NovelToon NovelToon
Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Anak Kembar Jenius Untuk Sang Mantan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

"Tanda tangani surat cerai ini atau keluargamu membusuk di penjara!"

​Difitnah atas kejahatan yang tidak dilakukannya, Flossie diusir oleh suaminya, Alfie Kincaid, ke tengah badai malam. Pria itu tidak pernah tahu, Flossie pergi dengan membawa rahasia yang terkunci rapat di dalam rahimnya.

​Lima tahun kemudian, wanita yang disangka telah mati itu kembali sebagai sosok berkuasa yang siap membalikkan keadaan.

​Saat kebenaran masa lalu mulai terungkap satu per satu, Alfie berlutut memohon kesempatan kedua. Namun, sepasang mata dingin sang mantan istri menatapnya tanpa emosi.

​Apakah Alfie sanggup membayar harga dari sebuah pengkhianatan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Bibir Flossie berdarah, karena tamparan keras yang menggema dan mengalahkan suara gemuruh guntur di luar kediaman megah Kincaid.

Tubuh ringkih Flossie terhuyung dan ambruk di atas lantai marmer yang terasa sedingin es. Gaunnya basah kuyup oleh sisa hujan dan menempel ketat di tubuhnya yang gemetar.

Sebuah amplop cokelat di genggaman tangannya terlepas dan meluncur ke bawah meja yang menyembunyikan secarik kertas berharga dari rumah sakit yang bertuliskan, bahwa ia positif hamil empat minggu.

​Flossie mendongak dengan pandangan berkunang-kunang dan pipi yang terasa panas. Willa Kincaid berdiri di depannya.

Napas ibu mertuanya itu memburu dan wajahnya nampak pucat pasi. Namun, matanya memancarkan kilatan amarah. Di dekat kakinya sebuah cangkir porselen hancur berantakan dan menumpahkan cairan teh herbal yang berwarna aneh ke lantai marmer yang putih.

​"Wanita ular! Jadi begini caramu membalas kebaikan keluarga Kincaid?!" pekik Willa histeris. "Kamu mau membunuhku, kan?!"

​Flossie menyeka darah segar yang merembes di bibirnya dengan tangan gemetar.

"I-Ibu, apa salah Flossie? Flossie baru saja kembali dan ...."

​"Jangan berlagak polos, Flossie!"

Willa memotong tajam dan tangannya tiba-tiba mencengkeram perutnya sendiri dengan kuat. Tubuhnya membungkuk dan wajahnya berkerut menahan sakit.

"Kamu sudah menaruh racun di teh herbal yang kamu seduh sebelum pergi tadi, kan?! Kamu dendam karena aku selalu menegur kelakuanmu yang miskin dan tidak tahu aturan!"

​"Tidak, Ibu! Demi Tuhan, tidak!"

Flossie menggeleng panik dan mencoba merangkak maju untuk menolong.

"Flossie hanya menyeduh teh seperti biasa. Flossie tidak pernah ...."

​"Bohong!"

​Tepat pada detik itu, pintu ganda setinggi tiga meter di belakang mereka terbanting terbuka. Alfie Kincaid melangkah masuk. Setelan jas hitamnya basah di bagian bahu.

Langkah kakinya yang tegas mendadak terkunci saat melihat kekacauan di aula utama rumahnya.

​"Ibu! Ada apa ini?"

Alfie langsung berlari kencang dan melewati Flossie begitu saja tanpa menoleh seolah istrinya itu hanya pajangan tak kasat mata.

Ia menangkap tubuh Willa yang hampir ambruk.

​"Alfie, Tolong Ibu!" ratap Willa dengan suara yang mendadak melemah dan bersandar di dada putranya.

"Istrimu, Flossie, dia meracuniku. Perut Ibu seperti terbakar."

​Alfie beralih menatap cangkir pecah di lantai, lalu pandangannya perlahan naik dan menghujam langsung ke arah Flossie yang masih bersimpuh tidak berdaya dengan bibir berdarah.

​Flossie menatap suaminya dan memohon dengan sisa keberanian yang ia miliki.

"Alfie, dengarkan aku dulu! Bukan aku yang melakukannya. Aku bahkan baru melangkah masuk ke rumah ini!"

​"Diam, Flossie!" bentak Alfie.

​"Alfie, tolong percayalah padaku kali ini saja!" isak Flossie.

Air matanya jatuh bercampur dengan noda darah di pipinya.

"Kenapa aku harus meracuni Ibu? Aku tidak punya alasan untuk melakukan hal sekeji itu!"

​Willa kembali mengerang keras dan memotong pembelaan Flossie dengan sempurna.

"Argh! Alfie, sakit sekali, rasanya organ dalam Ibu terkoyak."

​"Ibu, bertahanlah! Jangan banyak bergerak!" ucap Alfie cemas.

​Namun, begitu dia mendongak untuk menatap Flossie kembali, seluruh kehangatan itu menguap. Alfie menatap Flossie dengan tatapan muak yang belum pernah Flossie lihat sebelumnya selama dua tahun pernikahan mereka.

​Jantung Flossie serasa berhenti berdetak. Tatapan dingin Alfie menghantam batinnya jauh lebih sakit daripada tamparan Willa tadi.

​"Alfie," bisik Flossie lirih.

Dia ingin berteriak dan ingin memberi tahu pria itu tentang janin yang baru saja hadir di rahimnya, tetapi kilat kebencian di mata Alfie membuat lidahnya mendadak mati rasa.

​Alfie tidak memedulikan keputusasaan istrinya. Ia merogoh saku jasnya dengan cepat dan mengeluarkan ponselnya, lalu berteriak dengan suara menggelegar yang menggema di seluruh penjuru mansion.

​"Panggil ambulans ke kediaman Kincaid sekarang! Cepat! Ibuku keracunan!"

​Setelah memutus panggilan, Alfie kembali menatap Flossie dan mengabaikan keberadaab wanita itu seolah-olah Flossie hanyalah debu tak berharga yang harus segera disingkirkan dari hidupnya.

***

Aroma antiseptik yang menyengat berbaur dengan hawa dingin pendingin ruangan di koridor rumah sakit malam itu.

Jam dinding digital di atas ruang gawat darurat menunjukkan pukul tiga pagi. Hujan di luar mulai mereda dan menyisakan ketukan rintik di kaca jendela.

​Pintu ruang tindakan bergeser terbuka. Seorang dokter dengan snelli putih melangkah keluar sambil melepas masker bedahnya.

​Alfie yang sejak tadi berdiri kaku bersandar di dinding langsung menegakkan tubuhnya.

"Bagaimana kondisi ibu saya, Dok?"

​"Dokter, bagaimana Ibu?"

Flossie ikut menghambur maju dan mengabaikan rasa perih di bibirnya yang mulai membiru.

​Dokter itu menatap keduanya bergantian sebelum mengembuskan napas lega.

"Beruntung jumlah zat asing yang masuk ke tubuh Pasien tidak terlalu banyak dan tindakan bilas lambung segera dilakukan. Kondisi Ibu Willa sudah stabil. Saat ini beliau sedang beristirahat untuk memulihkan kesadarannya."

​"Zat asing? Maksud Anda benar-benar racun?" suara Alfie merendah, namun getaran amarah di dalamnya begitu kuat.

​"Kami masih mengirim sampel cairan ke laboratorium untuk memastikan jenisnya, Pak Kincaid. Namun gejala klinisnya memang menunjukkan indikasi intoksikasi akut akibat zat korosif ringan."

Dokter itu mengangguk sopan.

"Permisi, saya harus memeriksa pasien lain."

​Begitu langkah dokter menjauh, keheningan mencekam kembali di koridor. Flossie memberanikan diri menyentuh lengan jas Alfie yang masih menyisakan rasa lembap akibat air hujan.

"Alfie, demi Tuhan, dengarkan aku sekarang!" bisik Flossie.

"Hasil medis Ibu sudah keluar, dia baik-baik saja. Sekarang tolong beri aku waktu satu menit untuk menjelaskan. Aku tidak tahu ...."

​Alfie menyentak lengannya dengan kasar dan membuat jemari Flossie melayang di udara. Pria itu berbalik dan menatap Flossie dengan mata yang memancarkan kebencian.

​"Menjelaskan apa, Flossie? Menjelaskan bagaimana caramu menakar racun itu agar Ibu tidak langsung mati di tempat?" tanya Alfie dengan nada sarkastis.

​"Alfie! Aku tidak sekeji itu!"

1
tia
lanjut thor
sunaryati jarum
Lega Flossie dan kedua bayine selamat dan sehat
sunaryati jarum
Semoga berhasil dalam.karir dan membesarkan dua anakmu Flossie
sunaryati jarum
Jangan kesuksesan kamu terbuka Emma
sunaryati jarum
Dendammu jangan sampai.membuatmu jadi monster tapi jadi wanita tangguh yang berkualitas
sunaryati jarum
Pembalasan baru dimulai dengan.penolaksn pembelian desain
sunaryati jarum
Good job ternyata kamu punya.keahlian desain perhiasan Flossie semoga sukses dengan bimbingan Xavier
sunaryati jarum
Penyesalan kamu makin dalam.Alfie apalagi jika kebenaran tentang teh herbal dan foto
sunaryati jarum
Flossie semangat demi kedua janin di rahimmu dan membalas perlakuan Madam Willa dan Alfie
sunaryati jarum
Berarti.foto- foto editan perselingkuhan Flossie itu kerjasama Wiila dan Nadia
sunaryati jarum
Xavier mafia dan musuh Kincaid
sunaryati jarum
Kau cari sepanjang sungai sampai muara laut tidak akan ketemu,Alfie
sunaryati jarum
Ada maksud lain Xavier menolong kamu
sunaryati jarum
Setelah tidak terlihat menyesal
sunaryati jarum
Semoga bayimu kuat seperti kamu Flossie
sunaryati jarum
Akhirnya dapat pertolongan
sunaryati jarum
Kuat dan jadi orang hebat Flossie
sunaryati jarum
Kuat dan tabah semoga kau menemukan kesuksesan bersama anak yang kau kandung Flossi
sunaryati jarum
Baru mampir
Miarosa: makasih sdh mau mampir 😍
total 1 replies
𝓮𝓵𝓯𝓪𝓷𝓪𝔂𝓪 ₳ⱤⱤ₣₳₳ 🕸🌪
ditunggu lanjutannya kk 💪
Miarosa: sudah lanjut ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!