NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:508.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

Li Zie melirik ke arah sekumpulan nona bangsawan di pojok ruangan yang sedang berbisik iri. Dia memberikan senyum tipis sangat tipis dan penuh kemenangan, lalu mengibaskan lengan baju birunya dengan gerakan elegan yang sengaja dibuat sedikit berlebihan.

"Ji Yu, jangan terlalu kasar," tegur Li Zie lembut, suaranya bening namun dingin, khas seorang Nona bangsawan. Di balik ketenangan itu, jantung Li Zie sebenarnya berdegup kencang karena senang.

"Gila, keren banget kita!" batin Li Zie. Yang sudah sangat lama tidak menikmati kemewahan.

Sementara Ji Yu yang tetap memasang muka datar. Mereka berdua pun menaiki tangga menuju lantai atas dengan langkah mantap, meninggalkan seisi restoran yang masih terlongo, bertanya-tanya siapa Nona yang begitu misterius dan pengawalnya yang cukup tangguh itu.

"Siapa nona muda itu? Apakah dia putri dari Negara sebrang? " ujar seorang tuan muda.

"Entah lah, aku juga baru pertama kali melihatnya, " jawab Tuan muda lainnya.

Li Zie menikmati setiap tatapan kagum itu dengan senyum tipis yang misterius.

Dengan koin-koin emas hasil menjadi Tabib Agung di ruang dimensinya, Li Zie siap menghabiskan siang ini dengan kemewahan yang selama ini hilang darinnya.

Mereka duduk di meja paling strategis dekat jendela. Li Zie memesan hidangan-hidangan termahal, bebek panggang madu, sup sirip ikan, dan arak bunga persik kualitas wahid.

"Makanlah yang banyak, Ji Yu. Kau sudah bekerja keras menyamar jadi pria kasar demi emas-emasku," kata Li Zie sambil meletakkan sepotong daging empuk ke mangkuk Ji Yu.

Ji Yu matanya berbinar. dan berkata dengan tulus, yang hanya bisa di dengar Nona mudanya, "Terima kasih, Nona Muda Shen! Makan enak tanpa harus memakai janggut palsu yang gatal itu memang surga dunia!"

Namun, suasana santai itu terusik ketika serombongan tuan muda masuk ke restoran. Di tengah-tengah mereka, berdirilah seorang pria dengan pakaian sutra mewah yang terlihat sombong. Dialah Tuan Muda Wang, mantan tunangan Li Zie yang kini menjadi calon suami Li Mei.

Tuan Muda Wang awalnya sedang tertawa bersama teman-temannya, namun langkahnya terhenti total saat matanya menangkap sosok wanita berbaju biru di sudut jendela. Jantungnya berdegup kencang. Ia belum pernah melihat wanita secantik itu di seluruh ibu kota.

"Siapa nona itu? Kenapa wajahnya... seperti tidak asing. Tapi entah di mana aku pernah bertemu," gumam Tuan Muda Wang tanpa sadar, kakinya mulai melangkah mendekati meja Li Zie.

Ingatan lama Li Zie kembali terlintas, Li Zie melirik dengan ekor matanya pada pria yang berjalan ke arahnya, Li Zie mengenali jika pria itu adalah mantan tunangan si pemilik tubuh. Li Zie hanya melirik nya lewat sudut mata, ia hanya menyeringai tipis di balik cangkir tehnya.

Li Zie tetap tenang, tangannya yang lentik mengangkat cangkir teh dengan gerakan yang sangat halus. Ia menyesap tehnya perlahan, seolah-olah Tuan Muda Wang yang berdiri terpaku di dekat mejanya hanyalah selembar debu yang tak sengaja tertiup angin.

Tuan Muda Wang berdehem, mencoba menarik perhatian. Ia tidak menyadari bahwa wanita di depannya adalah tunangan sekaratnya yang ia campakkan. Di matanya, Li Zie adalah sosok dewi misterius yang baru muncul di ibu kota.

"Nona yang terhormat," suara Tuan Muda Wang dibuat seramah mungkin, untuk menarik perhatian Li Zie, "Bolehkah saya tahu dari keluarga mana Nona berasal? Sepertinya saya baru pertama kali melihat kecantikan yang begitu... luar biasa di restoran ini."

Li Zie perlahan menurunkan cangkirnya. Ia menoleh sedikit, namun matanya menatap kosong ke arah Tuan Muda Wang seolah pria itu transparan.

"Ji Yu," panggil Li Zie dengan suara merdu yang dingin. "Apa kau mendengar suara lalat hijau di sekitar sini? Berisik sekali, mengganggu seleraku."

Ji Yu, yang sedang asyik mengunyah daging bebek, langsung menegakkan punggung. Ia menatap Tuan Muda Wang dengan tatapan sinis dan arogan.

"Ah, benar Nona Muda. Sepertinya ada lalat yang lupa tempat," sahut Ji Yu sambil meletakkan sumpitnya dengan denting yang keras.

Ji Yu menatap Tuan Muda Wang dari atas ke bawah. "Tuan, jika Anda ingin mencari perhatian, silakan cari di meja lain. Nona Muda kami tidak terbiasa berbicara dengan pria yang tidak memiliki sopan santun untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu."

Tuan Muda Wang wajahnya memerah, antara malu dan semakin penasaran. Ia merasa tertantang. Ia pun memperkenalkan diri, "Maafkan kelancangan saya. Saya adalah Wang He, putra sulung keluarga Wang."

Li Zie melirik malas pada pria tak tahu malu itu, mata dewanya berkedut, Li Zie pun menggunakan Mata Dewanya dan memeriksa tubuh Tuan muda Wang.

Seketika Li Zie ingin terbahak saat menemukan jika milik Tuan muda Wang tidak sehebat itu. Seandainya Ji Yu tahu jika Nona mudanya nakal, mungkin ia akan tertawa sangat keras.

1
Linda Nadi
Pengobatanya cuman akupuntur doang ya,tanpa disertai ramuan,bener"baru nemu cerita kaya gini...lain x sediakan makanan dulu sebelum mlakukan akupuntur
Linda Nadi
Baru x ini q baca cerita berbeda dari yg lain,kebanyakan cerita kultivasi tu makin kuat smakin bisa berhari"tak merasa lapar,begitu juga ilmu pengobatanya smakin lama smakin kuat smakin bisa mengendalikanya,begitu juga ruang dimensinya makin kuat orangnya smakin bertambah luas&lengkap pula isinya &takan ada habisnya juga 🤭🤣🤣🤣 ini mah ngocak perut mulu
Tri Haryanto
baguuuuuuus bangeeeet ya ampuuun
Heny Shae
zie dimana semua sikap sombong dan sok wibawamu 🤣🤣
Heny Shae
🤣🤣🤣
Sri rahayu
ternyata di dunia novel pun sama ya kalau istri kurang duit suka marah melulu 🤣🤣🤣🤣
Sri rahayu
Thor ceritamu Bagus dan di selingi kekonyolan pasti orang suka
Sri rahayu
Thor terimakasih ya sudah bikin sy tertawa terus .semoga amal ibadah author di terima karena sudah membuat banyak orang tertawa 😁😁🫰🫰
Fitria: Sama-sama, Kak.
total 1 replies
Sri rahayu
🤣🤣🤣🤣🤣 pasti terkenving kencing tuh
Sri rahayu
guru hentikan guru
Fitria: Kok author jadi ngakak ya, keinget nadanya🤣
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
🤣🤣🤣 bisa bisanya harga diri nmr 2
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak banget ya allah 🤣🤣🤣
Hua Hua
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Hua
aduh terlalu cantik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
miow 🐈🐈🐈
ini kenapa seolah2 yan bru liat kecantikan nya.... kan pas mergokin di paviliun reot pas muka nya dilap pke air spritual kasiar, yan dan feng liat terus terpesona... knp skrg yan malah kya bru pertama liat 🤭🤭🤭
Julia thaleb
Thor..
di dalam ruang dimensi simpan makanan yg banyak, saat lapeeer tinggal makan, tidak perlu bingung cari kedai nasi or restoran.
Lina Sofi
lucu bgt 🤣🤣🤣
tudehun
/Ok/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
Alisya Dilla
ya allah apa kh ada part yg lebih ngakak ketimbang part ini? astga ngga lemes besty 😭😭🤣🤣🤣💪
Fitria: Mungkin masih banyak sih, kk. 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!