" Aku menyukai dia sejak pandang pertama, jadi dia harus menjadi pacarku " ucap Arasya menatap penuh damba pria dewasa yang duduk bersandar di sofa restoran masih dengan stelan jas kerjanya .
......
Sean Brisbane menjadi terheran-heran memikirkan gadis yang sudah beberapa hari ini selalu mengejar nya bahkan berusaha mendekati nya tanpa ragu .
" Sangat centil " ucap Sean mengambil lipstik di tangan Ara lalu membuangnya ke lantai agar bodyguard yang lain tidak melihat dia memakai lipstik lagi .
" Kenapa? apa aku terlalu cantik hingga Kakak tidak kuat menatapku memakai lipstik?" tanya Ara memungut lipstik nya yang di jatuhkan Sean .
" Cantik?" ulang Sean dengan tatapan geli nya pada gadis kepedean itu.
" Ayolah Kak jadi pacar Ara aja , Ara suka sama Kak Sean, ganteng !" gemas Ara dengan tampang cegil nya mencuri kesempatan untuk memeluk sebelah lengan Sean yang masih melek mendengar apa yang barusan dia katakan.
next
yuk baca cerita Ara , sicegil Bang Sean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 tidak mau menerima uang jajan
" Baby kemarilah mengapa berdiri didepan pintu" ucap Sean menatap Ara yang hanya berdiri didepan pintu .
" Kan ada tamu " kata Ara dengan polos tetap berdiri memegang banyak paper bag berisi belanjaan nya .
" Bukan tamu penting, sini masuk dan tunggu saja disofa" kata Sean .
Ara berjalan masuk dan menutup pintu " Ini kartu Ayang, terimakasih " kata Ara mengembalikan kartu Sean yang sudah dia gunakan untuk belanja .
" Tunggu disofa ya, aku masih ada beberapa hal yang harus dibicarakan" ucap Sean pada pacar kecilnya yang patuh itu .
" Baik Ayang " kata Ara dengan senyum bahagia nya duduk disofa dan mulai mengeluarkan barang-barang yang dia beli dari paper bag .
............
" Shania dengar, pertama-tama jaga sikap kamu dan jangan pernah menyentuh aku dengan leluasa " ucap Sean memperingatkan Shania , untung Ara tidak melihat Shania memegang tangan Sean .
Ara bisa tantrum seharian!.
" Sean, apa kamu tidak sadar dia hanya memanfaatkan mu?" pertanyaan Shania menatap Ara yang duduk disofa sedang unboxing barang-barang mahal yang dibelinya pakai uang Sean .
" Bukankah semua wanita yang datang padaku hanya ingin memanfaatkan aku " ucap Sean mengangkat sebelah alisnya menatap Shania yang berani menghakimi pacar kecilnya.
" Termasuk kamu" tembak Sean dengan to the poin.
" Sean, aku menawarkan kerja sama dengan kamu yang akan menghasilkan keuntungan dan bukan hanya sekarang bukankah sejak dari orang tua kita dulu yang memimpin perusahaan mereka sudah sama-sama membantu " ucap Shania mengingatkan Sean .
Sean terdiam karena dulu beberapa kali orang tua Shania memang menyelamatkan perusahaan keluarga Sean yang berada diambang kebangkrutan.
" Baiklah, aku akan membantu kamu tapi dengan beberapa persyaratan tambahan?" ucap Sean .
" Apa persyaratan nya?" pertanyaan Shania ketika permasalahan berat yang mengganggu pikiran nya mendapatkan titik temu .
" Bimo akan mengirimkan beberapa persyaratan tambahan nantinya, jika kamu setuju maka kerja sama ini akan berjalan " ucap Sean dengan profesional.
" Baiklah, Aku menunggunya " ucap Shania dengan nafas lega menatap Sean yang seperti malaikat penolong baginya .
Andai mereka jadi menikah.
" Satu lagi Shania, Aku ingin kamu menjelaskan sekaligus minta maaf pada Ara karena sudah memberikan informasi palsu padanya tempo hari " pernyataan Sean melirik pacar kecilnya yang masih duduk kesenangan disofa menatap barang-barang yang dibelinya .
" Sean tapi," Shania merasa harga dirinya akan sangat jatuh jika harus meminta maaf apalagi memberikan klarifikasi pada gadis kecil itu.
" Bukankah tadi kamu mengatakan akan melakukan apapun?" ucap Sean segera berdiri .
" Baiklah " kata Shania dengan senyum terpaksa nya .
" Baby " panggil Sean langsung duduk disebelah Ara .
" Ayang, sepatunya cantik banget " kata Ara kesenangan memeluk Sean yang membiarkan nya belanja banyak .
" Ayang tau, Ara juga beli Hoodie sweater yang ada kantong ajaib nya " tawa cekikikan Ara mengembang sweater lucu yang dia beli .
" Benar-benar bocah " Sean langsung terkekeh geli melihat model sweater yang Ara beli .
" Ayang jangan ketawa, ini lucu tau " kata Ara menoel pipi boneka kecil di bagian atas sweater itu .
" Lucu kayak kamu " ucap Sean mengelus-elus kepala Ara dan saat Sean akan mengecup kening Ara jadi terhenti karena Shania batuk .
" Astaga, kenapa aku selalu melupakan orang-orang di sekitarku jika sudah bersama Ara" batin Sean merutuki dirinya sendiri ketika melirik Shania yang masih berdiri tak jauh darinya .
Ara yang duduk menyamping itu langsung balik badan mendengar suara wanita, selain tidak memperhatikan sedari tadi Ara hanya fokus pada barang-barang yang dibelinya.
Sungguh Ara tidak menyadari kalau wanita yang bicara dengan Sean tadi adalah Shania .
" Kenapa ada Tante ini ?" pertanyaan Ara menatap Sean dengan cemberut .
" Dia akan menjelaskan sesuatu padamu " ucap Sean menatap Shania yang masih berdiri itu agar segera memberikan klarifikasi.
" Aku, hanya ingin mengatakan kalau informasi yang aku katakan waktu itu tidak valid , aku belum bertunangan dengan Sean " ucap Shania rela menurunkan harga dirinya demi perusahaan nya tetap baik-baik saja.
" Mmmh, Tante pembohong " kata Ara memangku kedua tangannya menatap Shania .
" Jangan panggil aku Tante " pernyataan Shania tidak terima .
" Terus kenapa Kak Shania bohongin Ara?" pertanyaan Ara melunak .
" Aku, aku, minta maaf atas itu " ucap Shania dengan begitu tidak ikhlas lalu keluar ruangan Sean tanpa mendengarkan apakah Ara memaafkan nya atau tidak .
" Ayang, ngomong apa sama dia?" tanya Ara menatap Sean.
" Bisnis " jawab Sean dengan singkat .
" Ayang ada bisnis sama Tante, ehhhh kak Shania?" tanya Ara dengan santai sekarang Ara lebih percaya Sean daripada ucapan orang lain .
" Kerjasama sebuah Mega proyek" jujur Sean .
" Mmmh, Ara doain bisnis Ayang lancar " kata Ara dengan tulus yang membuat Sean langsung tersenyum lebar .
" Terimakasih Baby " ucap Sean mengecup pucuk kepala Ara .
Tidak bisa Sean pungkiri sejak berpacaran dengan Ara selama hampir dua bulan, itu membawa banyak sekali dampak positif bagi hidup Sean .
Hubungan yang mulai membaik dalam keluarga nya, bisnis yang terus berkembang pesat dan juga kesehatan Sean yang sangat terjaga .
" Ayang udah makan?" tanya Ara mengeluarkan satu terkahir dari paper bag .
" Kenapa belum" tanya Ara ketika Sean menggeleng .
" Belum ingin makan " kata Sean .
" Sini Ara suapi, Ayang nggak boleh telat makan nanti sakit " kata Ara menjemput makan siang Sean yang masih utuh diatas meja .
" Ayo makan " kata Ara menyuapi Sean dengan penuh senyuman hingga membuat Sean salah tingkah jadinya .
" Ara juga beliin Ayang baju " kata Ara membuka kotak kemeja yang dia belikan untuk Sean .
" Apa ini muat? Ara nggak tau ukuran kemeja Ayang, jadi Ara kira-kira aja" ucap Ara membantu Sean mencobanya.
" Mmmmh, sedikit kebesaran tapi masih bagus Ayang pake kok " kata Ara menilai .
" Ayang suka kan?" tanya Ara yang diangguki Sean sambil menerima setiap suapan yang Ara berikan untuknya .
Sean mengambil dompetnya dan memberikan kembali kartu yang tadi Ara kembalikan padanya .
" Baby, kartu ini kamu pegang saja ya jika ingin jajan kamu gunakan saja " ucap Sean memberikan kartu itu ketangan Ara .
" Tidak Ayang, kata Daddy Ara hanya boleh menggunakan uang pria yang memiliki kewajiban menafkahi, Ayang kan belum jadi suami Ara jadi Ara jajan nya masih pakai uang Daddy " kata Ara dengan begitu polos .
Tadi saja Sean menyuruh Ara memakai kartunya dengan alasan pemberian reward itupun Ara masih ragu-ragu.
" Baby, Aku memberikan nya ikhlas untuk kamu jadi pakai ya " kata Sean .
" Enggak mau, nanti Ayang perkosa Ara" kata Ara dengan ekspresi takutnya.
" Loh, kok mikir nya gitu sih " kata Sean mengerang frustasi bahkan mengacak rambut nya .
" Kata Mommy, kalau laki-laki yang nggak ada hubungan status yang jelas dimata hukum tiba-tiba ngasih duit itu artinya dia ingin sesuatu yang lebih dari kita " sambung Ara ingat sekali ucapan Mommy nya .
" Nanti Ayang kasih Ara uang banyak terus tiba-tiba paksa atau perkosa Ara lagi, nggak mau , nggak mau " kata Ara mengembalikan kartu itu bahkan semua belanjaan yang dia beli pakai uang Sean tadi .
" Astaga, gadis polos ini " kata Sean menggaruk tengkuknya
Dan harus lebih berjuang dengan keras lagi untuk mendapatkan restu. Bukan hanya Ara yang harus dituntut untuk mengikuti aturan di keluarga Sean saja
Ara pergi agak jauh dulu jujurly aku penasaran Ara anak siapa yah dari sekian novel kan mafia semua