Azila putri,seorang pramugari cantik ,dan telah mendirikan perusahaannya sendiri dan telah bisa bersaing dengan perusahaan asing ,dia seorang yang jenius dan hacker yang hebat,sehingga tak ada yang bisa menembus keamanan perusahaannya .dia menjalin hubungan dengan seorang coe hebat dan sekaligus dosen di salah satu kampus
“Sayang apakah kau bersedia menikah dengan kU sehabis kontrak Mu “ucap Satria
“Kau akan menikahi kU? “jawabnya girang
“Iya aku ingin menjalin hubungan yang serius dengan Mu”unjurnya tersenyum
Dia Satria coe hebat yang mempunyai cabang bisnis di. Luar maupun dalam negeri,dan juga beberapa properti seperti hotel ,restouran,dan sebagainya
Dan mereka akan melaksanakan pernikahan nya beberapa bulan lagi.
Bagaimana kelanjutan kisahnya jangan lupa kepoin terus novelnya ya gays
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B_aaja____, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part.24 kepergian
Dalam jet zila hanya diam,dan air matanya terus saja menetes ,ia tak tau cobaan bertubi-tubi menimpanya
Tak berapa lama sampai lah ia dibandung,dan mereka pun langsung menuju rumah sakit
Sesampai dirumah sakit zila langsung bertanya ke salah satu suster yang sedang bertugas
“Sus korban kecelakaan ,atas nama zuna dan zikri dimana “ucapnya di sela isak tangisnya
“Mari mba”ucap suster itu membawa zila kekamar mayat
Rasanya kaki zila sangat berat buat melangkah ia berharap ini semua hanya mimpi
Dengan perlahan ia membuka kain yang menutupi wajah ibunya
“Ini Gak mungkin,ibu ibu kan janji Gak akan ninggalin la”ucapnya menangis memeluk tubuh ibunya yang sudah kaku
“Ibu ibu kenapa ninggalin la sama Adek ,”ucapnya mengusap wajah ibunya yang berlumuran darah
Satria memagang bahu zila dan menguatkan istrinya yang tengah rapuh
“Ibu kan Kemaren bilang ,akan ngasih la kado,tapi kenapa ibu pergi”ucapnya tak kuasa menahan tangisnya
Ia duduk dilantai memeluk lututnya dan menangis sejadi jadinya rasanya hatinya hancur
Tiba tiba suster menghampiri zila
“Mba ,adiknya ingin bertemu,beliau baru saja sadar”ucap suster itu
Zila mendongak kan kepalanya melihat a suster tersebut ,ia lupa bahwa adik nya masih ada,adiknya masih butuh dukungannya
Zila bagun dan dibawa keruangan zikri
satria tak pernah melepaskan tangannya dari genggaman zila
Sampai diruangan tersebut ia tak kuasa melihat keadaan adiknya
“Apa yang sakit “ucap zila mengengam tangan zikri
“Kak ,maaf in aku ,aku Gak bisa jaga ibu”ucapnya meneteskan air mata
“Adek jangan sedih,masih ada Kakak yang akan nemenin Adek jagain Adek”ucapnya tak kuasa menahan tangisnya
“Kak maaf in aku,aku gk bisa jagain kakak lagi”ucapnya
“Kak aku udah nemuin alamat ibu kandung kakak”ucap Adek nya di sela sela nafasnya
“Adek jangan ngomong dulu,kakak hanya anak ibu ,bukan anak orang lain”ucapnya mengeratkan pegangan tangannya
“Ta tapi kak”ucapnya terhenti tak kala alat pendeteksi jantung sudah memperlihatkan jantungnya tak berdetak lagi
“Dokter,”ucap zila melihat ke Aldi
Aldi pun keluar dan memanggil dokter
Dokter langsung memeriksa keadaan zikri
“Maaf mba ,adiknya sudah Gak ada”ucap dokter
“Adek Adek “ucap zila menggoyang goyangkan tubuh Adek ya
“Adek kan janji jagain kakak,kenapa Adek juga ninggalin kakak,kakak nanti sama siapa ,kakak gk punya siapa-siapa lagi”ucapnya histeris memeluk tubuh adiknya
Satria berusaha menenangkan zila ,ia tau ini sangat berat untun dilalui zila,kehilangan dua orang yang ia sayangi sekaligus bukanlah hal mudah
Satria memeluk zila yang menangis ,dan dalam pelukan Satria zila pun pingsan
“Dokter “teriak Satria
Satria mengendong dan merebahkan zila di tempat tidur rumah sakit tersebut dan dokter pun memeriksa kondisi zila
“Bagaimana dok,istri saya kenapa”ucapnya panik
“Istri anda hanya syok dan kelelahan saja pak”ucap dokter yang memeriksa zila
Dan dokter pun pergi meninggalkan mereka berdua
Aldi sekarang sedang mengurus administrasi dan pemakaman ibu dan adik zila
Satria terus mengengam tangan zila ,dan dalam fikiranya berputar Putar apa yang di ucapkan adik zila tadi
“Lalu zila anak siapa ,kalau bukan anak buk zuna “batin zila
Saat sedang memikirkan itu tangan zila bergerak dan zila mulai mengerjapkan matany
“Apa yang sakit “tanya Satria khawatir