entah kesialan apa yang menimpa Andriana hingga harus bertemu kembali dengan pria dingin dan galak itu, apalagi harus sampai menikah dengannya. Andriana yang awalnya membenci dengan CEOnya itu perlahan juga menyinpan perasaan yang sama. Namun perjalanan untuk menyatukan kedua perasaan tersebut terlalu banyak hambatan hingga membuat andriana berada dititik keputus asaan. .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon enaldi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 23
AUTHOR POV
andriana masih tampak sibuk mencari pakaian yang akan dia kenakan kekantor
"sebaiknya pakai ini aja" andriana mengambil sebuah kemeja putih dan blazer hitam serta pencil skirt selutut berwarna hitam.
"kamu sudah selesai baby" tanya alex yang tiba tiba saja membuka pintu.
"aaaaa, kenapa kamu masuk?" andriana berteriak karna baru saja dia ingin memakai pakaiannya namun dikejutkan oleh alex yang tiba tiba saja masuk.
"kenapa belum berpakaian hemmm ? apa kau ingin menggodaku?" ucap alex yang tersenyum mesum pada andriana yang tengah memeluk erat pakaian yang baru saja diambilnya.
"siapa yang menggodamu pria mesum, aku baru saja selesai mengambil pakaianku" ujar andriana yang sudah mulai kesal.
alex mulai memperhatikan tubuh andriana dari bawah sampai atas yang hanya mengenakan handuk, jakunnya mulai naik turun dan menelan salivanya dengan susah payah. andriana yang merasa dirinya diperhatikan seperti itupun langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"apa yang kamu lihat" tanya andriana setengah berterteriak
"aku cuma melihat sebuah pemandangan indah" alexpun mengerlingkan matanya, melihat hal itu andriana langsung melemparkan sebuah bantal kearah alex.
"lemparan yang cukup bagus baby" ucap alex yang berhasil menangkapnya.
"keluarlah cepat" perintah andriana yang mulai naik pitam
"ok ok, aku hanya ingin mengambil ponselku yang ketinggalan" ucap alex. setelah mengambil ponsel alexpun keluar kembali dan menunggu andriana yang sedang berpakaian.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
ALEXANDER POV
sudah 20 menit aku menunggu andriana namun tak kunjung keluar juga, apa wanita memang selalu selama itu dalam berpakaian.
"ceklekkk" pintupun terbuka menampilkan sosok wanita yang selalu terlihat cantik dimataku.
"kenapa begitu lama?" tanyaku.
"ehh.. kenapa masih disini" ucapnya yang bertanya balik
"tentu saja menunggumu baby"
"menungguku" andriana terlihat heran dengan ucapanku.
"cepatlah, aku tidak mau terlambat kekantor karna meladeni pertanyaan pertanyaan bodohmu itu" langsung saja aku menarik dan menggandeng tangan andriana hingga sampai diparkiran.
"saya akan naik taxi saja" ucapnya
"saya tidak mengizinkanmu naik taxi, harusnya kau bersyukur bisa berangkat bersama dengan atasanmu yang tampan ini kekantor"
"masuklah, aku tidak suka penolakan" lanjutku membukakan pintu mobil, andrianapun pasrah masuk kedalam mobil.
diperjalanan kekantor andriana terlihat sibuk dengan ponselnya, kadang kadang dia senyum senyum sendiri. akupun mulai penasaran dengan siapa dia chattan, apa dia mulai berani selingkuh. ya meskipun andriana tidak menganggapku sebagai kekasihnya, tapi aku sudah menganggapnya jadi gak maslahkan jika aku cemburu.
"chattan sama siapa?" tanyaku yang masih menyetir.
"eh... ini aku chattan sama teman kuliahku dulu, katanya dia sudah kembali kejakarta dan ingin bertemu denganku" ucapnya yang masih sibuk mengetik diponselnya.
"apa dia seorang pria?" ucapku
"bukan, dia seorang wanita namanya nita"
"memang kenapa kalau pria" lanjutnya
"kalau dia pria aku akan membuatnya menyesal karna sudah berani menghubungimu kembali" jawabku santai
"dasar pria sinting" umpatnya pelan , namun aku masih mendengarnya
"aku mendengarnya baby" ucapku, diapun hanya memanyumkan bibirnya.
"eee... stop stop..."
akupun menghentikan mobilku dan menatapnya
" aku akan turun disini saja" lanjutnya
"kenapa? kita belum sampai..masih didepan lagi" tanyaku heran
"aku akan turun dan berjalan dari sini saja, aku tidak mau jadi bahan gosip pagi pagi dikantor karna berangkat bersamamu kekantor" ujarnya
"aku tidak peduli, itu urusan mereka. aku akan memecatnya jika mereka melakukan hal itu" ucapku
"aku mohon.....sekali ini saja " andrianapun memohon padaku, akupun punya ide untuk mengerjainya
"baiklah... tapi sebelum turun kamu harus menciumku terlebih dahulu" ucapku
"apa..?" teriaknya kaget
"tidak usah kaget seperti itu, gimana mau gak? kalau tidak mau aku jalankan lagi mobilnya dan kita akan turun bersama didepan kantor?"ucapku menaikkan alisku seblah, andrianapun terlihat berfikir sejenak hingga mengambil keputusan yang sesuai dengan rencanaku
"baiklah, tapi aku akan mencium pipimu saja" ucapnya
"tidak masalah" akupun tersenyum kemenangan dengan keputusan yang diambil andriana
andrianapun terlihat menarik nafasnya dalam dalam lalu menghembuskannya secara perlahan. akupun menunjukkan pipikku sebagai tanda untuk menciumnya disitu. perlahan andriana memajukan bibirnya, sebelum sampai dipipiku aku segera menyodorkan bibirku.
"cupp" andrianapun melotot dan segera menjauhkan wajahnya.
"wahh .. kamu melanggarnya baby. kenapa mencium bibirku tadikan perjanjiannya cium dipipi" ucapku tersenyum manis padanya.
"apa..... tadi aku mau mencium pipimu, tapi kenapa tiba tiba menyodorkan bibirmu itu" andriana terlihat kesal karna ulahku
"karna kamu melanggarnya, jadi kamu harus turun didepan kantor bersama kekasihmu yang tampan ini" ucapku dan segera menjalankan kembali mobilku, andriana tampak memalingkan wajahnya karna kesal.
akupun sampai didepan kantor kemudian turun dari mobil, namun andriana tidak bergerak sedikitpun dari kursi mobil untuk keluar dan berjalan membukakan pintu mobil untuknya
"kita sudah sampai, ayo keluar" ucapku
"tidakkk.... aku tidak mau, bisa bisa aku jadi bahan perbincangan didalam" ucapnya dengan menyilangkan kedua tangannya
"mau turun sendiri atau aku gendong" mendengar ucapanku sontak saja andriana langsung keluar dari mobil dan berjalan mendahuluiku dengan cepat, aku hanya tersenyum geli melihatnya.