Disarankan untuk membaca "Cold Woman Itu Istriku" terlebih dahulu sebelum membaca ini.
Sebuah kisah dari Daniel Nandra Sharman pria dingin nan tampan pemegang dua perusahaan besar sekaligus dengan dua jabatan berbeda harus menikah dengan wanita yang mengaku telah mengandung anaknya padahal ia sama sekali tidak pernah melecehkan atau menyentuh wanita manapun. Termasuk wanita tersebut, ia mengenalnya saja tidak.
Khanza Adelia Dinata, perempuan cantik yang berasal dari keluarga kurang mampun. Ia merupakan tulang punggung bagi keluarganya. Orang tuanya yang sudah berumur memaksa dirinya untuk bekerja keras tapi dua kali ia harus dipecat gara-gara seseorang. Ia memiliki dua adik laki-laki, adik bungsunya menderita sakit ASMA membuatnya harus ekstra kerja keras untuk adiknya. Suatu ketika sakit adiknya kambuh dan dia sedang tidak memegang uang sama sekali begitu juga dengan kedua orang tuanya.
Ide gila nan kotor muncul di kepalanya begitu saja, dengan cara kotor ia menjebak seorang pria yang telah membuatnya kehilangan pekerjaan menikahinya maka kemungkinan dengan begitu perekonomian keluarganya terjamin dan adiknya tidak akan kesusahan menerima pengobatan.
Apakah harapannya itu akan sesuai dengan apa yang ia perkirakan sebelumnya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ansifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24
Matahari sudah bersinar dengan teriknya, Khanza sendiri terbangun dengan merasa tidak nyaman. Dia mengucek matanya sendiri, dia masih mengantuk saat ini. Padahal dia bangun saja sudah kesiangan tapi kenapa masih mengantuk saja, ia menengok kesamping dan disampingnya saat ini sudah kosong. Membuat dia meneliti setiap sisi kamar kecilnya tersebut,
“Loh kemana pria itu,?” Khanza terkejut karena tidak mendapati Daniel disebelahnya saat ini.
“Apa dia tidak tidur disini, semalam perasaan dia tidur duluan” gumamnya mulai berjalan melangkah turun dari tempat tidurnya saat ini.
Hueekk..
Segera saja Khanza menutup mulutnya sendiri, rasa mual kembali hadir. Dia berlari sambil menutup mulut keluar dari dalam kamarnya saat ini menuju kamar mandai yang ada di luar.
Saat berlari menuju kamar mandi dia melewati tiga orang yang sudah duduk dimeja makan saat ini. Ketiga orang itu tentu saja Nur, Fathir dan Farel yang sudah duduk di meja makan.
“Ibu, mbak Khanza kenapa kok lari buru-buru begitu sambil menutup mulutnya” ucap Fathir polos saat melihat kakaknya berlari ke kamar mandi.
Nur yang sedang menghidangkan makanan di meja langsung menoleh melihat kearah Khanza yang ada di kamar mandi.
“Itu efek hamil Fathir, jadi mbak mu begitu” tukas Nur lembut dan berjalan menghampiri Khanza yang ada di kamar mandi tidak jauh dari mereka.
“Kamu masih merasakan morning sickness Khanza?” ucap Nur sambil memijat lembut leher Khanza yang masih terlihat mual-mual.
“Iya bu, apa memang begini ya kalau orang hamil muda”
“Ya begini, ini biasa dialami perempuan yang sedang hamil”
“Oh,” Khanza mengusap mulutnya dengan tangannya sendiri setelah ia basuh.
“Ibu tahu dimana pria sombong itu?” ucap Khanza yang sudah berdiri tegak menatap sang ibu.
Nur mengernyitkan dahinya,
“Hussh, jangan begitu. Dia suami kamu, lagi pula nak Daniel tidak sombong menurut ibu.”
“Nggak sombong bagaimana bu, dia menghina keluarga kita kemarin. Dan omongannya sadis banget”
“Dia begitu ya karena dia marah sama kamu, jangan salahkan dia Khanza. Ini salah kamu kalau dia begitu, wajar dia marah. Dia masih muda dan harus bertanggung jawab padamu dan pada anak yang kamu kandung, seharusnya kamu jangan begitu memang pantas kita dikasari oleh dia”
“Ya, aku tahu bu ini salahku. Yang buat masa mudanya begini, tapi salah...”
“Sudah nggak baik begitu sama suami. Ibu yakin Daniel adalah orang yang baik Khanza, kamu harus terus meminta maaf padanya. Dan sana kamu bangunkan dia untuk sarapan bareng kita” Nur memotong ucapan Khanza, dia membela Daniel dan membuat Khanza mengerucutkan bibirnya.
“Dia nggak ada dikamar bu, sudah bangun dia dan entah kemana?” tukas Khanza berterus terang.
“Dia ada didalam mobilnya, subuh tadi dia bangun dan menyuruh orang suruhannya untuk membelanjakan kita. Sekarang nak Daniel tidur di mobil, bangunkan saja dia dan habis kalian sarapan segeralah kalian pulang. Ibu kasihan pada Daniel pasti dia tidak bisa tidur di rumah kita yang banyak nyamuk ini”
Khanza terdiam mendengarkan ibunya,
“Sudah sana, kenapa malah diam disini” ucap Nur saat Khanza hanya berdiri diam.
“Eh iya,.” Kaget Khanza, dia menatap ibunya yang akan pergi lagi ke dapur.
“Masa iya, pria itu membelikan belanjaan untuk keluargaku” ucap Khanza antara percaya dan tidak percaya.
..................
Khanza berjalan perlahan menuju Mobil Daniel yang terparkir dijalan depan rumahnya saat ini. Karena memang rumahnya tidak bisa untuk parkir mobil. Dia berjalan kearah mobil berwarna biru tersebut.
Dia menaruh kedua tangannya di kaca mobil mengintip kedalam melihat ada daniel atau tidak didalam situ. Dan ternyata benar, Daniel memang tidur didalam mobil saat ini,
“Pria aneh malah tidur didalam mobil, didalam rumahkan bisa” gerutu Khanza setelah melihat Daniel yang tidur duduk dengan sandaran kursi sedikit kebelakang serta tangannya yang terlipat di dadanya.
“hei bangun, Daniel, bangun” ucap Khanza sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil disebelah Daniel agar pria itu bangun dari tidurnya.
“Hei es kutub bangun” ucap Khanza terus mengetuk kaca mobil.
Daniel yang merasa mendengar sesuatu mengerjap kan matanya perlahan dan membuka tangannya lebar, melihat ke kaca mobil sebelahnya. Ia melihat Khanza yang berdiri di luar mobil saat ini.
Perlahan dia membuka kaca mobilnya dengan malas menatap Khanza.
“Ada apa?” tanyanya dengan suara serak khas bangun tidur.
“Ayo sarapan, habis itu kita pulang” ucap Khanza.
“Kau saja, aku tunggu disini”
“Kau memang anak kurang sopan santun ya, Ibu ku tuh sudah masak capek-capek buat kamu. Dihargai sedikit kenapa” kesal Khanza
“Berisik” Daniel malah menutup kaca mobilnya kembali.
“Hei, kamu denger nggak sih. Kamu itu kenapa nyebelin banget. Ibuku..”ucapan kekesalan Khanza berhenti saat Daniel membuka pintu mobilnya. Perlahan kaki pria itu melangkah turun dari mobil dan membuat Khanza sedikit mundur agar tidak terkena pintu mobil yang terbuka.
Daniel melihat Khanza yang terdiam takut-takut akan dimarahi oleh Daniel, Daniel sendiri berdiri tegak menatap Khanza tajam. Perempuan itu langsung menunduk takut karena tatapannya.
Tanpa mengatakan sepatah katapun pada Khanza Daniel langsung menutup pintu mobilnya dan berjalan pergi meninggalkan perempuan itu yang belum sadar kalau dia sudah melangkah pergi.
“Bukannya tadi kau menyuruhku untuk sarapan. Lalu kenapa kau masih berdiri disitu” tukas Daniel yang menghentikan langkahnya menatap Khanza yang masih menunduk di sebelah mobilnya saat ini.
Khanza langsung mendongak tidak mendapati Daniel didepannya, pria itu malah sudah berjalan duluan meninggalkan dirinya
“Hei menyebalkan, ku kira kau akan marah padaku” seru Khanza saat Daniel sudah berjalan masuk kedalam rumahnya dengan tangan yang terlipat kebelakang layaknya seorang bos. Eh memang dia bos dari dua perusahaan.
“Enak banget jadi dia ya, masih muda konglomerat lagi warisannya banyak” gumam Khanza berjalan kecil mengikuti Daniel yang sudah masuk kedalam rumahnya.
Daniel sudah duduk bergabung dengan keluarga Khanza saat ini di tikar yang di gelar di ruang tengah yang sekaligus dapur itu. Makanan Pun juga tersaji didepannya saat ini, makan-makanan enak yang dibuat sendiri oleh ibu Khanza. Menatap itu membuat Daniel merasa terpukau, ini masakan rumahan dari seorang ibu. Selam ini dia tidak pernah melihat masakan rumahan.
“Daniel maaf ya, kita harus makan dibawah seperti ini. Soalnya mejanya tidak cukup untuk kita berenam.” Ucap Farid merasa bersalah.
“Tidak masalah”
“Nak Daniel makan yang banyak ya, ini semua ibu buatin buat kamu. Maaf juga karena kamu harus membelikan sayur-sayuran untuk kita” pungkas Nur yang mengambilkan nasi untuk Daniel.
Daniel hanya diam saja, mengambil piring yang dari tangan Nur.
“Berhentilah kalian mengatakan maaf, diriku bosan mendengar ucapan begitu” ketus Daniel.
Mereka semua langsung terdiam, Farel adik Khanza menatap tidak suka pada Daniel yang duduk didepannya saat ini.
“Khanza ambilkan suamimu daging sapinya” ucap Nur meminta Khanza untuk mengambilkan Daniel daging itu.
“Iya bu,”
“Sini biar aku mengambilkan lauk buatmu” ucap Khanza mengambil piring Daniel dan akan mengambil rendang buatan Nur. Tapi belum sempat mengambilnya tiba-tiba saja Khanza langsung menutup hidung dan mulutnya. Mencium bau rendang membuatnya ingin muntah seketika.
Hueekk
Buru-buru saja dia menaruh piring milik daniel begitu saja dan dia segera berlari ke kamar mandi.
Daniel melihat itu terdiam, perempuan licik itu masih merasakan mual, batin Daniel.
“Hei, kenapa kau diam saja, susul kakakku. Kau suaminya kan dan dia sedang mengandung anakmu” ketus Farel.
“Farel” tegur Farid dan Nur bersamaan.
Daniel menatap Farel dengan tatapan yang tidak bisa diartikan dia juga sesekali mendengar Khanza yang sedang muntah didalam kamar mandi.
“Aku ke sana dulu” setelah diam, Daniel langsung berdiri dari duduknya saat ini dan menyusul Khanza ke kamar mandi.
°°°
T.B.C
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa