasi dan kondisi disaat suamiku sendiri tidak tahu menentukan hati? Aku istri bukan pilihan, disaat abang masih bersama istri lainnya,"

"Kamu memang bukan pilihan Dea, tapi kamu adalah takdir yang hadir karena keadaan, dan kamu itu yang ditakdirkan tuhan, jangan menyalahi takdir," jawab Tirta.

"Bang Tirta benar dek, kamu tidak perlu khawatir lagi, Bang Tirta sudah menalak kakak secara agama, dan sekarang kamu adalah istri satu-satunya, jangan menolak apapun lagi, karena ini adalah cara tuhan membuat hambanya bahagia," ujar Zara menghampiri Dea.

Zara memeluk Dea hangat seperti pelukan kakak kepada adiknya. "Kakak yang salah, kakak tidak seharusnya melakukan semua ini, kamu berhak membenci kakak, tapi Bang Tirta tidak berhak untuk menjadi lebih sakit lagi, kalian berhak bahagia, dengan cara kalian, bersama dan dalam takdir tuhan,"

"Tapi-"

"Abang mohon beri Abang satu kesempatan, Abang akan membuktikan semuanya," pinta Tirta. "Abang mohon,"

Dea terdiam sejenak.

Tatapan mata penuh ketulusan Tirta menusuk sanubarinya, apakah dia harus menerima keadaan disaat dia mati-matian menolaknya.

"Jangan menolak keadaan Dea, itu hanya akan membuat lebih sakit," teriak Bulan diujung sana.

Dea hanya terdiam, matanya menerawang jauh, wajahnya gusar, kedua tangannya meremas erat pakaian yang sedang dia kenakan.

"Abang mohon," pinta Tirta dengan nada yang lebih rendah lagi.

Dea menghembuskan napasnya kasar kemudian mengangkat kepalanya untuk menatap wajah tampan penuh karismatik itu.

"Aku mau," jawab Dea.

Seketika Tirta langsung menarik Dea kedalam pelukannya, memeluknya erat seolah tidak akan melepaskannya lagi. "Terima kasih!"

Senyum mengembang diwajah Zara, Danu dan Bulan, bukankah indah melihat pasangan yang diatur tuhan bersatu dalam takdirnya masing-masing.

Tirta melepas pelukannya dan menangkup wajah Dea, ia mendekatkan wajahnya membuat hidung mereka berdua bersentuhan.

Tirta tersenyum. "Abang cinta sama kamu!"

"Aku juga cinta sama Abang," jawab Dea.

Mereka berdua kembali berpelukan larut dalam kebahagiaan sedangkan Zara memilih meninggalkan tempat itu dengan tetesan air mata dan keikhlasan yang harus dia perkuat.

Danu yang melihatnya segera menyusulnya, ia tidak ingin wanitanya itu larut dalam perasaannya sendirian karena dia siap menjadi sandaran baginya sampai ia membuka hati dan mengatakan iya atas segala pertanyaannya.

"Kita pulang?"

Dea mengangguk.

Tirta menarik koper Dea dengan tangan satunya menggenggam erat tangan Dea sebelum pergi ia memberikan ucapan terima kasih kepada sosok utama dalam konflik ini yaitu Bulan, sosok penting yang mungkin bisa saja membantu kehidupannya bersama Dea kedepannya.

Tirta dan Dea berjalan ke arah mobil mereka, sesampainya di depan mobil Tirta segera membukakan pintu untuk Dea sebagai bentuk rasa cintanya.

"Tidak perlu seperti ini Bang,"

"Abang cinta sama kamu itu hanya permulaan dari cinta-cinta berikutnya, sayang," jawab Tirta yang membuat Dea tersenyum.

Mereka berdua meninggalkan area bandara, bersiap menulis kisah baru dalam pernikahan mereka dan memulai lembaran baru yang lebih manis.

- TBC

Sabar yah Zara! Kalian yang nungguin Zara bersatu sama Danu mana nih???

1
Puji Rahayu
nyong we milu mumet leh ngrasake lahh...
mubeng2 wae..ra uwis2...😃😃😃
Ibelmizzel
zara Danu hadeh....
Ibelmizzel
zara egois seolah dia yg korban disini seolah2 dia terluka dan yg paling tersakiti orang2 menyalahkan adiknya padahal dia yg menyusun sekanariony
Surabaya Honda
W.O.W wonderful Thor,, CHIAYOO 👍
Surati
bagus
Dyah Oktina
mertua thor... bukan menantu..
Dyah Oktina
bukannya mblnya aston martin ya???? apa dah d jual d ganti honda brio 🤭
Dyah Oktina
kayaknya hanya ada d dunia halu 🤭
Dyah Oktina
setuju zara sama danu... tapi zara harus terus terang dgn keadaannya... kla engak ... ngak setuju juga zara dgn danu... kasihan danu.. akhirnya terus aja akan seperti pernikahan pertama
Dyah Oktina
kla zara sama danu... kasihan juga danu ngak bakal punya anak dari zara
Dyah Oktina
kla zara sama danu... kasihan juga danu ngak bakal punya anak dari zara
Mega Mkf
yaaa,,, ush kebaca,ujung2nya zara bakalan sm danu,kompor jg si danu,ibaratnya ai danu pebinor,,, jd males lanjut bacanya.
Mega Mkf
mampus kau zara,egois dan ngk punya harga diri,,, demi bahagiaan suami adik sndri kau jd kan korban,,,,
Mega Mkf
seharusnya zara mendapatkan hukuman yg berat bgt itu,manusia munafix,hanya dalam khayalan sj si emg sptri ini novel2,yg pelakunya msh menemukan kebahagiaan,,, dan aku paling ngk suka yg selalu dan selalu mengatas namakan kebahagiaan bersama,kl ke bahagiaan knp mesti di awali dgn keburukan,bukan kah keindahan dan kebahagiaan itu di dasari dgn ke jujuran,,,,
Ana Susana
❤️👍
Yusnita Nenvawaty Sihombing
sidea sedikit2 lari aja kerjanya.. punya bakat jadi atlet lari x ya😁😁
Hera sasuwe
ceritanya bagus
Hera sasuwe
konfliknya puter2 dit4 itu ya cari bahagia n bahagiain orang kok gitu2 amat ya jalannya rumit sendiri jadinya
umi b4well (hiatus)
Hem
Mega
lama jd aneh kisahnya,di vonis mandul tp bisa hamil,emang hanya kuasa allah yg tau,tp mustahil shi,dulu sm tirta kemana aja mbak zara,,, pdhl tirta tokcer lho sm dea 1x lsg jd,,, dasar zara perempuan munafix,bilang aja udh bosen sm tirta dan mau nikah sm danu pakai embel2 ini lah itu lah,,, hanya ada di novel aja shi yg bisa bgni,di reall ngk bakal ada jg shi,,, maaf thorr aku berhenti bacanya udh sebel bgt sm zara wanita sok baik,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!