NovelToon NovelToon
BANGRING : Siampa Puncak Harau

BANGRING : Siampa Puncak Harau

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Action / Tamat
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Zamo

Bagaimana jadinya jika Ninja Elit hidup di bawah kekuasaan Singasari.

Hattori, Di eksekusi oleh Klan nya sendiri karena tahu terlalu banyak informasi. Jiwanya terbangun di tubuh Sena, pemuda 15 tahun yang tewas pada detik yang sama dengannya di Lembah Harau, pada masa Ekspedisi Pamalayu di Sumatera.

Awalnya Hattori hanya ingin membalaskan dendam sederhana Sena, membunuh Purwa dan Jeliteng. setelah itu ia ingin hidup damai dan membagun keluarga, tapi takdir malah menyeretnya dalam konflik lebih besar.

Ia jadi buronan Singasari dan juga jadi incaran para gerilyawan Sumatera, Pasukan Harimau yang tengah berjuang mengusir Singasari dari tanah Sumatera.

Hingga sebuah penghianatan memaksanya ke tanah Jawa, di jantung Singasari. Mencabut akar semua masalah...meruntuhkan ke
Singasari.

Ini memang bukan kisah Gajah Mada.
Tapi ini kisah dari mana sang legenda berasal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zamo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Silek Harimau

Lembah Anai pagi itu tidak bersahabat. Udara dingin yang biasanya menyegarkan, kini terasa seperti jarum-jarum es yang menusuk kulit. Di atas lantai batu yang licin oleh lumut dan percikan air terjun, enam bayangan bergerak dalam kesunyian yang mencekam.

"Rapatkan lagi tubuhmu ke tanah! Jangan beri celah bagi angin untuk lewat di bawah perutmu!" teriak Datuk Tarang. Suaranya mengalahkan deru air terjun.

Sena, Balun, Jagu, Danta, Monti, dan Idan berada dalam posisi yang tidak lazim bagi manusia. Mereka merayap, tangan dan kaki mereka mencengkeram permukaan batu yang dingin.

"Ini namanya Gejow Randah," Datuk Tarang berjalan di antara mereka, tongkat kayunya sesekali memukul punggung yang dianggapnya terlalu tinggi. "Harimau tidak berjalan dengan pongah di hadapan mangsanya. Ia menyatu dengan bumi. Ia adalah bayangan yang merayap di atas tanah."

Datuk Tarang berhenti di depan Balun yang napasnya masih tersengal. "Tarik lagi kakimu, Balun! Tekuk lututmu hingga menyentuh dada. Jangan biarkan tumitmu bersuara. Saat kau melangkah, kau harus merasa seolah-olah seluruh berat badanmu tertumpu pada ujung-ujung jari kaki."

Balun meringis, otot paha dan betisnya terasa seperti dipilin. Namun, ia tak berani bersuara. Ia menarik kakinya lebih dalam, mencoba meniru gerakan predator yang sedang mengintai.

"Jagu! Tanganmu bukan untuk menopang tubuh, tapi untuk mencakar nyawa!" Datuk Tarang beralih ke Jagu yang tubuhnya paling kurus. "Bengkokkan jari-jarimu. Rasakan aliran tenaga di ujung kuku. Jika batu ini adalah leher musuhmu, ia harus sudah hancur sekarang!"

Sena, di sudut lain, bergerak dengan keheningan yang berbeda. Ia tidak hanya merayap; ia mengalir. Bagi Sena, Gejow Randah memiliki kemiripan dengan teknik Shinobi-iri, namun pusat gravitasinya jauh lebih rendah dan lebih liar.

Ia merasakan bagaimana setiap otot di punggungnya bekerja sama untuk mendorong tubuhnya maju tanpa menimbulkan riak sedikit pun di air yang menggenangi batu.

"Sena, pertahankan pandanganmu tetap lurus ke depan, jangan ke bawah," instruksi Datuk Tarang pelan, hampir berupa bisikan saat ia berada di samping Sena. "Mata harimau tidak melihat kaki sendiri. Ia melihat titik di mana ia akan merobek mangsanya."

Datuk Tarang mundur beberapa langkah, memandangi keenam muridnya yang kini tampak seperti sekumpulan predator muda yang sedang mekar.

"Danta, Monti, Idan! Kalian bertiga, bentuk formasi melingkar. Silek Harimau bukan hanya soal menyerang, tapi soal bagaimana kau menghilang saat lawan mengira mereka telah menangkapmu. Mulai gerakan Langkah Duo Ampek... Sekarang!"

Seketika, kesunyian itu pecah oleh gesekan kain galembong yang beradu dengan batu. Keenam pemuda itu mulai bergerak dalam pola yang rumit, berpindah dari posisi merayap ke lompatan rendah, siap menyambut "neraka" yang telah dijanjikan sang guru.

… … … …

Dua bulan telah berlalu sejak sumpah di bawah guyuran air terjun itu. Tubuh mereka kini bukan lagi sekadar daging dan tulang, melainkan kumpulan otot yang liat dan mematikan. Di bawah pengawasan mata elang Datuk Tarang, keenamnya menunjukkan kemajuan yang membuat bulu kuduk bergidik.

"Hmmm…," gumam Datuk Tarang yang memerhatikan dari kejauhan. "Mereka tidak lagi berjalan... mereka mengintai."

Di tengah lapangan batu, Balun dan Jagu sedang berhadapan. Tumbuak Balun melesat, bukan seperti pukulan lurus biasa, melainkan pukulan bertenaga ledak yang mengincar ulu hati, dengan jemari yang setengah mengait seperti cakar harimau yang siap merenggut jantung mangsanya.

Jagu menangkisnya dengan Tangkisan Gelek, memutar tubuhnya dengan sangat rendah hingga pukulan Balun hanya mengenai angin.

"Jangan hanya diam setelah mengelak! Balas!" teriak Datuk Tarang.

Seketika, Jagu melepaskan Sipak rendah yang mengincar tulang kering Balun. Tendangan itu pendek, cepat, dan mengandung tenaga yang sanggup mematahkan batang bambu dalam sekali hantam. Balun melompat mundur dengan gerakan Guliang, gerakan berguling di tanah dengan sangat lincah lalu kembali ke posisi Kuda-kuda rendah dalam sekejap.

Di sisi lain, Danta dan Idan sedang melatih Tangkok, sebuah teknik kuncian. Tangan mereka saling membelit, mencari celah saraf di leher dan persendian. Suara gesekan kulit mereka terdengar kasar, diiringi napas yang teratur melalui hidung.

Setiap kali satu orang terkunci, mereka akan melakukan Sudu, gerakan menyusupkan tangan atau kaki untuk membalikkan keadaan dengan serangan balasan yang tak terduga.

Sementara itu, Sena bergerak dalam kesunyian yang ganjil bersama Monti. Sena mempraktikkan Langkah Tigo, sebuah pola langkah segitiga yang membuatnya seolah menghilang dari pandangan Monti setiap kali rekannya itu mencoba menyerang.

"Bagus, Sena! Garak-mu sudah mulai tajam," puji Datuk Tarang. "Kau tidak lagi menunggu serangan, kau menjemputnya sebelum niat lawan sampai ke tangannya."

Sena merendahkan tubuhnya hingga nyaris mencium bumi dalam posisi Harimau Menanti.

Matanya yang dingin menatap lurus. Ia merasakan bahwa Sipak, Tumbuak, dan Tangkapan dalam Silek Harimau ini telah menyatu dengan memori otot Ninjutsu-nya.

Jika dulu ia adalah bayangan yang menusuk dari belakang, kini ia adalah pemangsa yang siap merobek dari depan.

"Cukup!" Datuk Tarang memberi isyarat.

Keenam pemuda itu berhenti seketika, berdiri tegak dengan dada membusung. Peluh mengucur deras, namun tak ada satu pun dari mereka yang tampak lelah.

"Teknik kalian sudah matang. Tumbuak kalian sudah mampu meremukkan kayu, Sipak kalian sudah bisa mematahkan tulang," Datuk Tarang berjalan perlahan ke arah sebuah kotak kayu tua yang diselimuti kain hitam. "Kalian telah menjadi harimau tanpa kuku. Kini, saatnya aku memberikan kuku kalian yang sebenarnya."

Datuk Tarang memberi mereka Kerambit dari kayu, Balun dan lainnya sangat senang meskipun itu hanya sebuah replika, Sena hanya menatap datar, dia telah biasa membunuh, baginya ini hanyalah mainan belaka.

Datuk Tarang berdiri di tengah lingkaran ke-enam muridnya yang membentuk formasi melingkar, sinar matahari yang menembus kabut Anai memantul pada bilah baja melengkung di genggamannya.

"Perhatikan!" seru Datuk Tarang. Ia memutar kurambiak itu di jari telunjuknya dengan kecepatan yang mengerikan, lalu dalam satu gerakan kilat, ia merendah ke posisi Gejow Randah.

"Ini adalah Kait Sarek," ucapnya sambil mengayunkan kurambiak ke udara, seolah-olah sedang mengait tendon di belakang lutut lawan. "Gunakan lengkungan bilahnya untuk mengunci, lalu renggut! Jangan hanya menyentuh kulit, tapi rasakan kau sedang menarik akar dari tanah. Mengerti?"

"Mengerti, Guru!" sahut mereka serempak.

"Lalu ini disebut Mato Jago" Datuk Tarang mengubah posisi pegangan bilahnya kini menghadap ke belakang.

Ia bergerak melingkar, sangat luwes. "Ini disebut Renggut Jantuang. Masuk dari bawah rusuk, putar, dan tarik ke bawah. Ini bukan tentang kekuatan tangan, tapi tentang berat tubuh kalian yang jatuh ke bumi. Apa kalian paham?"

Sena mengamati setiap detail kecil. Di pikirannya, ia sudah membedah bagaimana teknik ini bisa dikombinasikan dengan Taijutsu atau serangan balik cepat ala Iga.

“Sekarang kalian coba masing-masing”

“Bukan seperti itu… putar kebelakang.. “

“Nah.. Ya.. Benar begitu… “

Di kejauhan teriakan dan arahan Datuk Tarang menggema diantara deru air terjun. Mak Rangkayo dan Puti Kirai tersenyum puas melihat perkembangan ke-enam pemuda Harau ini.

Waktu kembali meluncur di Lembah Anai. Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Tak terasa lebih dari dua bulan telah berlalu.

Kini, kabut yang menyelimuti lembah itu seolah-olah menari mengikuti irama langkah mereka. Tidak ada lagi gerakan kaku atau langkah yang tersandung batu. Di bawah pengawasan ketat Datuk Tarang, keenam pemuda itu telah berubah sepenuhnya.

Sena bergerak seperti hantu; Kerambit di tangannya seolah menghilang dan muncul kembali di titik-titik vital lawannya dalam hitungan detik. Gerakannya kini sangat lentur dan luwes, beralih dari satu jurus ke jurus lain tanpa jeda, bagai air yang mengalir namun memiliki ketajaman es.

Di sisi lain, Balun dan Jagu melakukan latihan tarung dengan intensitas tinggi. Suara kayu yang beradu terdengar seperti detak jantung hutan. Langkah kaki mereka ringan, hampir tak berbunyi, namun setiap serangan mengandung niat membunuh yang murni.

Danta, Monti, dan Idan pun tak kalah; koordinasi mereka dalam formasi serangan kelompok kini sudah menyatu, saling menutupi celah satu sama lain dengan presisi yang mematikan.

Datuk Tarang berdiri diam di atas batu tinggi, melipat tangan di dada. Matanya tidak lagi menyipit tajam untuk mencari kesalahan, melainkan bersinar dengan kepuasan yang tertahan.

"Bagus, " bisik Datuk Tarang pada dirinya sendiri. "Kuku mereka sudah tumbuh. Harimau-harimau ini sudah siap keluar dari sarangnya."

1
Astiana 💕
baru Nemu cerita kayak gini, sangat bagus Thor, aku suka, semangat ya, 💪
Astiana 💕: belum senior kok, kita sama baru merintis🤭, semangat buat kita sang pejuang😁
total 2 replies
Protocetus
Mission completed 💪
Protocetus
😂💪
Protocetus
Sena ada di belakangmu 💪
Protocetus
Kuy jadilah Jendral Dharmapuri 💪
Zamo: Maaf lho bang, saya bukan orang minang, bukan juga orang Sumatera, jadi gak bisa pakai bahasa asli sana. he he, tapi saya sangat suka Silek Harimau waktu lihat film merantau, bahkan sampai ku ulang tiga kali itu filmnya.
cerita ini juga tentang Silek Harimau bang, awal kisah 7 manusia Harimau. tapi maaf sekali lagi, mereka bukan manusia yang kuat saat di rasuki inyek, tapi mereka kuat karena latihan keras, bertekad baja dan gigih berjuang mengusir Singasari.
jadi 7 manusia Harimau di cerita ini murni pejuang dengan kemampuan Silek Harimau yang luar biasa.
Tapi cerita asli 7 manusia Harimau tetap yang di rasuki inyek, yang ini hanya karya fiksi saja bang. 🙏
total 1 replies
Protocetus
Waduh kok bisa ada Kerajaan Jawa bisa sampek sn ...
Protocetus
Mirip Novel Tikam Samurai
Zamo: barusan baca 3 bab bang, jadi ini sejarah asli bang? he he maaf, gak tahu, kalau BANGRING ini bukan sejarah asli bang, sejarah fiksi, tapi ekspedisi Pamalayu Singasari di bawah kepemimpinan Senopati Mahesa Anabrang tahun 1275-1293 itu sejarah asli.
Singasari menjalin hubungan diplomatik dengan Dharmasraya.
di cerita ini aku pakai kerajaan fiksi bang Dharmapuri sebagai kerajaan kecil, vassal dari Dharmasraya.
Jadi BANGRING ini Fiksi yang berlatar sejarah.
total 3 replies
nina hariah
semangat terus updatenya author
Zamo: terimakasih atas dukungannya, baca juga cerita ku yang lain Nine Worlds Reincarnation, cerita baru sih, siapa tahu ada masukan atau saran.
total 1 replies
nina hariah
next author
nina hariah
semangat terus updatenya author
Zamo: terimakasih, tiap hari up kok 👍🙏
total 1 replies
nina hariah
next author
anggita
👍2iklan☝☝
anggita
Hattori.. kya nama film kartun jadul ninja Hattori🙏 🤭
Zamo: Iya 😅, soalnya yang kepikiran kenangan masa kecil
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!