NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:763
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Tersangka ayah kandung istri ku

Satu Minggu berselang setelah Nayyara dan Arka menikah, dia bisa beraktivitas kembali ke galeri lukisan untuk mempersiapkan pemeran lukisannya, Arkanendra sebagai suami juga tak pernah membatasi gerak Nayyara dalam berkarir pada bidang Seni.

Meskipun sudah menjadi seorang istri, Nayyara juga bisa kembali aktif di galeri seperti biasa. Ia merasa lega karena mertuanya juga mengizinkannya tetap aktif bekerja, hari ini Nayyara pergi sendiri tanpa di antar oleh Arka.

Meski masih sedikit canggung saat berbicara dengan mertuanya namun Nayyara sudah bisa lebih bisa menyesuaikan diri. 

“Wah, nanti kamu dijemput lagi sama pak Arka dong, Nayyara?” tanya Shela, teman satu galeri yang merupakan adik sepupunya Dimas. Gadis itu memang masih sangat mengagumi sosok Jaksa Arka.

“Mungkin saja, udah biasa lho kalo suami jemput istri, tapi dia belum menelepon. Mungkin masih sibuk di kantor,” jawab Nayyara.

“Wah, dia itu keren sekali! Tampan, berwibawa, dan menjadi kebanggaan masyarakat, hahaha… aku benar-benar mengaguminya. Andai saja dia jadi suamiku” kata Shela antusias.

“Haish, istrinya di depan Kamu lho, bawel! Ayo kita pulang naik busway saja, nanti malah kemalaman,” jawab Nayyara kesal, sedikit merasa cemburu mendengar pujian itu.

“Baiklah, baiklah beib ku sayang jangan cemburu ngamuk, aku cuma canda ahh!” Cengir sahabatnya. 

Nayyara melirik jam tangannya, lalu terkejut dan menoleh ketika melihat seorang pria tampan bersetelan jas hitam yang rapi sedang berjalan mendekatinya.

“Nay apa kabar?" Sapa Dimas tiba-tiba ada di sini.

“Lho pak Dimas, tumbenan?” tanya Nayyara sambil menatap bingung, begitu juga dengan Shela. Dalam hati dia heran kenapa tiba-tiba Dimas menemuinya. 

“Nayyara Maaf, bolehkah kita bicara sebentar?” Mohon Dimas dengan bahasa formal, Shela juga kaget kakak sepupunya bersikap seperti itu. Pria itu menatap wajah gadis itu lekat-lekat, tak bisa menyembunyikan kekagumannya. Sejak lama dia memang menyukai Nayyara namun tak pernah berbalas sama sekali cintanya.

Dimas kagum, ternyata ada gadis secantik dia, bahkan perawakannya begitu menarik dan anggun.

“Silakan, pak Dimas. Saya akan mendengarkan,” jawab Nayyara yang masih merasa heran dan bingung, tapi tetap mengangguk sopan. Pria yang bekerja sebagai pengacara itu tersenyum ramah, lalu menunjuk sebuah mobil BMW hitam yang terparkir tak jauh dari situ.

“Itu mobil saya. Bolehkah kita mencari tempat yang lebih tenang untuk mengobrol? Hal ini cukup penting Nay” 

“Tapi maaf, saya ingin tahu dulu apa maksud dan tujuan pembicaraan ini?”

“Mengenai ayah kandungmu, Pak Kadir Wiryawan,” jawab Dimas pelan namun jelas.

"A...apa?"  Wajah Nayyara seketika memerah karena terkejut mendengarnya.

“Baiklah pak. Tunggu sebentar saya akan pamit dulu pada teman saya supaya dia pulang duluan. Tunggu sebentar ya." 

Dimas mengangguk mengerti, lalu menunggu sampai Nayyara siap dan ikut bersamanya menuju mobil. 

“Ini adalah salinan akta kelahiranmu. Di situ tertera nama Sulistiawati dan Kadir Wiryawan sebagai orang tuamu, Nayyara,” jelas Dimas sambil menyerahkan dokumen itu saat mereka sudah ada di dalam cafe tempat mengobrol dengan lebih leluasa.

Nayyara mengangguk perlahan, lalu mulai membaca lembaran kertas tersebut dengan seksama, sejak kecil memang dia tahu jika ibunya sudah meninggal dunia tak lama setelah melahirkan dia, lalu ibu angkatnya mengasuh dia di Panti asuhan, ayah kandungnya menghilang sejak Nayyara masih di dalam kandungan, ada yang bilang karena pernikahan Sulis dan pak Kadir tak direstui oleh kakek dan nenek Nayyara dulu..

“Pak Kadir memberikan kuasa hukum kepadaku selaku pengacaranya untuk mengurus hak dan statusmu, termasuk mengakui dirinya sebagai wali sah, karena dia adalah ayah kandungmu.”

“Di mana ayah kandung aku sekarang? Mengapa dia tidak datang sendiri untuk menyampaikan semua ini?” tanya Nayyara.

“Sebenarnya dia ingin melakukannya sendiri, namun saat ini ada halangan yang cukup besar yang menghadangnya. Jika kamu bersedia, saya bisa mengantarkanmu untuk bertemu dengannya sekarang juga.”

“Baiklah, antarkan saya ke tempat dia berada. Masih banyak hal yang ingin saya tanyakan kepadanya,” jawab Nayyara tegas.

Dimas tersenyum puas, lalu berdiri dari tempat duduknya di kafe tempat mereka mengobrol.

****

Kantor Kepolisian polda metro jaya 

Begitu tiba dan turun dari mobil Dimas, Nayyara kembali merasa terkejut. Mengapa pria itu membawanya ke kantor kepolisian polda metro jaya.

"Pak Dimas… kenapa kita berakhir di sini?” tanyanya cemas.

“Nanti kamu akan mengerti. Pak Kadir memang sedang berada di tempat ini. Ayo ikut saya masuk.” Nayyara pun mengikuti langkah Dimas memasuki gedung kantor kepolisian yang luas dan masih terlihat ramai dengan aktivitas petugasnya dan banyak kegiatan yang beraneka ragam.

“Anda pengacara dari tersangka Kadir Wiryawan?” tanya seorang petugas polisi yang menghadang mereka sebentar.

“Benar. Bolehkah saya menjenguk klien saya sekarang? Putri kandungnya ingin bertemu dengan beliau,” jawab Dimas.

Wajah Nayyara langsung berubah pucat mendengar percakapan itu.

“Pak Dimas… apa maksud perkataan petugas itu? Apa yang terjadi dengan ayah saya?” tanyanya dengan suara gemetar

“Tenang saja, jangan khawatir. Dia dalam keadaan sehat dan baik-baik saja,” jawab Dimas menenangkan.

Sementara itu, AKBP Syarif yang berdiri tak jauh dari situ mengerutkan dahi, merasa wajah gadis di samping Dimas terasa sangat akrab. Sepertinya dia pernah melihat Nayyara sebelumnya, tapi lupa di mana. Lalu dia kaget saat sadar dan ingat jika perempuan itu ternyata istri dari jaksa Arka.

“Kami sedang menyusun berita acara pemeriksaan. Setelah Jaksa Arka selesai melakukan pemeriksaan terhadap Pak Kadir, barulah Anda bisa masuk menemui klien Anda,” jelas AKBP Syarif.

Mendengar nama Jaksa Arka disebut, Nayyara terkejut bukan main. Apakah yang dimaksud itu adalah Jaksa Arka, suaminya? Jadi suaminya yang mengurus kasus ayah nya.

Dugaan itu terbukti benar. Tak lama kemudian, Nayyara melihat sosok yang dikenalnya keluar dari ruang pemeriksaan bersama seorang perwira yang tampak menjabat posisi tinggi di kantor itu.

"Sepertinya interogasi nya sudah selesai, anda boleh menunggu pak Kadir di ruangan berkunjung, silahkan"

"Terima kasih pak petugas"

"Lho Nay, kok kamu disini?" Arka tentu saja kaget. "Mas.. aku juga nggak tahu kalo kamu juga di sini" Arka yang baru saja hendak pergi dari ruangan itu terkejut, kenapa di sini bisa ada Nayyara, dan dia malah bersama pengacara sombong itu.

"Kamu tadi datang bersamanya? Kenapa kamu bisa bersamanya?" Arka memicingkan matanya ke arah Dimas. Dia cemburu, tentu saja dia tak suka melihat lagi pengacara satu ini, yang sempat beradu mulut dengannya tadi soal kasus pak Kadir.

"Ah saya baru ingat jika pak Arka juga mengenal mbak Nayyara"

"Hah apa katamu??" Arka melirik Nara yang mulai bingung dengan adu mulut dua pria itu.

"Dia ke sini atas permintaan tuan Pak Kadir, mbak Nayyara ini adalah putri kandungnya yang selama ini dia cari"

"APA KATAMU??" Arka makin melotot kaget, dia menatap bola mata karamel Nayyara yang mengangguk pelan, lalu spontan menarik lengan mulus istrinya. 

"Yak Nay....pengacara sinting itu tak bercanda kan?"

"Iya dia yang menemuiku tadi, pak Dimas tadi bawa bukti surat akte kelahiranku mas, dia ayah kandungku"

"Apa katamu?? Astaga, ya tuhan"

Arka mengusap wajahnya frustasi, apa-apaan ini, Kasus yang dia tangani, dan tersangka pembunuh itu adalah ayah kandung dari istrinya sendiri.

1
Ananda Boy
next kak 😍
Vedyta: siap kak😍
total 1 replies
Ananda Boy
ketahuan istri kan 😭🤣
Ananda Boy
weess wes 😭😭
Ananda Boy
lhoo ternyata 🤭😄
Ananda Boy
ketinggalan 🤭
Ananda Boy
knp next
Ananda Boy
ini Henry yg tmen nya Dimas ka?
Vedyta: iya bener ka
total 1 replies
Ananda Boy
lanjut ka 😍
Ananda Boy
keren 👍
Ananda Boy
next kak
Ananda Boy
seru banget 😍
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰 buku ini bagus banget genre ini aku sukaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!