hey iblis tampan jadilah kekasih ku, maka akan aku jaga kau di dunia ini.
Aku mencintaimu tanpa syarat, walaupun kau seorang iblis itu tidak mengubah apapun. cinta ku tulus.
"dia gadis yang aneh bersama dengannya sebentar mungkin tidak apa-apa
ini adalah kisah seorang gadis yang memungut iblis dan jatuh cinta pada iblis itu, namun apakah kisah mereka akan berakhir bahagia dengan perbedaan ras dan alam yang membentang di antara mereka?
*ini hanya cerita fiksi jadi tolong jangan dihubungkan dengan dunia nyata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alula. zhr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lucifer dan Cindy
Merasa panik Cindy terus berlari dengan kaki yang telanjang, heels yang dia pakai entah sudah kemana perginya, menyebabkan adanya beberapa goresan pada telapak kaki mulusnya, wajahnya menunjukkan kecemasan, terlihat linglung dia menengok kesembarang arah, mulut kecilnya terus bersuara, menggumamkan kata bahwa dia tidak bersalah.
Tanpa sadar Dia terus menggigiti kuku jarinya, ah tidak itu memang sudah menjadi kebiasaannya. matanya berbinar seperti mendapatkan sebuah harapan, tatkala dia menemukan Bus berhenti didepannya, dengan tergesa dia menaiki bus itu, duduk asal pada sebuah bangku dia diam tertunduk lesu.
Deru jantungnya terus memburu, rasa takut masih menyelimuti nya, dia kalut memikirkan harus kemana dia pergi, sejurus kemudian dia menampilkan iris gelap yang mati, dia putus asa merasa hidupnya sudah hancur, tanpa terasa buliran bening meluncur dari sudut matanya.
Dia menoleh kesamping memandang keluar jendela, pandangannya kosong saat ini Dia benar-benar kacau, didalam hati dia terus merutuki kebodohannya, Dia hampa rasanya dia sudah tidak memiliki sebuah harapan.
Dia turun, Dengan lunglai Dia terus berjalan, hingga sampai di sebuah jembatan yang secara otomatis membuat langkahnya terhenti. Berpegang pada besi pembatas, berwajah datar Dia memandang kosong kebawah.
"Hahaha" Dia tertawa dengan tawa hambar yang terselip sebuah keputusasaan disana
Kehilangan kewarasan akan kontrol dirinya, Cindy mencoba memanjat besi pembatas, berharap dengan cara ini masalahnya dapat terselesaikan.
"Dasar manusia lemah!"
Mendengar suara asing yang masuk ke pendengarannya, sontak membuat Cindy menoleh yang membuat dia kehilangan keseimbangan terhadap tubuhnya, alhasil Dia pun terjatuh kebelakang.
"Ah" Cindy terduduk dengan tangan yang memegangi pantatnya
"KAU?!" Mulutnya kembali terbuka tatkala mendapati seseorang yang berdiri dihadapannya, ternyata seseorang yang dia kenal, ah tidak entah apa sebutannya karena mereka belum pernah berbicara sebelumnya, dan Cindy pun hanya pernah melihat pria itu sekali, tapi wajah pria itu adalah wajah yang tidak pernah akan dia lupakan, walaupun kenyataannya pria itu adalah milik seseorang yang sangat dia benci.
Tanpa memperdulikan Cindy pria itu melanjutkan perkataannya "Apa kau pikir dengan ini masalahmu dapat terselesaikan? Apa kau tidak mempercayai adanya kehidupan setelah kematian? Apakah menurutmu dengan cara ini kau akan mendapatkan kematian yang indah? Yang tidak akan mendapatkan balasan? Tidak, cara ini adalah jalan kematian yang paling buruk. Jika kau mati dengan cara ini tidak ada kebahagiaan setelahnya? Kau mau, menderita di Dunia juga di Akhirat?" Sosok itu, dia Lucifer terus menghujami Cindy dengan berbagai macam pertanyaan. tidak perduli, apalagi berniat membantu gadis yang masih terduduk dengan wajah bingung dibawahnya.
"Apa maksudmu?" Seolah tidak dapat mencerna pertanyaan yang dilontarkan oleh sosok didepannya, gadis itu bertanya kembali dengan masih menampilkan wajah bingung
Lucifer berjongkok mencoba mensejajarkan tinggi mereka, Dia menatap iris gelap gadis itu jauh kedalam dirinya. Seperti terhipnotis Cindy balik menatap iris ruby didepannya, semakin lama dia menatap mata itu, seakan hanyut terbawa kedalam buaian sosok rupawan didepannya, semakin dia lupa akan masalahnya.
"Ya cukup" Lucifer menjentikkan kedua jarinya didepan wajah gadis itu, yang sontak langsung membuat lamunan Cindy buyar.
"Huh? Kenapa aku bisa ada disini bersama mu?" Terlihat bingung Cindy menengok kesembarang arah
"Aku disini untuk melaksanakan tugasku sebagai seorang pemimpin, sudah menjadi kewajiban ku untuk membereskan kekacauan yang dibuat oleh pengikut ku. pergilah dari kota ini, Aku yakin jika itu kau, pasti bisa dengan mudah memulai kembali kehidupan mu, dan ini sebagai kompensasi." Dengan enggan Lucifer menyerahkan lima lembar uang seratus ribuan kepada Cindy, lalu pergi begitu saja meninggal gadis itu.
Cindy masih terlihat bingung, tapi seperti sudah tertulis di otaknya. Cindy pergi mengikuti apa yang Lucifer katakan, tapi entah kenapa Cindy merasa sangat bersyukur dan juga bahagia. Dia berjanji bahwa kebersamaannya dengan Lucifer, adalah sesuatu hal yang tidak akan pernah dia lupakan. Dan satu lagi entah kenapa dia merasa rasa bencinya terhadap Alma menguap tanpa sisa, justru dia merasa sangat beruntung bisa bertemu dan mengenal sosok gadis seperti Alma. Dengan begitu Cindy pergi dengan hati yang lega.
... ....
Disebuah ruangan yang didominasi warna putih dengan arsitektur yang mengambil tema peradaban Mesir kuno, terlihat Lucifer berdiri berhadapan dengan Malphas.
"Azazil apa yang kau pikir, telah Kau lakukan? beraninya Kau merusak jalan kehidupan seseorang, tepat di Dunia mereka sendiri?" Lucifer memulai pembicaraan, iris ruby miliknya menatap tajam pada sosok didepannya
"Kau datang hanya untuk membicarakan itu? bukankah jawabannya sudah pasti, Aku hanya bersenang-senang untuk mengisi waktu luang." Dengan santai Malphas menjawab pertanyaan yang Lucifer lontarkan, bahkan wajahnya masih menampilkan sebuah senyum yang terkesan memuakkan
Seketika atmosfer diruangan itu semakin gelap, mata mereka saling bertatap mengeluarkan kilatan putih yang seakan menyambar.
"Apa yang akan Kau lakukan Lucifer? apakah Kau yakin ingin bertarung dengan-ku dan membuat temanmu semakin menderita?" Menarik sudut bibirnya Malphas menyeringai
"Tidak! bukan teman-ku yang akan menderita tapi Kau!" Kembali mendapatkan ketenangan Lucifer berbicara dengan santai
"Hem?" Memiringkan kepalanya Malphas tampak tidak mengerti dengan apa yang akan Lucifer lakukan, bersamaan dengan itu Lucifer mengeluarkan ponsel berwarna putih dan menunjukkannya kepada Malphas.
"Dari mana Kau mendapatkan itu?" Melihat itu iris mata Malphas membulat, pasalnya itu adalah ponsel miliknya. Bergerak cepat Malphas hendak merebut kembali ponsel pintarnya, namun tepat saat tangannya hampir menyentuh ponselnya dalam sekejap Lucifer menghancurkannya, dan terbang secepat kilat menghancurkan kaca yang menjadi dinding bangunan itu.
"LUCIFER!!!" Malphas berteriak penuh emosi, pasalnya ponsel itu menyimpan game yang baru saja dia naikan levelnya ditambah dengan banyaknya item yang baru Dia beli, yang tentu saja tindakan Lucifer tadi benar-benar melukai mentalnya.
#PenaAutoon
bagiku ini rasanya nyesek🤧🤧
baru nyadar ya...
tapi itu juga hanya kemungkinan 😅