Dia adalah orang yang sering dibuli dan dianggap remeh, yaitu seorang pecundang.
Suatu saat dia bermain game, tapi ketika pertama kali login, dia menemukan bahwa dirinya terjebak di sana.
Dia terjebak di dalam game dimana dirinya bisa mati kapan pun di dunia itu.
Aku telah memutuskan. Aku akan bertarung.
"...Dan menjadi orang yang bisa berdiri sampai akhir..."
=======================
Penasaran dengan bagaimana petualangannya di dalam dunia game?
Genre: Aksi, Komedi, Romantis, Petualangan, Sihir, Monster, Bela diri, Kerajaan.
-The Last One Standing-
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Galih Pratama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20.
"Heee....iiiiii~ Apa yang sedang kau lakukan di sini?"
Seorang pelanggan tiba-tiba muncul dari belakang. Seketika aroma menyengat yang khas keluar dari tubuhnya, itu bau yang berasal dari minuman beralkohol.
Orang itu sepertinya sedang mabuk parah saat ini, bahkan sampai wajah dan lehernya terlihat sangat merah.
"Ah, T-Tuan. Ada apa? Ada yang bisa saya bantu?"
"Um... Setelah kulihat lebih dekat, kau sangat imut ternyata."
Tubuh Waiter itupun bergetar mendengarnya. Dia membuka mulutnya, tetapi tidak tahu harus mengatakan apa di sana.
Wajahnya terlihat kebingungan, dia melihat ke sekitar untuk meminta bantuan. Namun tidak ada satu pun orang yang mendekat atau melakukan sesuatu.
Mereka semua ketakutan dengan pria besar di sampingnya. Sang waiter itu hanya menunduk dan merelakan takdirnya. Matanya tampak sembab dan ingin menangis.
Melihat sang wanita begitu pasrah, pelanggan yang mabuk itu bukannya berhenti karena sudah keterlaluan, malah semakin bertambah berani.
Dia melingkarkan tangannya pada leher sang waiter lalu mendekat, mulutnya bahkan hampir bisa mencium leher ramping sang waiter.
"Uhh~ Kau juga sangat wangi..."
Hidung pelanggan itu terlihat kembang kempis, wajahnya menunjukkan kalau dia terlihat sangat bernafsu di sana.
"Maaf, tuan, tapi apakah anda tidak mengetahui jika saya ini sudah memiliki tunangan?"
"Aku tahu itu. Tapi tunanganmu itu hanyalah seorang pria biasa, eh bukan, tunanganmu itu hanya seorang pedagang kelas menengah, kan? Kenapa kau tidak memilihku saja? Aku adalah seorang 'Player'. Di sini aku juga menjabat sebagai seorang ksatria kerajaan."
Ada dua orang yang langsung bereaksi di sana setelah mendengarkan ocehan pelanggan itu.
Pertama, dia adalah sang waiter. Dia tidak percaya telah mendengarkan omong kosong pelanggan itu.
Dia telah menghina kekasihnya, bahkan mencoba untuk membuatnya berselingkuh di sini. Raut wajahnya terlihat begitu kesal, tapi dia tidak berani untuk keluar dari cengkraman pemabuk di sampingnya.
Yang kedua, tidak dapat dipercaya. Namun anehnya, pria kecil yang duduk di samping kakek itupun ikut terkejut saat mendengarnya.
"Player?" Katanya.
Terlihat dia sedang mengernyitkan kening karena penasaran, namun ini bukan saat yang tepat untuk menanyakannya. Pelanggan itu semakin berani saja setelah menyinggung kekasih sang waiter.
"Hei, kemarilah, duduklah dipangkuanku."
"A-Ahh... Maaf, tapi aku... aku... aku tidak bisa melakukannya."
"Hm. Begitu? Sayang sekali, tapi aku tidak peduli dengan jawabanmu. Aku akan tetap memaksamu pokoknya. Kehehehe!"
Sang waiter pun ditarik tangannya sangat keras bahkan sampai tubuhnya itupun tersentak maju, tangannya yang kecil itu juga terlihat seolah akan putus kapan saja.
"A-A... Tapi aku tidak mau... Tuan kumohon....."
"Kehehehe!"
Pelanggan itu terus terkekeh sampai seseorang muncul dan berdiri di belakangnya. Dia terkejut saat berbalik untuk melihatnya.
"Tuan."
Kakek tua itu juga ikut terkejut saat melihatnya. Dia melihat ke sampingnya dan menemukan jika tidak ada siapa pun di sana.
"Kau... Siapa?"
"Bukankah kau orang pertama yang harus menyebutkan namanya lebih dulu?"
"Berhentilah bercanda padaku bocah! Cepat pergilah dari hadapanku atau tidak--"
"Plak."
Semua orang di dalam guild terkejut. Tiba-tiba terdengar suara yang sangat keras di sana.
Keheningan pun tercipta dan seluruh perhatian menjadi berpusat pada keduanya.
"Bukankah sudah kukatakan padamu... Aku tidak ingin mendengar yang lainnya."
Muka pelanggan yang mabuk itu ditampar sangat keras oleh seorang anak kecil. Dengan kekuatannya dia dipaksa untuk menghadap tembok di sampingnya.
Beberapa detik kemudian suara kekehan kembali keluar dari orang itu. Dia membenarkan posisi wajahnya seperti semula, dan kemudian melotot ke arah pria yang memiliki tinggi badan sedadanya itu.
"Baiklah... Akan kuturuti permintaanmu itu. Kau ingin tahu siapa aku, kan?"
Pelanggan itu kemudian mengibaskan tangan waiter yang terus digenggamnya. Terdengar jeritan 'kyaa' dari sang waiter yang baru saja terjatuh. Tapi perhatian semua orang masih berpusat pada anak kecil dan seorang pemabuk.
"Namaku adalah Rico, seorang ksatria yang menjabat sebagai wakil kapten di wilayah kerajaan ini. Senang bertemu denganmu..."
Rico tersenyum lebar kepada bocah di hadapannya.
"Senang bertemu dengan anda juga. Namaku adalah Teo, seseorang yang tadinya berniat mendaftarkan diri sebagai seorang petualang."
Setelah perkenalan singkat mereka berdua, para tamu yang lain entah kenapa ikut bersemangat.
Mereka bersorak dan bergembira menantikan perkelahian yang sudah jelas siapa pemenangnya.
Ada juga beberapa yang gemetaran setelah mendengarkan nama Rico dan posisinya sebagai ksatria.
"Sekarang, minggir! Jika tidak aku akan--"
"Plak."
Sekali lagi Rico terkena tamparan pada pipinya.
"Uwooooooh!!!!!"
Seketika sorak sorai para pengunjung semakin menjadi. Waiter dan kakek yang tadinya diam menonton karena tidak tahu harus berbuat apa sekarang mulai berdiri. Meski begitu, mereka hanya berdiri saja di tempatnya, mereka tetap tidak tahu harus melakukan apa setelah Teo melancarkan aksinya seperti itu.
"Apa yang-! Kau...!!!!"
Rico terlihat geram dan mulai melayangkan tinjunya.
Mungkin maksud author ni berbagai negara ya?