NovelToon NovelToon
Mr. Playboy

Mr. Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Cintamanis / Badboy / Anak Genius / Tamat
Popularitas:180.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nirwana Asri

"Karena hati tidak perlu memilih, ia selalu tahu kemana akan berlabuh"

Begitu juga dengan Darren yang rela menjadi seorang playboy agar bisa menemukan wanita yang tidak sengaja ia nodai. Setelah 6 tahun lamanya Darren baru bisa bertemu dengan Celine wanita yang selama ini dia cari. Darren tidak menyangka kalau dirinya memiliki dua anak kembar laki-laki yang genius hasil perbuatannya dulu.

Akankah mereka bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirwana Asri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pabrik Tua

Cahaya matahari yang masuk di antara celah-celah atap bangunan pabrik tua itu mulai menyengat kulit putih Celine.

Dia sangat berantakan. Rambut yang acak-acakan serta matanya yang sembab karena menangis semalaman. Selain itu karena posisi Celine yang terikat semalaman dia tidak bisa tidur apalagi pabrik itu penuh debu dan tikus dimana-mana.

"Sial kapan aku bisa keluar dari sini,aku capek sekali terikat seperti ini, tolong siapapun tolong," batin Celine yang tidak bisa bicara dengan mulutnya yang tersumpal kain.

Lalu beberapa orang masuk satu diantara mereka seperti seorang wanita. Tapi pandangan Celine tidak begitu jelas. Kemudian dari balik kegelapan itu ada seseorang yang mengguyur tubuh Celine dengan air.

Byur.

Celine pun gelagapan. Rambutnya menjadi lepek dan menutupi wajahnya. Siraman air itu membuatnya kaget.

"Hei bangun," teriak laki-laki bertubuh kekar yang sedang menenteng ember bekas wadah air yang disiramkan ke tubuh Celine tadi.

Kemudian salah seorang wanita yang ikut di antara rombongan penjahat itu memegang dagu Celine agar wanita yang menjadi tawanannya itu bisa mendongak. Kemudian wanita itu melepaskan tali yang terikat di wajah Celine.

"Kau," Celine mengenali wanita yang ada dihadapannya itu.

"Iya Celine apa kabar?" tanya wanita itu sambil tersenyum menyeringai.

"Cih apa matamu buta sehingga kau tidak melihat keadaanku saat ini hah?" bentak Celine.

Plak

Sebuah tamparan mendarat di pipi sebelah kanan Celine dengan sangat keras.

"Apa-apaan kau ini? sebenarnya apa motifmu menculikku?" kata Celine dengan kesal.

"Kau tidak merasa kalau kau ini seperti benalu bagiku, kau terus-terus saja diperhatikan oleh Darren padahal aku sudah lama mengincarnya." kata wanita itu.

"Namamu memang seburuk perangaimu," kata Celine

"Diam kau apa kau pikir kau wanita baik-baik? Kau sama saja seperti ibumu," kata wanita yang menyandera Celine.

"Apa maksudmu kau selalu menghina ibuku?"

"Apa kau tidak tahu karena ibumu, ibuku menjadi frustasi dan bunuh diri setelah mengetahui ayahku menikah lagi dengan ibumu," bentak Anabel.

"Anabel jadi kau..." belum selesai Celine berbicara perkataannya sudah disela oleh Anabel.

"Ya aku kakak tirimu, kita satu ayah tapi beda ibu," kata Anabel merendahkan intonasi nada bicaranya.

"Kau tahu aku sudah menunggu saat ini untuk melenyapkan dirimu, kau sudah merebut kebahagiaanku," tambahnya lagi

"Kalau kau mau Darren ambillah tapi apa dia mau bersamamu hah?" Celine tersenyum mengejek.

"Sialan kau dasar wanita j*l*ng, berani-beraninya kau bicara seperti itu kepadaku, tentu saja kalau bukan karena kau sering merayu Darren dia tidak akan meninggalkan aku," wajah Anabel merah padam karena sangat marah kepada Celine.

"Kau salah Darren sendiri yang mengejar-ngejar aku,karena dia merasa bersalah dengan perbuatannya di masa lalu," terang Celine.

"Anak buahku dulu itu memang bodoh kalau saja mereka berhasil memperkosamu malam itu kau tidak akan jatuh dipelukan Darren dan memiliki anak darinya," kata Anabel.

"Jadi mereka orang suruhanmu juga?" tanya Celine.

"Ya aku memang ingin mengerjaimu aku membenci kau dan ibumu, aku juga yang mengatakan kepada tetanggamu agar mengusir kalian setelah aku mendengar kau hamil," kata Anabel tanpa merasa bersalah.

"Jadi selama ini kau membuntuti kami hah? dasar b*nat*ng wanita la*n*t, kau sudah menghancurkan hidupku selama ini apa itu belum cukup?" bentak Celine.

"Belum kini aku menginginkan nyawamu," Anabel pun memberikan kode kepada anak buahnya agar menutup mulut Celine kembali.

Sementara itu Devon datang ke kantor pusat hendak menemui kakaknya.

"Pak Bagas bisa saya bertemu dengan kak Darren, saya harus minta tanda tangan darinya langsung," kata Devon

"Mohon maaf tuan muda hari ini tuan Darren tidak berangkat semua urusan untuk sementara waktu saya yang ambil alih?" kata Bagas dengan sopan.

"Tumben sekali dia tidak masuk kantor, semalam juga dia tidak pulang ke rumah, apa terjadi sesuatu?" selidik Devon.

"Sebenarnya tuan Darren sedang mencari keberadaan nona Celine karena sejak kemaren dia belum pulang," jawab Bagas agak sedikit ragu mengatakannya.

"Apa? Celine hilang? Kenapa aku sampai tidak tahu, sial aku juga akan membantu mencarinya, Pak Bagas apa kau sudah lihat cctv dimana terakhir kali Celine berada, barangkali kita dapat petunjuk di sana." usul Devon.

"Saya sudah menyiruh informan saya untuk mencari tahu sebentar lagi saya akan mendapatkan laporannya tuan,"

"Baiklah kabari aku juga, tapi kakakku tidak boleh tahu karena dia mengancamku kemaren untuk tidak mendekati Celine. Kau paham?" kata Devon

"Baik tuan," Bagas pun menundukkan kepalanya untuk mengantar kepergian Devon.

Drrrtt Drrtt Drrtt

Darren menerima pesan dari Bagas asisten pribadinya.

📩 Bagas :

"Tuan kami telah mengecek cctv di dekat retoran nona Celine dimana terakhir kali dia terlihat. Beberapa orang membekap nona Celine pergi dengan mobil. Kami sudah melacak no plat mobil itu, posisinya berada di pabrik tua di perbatasan kota."

"Baiklah aku akan ke sana sendiri,ini terlalu mudah bagiku," kata Darren dengan penuh percaya diri.

Kemudian Darren meninggalkan apartemen Celine diam-diam berharap anak-anak nya tidak mengetahui. Karena kemaren Darren janji akan mengajak mereka. Tapi Darren tidak mau anak-anak terluka makanya Darren mengendap-endap ketika keluar apartemen.

"Merek masih tidur, aman,aku harus segera pergi." gumam Darren dengan lirih sambil mengambil jaket yang tergeletak di sofa. Dengan sangat pelan ia menutup pintu apartemen.

Tapi bukan anak genius kalau mereka gampang dibohongi. Julian dan Jaden diam-diam mengawasi pergerakan daddynya. Mereka sudah menyadap hp daddynya sehingga mereka bisa membaca pesan yang masuk dari hpnya. Anak-anak itu pun berencana mengikuti daddynya yang akan bergerak menyelamatkan Celine sang mommy.

"Dasar daddy dia kira kira ini anak-anak yang mudah dibohongi, dia tidak tahu saja kalau kita sudah menyadap hpnya," kata Jaden.

"Ayo kita segera bergerak oya aku sudah hubungi om Devon agar dia mau membantu kita. Sebaiknya kita temui dia dulu," kata Julian.

Lalu kedua anak kecil itu pergi dengan menggunakan taxi menuju ke kantor Devon. Mereka sudah mengirim pesan berisikan ajakan untuk mencari mommy yang hilang sejak kemaren.

Devon pun menyetujui ajakan mereka. Bagaimana pun perasaan nya masih sama kepada Celine. Meskipun wanita yang dia cintai telaah menolaknya. Tidak ada keraguan untuk membantu anak-anak kembar itu yang sebentar lagi akan resmi menjadi keponakan Devon.

Selang beberapa waktu akhirnya Julian dan Jaden tiba di kantor Devon. Mereka kemudian masuk ke ruangan Devon. Tidak disangka di situ sudah ada asisten Darren yang berdiri di samping Devon.

"Pak Bagas juga di sini?" tanya Jaden penasaran.

"Ya sayang pak Bagas akan menemani kalian di sini, biarkan om pergi sendiri menyelamatkan mommy kalian," kata Devon.

"Tidak om kami akan ikut bersamamu, kami merindukan mommy," rengek Julian.

Devon kemudian merendahkan posisi tubuhnya serta menatap kedua mata Julian. "Tidak ini terlalu berbahaya untuk kalian, om janji akan membawa pulang mommy kalian hidup-hidup," ucap Devon dengan lembut sambil mengusap puncak kepala anak itu.

Julian dan Jaden menganngguk mengerti. Mereka akhirnya menyetujui keputusan Devon. Mereka hanya bisa berdoa agar laki-laki itu bisa membawa mommy nya pulang dengan keadaan selamat.

Devon pun menyambar jaket kulit miliknya. Kali ini dia ingin menggunakan motor sportnya yang sudah lama tidak dipakai. Dengan gagahnya Devon mulai melajukan motor sport berwarna merah itu.

1
Dyta Kusnani
critanya terlalu on the point ,, masa Darren baru ktmu Celine udh mau cium aja kan ga knl
Gintania nia
Luar biasa
Sativa Kyu
👍
Lusy Yana
masa ga punya jet pribadi???
Dahlia Anwar
egois Mash untung Daren mau tanggung jawab Mash nunggu
Putri Nunggal
owh ternyata ayahnya Celine masih ada
Hilya Nafilah
di awal udah menarik lanjut baca sampai akhir
Ik sin lim
GK ada akte lahir ok bisa beli tiket
Rose Winn
hartanya untuk apa coba..ahli warisnya dah meninggal...carilah cucumuu...
Nirwana Asri: jangan lupa vote nya ya kaka
total 1 replies
Rose Winn
klo tetnyata diaz bpknya darren gmn ruhhh
Rose Winn
bpknya kahhh???
Nirwana Asri
jangan lupa pencet kotak hadiahnya ya kak
Rose Winn
🤣🤣🤣😂😂😂
Rose Winn
kamu yv salah malah bawa mak lampirrr
Rose Winn
kayaknya paca2nya darren di kaasih apartemen di situ semuaa nich..gila diaa
ArlettaByanca
Untuk berumah tangga harus sama2 cinta biar ga mudah tergoda pelakor pebinor😂😂😂
Renireni Reni
tamatt ya??
Renireni Reni: siap kakk💖💖💖💖
total 2 replies
Renireni Reni
wahh....dpt janda anak 1 devon
Renireni Reni
lahh....kena perutnya....
Renireni Reni
masak gk ada bukti2 nikahannya??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!