NovelToon NovelToon
Jalur Baru

Jalur Baru

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Karena jalan yang lama sudah tidak bisa digunakan. Maka dibuatlah jalan yang baru. Sebuah jalur baru untuk para pemudik yang selalu rindu ingin pulang ke kampung halaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perjalanan Terakhir

"Kamu sudah hubungi kakak mu?",

"Ibu saja",

"Ibu kan sedang nyetir sayang",

"Ya sudah mana?",

"Pakai hp ibu ya?",

Adik Liontin terlampau gengsi untuk menghubungi saudara perempuannya yang jarang pulang.

Kedekatan mereka tidak serekat waktu masih anak-anak dulu semenjak berjarak menjadi orang dewasa yang penuh dengan kesibukan dan perkara sendiri-sendiri.

⬅️

LEWAT JALUR BARU

"Nggak diangkat Bu",

"Ya sudah kirim pesan saja",

"Kakakmu pasti sedang sibuk dengan hidupnya",

Adik Liontin memfoto tempat dimana mereka sekarang berada.

Masuk ke jalan jalur baru.

"Kenapa lewat sini sih Bu?",

"Kaya di tengah hutan",

"Ini memang di tengah hutan sayang",

"Ini kan jalur baru yang belum lama dibuka",

"Ya seperti ini tampilannya",

"Jalannya belum sepenuhnya jadi",

"Memang jalan yang dulu nggak bisa dibenerin?",

"Ibu juga nggak tahu",

"Jalur yang dulu sudah rusak parah",

Siang yang muram ditandai dengan kemunculan beberapa awan yang kelabu itu.

Bukan kawan baik dalam sebuah perjalanan yang diniatkan untuk menyenangkan.

"Kuliah kamu apa kabar?",

"Sebentar lagi juga selesai Bu",

"Bukannya kamu sekarang sudah skripsi?",

"Tahun lalu juga bilangnya begitu",

"Ya sabar Bu",

"Kamu keasyikan main apa sampai kuliah belum rampung-rampung?",

"Duh... Kenapa Bu?",

"Ibu juga tidak tahu",

"Tiba-tiba mati sendiri",

Di tengah percakapan ibu dan anak yang klise itu.

Tiba-tiba mobil mereka mogok.

Keduanya pun sama-sama turun untuk memeriksa apa yang sebenarnya terjadi.

"Tidak ada apa-apa",

"Tapi kenapa mesinnya mendadak mati?",

Sesudah dilakukan pemeriksaan. Ibu dan anak itu tidak menemukan masalah penyebab mobil mereka tidak mau menyala lagi.

Karena pengetahuan mereka sudah mentok.

Mereka mau tidak mau harus meminta jasa pertolongan orang lain yang lebih mahir.

"Coba kamu hubungi bengkel terdekat",

"Mana ada di sini bengkel mobil?",

"Kamu coba dulu",

Adik Liontin mencari-cari jalan keluar lewat peramban.

Ditemukanlah sebuah iklan bengkel terdekat yang nomornya bisa dihubungi.

"Bagaimana?",

"Bisa?",

"Bisa sih bisa",

"Tapi sampai sini katanya sore",

"Jam lima atau jam enam bilangnya",

"Ya sudah kita tunggu",

"Semoga ada orang lain yang lewat",

Dan memang kenyataannya semenjak mereka masuk melalui jalur baru.

Tidak ada seorang pun yang terlihat melintas bersama atau pun berpapasan dengan mereka.

Tidak ada kendaraan roda empat, kendaraan roda dua, kendaraan roda tiga dan kendaraan yang tidak beroda sekali pun.

"Ini aneh nggak sih Bu?",

"Aneh kenapa?",

"Vibe nya kaya habis ada orang yang meninggal",

"Seperti di acara pemakaman",

"Hush... ",

"Tidak boleh ngomong gitu",

"Jaga mulut kamu",

"Mau kemana?",

"Cari tempat kencing",

Adik Liontin masuk ke dalam hutan menyeberangi garis pinggir jalan yang semakin sepi.

Selesai buang air di samping pohon. Ia melihat ada seseorang yang sedang sibuk mondar-mandir.

Adik Liontin menghampiri orang berpakaian lusuh yang menggendong tas bambu itu.

"Permisi pak",

Orang tua yang wajahnya dipenuhi rambut beruban itu menjawab panggilan.

"Ada apa?",

Suaranya kalem dan sikapnya ramah.

"Mobil saya mogok pak",

"Bisa minta tolong nggak ya?",

"Orang seperti saya mana tahu soal mesin mas",

"Masnya telpon bengkel saja biar diderek",

"Sudah pak",

"Kalau begitu tunggu saja mas",

"Semoga orang bengkelnya segera datang",

"Masnya tunggu di mobil saja",

"Kalau di dalam hutan bahaya mas",

"Aku tidak punya apa-apa mas",

"Maaf ya, aku jadi tidak bisa bantu",

Orang itu pergi meninggalkan adik Liontin sendiri.

Orang itu sedang mencari tumbuhan yang bisa untuk dimakan.

Terlihat di dalam tas bambunya ada banyak tumbuhan rambat yang bisa dijadikan sayur.

Adik Liontin kembali ke tempat dimana ibunya sudah menunggu.

"Kenapa lama?",

"Hati-hati kesasar",

"Tadi aku ketemu orang",

"Kenapa kamu tidak minta tolong kepadanya?",

"Sudah Bu",

"Tapi dia bilang dia tidak bisa membantu",

Waktu begitu cepat berlalu di pinggir jalan jalur baru yang menjadi sunyi.

Petang pun datang dan tidak ada satu pun orang yang datang menghampiri mereka sesudah menunggu berjam-jam.

"Permisi",

Tiba-tiba seseorang yang ditemui oleh adik Liontin di dalam hutan datang kepada mereka.

Pakaiannya sudah bersalin bersih dan serba hitam.

"Ini aku mas yang tadi",

"Iya pak",

"Sebentar lagi malam mas, Bu",

"Bagaimana kalau mas dan ibu menunggu di rumah saya",

"Rumah saya di dekat sini",

"Nanti kalau orang bengkelnya datang bagaimana?",

"Kalau sudah malam begini tidak ada orang yang berani lewat sini Bu",

"Ibu dan masnya bisa istirahat dan makan malam di rumah saya",

Ibu dan adik Liontin tidak punya pilihan yang lebih baik.

Mereka mengikuti orang yang baru dikenalnya itu pulang ke sebuah rumah yang tidak jauh.

Rumah gubuk yang sederhana di dalam kawasan hutan

"Masuklah",

"Apakah kamu tinggal sendirian?",

"Aku tinggal bersama anak-anakku",

"Maksudku apakah tidak ada rumah warga yang lain?",

"Tidak ada, hanya aku dan keluargaku saja yang tinggal di sini",

"Makanlah makanan di meja itu",

"Masih hangat",

"Aku baru saja memasaknya",

"Terimakasih",

"Terimakasih pak",

"Bapak baik sekali",

"Silahkan... jangan sungkan",

"Guk... Guk... ",

"Guk... Guk... ",

"Guk... Guk... ",

"Guk... Guk... ",

"Suara anjing?",

"Anjing?",

Terdengar suara gonggongan anjing yang bergerombol dari luar rumah.

"Banyak sekali anjingnya",

"Di hutan ini banyak anjing hutan ya pak?",

"Banyak",

"Mereka anak-anakku",

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!