NovelToon NovelToon
Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Dijodohkan Dengan Pewaris Berbahaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / CEO
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Reyanza Rayyan Fahlevy

Pernikahan itu tidak lahir dari cinta. Melainkan dari sebuah kesepakatan. Ketika keluarga Alyssa berada di ambang kehancuran, satu-satunya jalan keluar adalah menerima tawaran keluarga Maheswara. Menikah dengan Alvaro Regantara Maheswara. Pria yang terkenal dingin. Pria yang dijuluki pewaris paling berbahaya. Pria yang bahkan tidak percaya pada cinta. Bagi Alyssa, pernikahan itu seperti masuk ke dalam sangkar emas. Mewah. Indah. Tapi menyesakkan. Namun semakin lama mereka bersama, Alyssa mulai melihat sisi Alvaro yang tidak pernah diketahui siapa pun. Sisi yang terluka. Sisi yang kesepian. Dan perlahan kebencian berubah menjadi perasaan yang jauh lebih berbahaya. Cinta. Tapi ketika rahasia masa lalu Alvaro terungkap dan mantan tunangannya kembali untuk merebut segalanya. Akankah pernikahan yang dimulai karena ambisi itu berakhir menjadi cinta? Atau justru menjadi kehancuran bagi keduanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyanza Rayyan Fahlevy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Atmosfer di dalam mansion Maheswara belum sepenuhnya pulih dari ketegangan konfrontasi malam itu ketika sebuah titah mutlak dari puncak tertinggi silsilah keluarga datang mengetuk pintu mereka. Mahendra Maheswara, sang patriark berdarah dingin yang memegang kendali penuh atas takhta keluarga, mengirimkan sebuah undangan resmi berlapis emas melalui utusan pribadinya.

Mahendra meminta atau lebih tepatnya, memerintahkan Alvaro dan Alyssa untuk menghadiri Gala Bisnis Tahunan Maheswara Group yang akan digelar di hotel bintang lima termewah di ibu kota. Ini bukan sekadar acara makan malam biasa; ini adalah gala bisnis terbesar tahun itu, sebuah panggung publik di mana seluruh elite korporasi, investor asing, dan media papan atas berkumpul.

Mahendra ingin dunia melihat Alvaro dan Alyssa tampil bersama untuk pertama kalinya sebagai pasangan suami istri resmi, sekaligus sebagai penegasan mutlak atas aliansi baru yang kokoh.

Alyssa menatap kartu undangan mewah itu di meja riasnya dengan helaan napas berat. Sifat taktisnya tahu betul bahwa ia tidak memiliki pilihan selain ikut. Menolak perintah Mahendra sama saja dengan bunuh diri bagi posisi Pradipta Group yang saat ini masih dalam masa transisi restrukturisasi. Suka atau tidak, ia harus mengenakan topengnya kembali.

"Jangan cemas, Alyssa. Kau akan menjadi wanita tercantik malam ini," suara lembut Helena Maheswara memecah keheningan kamar.

Wanita paruh baya yang elegan itu datang membawa dua asisten pribadi dan beberapa boks beludru besar berisi koleksi gaun malam rancangan desainer haute couture terkemuka. Dengan mata indahnya yang jeli, Helena membantu menyortir pakaian, menolak beberapa gaun yang dirasanya terlalu mencolok, hingga pandangannya jatuh pada sebuah gaun malam berbahan sutra satin premium berwarna biru dongker.

Gaun itu berpotongan sabrina klasik dengan siluet mermaid yang memeluk lekuk tubuh Alyssa dengan sempurna tanpa terkesan berlebihan. Desainnya yang minimalis namun berkelas sangat cocok dengan karakter Alyssa yang cerdas dan bermental baja. Helena juga memasangkan seuntai kalung berlian tipis dengan liontin safir kecil di leher jenjang Alyssa.

"Sempurna," puji Helena dengan mata berbinar bangga saat melihat Alyssa berbalik menghadap cermin besar. "Anggun, memukau, dan memancarkan aura seorang Nyonya Maheswara sejati."

Ketika malam gala tiba, aula besar ballroom hotel megah itu telah dipadati oleh ratusan tamu undangan penting yang mengenakan tuksedo dan gaun mewah. Kilatan lampu kamera dari jurnalis bisnis menerangi setiap sudut karpet merah.

Pintu ganda ballroom terbuka, dan seisi ruangan seketika hening selama beberapa detik sebelum riuh bisikan kagum mulai terdengar.

Alvaro melangkah masuk dengan setelan tuksedo hitam yang melekat sempurna pada tubuh tegapnya yang atletis. Di lengannya, Alyssa berjalan dengan dagu terangkat anggun, melangkah dengan ritme yang selaras. Seluruh tamu yang hadir terpesona melihat pasangan tersebut. Mereka tampak seperti perwujudan dari kekuatan, kekuasaan, dan keindahan yang tiada tara sebuah pasangan emas yang siap memimpin dinasti Maheswara.

Namun, di balik senyuman menawan yang mereka tampilkan dengan sangat profesional untuk konsumsi publik dan jepretan kamera, hubungan mereka di balik layar masih dipenuhi jarak yang membeku. Sentuhan tangan Alyssa pada lengan Alvaro terasa formal dan berjarak, seolah ada dinding kaca tak kasat mata yang tebal di antara dada mereka. Mereka berdansa, menyapa kolega, dan bersulang dengan kepatuhan mutlak pada klausul kontrak, tanpa ada satu pun emosi nyata yang lolos dari balik topeng masing-masing.

Di sudut seberang, di dekat air mancur cokelat dekoratif, berdiri seorang wanita yang mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kuku-kukunya memutih.

Vanessa, putri dari salah satu taipan energi yang sejak lama mengincar posisi di samping Alvaro, tidak bisa menyembunyikan kecemburuannya yang membakar dada. Matanya yang menyala penuh kebencian terus menatap lekat ke arah Alvaro yang berdiri tegap, menjaga dan mendampingi Alyssa di sisinya sepanjang malam tanpa sedetik pun membiarkan wanita itu sendirian. Bagi Vanessa, posisi di samping sang predator Maheswara itu seharusnya menjadi miliknya, dan melihat Alyssa berdiri di sana dengan keanggunan yang tak tertandingi membuat rasa irinya berubah menjadi ambisi yang berbahaya.

...****************...

Alyssa dapat merasakan tatapan menusuk dari sudut, namun sifat taktisnya memilih untuk mengabaikan hal itu. Ia tetap mempertahankan senyuman korporatnya yang menawan saat seorang investor asing dari Singapura menyapa mereka.

"Ah, Tuan Alvaro, pernikahan Anda benar-benar mengejutkan seluruh jagat bisnis," ucap pria paruh baya itu sembari mengangkat gelas sampanyenya ke udara. "Dan Nyonya Alyssa... kecerdasan Anda dalam mengelola Pradipta Group sudah lama terdengar di kalangan kolega kami. Anda berdua benar-benar pasangan yang serasi."

"Terima kasih, Tuan Cheng. Pujian Anda adalah kehormatan bagi kami," sahut Alvaro. Suaranya terdengar begitu tenang, berwibawa, dan sarat akan karisma seorang pemimpin.

Saat mengucapkan kalimat itu, Alvaro perlahan menggeser posisi berdirinya. Tanpa disadari oleh orang lain, tubuh tegapnya kini sedikit menghalangi pandangan dari arah sudut tempat Vanessa berada, seolah insting pelindungnya secara otomatis bekerja untuk membentengi Alyssa dari tatapan penuh kebencian yang diarahkan pada istrinya.

Sentuhan tangan Alyssa di lengan Alvaro sedikit mengencang karena refleks terkejut atas pergeseran posisi itu. Otak cerdasnya langsung menangkap apa yang sedang dilakukan Alvaro. Pria itu, terlepas dari segala kebekuan di antara mereka, tetap menjalankan perannya sebagai pelindung dengan sangat taktis dan rapi di depan publik.

Di seberang ruangan, Vanessa yang menyadari pergerakan Alvaro semakin meradang. Napasnya memburu tertahan. Ia beralih menenggak habis segelas sampanye di tangannya dengan gusar, lalu melangkah lebar mendekati Arsen yang kebetulan baru saja memasuki area VIP bersama beberapa petinggi Maheswara Group.

"Arsen," panggil Vanessa dengan nada tertahan, mencoba meredam kecemburuan yang bergejolak di wajah cantiknya. "Kau bilang pernikahan kontrak mereka hanya bertahan di atas kertas. Tapi lihat kakak sepupumu itu. Dia tidak melepaskan pandangannya dari wanita itu sepanjang malam."

Arsen menghentikan langkahnya, melirik ke arah Alvaro dan Alyssa yang masih menjadi pusat perhatian di tengah. Senyuman ramah khas Arsen terkembang tipis, namun sepasang matanya berkilat dingin penuh kalkulasi.

"Tenanglah, Vanessa," bisik Arsen pelan, bersandar pada pilar marmer sembari menatap interaksi sepupunya. "Alvaro hanya sedang memainkan perannya dengan sangat baik di depan Kakek Mahendra. Jangan biarkan emosimu merusak rencana kita. Ingat, dinding es Alvaro tidak akan mudah runtuh hanya karena seorang wanita dari Pradipta Group."

Meskipun Arsen berkata demikian untuk menenangkan Vanessa, di dalam hatinya sendiri, riak kecemasan mulai muncul. Sebagai pria yang jeli, Arsen menyadari ada sesuatu yang berbeda dari cara Alvaro berdiri mendampingi Alyssa malam ini. Itu bukan sekadar gestur formal seorang pebisnis yang sedang memamerkan asetnya; ada seulas proteksi nyata yang tidak bisa disembunyikan oleh topeng dingin sang predator. Perang perebutan takhta Maheswara ini tampaknya akan menjadi jauh lebih menarik dan jauh lebih berbahaya daripada yang ia perkirakan sebelumnya.

...****************...

Di tengah kilatan lampu kilat media dan denting gelas kristal, Alyssa mulai merasa penat dengan kepalsuan yang melingkupi atmosfer. Sifat taktisnya memperingatkan bahwa ia butuh waktu beberapa menit untuk lepas dari sorotan publik sebelum tenaganya terkuras habis untuk memasang senyum korporat.

"Tuan Alvaro, saya izin ke toilet sebentar," bisik Alyssa sangat pelan, memastikan hanya pria di sebelahnya yang bisa mendengar.

Alvaro menoleh, menatap wajah Alyssa sejenak. Ia menyadari ada guratan kelelahan yang samar di balik riasan wajah istrinya yang memukau. "Perlu kuantar?" tanya Alvaro dengan nada bariton yang terdengar sangat wajar bagi telinga orang lain, namun ada nada proteksi tak kasat mata yang terselip di sana.

"Tidak perlu. Saya bisa sendiri," jawab Alyssa lembut sembari melepaskan tautan tangannya di lengan Alvaro secara perlahan.

Alyssa melangkah anggun membelah kerumunan, menuju koridor luar yang mengarah ke area VIP yang jauh lebih sunyi. Udara dingin dari pendingin ruangan di koridor itu terasa menyegarkan setelah terjebak di tengah lautan manusia di dalam aula utama.

Namun, baru saja Alyssa mencuci tangannya di wastafel marmer dan merapikan tatanan rambutnya, pintu terbuka dengan hentakan yang agak kasar. Dari pantulan cermin besar di hadapannya, Alyssa melihat Vanessa masuk dengan langkah anggun yang dipaksakan, disusul dengan tatapan mata yang menyalang penuh permusuhan.

Alyssa membalikkan tubuhnya dengan tenang, mengaktifkan mental bajanya dalam sekejap. Sifat cerdasnya langsung tahu bahwa wanita di depannya ini datang untuk mengibarkan bendera perang.

"Jadi, kau adalah Alyssa Pradipta?" Vanessa membuka percakapan dengan nada mencemooh, bersedekap di depan dada sembari menatap Alyssa dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Kekuatan Pradipta Group ternyata hanya sebatas menjual putrinya demi restrukturisasi utang pada Maheswara."

Mendengar penghinaan itu, Alyssa tidak terpancing emosi. Senyuman tenang penuh wibawa justru terukir di wajah cantiknya. "Jika yang Anda maksud adalah aliansi strategis yang menguntungkan kedua belah pihak, maka jawabannya adalah iya, Nona Vanessa. Dan sejauh ini, kerja sama kami berjalan dengan sangat mengagumkan."

Vanessa melangkah maju, memperkis jarak dengan rahang yang mengeras karena kesal melihat ketenangan Alyssa. "Jangan berlagak sombong, Alyssa. Aku tahu persis siapa Alvaro. Dia adalah pria dingin yang tidak memiliki hati. Pernikahan ini hanya panggung sandiwara untuk memuaskan Tuan Besar Mahendra. Begitu kontrak kalian selesai, kau tidak akan lebih dari sekadar sejarah usang di hidupnya."

"Mungkin Anda benar," sahut Alyssa dengan nada yang teramat santai, melangkah mendekati Vanessa tanpa ada rasa takut sedikit pun. "Namun, terlepas dari apakah ini sandiwara atau bukan, kenyataannya adalah malam ini... sayalah yang berdiri di samping Alvaro sebagai istrinya yang sah di hadapan seluruh elite negeri ini. Bukan Anda."

Kalimat menohok dari Alyssa laksana tamparan keras yang membakar habis sisa kesabaran Vanessa. Sebelum wanita itu sempat melayangkan makian lebih lanjut, Alyssa sudah melangkah melewati dirinya dengan keanggunan seorang pemenang, meninggalkan Vanessa yang gemetaran menahan amarah yang meledak-ledak di dalam keheningan toilet mewah tersebut.

1
Reni Anjarwani
lanjut thor semoga arsen dan. vanessa bisa hancur
Reni Anjarwani
lanjuttt trs💪💪💪
reyanzarayyanfahlevy_: iya kak, masyaallah kalau kakaknya suka jadi senang deh😍
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjuttt💪💪
Reni Anjarwani
keren thor bisa up berdoubel2
reyanzarayyanfahlevy_: Alhamdulillah kak, bisa akhirnya...💪
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
THE GIRL COOL😑
Alvaro sudah nempel di hati nya 🤣🤣
reyanzarayyanfahlevy_: wkwkwkwk
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
reyanzarayyanfahlevy_: udah ya kak😍
total 1 replies
Reni Anjarwani
jadi orang kok jahat bgt yaa vanesaa dan arsen karna ambisius
reyanzarayyanfahlevy_: emang gitu kak😭
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjyt
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
reyanzarayyanfahlevy_: nanti ya kak, kalau udah bab 36 aku up double
total 1 replies
Reni Anjarwani
doubel up thor
reyanzarayyanfahlevy_: waduh😭😍😍😍
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut semanggat doubel up😍
reyanzarayyanfahlevy_: iyaaa, iyaa kak😭😍😍
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
bagyuuuuusssss
THE GIRL COOL😑
hampir aja Alyssa ketabrak😭 gue kaget
THE GIRL COOL😑: kwwkkwkw🤣🤣🤣
total 2 replies
THE GIRL COOL😑
peransaran gue sama foto nya
THE GIRL COOL😑
wkwkwk! pas di meja makan gue sampe mau ketawa untuk ke tahan😭
THE GIRL COOL😑
gue baca nya ngakak banget!!! bagus thor kau berbakat👍👍👍😍
reyanzarayyanfahlevy_: hehehhe bisa aja😍, masih pemula kakak😭😍
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
🤣🤣🤣
THE GIRL COOL😑
gue kadang heran... Alvaro sama cewek nya Alyssa sama "AL" depan nya😍
reyanzarayyanfahlevy_: iyaaaapppp🤭
total 1 replies
THE GIRL COOL😑
brak² aja🤣 sabar²👍
reyanzarayyanfahlevy_: wkwkwk🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!