NovelToon NovelToon
Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Mahar Satu Miliar Dari Pria Impoten

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pengantin Pengganti / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arum Mustika Ratu menikah bukan karena cinta, melainkan demi melunasi hutang budi.
Reghan Argantara, pewaris kaya yang dulu sempurna, kini duduk di kursi roda dan dicap impoten setelah kecelakaan. Baginya, Arum hanyalah wanita yang menjual diri demi uang. Bagi Arum, pernikahan ini adalah jalan untuk menebus masa lalu.

Reghan punya masa lalu yang buruk tentang cinta, akankah, dia bisa bertahan bersama Arum untuk menemukan cinta yang baru? Atau malah sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

04. Aku diundang karena uang, tetapi aku akan melakukan semua dengan hati

Dokter pribadi keluarga Argantara, pria paruh baya bernama Dokter Samuel, masuk dengan langkah hati-hati. Ia membawa tas medis, wajahnya tenang tapi penuh kehati-hatian seperti seseorang yang sudah lama tahu betapa sensitifnya pasien yang satu ini.

“Selamat pagi, Tuan Reghan,” sapanya lembut. “Saya dengar semalam Tuan sempat terpeleset di kamar mandi.”

Reghan menatapnya sekilas, tanpa ekspresi. “Aku baik-baik saja.”

Namun, nada suaranya datar dan jelas terdengar lelah. Dokter Samuel menarik kursi, duduk di hadapannya.

“Saya tetap harus memeriksa. Luka Tuan tidak boleh sampai kambuh lagi.”

Pemeriksaan berlangsung dalam diam. Hanya terdengar bunyi stetoskop dan desahan kecil Reghan menahan nyeri ketika dokter menekan bagian punggung bawahnya yang pernah cedera.

“Masih terasa sakit di bagian tulang belakang?” tanya Dokter Samuel hati-hati.

Reghan menatap kosong ke arah jendela. “Kadang … terutama ketika terlalu lama duduk.”

Lalu ia menambahkan pelan, “Dan saat mencoba mengingat hal-hal yang seharusnya kulupakan.”

Dokter menatapnya sebentar.

“Tuan masih sering mengalami mimpi buruk?”

“Setiap malam.” Jawabannya tenang, tapi ada bayangan gelap di matanya.

“Kecelakaan itu … tidak hanya membuat kakiku berhenti berjalan, Dok. Tapi juga membuat pikiranku berhenti percaya bahwa aku masih bisa menjadi … laki-laki yang utuh.”

Hening sejenak, suara jam berdetak pelan di antara mereka. Dokter Samuel menunduk, mencatat sesuatu di buku kecil.

“Tuan, saya pernah bilang … yang rusak bukan diri Tuan. Hanya rasa percaya diri Tuan yang terperangkap di balik trauma itu. Reaksi tubuh yang datang karena kehangatan atau kedekatan ... itu tanda bahwa sistem saraf Tuan sebenarnya masih bekerja.”

Reghan mendengus lirih, menatap tangannya sendiri. “Tadi pagi…” katanya pelan, hampir seperti bicara pada dirinya sendiri, “Ketika dia membantuku berpakaian … ada sesuatu yang … aku rasakan. Aku kira aku sudah mati dari bagian itu, tapi ternyata...”

Ia menghentikan ucapannya, menunduk tajam. “Aku membencinya, aku membenci kenyataan itu.”

Dokter Samuel menghela napas panjang. “Bukan tubuh Tuan yang perlu disembuhkan, Tuan Reghan. Tapi hati Tuan, rasa marah dan malu itu yang membuat semuanya lumpuh.”

Di balik pintu yang sedikit terbuka, Arum berdiri terpaku. Ia tak bermaksud mendengar, tapi langkahnya terhenti begitu mendengar suara Reghan yang bergetar di antara kalimat-kalimatnya. Matanya perlahan memanas, menatap lantai marmer yang dingin.

Jadi, di balik sikap dinginnya, di balik amarah yang tak pernah habis, Reghan sebenarnya berperang dengan dirinya sendiri dengan rasa takut, rasa malu, dan keyakinan bahwa ia tidak pantas dicintai siapa pun lagi.

“Trauma seperti itu tidak hilang dalam sehari, Tuan,” lanjut Dokter Samuel lembut.

“Tapi dengan waktu, dan dengan seseorang yang sabar mendampingi, luka itu bisa pulih.”

Reghan tertawa pendek, getir. “Sabar? Aku bahkan tak bisa menatapnya tanpa merasa direndahkan.” Suara kursi berderit ketika dokter berdiri.

“Mungkin dia bukan orang yang ingin Tuan miliki,” katanya perlahan, “tapi bisa jadi dia orang yang ditakdirkan untuk menyembuhkan Tuan.”

Tak ada balasan, hanya keheningan panjang. Arum, yang masih di luar, menggigit bibirnya kuat-kuat. Hatinya sesak, bukan karena iba tapi karena untuk pertama kalinya, ia memahami mengapa Reghan menolak kelembutan. Sebab setiap sentuhan baginya bukan kasih, melainkan pengingat akan kehilangan dan kehancuran.

Dia mundur perlahan, tak ingin Reghan tahu ia mendengar. Tapi di dadanya, sebuah niat kecil tumbuh. Jika ia sudah harus menjalani pernikahan tanpa cinta ini, maka biarlah ia menjalaninya dengan cara lain menjadi seseorang yang, meski tanpa kata, bisa menyembuhkan luka-luka itu perlahan.

Langit pagi tampak berwarna kelabu, awan menumpuk rendah seperti menahan matahari agar tak menembus halaman besar rumah keluarga Argantara.

Di taman belakang, Arum duduk di bangku batu yang sedikit lembap, di antara deretan bunga mawar putih yang mulai layu. Tangannya meremas gaunnya di pangkuannya dingin, lembap, dan bergetar. Ia baru saja mendengar hal yang tak seharusnya ia tahu.

Tentang Reghan, tentang luka yang lebih dalam dari sekadar tubuh yang tak bisa berdiri.

“Jadi itu alasannya,” gumamnya lirih. Suaranya hampir tenggelam di antara desir angin.

“Bukan karena dia membenciku … tapi karena dia membenci dirinya sendiri.”

Mata Arum terpejam sejenak, seingatnya, sejak hari pertama ia melangkah ke rumah itu, semua tatapan terasa seperti ujian.

Maya yang selalu berbicara dengan nada merendahkan, Alena yang selalu tersenyum dingin setiap kali namanya disebut, pelayan-pelayan yang berbisik ketika ia lewat, dan Reghan suaminya sendiri yang memperlakukannya seolah ia hanyalah bayangan tak diinginkan. Namun pagi ini, untuk pertama kalinya, kebencian itu terasa berbeda.

Langkah lembut seseorang terdengar di belakang. Arum menoleh, mendapati Oma Helena, wanita sepuh yang masih berdiri tegak dengan tongkat peraknya, menatapnya dari jarak beberapa langkah.

“Sudah lama duduk di sini?” tanya Oma lembut.

Arum berdiri cepat, menunduk sopan. “Maaf, Oma, saya hanya ingin menghirup udara pagi ... namun aku melihat tanaman pada layu,"

Oma Helena mengangguk, mendekat pelan. “Sudah lama sejak hari itu tanaman ini tak ada yang merawat lagi, sejak Reghan tak peduli lagi dengan hidupnya. Udara di rumah ini memang terasa berat kalau kau belum terbiasa.”

Dia berhenti tepat di depan Arum, menatap lurus ke matanya. “Aku tahu, banyak hal di sini yang belum kau pahami, Nak. Tapi jangan pernah biarkan bisikan orang membuatmu goyah. Kau sudah menjadi bagian dari keluarga ini, apa pun yang terjadi.”

Kata-kata itu terasa hangat, tapi juga seperti peringatan.Arum mengangguk pelan.

“Saya mengerti, Oma.”

Oma menepuk pelan punggung tangannya. “Aku percaya kau akan membawa perubahan di rumah ini.” Lalu, dengan tatapan yang dalam, ia menambahkan, “Termasuk untuk cucuku yang keras kepala itu.”

Arum menunduk, dia ingin bertanya banyak hal tentang Reghan, tentang masa lalu keluarga ini, tentang kebencian yang tampak berlapis di setiap sudut rumah tapi ia menahan diri. Semua yang ia butuhkan sekarang hanyalah waktu. Setelah Oma pergi, Arum kembali duduk.

Dari kejauhan, ia melihat sosok Alena berjalan pelan di tepi taman, berhenti di dekat gazebo. Seorang pria menyusulnya beberapa detik kemudian yaitu Elion, adik tiri Reghan, dengan senyum samar dan sikap terlalu akrab.

Arum sempat mengerutkan kening. Ia tahu Elion adalah tunangan Alena, tapi tatapan yang ia lihat bukan tatapan seorang tunangan yang setia melainkan dua orang yang sedang menyimpan sesuatu yang lain. Ia berpaling, memilih tidak memperhatikan. Ia sudah terlalu lelah pagi ini.

Namun langkah kaki seseorang di belakangnya membuatnya menegang lagi. Suara itu dalam, berat, dan familiar. Pelayan meninggalkannya di depan pintu samping rumah menuju taman.

“Kenapa kau di sini?”

Reghan berhenti di dekat pintu kaca, mengenakan kemeja longgar dan duduk di kursi rodanya, tatapannya tajam tapi tidak setajam biasanya.

Arum berdiri pelan. “Saya hanya ingin menghirup udara, Tuan.”

“Dan mendengar lebih banyak rahasia yang bukan urusanmu?”

Nada sinis itu membuat dada Arum mengeras. Ia menunduk, menelan ludah.

“Saya tidak bermaksud mendengar, Tuan. Saya hanya ingin memastikan Tuan baik-baik saja.”

Reghan menatapnya lama, sebelum akhirnya menghela napas berat.

“Mungkin aku tidak akan pernah ‘baik-baik saja’, Arum. Jadi berhentilah mencoba memperbaikinya.”

Ia memutar kursi rodanya, hendak pergi, tapi sebelum masuk ke dalam rumah, ia menambahkan tanpa menoleh,

“Dan satu lagi … jangan pernah menatapku dengan tatapan iba itu. Aku tidak butuh belas kasihan dari siapa pun.”

Arum menggenggam kuat sisi gaunnya menahan perih di dada. Ia menatap punggung Reghan yang menjauh, lalu berbisik nyaris tak terdengar,

“Bukan belas kasihan, Tuan … hanya rasa ingin tahu, kenapa seseorang yang begitu hancur masih berusaha menolak untuk disembuhkan.”

1
Wiwik Wardoyo
jangan jangaaaaaannn kecelakaan ituuuu... aaaahh author bikin penasaran 👍
Wiwik Wardoyo
kapok kau ditinggalkan Alena...
Dyah Rahmawati
kapok kamu reghan....heem greget AQ🤜🏻
Dyah Rahmawati
emang gak ada cctv t ...kasihan Arum😭😭😭😭😭
Dyah Rahmawati
kasihan Arum😭😭😭
Lisa sari katriani
Karya yang bagus thor 👍

Hallo kakak2 , mampir juga ya di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Lisa sari katriani
Semangat thor 💪

Hai kakak2 , jangan lupa mampir di karya pertamaku 😊
Judul : kisah si gadis miskin

Terimakasih 🙏
Mamah Dini11
bkn nya si wiratma ayahnya si reghan
Mamah Dini11
iya jdi alur itu2 aja tntang hati. si atum, apa kbr dgn kehidupan si maya skarang wanita serakah itu apa udh bertobat
Mamah Dini11
kalau arum lama membuka hatinya ,dn banyak takut ,gk akan selesai2 ceritanya.
Mamah Dini11
betul kak aku setuju 👍 author terlalu melindungi orang2 gk waras itu, dn sampai detik ini juga tak ter bongkar ke salahan si licik alena ,dia hidupnya aman2 aja , gk adil sebnarnya buat arum
Mamah Dini11
takut nya mlh ada kekacauan oma nanti ada banyak biang kerok di sana moga aja aman2 saja ,tdk ada untuk arum berpikir terus , gk selesai2 nanti banyak mikir mh, kadang suka bosan yg baca juga , maaf ya rum,,, emang iya 🤭😄😄😄😄
Mamah Dini11
sampai kapan rum hatimu terbuka lebar dn menerima takdirmu kembali , jgn sia2 kan lbh lama lagi ke hangatan itu kmu terlalu lelap tdrny dn banyak mikirnya ,kalau berpikir dn berandai2 terus kapan bahagianya , dn oma hartati sebenarnya bersama siapa sekarang
Mamah Dini11
bknnya udh revan juga suka manggil reghan papa , udh di jelasin lgi sm gavin. cu man mungkin blm terbiasa ,jgn cepet tersinggung reghan 3 tahun bkn waktu sebentar , kmu harus lbh mengerti dn tepati semua ucapanmu dan janji2mu kalau semuanya ingin baik2. dn TDK berantakan lgi, semoga hidup kalian damai tenang NYaman dn cepat saling memaafkan .
Mamah Dini11
dasar perempuan murahan blm di beri karma sm author nya Makanya ttep nganggu , kapan thor si alena dapat azabnya kok lama , gk seperti arum lama menderitanya ,nah so Alena kapan gk adil rasanya .
Mamah Dini11
katanya pagi2 tapii berubah jadi angin sore ,, mana yg bener Thor kadang suka lieur
Mamah Dini11
lagian arum blm tentu mau pula ng me RUMAH ITU , RUMAH ITU Saksi terlukanya hat I seorrang arum yg di siksa dgn gk pd pun ya hati , Kalau arum mau blk lgi berrarti luka lama nya pasti kambuh lgi bayangan dia di seret paksa di ikat di Tiang lalu di cambuk tanpa am pun , apakah arum lakan lupa itu semua, ten. tuuu tiiiiidaaaaak
Mamah Dini11
mulai encer otaknya so OMA duly mungkin msh kntal blm mencair
Mamah Dini11
nenek peot itu juga kenapa baru peuduli sekarang , 3 tahun di mana anda NY on ya peot
Mamah Dini11
orang jahat dn licik di piara di mana letaknya kluarga terhormat itu perbuatan si alena saja kalian di biarkan saja sampai saat ini msh aman2 saja tuh manusia busuk mlh bisa hidup mewah bergeling harta , sedangkan yg benar yg baik kalian siksa tanpa peduli semuanya ter masuk si suami dn si peot. hartati yg katanya sayang sm arum , dasar kalian semuanya juga manusia berbulu domba. yg salah dipiara yg benar di biarkan terluka dn terlunta2 bertahun2 .mana ke adilan nya buat arum. gk ada , tapiii ingat karma pasti menjemputmu alena tunggu pd waktunya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!