NovelToon NovelToon
Romansa VIONA

Romansa VIONA

Status: tamat
Genre:Patahhati / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:131.9k
Nilai: 5
Nama Author: Susi Ana

"Aku jelek, nggak akan ada cowok kece yang mau mengatakan cinta padaku!" celetuk Viona Abraham dengan sedih bercampur putus asa.


Viona Abraham berusaha mencari cintanya. Dia menerima setiap cowok yang menawarkan diri untuk menjadi pacarnya. Namun apa yang dia dapatkan? Ungkapan putus mendadak!


Bisakah Viona Abraham menemukan cowok yang benar-benar tulus mencintainya?

Bagaimana kisah romansa nya berubah manis dan sanggupkah dia menemukan cinta sejatinya?

Ikuti kisah jutex nya dalam novel recehku Romansa VIONA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Susi Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Kenapa Tuhan menciptakan hati? Karena manusia banyak yang munafik, seperti aku ini. Aku berusaha menyembunyikan debar hatiku. Walaupun tampang jelekku mulai bersiap-siap menunjukan wajah cool terjelekku, hatiku mau meledak!

Aku dan Jasmine Rendra pura-pura cuek dan berjalan sewajarnya. Tak ada niat sedikit pun untuk berbasa-basi menyapanya. Tapi kau tahu? Dia duluan yang bicara. Dia menyapa dengan suara datar yang dingin. Suara collnya mampu membuatku jatuh di hadapannya. Saat sapaannya itu tidak ditujukan kepadaku, kau tahu apa yang dirasakan hatiku? Ingin sekali tanganku melemparkan bom di hadapannya!

"Hallo, Jasmine. Apa kabar?"

"Oh, hai, Robbie. Yeaah, baik-baik saja. Kau?" Jasmine merah padam dan menyahut dengan gugup sambil melirikku.

"Baik juga. Jasmine.... Boleh nggak aku...boleh nggak aku ngobrol denganmu kapan-kapan? Mungkin kau mau minum kopi hari Rabu depan sepulang sekolah?" Dengan bicara yang sengaja menggoda, kesannya mengajak kencan. Robbie benar-benar membuatku nggak bisa ngomong. Dia mengajak Jasmine Rendra, bukan aku!!

"Eh...yah...eh...boleh. Bagus, sampai ketemu nanti ya." balasan Jasmine sangat gugup. Mungkin dia merasa nggak enak hati padaku.

"Ayo Jasmine, kita harus pulang!"

Akhirnya mulut yang terkatup rapat ini mampu kubuka. Aku bicara agak dingin dengan nada cuek dan acuh. Seolah-olah, aku nggak butuh orang macam dia lagi dalam hidupku. Hatiku menjerit. Nggak bisa kuutarakan lagi dengan kata-kata. Betapa menderitanya menyimpan rasa pada orang yang membencimu!!

Ketika kami tiba di rumah Jasmine, aku berjalan melewati pintu gerbang begitu saja dan langsung menuju tangga dan naik ke kamarnya. Rasanya ada biji kedondong di tenggorokanku. Kusangka aku bakal tersedak dan meledak dan mungkin sekaligus mati!!

"Cih!!" kata Jasmine singkat dan duduk di atas tempat tidurnya.

"Apa sih maksudmu " cih"?" tanyaku heran.

"Yaaah, cih!" ujar dia lagi.

"Yah, mau apa sih dia ketemu denganmu?" tanyaku sambil menyembunyikan hati sakit.

"Aku nggak tahu..." jawabnya lagi sambil memandang kukunya dengan lagak sangat menyebalkan!

"Kau nggak bakal pergi, ya kan?"

"Dia mengajakku minum kopi dan aku bilang ya."

"Aku tahu. Tapi, kau nggak bakal pergi, ya kan?" Entah kenapa, mulutku mengeluarkan pertanyaan yang sama untuk kedua kali. Dengan harapan, Jasmine Rendra tidak akan pergi. Namun apa yang kuharapkan?

"Kenapa aku mesti nggak pergi? Dia kan bilang...dia ingin bicara denganku. Ada apa denganmu Viona?" tanyanya sambil memandangku.

"Tapi kau tahu dia itu musuh bebuyutanku!" Aku nggak percaya dengan jawaban yang ku dengar dari mulut sahabatku ini.

"Benar, tapi dia bukan musuh bebuyutanku, dia kelihatannya sangat menyukaiku." sahutnya dengan realistis. Aku benar-benar marah besar!

"Jasmine, kalau kau temanku, kau nggak bakal pergi dan menemui Robbie!!"

Aku marah! Dia diam saja dan mengatupkan bibirnya rapat-rapat. Aku pulang seraya membanting pintu rumahnya keras-keras. Hatiku sakit, hatiku terluka!

Esok harinya aku berangkat sepuluh menit lebih cepat dan berjalan di seberang sisi jalan yang biasa. Jasmine Rendra biasanya menunggu di luar gerbangnya antara pukul enam seperempat. Dan kemudian dia akan jalan kalau aku tidak muncul. Aku lari seperti orang kesurupan melewati rumahnya. Dan terus lari seperti itu. Dan tiba di sekolah sepuluh menit sebelum pertemuan pagi.

"Aku tidak pernah melihatmu tidak terlambat. Ada apa? Aku akan terus mengawasimu!" kata Han Heator yang mendadak menyetopku.

Sungguh deh, dia itu curigaan banget. Kurasa dia nggak punya kerjaan, nggak punya kehidupan sendiri. Dasar pria tua bujang lapuk!! Waktu aku memasuki aula tempat pertemuan pagi, aku tidak berdiri di tempatku yang biasa. Aku malah pergi dan mengobrol dengan Ellen.

Jasmine Rendra masuk dan menghampiri kami. Mata kami bertemu dan ia setengah tersenyum padaku tapi aku memandangnya dengan galak. Aku nggak ketemu dengannya lagi sampai waktu makan siang ketika dia pergi ke toilet.

Rasanya aku seperti terperangkap karena aku sedang mengeringkan poniku di bawah pengering tangan. Aku salah tidur sehingga poniku pada mencelat ke mana-mana. Kepalaku menunduk dan Jasmine Rendra datang menghampiriku.

"Dengar deh. Ini benar-benar konyol! Masa sih kita musuhan gara-gara cowok?" katanya dengan nada acuh tapi sok peduli.

"Byukan syowok swemwarangan!" ucapku singkat.

"Apa? Kau ngomong apa sih Viona? Bahasa barumu ya?" sahutnya dengan heran.

"Jasmine.... Kau tahu apa saja yang terjadi antara aku dan Robbie. Dia itu bukan cowok sembarangan!" Aku berdiri tegak dan memandangnya.

"Kau itu kenapa sih sebenarnya? Sampai marah begitu? Kami cuma minum kopi kok....sejauh ini!" balasnya dengan langsung dan jadi sok realistis.

"Apa maksudmu....sejauh ini?" Langsung saja aku menyambar ucapannya kayak tikus menyambar biskuit.

"Aku cuma bilang, sejauh ini cuma kopi. Kalau sesuatu terjadi tentu saja kaulah yang pertama-tama kuberi tahu." Ia memoleskan lipstik, memonyongkan bibirnya di cermin. Dia benar-benar sudah pulih. Sangkanya dia itu mirip Barbie.

Ingin sekali kutendang saja tulang keringnya. Berani-beraninya dia! Oke deh. Cukup! Aku nggak bakal omongan dengannya lagi! Saat dia terpuruk, akulah orang yang mati-matian membangkitkan hidupnya. Tapi apa yang kudapatkan darinya? Dia mencoba berpacaran dengan dia!!

Ibu bangun pagi dan bersenandung di dapur kayak orang bahagia, apa pun artinya itu. Aku hanya duduk malas di ranjang kamarku, sambil memandang keluar jendela. Aku bertanya-tanya apakah aku punya cukup teman?

Aku khawatir kalau bu Devi memintaku menyebutkan sepuluh teman dan keluarga untuk daftar orang-orang yang bisa dihubungi dengan cepat. Aku terpaksa menyebutkan nama-nama yang belum tentu menjadi teman dekatku. Bunyi bel pintu.

"Viona, tolong bukakan pintunya!" seru ibu dari balik dapur.

Aku bergegas turun dan membuka pintu. Ternyata Jeremy, dia benar-benar cukup tampan dan segar. Dia mengenakan T-shirt dan kau bisa melihat tangannya yang berotot. Aku tersenyum padanya. Mungkin aku butuh lelaki dewasa yang akan mengajariku jalan-jalan cinta. Ibu bergegas keluar dari kamar bersama Libby.

"Ajak Libby jalan-jalan, Viona."

Lagi-lagi ibuku seenaknya sendiri. Dia ingin bersenang-senang tanpa mau diganggu putri kecilnya. Lalu aku? Peranku sebagai pengasuh selalu terjadi. Oh ayah, cepatlah kembali!! Sebelum istrimu sinting bermain dengan pria lain!

"Bu?" Aku hanya bisa melongo sambil menggendong Libby.

"Jeremy, kau mau kopi?" Seakan aku dicuekin, perhatian ibuku teralih sepenuhnya ke lelaki itu.

"Aku nggak bakal nolak. Aku agak pusing karena mabuk semalam." sahut Jeremy.

"Sebenarnya kau ini lelaki tipe apa sih? Apakah kau bersenang-senang semalam?" tanya ibuku sembari tertawa. Sumpah deh, tawanya riang banget.

"Yeaah, kami pergi ke club ini. Tempatnya asyik, kapan-kapan kau harus ikut."

"Hati-hati lho, aku mungkin menganggap undanganmu itu serius." Ibu tertawa lagi.

Mereka pergi ke dapur. Aku tidak bisa mendengar kelanjutannya. Soalnya Libby memukulku dengan boneka monyetnya. Apa lagi sih ini? Ibuku main mata dengan tukang bangunan sementara ayahku berusaha membangun kehidupan baru untuk kami semua. Aku melotot ke arah Libby, karena Libby memberi peluang pada mereka untuk berselingkuh dengan mengajakku pergi keluar rumah!!

1
D'missBeauty
mau ga kak menulis di fizzo?
April
Ya di tunggu karya selanjutnya
~🌹eveliniq🌹~
hadir lagi nih support selalu
April
Haduh viona ngapaijn bolos sgala
April
Udah nyampe 34 aja
April
Viona.. Keren😂😂😂
Follow ig : tinatina3627
like and favorite kak
Follow ig : tinatina3627
hallo kakak aku mampir salam kenal dari aku teman atau suami karyaku kak
April
😂😂Viona ini absurd
~🌹eveliniq🌹~
hadir untuk nyicil baca lg
April
Mampir
~🌹eveliniq🌹~
haiii. Viona datang lg nih memberi semangat selalu
Hanna Devi
kok end KK, keren loh ceritanya. Sangat menghibur, Viona n Keluarga yang agak koplak 😁😁

Lanjut lagi KK dgn cerita baru 💪💪
Hanna Devi
Tom... Tom... where are you?
Viona kangen tuh..
Hanna Devi
kumisnya bikin gemeshhh ya 🤭
Hanna Devi
Vio, gimana perasaan mu setelah ketiban kiss dari Robbie? 😘😘
Hanna Devi
KK, Hanna kembali mampir 😍
April
Hahha viona ini lucu mengatai dirinya sinting
April
Hai.. Nyicil lagi.
Ratna0789
Mampir lagi nih kak, semangat berkarya ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!