NovelToon NovelToon
A Dominant

A Dominant

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:477.8k
Nilai: 5
Nama Author: lizbethsusanti

# Area 21+ #

Season satu di kisah ini, menceritakan pertemuan seorang gadis berumur delapan tahun dengan pria dewasa yang memiliki karakter dingin, arogan dan selera yang unik. Pria itu adalah A Dominant yang menakutkan.

Apa yang akan terjadi setelah pertemuan itu?

Di season dua, menceritakan pertemuan seorang gadis mandiri yang cerdas dengan seorang pria yang memiliki karakter yang hangat, ramah dan sangat menarik. Kedua sejoli itu sama-sama A Dominant. Tapi, pria itu mendekati si gadis, karena misi balas dendam dari mamanya.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Bersalah

Ares tampak kebingungan saat ia menyentuh kemudi mobilnya. Dan pada akhirnya, konglomerat muda nan tampan itu, memilih untuk kembali ke kantor dan merenung di sana. Entah kenapa, setelah memberikan hukuman untuk Hana, dia justru merasa bersalah. Rasa bersalah yang hinggap di hatinya, adalah rasa yang kembali asing bagi hatinya yang selalu dingin dan tidak berperasaan.

Ares mengabaikan bunyi dering ponselnya. Dia membutakan mata dan menulikan telinganya dengan keadaan yang ada di sekitarnya dan pikiran kacau balau tidak bisa fokus bekerja hanya karena satu nama, Hana Prakas.

"Tuan. Anda jadi ke kampusnya Nyonya? Mirna menelepon saya barusan" Handoko menatap Ares dengan penuh tanda tanya karena asisten yang sangat setia kepada tuannya itu, baru pertama kali melihat, tuannya melamun dan tidak fokus bekerja seharian penuh.

Ares tersentak dari lamunannya dan membuka suara, "Hmm?"

"Anda belum muncul di kampusnya Nyonya. Mirna menanyakan ke saya, apa Tuan jadi menjemput Nyonya? Kalau tidak, Mirna akan tetap di sana menunggu Nyonya"

"Aku tidak tahu" sahut Ares.

Handoko menundukkan wajahnya untuk mengambil ponsel yang ia masukkan ke dalam kantong celana panjangnya sambil berucap, "Kalau gitu, saya akan menghubungi Mirna untuk tetap di sana karena,........." Handoko tersentak kaget saat melihat Ares sudah berdiri tepat di depannya.

Ares berkata, "Aku akan ke kampusnya Hana. Ayok!"

"Saya ikut, Tuan?" Handoko memasang wajah linglung.

"Hmm! Ayok!" Ares berucap sembari melangkah lebar mendahului Handoko.

Handoko segera mengekor tuannya dengan terus menautkan alisnya.

Ada apa dengan Tuan Ares hari ini? Kerja nggak fokus dan sepertinya, beliau habis menangis. Tapi, masak iya beliau menangis? Beliau kan, nggak pernah punya perasaan apapun selama ini. Selalu dingin terhadap apapun selama ini. Kok aneh?" Batin Handoko sembari terus berjalan mengikuti langkahnya Ares Laco menuju ke parkiran mobil.

Dua puluh menit kemudian, Handoko telah berhasil mengantarkan Ares Laco dengan selamat di kampus tempat Hana menimba ilmu.

Handoko dan Ares turun dari dalam mobil dengan arah tujuan yang berbeda. Handoko melangkah ke Mirna dan Area melangkah ke perpustakaan.

Ares menaiki tangga perpustakaan dengan langkah ragu dan sangat pelan saat ia melihat sosok Hana dari kejauhan dan tanpa ia tahu sebabnya, jantungnya berdebar-debar.

Jantung Ares berdebar-debar untuk alasan yang tidak jelas, namun hatinya tertusuk jelas oleh rasa bersalah. Hati Ares didekap oleh rasa bersalah yang begitu besar. Dia menyadari bahwa dirinya adalah laki-laki brengsek yang tega membuka segel seorang gadis manis dan lugu seperti Hana Prakas.

Ares Laco menghentikan langkahnya danberdiri di belakangnya Hana dan tidak berani untuk menepuk pundaknya Hana atau menyapa Hana. Dia bergeming dan terus menatap punggungnya Hana dari jarak satu setengah meter. Handoko yang menunggu di dalam mobil semakin dibuat kebingungan dengan sikap Ares Laco saat ia melihat dari balik kaca mobil, seorang Ares Laco, sang Don Juan, hanya mematung di belakang seorang gadis.

Sandra tersentak kaget saat ia melihat sosok laki-laki yang berdiri tidak jauh di belakangnya Hana.

Sandra bergumam lirih ke Hana, "Suami kami sudah datang, tuh. Aku pulang dulu ya" Sandra berbalik badan lalu berlari kecil meninggalkan Hana.

Hana menoleh ke belakang dan gerakan dadakan itu, membuat kakinya terantuk kaki meja dan saat Hana hampir terjatuh, Ares berlari dan menangkap tubuhnya Hana.

Es teh yang Hana baru Hana sesap sebanyak tiga kali, tumpah sempurna di atas jas dan sampai ke kemeja yang ada di balik jasnya Ares.

Hana secara refleks berdiri tegak, berkata, "Maaf" beberapa kali dan menyentuh dada Ares.

Ares tersentak kaget dan tanpa sadar ia melenguh saat tangan hangatnya Hana mendarat di dadanya menggantikan dinginnya es yang tumpah di kemejanya dan tembus sampai ke dadanya.

Ares langsung menarik tangan Hana ke atas dan mendelik sambil menggeram, "Jangan sentuh dadaku!"

Hana langsung menarik tangannya dan mematung saat ia melihat Ares membuka jas dan kemejanya lalu menyerahkannya ke Handoko yang langsung berlari dan berdiri di sampingnya.

"Tu....tuan bertelanjang dada?" Hana langsung menoleh ke kanan dan ke kiri untuk melihat keadaan di sekitarnya saat ia melihat suaminya bertelanjang dada di dalam area kampus.

"Tentu saja tidak. Handoko selalu menyediakan baju ganti di mobil" Ares berucap sembari memakai kaos oblong bermerk fantastis.

"Hebat ya Kamu, Hana Prakas! Sudah berani mengguyur suami kamu dengan es teh?" Ares menatap tajam ke Hana dan Hana langsung berkata lantang, "Saya tidak sengaja kan, Tuan. Jadi, maafkan saya!?"

Deg! Kilatan cahaya yang nampak di kedua bola mata cantiknya Hana Prakas membuat hati Ares kembali diserang gelitikan aneh.

Baru kali ini aku menemukan gadis yang tidak merasa takut padaku. Batin Ares.

Ares tidak kuasa menahan daya pikat kedua bola mata indahnya Hana. Laki-laki berhati dingin itu segera berbalik badan sambil berucap, "Ikut aku! Kita makan dulu"

Hana terpaku melihat sikap dinginnya Ares. Dari buku novel romansa, antologi cerpen dan beberapa buku tentang cinta yang pernah ia baca, seharusnya seorang suami akan bersikap manis kepada istrinya setelah mereka menyatukan raga mereka di malam pertama pernikahan mereka. Tapi, semua hal manis tidak ia dapatkan dari Ares padahal ia telah menyerahkan kesuciannya dengan penuh pengabdian sebagai istri sahnya Ares Laco.

Ares yang sudah berjalan sebanyak enam langkah mendahului Hana, menoleh ke belakang, ""Ayok! Kok malah bengong? Buruan! Aku udah laper banget nih!" Bentak Ares.

Hana hanya bisa menghela napas panjang dan langsung mengumpat kesal di dalam hatinya, Ares Laco itu memang brengsek! berhati dingin dan kejam!

"Tuan, Nyonya Macarena menelepon Anda sebanyak tujuh belas kali dan mengirimkan sepuluh pesan text. Anda tidak berniat untuk membalasnya terlebih dahulu?"

Hana bertanya ke Ares, "Apa kalian juga dekat?"

Ares menoleh ke Hana dengan menautkan alisnya, "Apa maksudmu?"

"Tadi, Nyonya Macarena menemuiku. Dia wanita yang sangat seksi dan cantik. Aku sampai terpukau memandangnya dan........"

Ares tanpa sadar membanting garpu yang dia pegang di atas piring, "Untuk apa dia menemui kamu?"

"Mungkin Nyonya Macarena ingin melihat dan menilaiku sebelum Nyonya Macarena bertemu dengan Mama kamu. Nyonya Macarena adalah teman Mama kamu, kan? Apa kalian juga dekat?"

Ares langsung mengepalkan tangannya yang ada di atas meja dan berkata, "Jauhi dia! Jangan pernah lagi menemuinya!"

"Tapi, kenapa?"

"Kalau suami kamu bilang jangan ya berarti jangan! Ngerti!?"

Hana terpaksa menganggukkan kepalanya.

Hana menatap Ares tanpa berkedip dan Ares bertanya, "Kenapa menatapku terus?"Sambil memotong daging bakar dengan balutan saus western, yang ada di atas piringnya.

"Saya ingin bertanya bagaimana kondisi Doni? Apa Doni baik-baik saja"

Ares tidak menjawab pertanyannya Hana karena dia malas menyebut nama Doni memakai mulutnya.

Handoko yang menjawab pertanyannya Hana, "Teman Anda, Doni, baik-baik saja. Saya tidak menyentuh dia sama sekali. Saya cuma memberikan peringatan ke Doni agar dia tidak berhubungan dengan Nyonya lagi mulai kemarin sampai seterusnya"

Hana tersenyum lega mendengar Doni baik-baik saja. Bagi dia itu lebih dari cukup.

Ares mengangkat wajahnya dan menoleh ke Handoko, "Antar Hana pulang! Aku akan menemui Macarena"

"Baik, Tuan!" Handoko membungkukkan badannya.

Ares bangkit dan meninggalkan Hana begitu saja tanpa pamitan, tanpa kecupan, dan tanpa lambaian tangan.

Hana kembali menghela napas dengan arah pandang mengikuti arah pergi suaminya.

Beberapa jam kemudian, Ares sampai di vila miliknya Macarena dan Macarena menyambut kedatangan Ares dengan senyum kerinduan dan ia langsung memeluk Ares dengan gairah yang menggebu. Namun, tanpa Macarena duga, Ares memegang kedua bahu Macarena lalu mendorong tubuh Macarena untuk menjauh darinya.

Macarena mendelik kesal, "Kenapa kau mendorongku? Kau tidak merindukan permainan kita?"

Ares menatap Macarena dan berucap, "Pikiranku kacau saat ini. Aku ke sini untuk melarangmu mendekati Hana! Jangan temui Hana lagi!"

Macarena melangkah maju untuk mendekati Ares, namun Ares melangkah mundur dan Macarena langsung mengerem langkahnya dan bertanya dengan lantang, "Kenapa kau melangkah mundur?!"

"Entahlah. Aku juga tidak memahami diriku saat ini. Untuk itu aku rasa kita tidak usah bertemu lagi. Kita sudahi permainan kita"

Macarena mengepalkan kedua tangannya sambil menggeram kesal, "Untuk berapa lama?"

"Entahlah" Ares lalu berputar badan meninggalkan Macarena begitu saja.

Macarena langsung jatuh bersimpuh di atas lantai dan menatap kepergian Ares dengan mata nanar.

1
Anonim
Bu p iya
Elisabeth Ratna Susanti
Hana di sini malang banget nasibnya
Elisabeth Ratna Susanti
like plus favorit keren banget awal kisahnya
Ran Aulia
terimakasih author👍👍👍👍👍
Ersa
yang waras aja yang ngalah...sabar ya owner petshop yg kamu hadapi itu orang kena sawan bucin
Ersa
lah bawa aja si ayam celengan😂
Ersa
😂😂😂
Ersa
aku kena prank Kam Othor 🙈
Ersa
saha eta Alba?
Ersa
Res..res... absurd banget sih 🙈
Ersa
aduhh koq aku auto ngilu
Ersa
dimulai dari si Makaroni yg dibabat
Ersa
rahasia apa nih?
Ersa
sadar diri dong nenek lampir, dahlah mending segera tibat & sembuhkan dirimu
Ersa
😂😂😂😂Ares auto cengo🙈🥰
Ersa
🌹
Ersa
handoko be like:"kasih tahu gak ya ??" 😂
Ersa
hadeuhhh cinta merubah Ares yg cerdas jadi mendadak b*doh😂😂🙈
Ersa
aku bingung beneran bangga atau malu klo punya Suami kayak Ares....🥰🥰😂😂🙈🙈.
Ersa
demi apa coba... demi cinta ya Res
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!