NovelToon NovelToon
I Got Reincarnated As An Extra Character In My Own Novel

I Got Reincarnated As An Extra Character In My Own Novel

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Contest / Isekai / Barat / Tamat
Popularitas:128.8k
Nilai: 5
Nama Author: Riepra

[Tidak akan dilanjutkan]

"World Fantasy" merupakan novel ringan yang ditulis oleh seorang penulis baru dan mendapatkan popularitas yang luar biasa sejak peluncuran volume pertamanya.

Akibat tubuh dan pikirannya yang kelelahan, dia terjatuh dari tangga di rumahnya dan mengalami pendarahan.

Setelah dia menyadarinya, dia telah terbangun sebagai Vex von Artrez, karakter figuran dalam novelnya.

"Apa yang harus aku lakukan?!"

"Apakah aku harus mengubah alur ceritanya?!"

"Terserah. Mari lihat perkembangan dan sesuaikan!"

Apakah dia akan mendapatkan hasil sesuai dengan apa yang dia inginkan?

Genre : Action, Adventure, Comedy, Fantasy, Magic, Romance.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riepra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hari Pertama Akademi

Tahun Suci 1300, Bulan Ketiga.

Ibukota Kerajaan Vetra, Coastal.

Sudah beberapa hari berlalu semenjak aku melihat pengumuman nilai ujian masuk. Ketika aku melihatnya, kurasa aku benar-benar cocok menjadi seorang karakter figuran yang memiliki posisi pewaris dari Margrave Artrez.

Tapi, mengapa orang yang menggambari lembar jawabannya mendapatkan nilai penuh?!

Apa yang sebenarnya dia lakukan?!

Aku benar-benar tidak mengerti!

Yah, lagipula aku tidak menulis dengan rinci ujian masuk Akademi di novelku dahulu.

Namun, tetap saja aku benar-benar kecewa. Mengapa Celine tidak bertunangan dengan pangeran?!

Aku sudah benar-benar memastikannya kemarin.

Saat melihatnya, aku benar-benar kasihan terhadapnya. Bukankah itu berarti semenjak kecil dia telah diperlakukan dengan buruk?

Aku jadi merasa bersalah terhadapnya.

Nah, sebagai seorang penulis dari novel "World Fantasy," aku memiliki perasaan yang rumit saat melihat karakterku kesulitan dan hidup dengan menyedihkan seperti itu. Jadi, aku memutuskan untuk merawatnya setelah lulus dari Akademi.

Lagipula, entah mengapa keluarga Terra juga tetap mendukung protagonis sesuai dengan plot aslinya.

Yah, tidak masalah.

"Kami telah sampai di Akademi, Tuan Muda," ujar Kevin dari balik pintu kereta kuda dan membukanya.

Hmm, aku jadi merindukan Scilla.

Dia tidak kubawa kemari karena dia sangat merepotkan dan selalu berlebihan saat merawatku.

Kudengar, Scilla juga akan menikah dengan seorang ksatria sebentar lagi. Jadi, kupikir lebih baik dia meluangkan waktu untuk dirinya sendiri untuk sementara.

"Ah, baik. Terima kasih, Kevin," balasku saat turun.

"Baik, kami akan menjemput Anda setelah sekolah berakhir," timpal Kevin lalu menunduk.

"Ya," balasku lalu pergi memasuki gedung Akademi.

Setelah berjalan menyusuri lorong dan menaiki tangga menuju lantai kedua, aku menemukan kelas yang telah diberitahukan kepadaku.

Ketika aku memasukinya, aku hanya melihat Celine yang telah duduk di sudut belakang ruangan. Lalu, aku berjalan ke arahnya untuk duduk di sebelahnya.

Ruang kelas ini memiliki formasi tempat duduk 3x5 dengan 3 baris yang memanjang ke belakang yang masing-masing barisnya memiliki 5 kursi.

"Selamat pagi, Celine," sapaku riang saat menuju ke kursiku.

"Ah—um, Selamat pagi, Vex," balas Celine dengan gugup.

Hm?

Mengapa wajamu memerah?

Kemudian, aku mengeluarkan Health Potion dari tas selempangku dan menyerahkannya kepada Celine.

"Um, apa ini?" tanya Celine penasaran.

"Health Potion. Bukankah kamu sakit? Kulihat, wajahmu memerah," balasku heran.

"Ah... ya... terima kasih..." timpal Celine kecewa saat menerimanya.

Ada apa denganmu?

Aku tidak mengerti.

SRAAKK!

Kemudian, seseorang berambut putih memasuki ruangan dengan membuka pintu secara kasar sembari berteriak, "Selamat pagi!"

"Ah, pagi, Clark," balasku agak lesu.

"Um... selamat pagi," balas Celine agak gugup.

Lalu, dia mendekati kami dan duduk tepat di depanku.

"Halo! Saudaraku, siapa siswi perempuan di sampingmu yang sangat cantik ini?" tanya Clark dengan melirik Celine.

Hm?

Apa yang kamu inginkan, Clark?

Meskipun kamu juga merupakan karakterku, jangan menyentuh karakter lain milikku yang telah susah payah kukembangkan untuk membuat protagonis memiliki kepribadian yang sesuai.

"Um..." balas Celine bingung.

"Jangan macam-macam dengannya," balasku serius.

"Ah, b—baik..." balas Clark agak ketakutan.

Ada apa denganmu?

"Perkenalkan, ini adalah Celine," ujarku memperkenalkannya.

"A—i—iya. Perkenalkan, nama saya adalah Celine. Senang bertemu dengan Anda, Tuan Clark," balas Celine gugup.

Kemudian, Clark dengan cepat mengarahkan tangannya ke arah tangan Celine—

"Cih," ujarku mendecakkan lidahku saat melihatnya.

Dan dengan cepat Clark menarik kembali tangannya, lalu berkata, "Um, maaf... Perkenalkan, nama saya adalah Clark von Selvia. Senang bertemu dengan Anda."

"Ah, iya..." balas Celine kebingungan.

"Jangan menyentuh milikku," ujarku tanpa penundaan dengan sedikit kesal.

Ya, aku tidak ingin seorangpun mengganggu jalan cerita ini. Aku tidak ingin Clark, yang hanya seorang "yes-man" biasa, memiliki perasaan terhadap karakterku yang lain.

Kuh, memikirkan skenario yang tidak berjalan seperti aslinya sangat membuatku kesal.

"Eh?!" ujar Clark dan Celine terkejut.

Hm?

Mengapa ekspresi kalian terlihat sangat terkejut?

"S—Saudaraku?!" ujar Clark terkejut.

Ada apa?

Dan Celine, mengapa wajahmu sangat merah sekarang?

"Apa itu?" tanyaku heran.

"K—kamu serius?!" balas Clark seolah tidak percaya.

"Tentu saja. Jangan katakan hal yang sudah jelas," timpalku sedikit kesal.

"Ba—baik," balas Clark agak ketakutan.

Kemudian, pintu terbuka dan seseorang berambut hitam dan seorang gadis yang memiliki rambut oranye memasuki ruangan kelas.

Ya, itu adalah Kurt von Schwarz. Tapi, aku tidak mengenal gadis itu.

Siapa dia?

Aku tidak ingat pernah menuliskan karakter seperti itu.

Oh, apakah dia pengganti si gadis Saintess yang telah menghilang entah kemana?

Lalu, Gadis berambut oranye itu mendatangi kami dan Kurt menuju ke bangku yang berada di depan dan mendudukinya.

Saat gadis itu mendekat, dia bertanya, "Apakah kursi ini kosong?" sembari melihat kursi yang berada di depan Celine.

Itu kosong!

Duduk saja!

Tidak ada orang yang sedang duduk di kursi itu!

Jangan bertanya hal yang sudah jelas!

"Silakan," ujar Celine setelah bangkit dan menarik kursinya.

Mengapa kamu bersikap seperti itu, Celine? Setidaknya, biarkan dia melakukannya sendiri!

"Terima kasih," ujar gadis berambut oranye itu lalu duduk.

Kuh, aku membenci sikapmu.

Nah, aku harus memanggil villainku agar dia bersikap seperti villain yang seharusnya.

Aku bangkit dari tempat dudukku dan menuju ke arah Kurt lalu berkata, "Apakah kamu Kurt von Schwarz? Duduklah di belakang bersama kami."

"Ah, Pewaris Margrave Artrez, bukan? Salam kenal. Tapi... saya memiliki masalah terhadap penglihatan saya," balas Kurt malu.

Oh, benar.

Seharusnya aku yang duduk di depan dan mendengarkan guru berbicara.

Yah, bukannya aku keberatan.

Lalu, dengan cepat aku mengarahkan tanganku untuk menutupi matanya dan merapal, "Space-time Magic: Rewind" lalu melepasnya.

"Apa yang kamu lakukan?!" ujar Kurt yang terkejut saat matanya telah terbuka.

Lalu, aku mengarahkan jari telunjukku ke arah mulutku sebagai tanda isyarat diam dan berkata dengan tersenyum, "Jadi, ayo duduk di belakang."

"Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan. Tapi, aku benar-benar berterima kasih padamu," balas Kurt penuh syukur saat bangkit.

"Yah, tidak apa-apa," balasku dan membimbingnya duduk di sampingku yang berada di dekat jendela.

Nah, seperti inilah seorang villain seharusnya.

Setelah aku duduk di tempatku, aku merasakan bau aneh yang berasal dari gadis berambut oranye yang duduk di depan Celine.

Ya, aku mencium bau yang khas darinya, bau seekor binatang.

"Saudaraku. Perkenalkan, gadis ini bernama Elise von Guetten," ujar Clark bangga saat memperkenalkan.

"Um, perkenalkan, saya adalah Elise von Guetten, Putri Pertama Baron Guetten," timpal Elise memperkenalkan diri dengan menunduk.

"Baik, nama saya adalah Vex von Artrez, Pewaris Margrave Artrez. Senang bertemu dengan Anda," balasku lalu menundukkan kepalaku dengan ringan.

"Ah. Perkenalkan, saya adalah Kurt von Schwarz, Pewaris Margrave Schwarz. Senang bertemu dengan Anda sekalian," ujar Kurt memperkenalkan diri dengan menundukkan ringan kepalanya.

Setelah melihat Kurt menundukkan ringan kepalanya, aku melihat bahwa Elise sedikit tersenyum.

Begitukah? Kau merencanakan sesuatu, bukan?

Nah, aku tidak akan menganggumu. Lakukan apa yang kamu inginkan.

Lagipula, aku hanyalah seorang figuran.

Lalu, Celine dan Clark membalas dengan memperkenalkan diri mereka kepada Kurt.

Setelah menunggu beberapa saat, protagonis memasuki ruangan dengan keempat anteknya yang diantaranya terdapat kakak tiri Celine. Saat Ben memasuki kelas, dia hanya menatap dengan sebal kepada Celine tanpa mengacuhkannya.

Sesaat kemudian, antihero kami memasuki kelas dengan tunangannya, adik sepupunya, serta para anteknya yang lain.

Sebenarnya, aku telah menulis bahwa Celine akan menjadi musuh dari adik sepupu Leonard, Lumi. Jadi, jika protagonis diganggu oleh para anak perempuan antek Leonard, Celine akan membelanya.

Nah, aku sedikit bersalah karena menuliskan bahwa protagonis tidak benar-benar mencintai Celine.

Ya, singkatnya ini adalah cinta bertepuk sebelah tangan.

Ketika aku melihat Celine kembali,

"Ada apa, Tuan Vex?" tanya Celine penasaran dengan nada riang saat aku meliriknya.

"Tidak apa-apa," balasku dengan mengalihkan kembali pandanganku ke depan.

Mengapa kamu terlihat sangat bahagia, Celine?

Aku tidak mengerti.

Kemudian, pintu terbuka kembali dan dua orang guru memasuki ruangan yang salah satunya merupakan guru yang terlihat seperti professor yang mengawasi ujianku kemarin.

"Selamat datang di Akademi ini, Yang Mulia, Tuan Muda, Nona. Perkenalkan, nama saya adalah Professor Yiel Strauss. Saya memiliki jabatan sebagai salah satu Guru Besar bidang ilmu sihir di Lembaga Penelitian Kerajaan Vetra. Saya akan menjadi wali kelas Anda sekalian selama tiga tahun ke depan. Jadi, mohon kerjasamanya," ujar Yiel dan menunduk diikuti oleh guru di belakangnya.

"Ya," jawab beberapa siswa.

"Jika begitu, untuk hari pertama ini, kami akan melakukan kunjungan Akademi. Silakan ikuti saya," ujar Yiel.

Setelah itu, kami melakukan kunjungan ke beberapa fasilitas di Akademi seperti lapangan latihan, hutan, kantin, dan sebagainya.

"Um, apakah Anda berangkat dengan berjalan kaki juga, Celine?" tanyaku setelah menyelesaikan tur kunjungan fasilitas saat para siswa lain telah pergi.

"Um... i—itu benar..." balas Celine gugup.

Aku jadi kasihan terhadapnya. Jika begitu, ayo antarkan dia.

"Bagaimana jika berangkat dan pulang bersama saya?" tanyaku khawatir.

"Ti—tidak, itu akan merepotkan Anda. M—mohon maaf, saya izin pamit terlebih dahulu," balas Celine gelisah dan melarikan diri.

"Eh?" timpalku terkejut saat melihat Celine melarikan diri.

"Kamu benar-benar serius bukan, Saudaraku?" tanya Clark yang berada di sampingku dengan heran.

Hm?

Apa maksudmu serius?

"Yah, ayo pergi," ajakku pada Clark.

"Oke!" balas Clark riang.

Hmm, apa yang dapat kulakukan untuk meringankan bebannya?

Jika aku dapat menulis novel lagi, aku tidak akan membuat karakter dengan penderitaan mental yang panjang lagi.

Aku benar-benar menyesal.

...----------------...

Pengumuman Author :

Mohon maaf, aku telah merubah judul Novel ini sekali lagi karena bermasalah dengan kapitalisasi otomatis setelah proses review.

...----------------...

1
Gadis imut
Vex terlalu Op tapi bagus sih wkwkkw
Bagus + / Jelek -
bye bye thor
Bagus + / Jelek -
MC nya jadi kyak protagonis bukan lagi figuran
Bagus + / Jelek -
-
Riyu AM
pas like ke 100
Riyu AM
gila... gila... kenapa bru sekarang nemu novel sekeren ini, wifi ku mau abis lgi ahh... g thu bsa sampai mna bacanya moga g tanggung
kidauz
mantapp 👍🏻👍🏻👍🏻
Vemas Ardian
oooo ini intinya si vex buat alur sendiri buat kehidupannya?
EVIL GOD
up
CHEESE CAKE.: Anda juga bisa mencoba novel fantasi di profilku, silahkan mampir untuk mengisi waktu luang Anda.
total 1 replies
EVIL GOD
naice👍
EVIL GOD
si Celine itu adik nya mc?,
Fixcy Xi
gini aja .kenapa harus besok kalo bisa sekarang.itu punya kekuatan buat apa.berbelit Belit amat males dah
Fixcy Xi
mcnya menarik
Fixcy Xi
masih coba.pengennya nyari cerita mcnya yg ngga down.bisa dibilang sesuai asli
Fixcy Xi
MC nya malu malu
Fixcy Xi
semoga mcnya ngga naif
Fixcy Xi
masih dipantau
Riepra: jangan di pantau kak, aku mutusin buat namatin novel satunya dulu
total 1 replies
zarevi
Hehehe Menarikk
KAGIMI HAMID
di tunggu kelanjutanya author
CHEESE CAKE.: Anda juga bisa mencoba novel fantasi di profilku, silahkan mampir untuk mengisi waktu luang Anda.
total 1 replies
Arzen_V
Thor, lanjutin nih. Aku kasih ide dah... udah keren loh.
Arzen_V: paham sih rasanya, pokoknya semangat. Aku tungguin nih lanjutannya
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!