NovelToon NovelToon
Monarch System

Monarch System

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Petualangan / Barat / Tamat
Popularitas:667.4k
Nilai: 4.2
Nama Author: Shins

Hayashi Shin adalah seorang pelajar 16 tahun sekolah menengah atas kota X. Shin adalah pelajar tampan namun pendiam meskipun dia pelajar yang pintar di mata pelajaran maupun olahraga dia tak pandai bersosialisasi hingga tak terlihat mencolok diantara pelajar populer lainnya..

Suatu hari seusai pelajaran olah raga dia mendapat giliran mengembalikan alat olahraga. Ketika munuju gudang dia melihat pembullyan yang dilakukan oleh sekelompok pelajar disekolah tersebut. Shin yang tak ingin terlibat dalam hal tersebut tanpa sengaja terlibat dalam kegiatan pembullyan itu. Shin yang kesabarannya habis marah dan menghajar salah satu pembully dan terkena skorsing dari dewan guru.

Sewaktu masa skorsing selesai Shin tak masuk sekolah Dan kemudian terjadi insiden kebakaran di asramanya yang mengakibatkan dia terjebak lalu mati di dalam gedung asrama tersebut.

Tanpa diduga Shin yang berfikir dia telah mati jiwanya terlempar dan memulai hidup di dunia Sihir bernama Sagart.

PERHATIAN : INI HANYA TULISAN KHAYALAN AUTHOR, CERITA DIDALAMNYA MURNI HANYA IMAJINASI.

Tambahan : Sedang di revisi author - mungkin nanti sekalian s2nya di gabung disini biar pembaca gak ribet nyari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shins, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch - 23. Titah sang Raja

•Devisi Kesatria Suci.

Di sebuah lorong bangunan terlihat seorang gadis cantik sedang berjalan menuju kearah kantornya,

[Feyli Mirren] (18)

Class : Knight

Level : 70

Kapten Kesatria Suci.

"Apa ada kabar tentang putri." tanya Feyli pada wakil kapten yang berdiri di depan pintu sedang menunggunya,

[Miller Demish] (20)

Class : Warrior

Level : 70

Wakil Kapten Kesatria Suci

Miller yang melihat kedatangan Feyli segera berbalik untuk mengetuk pintu kantor tempat kerja Feyli,

"Salah satu kesatria sudah kembali." jawab Miller menunggu pintu kantor Feyli terbuka,

Tak berapa lama pintu kantor dibuka oleh seorang pelayan wanita yang sudah berada di dalam kantor.

[Selly] (19)

Class : Assassin

Level : 70

Pelayan Pribadi Feyli

Setelah pintu terbuka, Feyli segera berjalan memasuki kantor miliknya, menuju kursi yang berada di dekat jendela kantornya,

Sambil duduk dan membaca dokumen di atas meja, Feyli mulai bertanya kembali pada Miller yang berdiri di depan meja kerja Feyli,

"Lalu?" kata Feyli menyuruh Miller melanjutkan laporannya,

"Leon... Tidak kembali." ucap Miller dengan ragu,

Feyli terkejut mengetahui bahwa Leon telah mati, Feyli tidak merasa sedih atau berduka karena kematian Leon, hanya saja Feyli penasaran apa yang membunuh Leon yang kekuatannya setara dengan Miller.

"Panggil kesatria yang bersamanya, biarkan aku yang bertanya sendiri." ucap Feyli

Mendengar perintah Feyli, Miller menunduk untuk memberi hormat sebelum pergi meninggalkan kantor Feyli,

Selly yang melihat kejadian itu kini menyodorkan teh hangat untuk membuat Feyli merasa tenang,

"Terima kasih, Selly." kata Feyli sambil mengangkat gelas teh yang disodorkan Selly,

Di Kerajaan Ashtard ada 3 pasukan utama,

Pasukan Kesatria Suci,

Pasukan Anjing Hitam,

Pasukan Banteng Merah,

Pasukan Kesatria Suci adalah devisi yang mendapat berkah dari kuil suci, selain melayani kerajaan devisi kesatria suci juga melayani kuil suci,

Pasukan Anjing Hitam adalah Devisi yang hanya patuh akan perintah raja! bisa dikatakan mereka adalah anjing setia dibawah kendali sang raja.

Pasukan Banteng Merah adalah devisi pasukan perang, jika ada perang antar kerajaan atau wilayah pasukan Banteng Merah yang akan mengurus perang tersebut,

Meski semua pasukan bergerak untuk kerajaan tapi sejak dulu ketiga pasukan selalu bersaing, sehingga devisi pasukan pasukan tersebut tidak pernah memiliki hubungan dekat.

Tak berapa lama Miller bersama Erran datang memasuki kantor Feyli, Erran yang merasa resah hanya bisa tertunduk dihadapan Feyli,

'Kenapa dia bertingkah seperti itu? apa wajahku ini menakutkan?' pikir Feyli melihat Erran.

"Siapa namamu?" tanya Feyli mulai mengintrogasi Erran,

"Err-Erran Cellay." jawab Erran yang merasa gugup bicara dengan Feyli,.

"Baiklah Erran, Bisa kamu jelaskan apa yang terjadi saat kalian menjalan misi." ucap Feyli dengan nada perintah.

"......" Erran hanya bisa terdiam mendengar perintah Feyli, Erran berfikir untuk memberikan sebuah cerita yang masuk akal, karena dibanding perintah Feyli, Erran merasa lebih takut dengan ancaman yang Shin ucapkan.

"Ceritakan apa yang terjadi, karena semua itu adalah laporan untuk Raja." Kata Feyli mencoba memerintah Erran dengan membawa nama Raja,

Erran yang mendengar kata Feyli semakin bingung, Meski Erran tidak menyukai raja, tapi jika setiap kebohongannya pada Feyli sampai ke raja, hidupnya juga akan tamat,

Tapi jika Erran berkata jujur, Shin juga akan langsung mencabut nyawa Erran jika mereka bertemu dalam pengejaran selanjutnya,

Erran berfikir jika kerajaan melakukan pengejaran kembali, maka Erran yang pernah melihat Yuki akan ikut andil dalam pengejaran tersebut.

"A-Aku.." ucap erran dengan nada gugup

Setelah beberapa saat terdiam sejenak Erran mulai menceritakan kebohongan kepada Feyli,

"K-Kami tiba di hutan kemarin pagi, Kami masuk ke dalam hutan area D untuk mencari sang putri,

Lalu para prajurit yang mengejar sang putri melapor bahwa sang putri masuk lebih dalam ke hutan Shanva area C,

Mendengar laporan para prajurit, kami mulai masuk ke hutan area C dengan mengikuti jejak sang putri yang kami temukan,

Ketika memasuki hutan area C, kami melihat sang putri di kejar oleh monster serigala Class B, Lalu tak berselang lama kami melihat sang putri dimangsa oleh serigala tersebut,

Setelah melihat sang putri telah wafat, kami segera berbalik namun serigala itu menemukan posisi kami,

Saya yang panik ketakutan tidak bisa bergerak membuat Leon segera bergerak maju untuk melawan serigala tersebut,

Saya ingin membantu Leon mengalahkan serigala itu namun Leon menyuruh saya pergi,

Ketika saya berlari menjauh, saya bisa melihat Leon sudah di kepung beberapa serigala disana, pada akhirnya saya bisa kembali dengan selamat berkat keberanian Leon." kata Erran menceritakan kebohongan,

'Apa benar itu yang terjadi? serigala Class B berburu secara berkelompok itu tidak pernah terjadi, terlebih lagi seorang Leon yang arogan mau mengorbankan diri untuk orang lain? itu jelas mustahil.' pikir feyli

Feyli merasa curiga bahwa Erran mengarang cerita tersebut, tapi melihat erran yang berani berbohong di bawah nama raja, membuat Feyli semakin penasaran tentang apa yang sebenarnya terjadi terhadap Leon.

"Baiklah, untuk sementara kamu boleh pergi." ucap Feyli

"Tapi kapten." Ucap Miller yang merasa curiga bahwa Erran mengarang ceritanya pada Feyli,

Feyli mengerti Miller merasa curiga, tapi Feyli berfikir percuma saja mencari informasi dari seorang dibawah tekanan ketakutan, lagi pula Feyli juga perlu mencerna informasi yang dia dapatkan dari cerita Erran,

"Tidak masalah, sebentar lagi sudah waktunya." kata Feyli mengingatkan Miller bahwa setelah pertemuan ini mereka harus menghadap sang raja.

Miller merasa bersalah karena mengingat waktu seharusnya menjadi tugasnya, tapi Miller malah lebih mementingkan rasa penasarannya dari pada tugasnya,

Pada akhirnya Miller pun membawa erran pergi dari kantor Feyli, meninggalkan Feyli dan Selly yang masih tetap berada di kantor kapten,

"Apakah putri kecil itu benar benar sudah mati?" keluh Feyli menyandarkan tubuh untuk menatap langit langit ruangannya,

"Apa nona pernah bertemu sang putri?" ucap Selly yang sedari tadi terdiam

"Iya, Itu sekitar 8 tahun yang lalu, Aku pernah bermain sebentar dengannya, meski masih kecil dia adalah putri yang imut dan lucu." ucap Feyli

"Apakah itu saat kunjungan keluarga viscount Mirren ke kastil kerajaan?" ucap Selly

"Kamu benar, aku bermain dengannya saat putri kecil itu tersesat di istana." kata Feyli,

Feyli ingat jelas bahwa dulu dia bertemu Yuki, Ketika Yuki sedang tersesat di istana, Pertama kali Feyli merasa heran kenapa seorang putri berusia 1.5 tahun berkeliling tanpa pelayan,

Tapi sosok cantik Yuki yang memiliki rambut hitam membuat Feyli ingin mendekatinya, Bisa di katakan bahwa sangat jarang seorang di kerajaan Ashtard lahir dengan rambut berwarna hitam,

Bahkan itu terjadi ratusan tahun sekali, Feyli merasa yakin bahwa suatu saat Yuki kecil akan tumbuh menjadi wanita tercantik di kerajaan Ashtard.

"Tok, Tok, Kapten sudah waktunya." Ucap Miller mengetuk pintu,

Feyli yang terbayang dengan masa lalu segera sadar mendengar ketukan pintu ruangan kerjanya, Meski merasa enggan Feyli bangkit dari tempat duduknya meninggalkan Selly yang menunduk melepas kepergian Feyli,

'Ah~ aku merasa jijik memikirkan raja dengan tatapan mesumnya yang terarah padaku.' pikir feyli,

Feyli menjadi kesatria untuk menghindari lamaran raja pada keluarganya, terlebih Raja sudah mengincar Feyli sejak umur 10 tahun,

Feyli merasa bersyukur karena gurunya dalam Berpedang adalah seorang kapten kesatria suci sebelumnya, jika tidak nasib Feyli mungkin sekarang sudah menjadi salah satu selir kerajaan.

Setelah perjalanan menuju istana kerajaan akhirnya Feyli berdiri didepan pintu besar yang dilapisi emas tempat dimana sang raja berada,

Dua prajurit penjaga pintu segera membuka pintu masuk aula raja, Dengan rasa enggan yang ditutupi Feyli dan Miller perlahan berjalan memasuki ruangan untuk menghadap sang raja,

"Keagungan selamanya untuk Raja kerajaan Ashtard." Ucap Feyli dan miller yang berlutut mengucap salam di hadapan sang raja.

[Kellin Tymur Ashtard VI] (55)

Class : Sorcerer

Level : 70

Raja Kerajaan Ashtard VI

Terlihat para bangsawan yang patuh pada raja serta dua kapten devisi lain juga berada disana,

"Bagaimana kabar putri." kata sang raja dengan nada keras

"Iya yang mulia, Putri sudah mati di dalam hutan." Jawab Feyli dengan nada tenang,

"Haha haha Bagus!" Tawa sang raja,

Setelah tertawa sang raja melempar gelas anggur di tangannya kedepan Feyli, "Apa kau pikir aku percaya itu." kata sang raja dengan nada marah.

"Apa perintahku!" ucap sang raja yang marah menyuruh Feyli mengulang titahnya,

"Iya yang mulia, Membawa putri kembali hidup atau mati! Jika hidup bawa ke kuil suci, Jika mati bawa mayatnya dan bakar di alun alun kota." jawab feyli

'Dasar manusia keji yang tak peduli pada darah dagingnya sendiri, hanya melakukan foya foya dengan wanita mengunakan uang rakyat, aku harap kau mati mengenaskan.' pikir feyli mengutuk raja dihadapannya,

"Sekarang dimana mayatnya." ucap sang raja dengan nada kesal.

Feyli hanya menunduk terdiam dihadapan sang raja, Feyli bukan merasa bersalah atau takut pada sang raja, Feyli hanya merasa jijik untuk bertatapan dengan raja dihadapannya,

"Iya yang mulia, Setelah berkabung dengan kematian salah satu kesatria yang mati, saya akan langsung menuju ke hutan Shanva untuk menyelidikinya kembali." ucap Feyli beralasan,

"Kau.." Raja merasa marah mendengar perkataan Feyli yang sama sekali tak menghargai kekuasaan miliknya,

Tapi sebelum sang raja marah penasehat kerajaan segera membisikkan sesuatu ke telinga sang raja,

Saran dari penasehat kerajaan pun membuat sang raja kembali mengeluarkan senyum mesumnya,

"Baiklah,

"Sekarang dimana mayatnya!" suara raja itu kembali bertanya padaku,

"Baiklah, Tapi jika kau tidak berhasil menemukan putri atau mayatnya, kau harus keluar dari pasukan kesatria suci dan mulai melayaniku." ucap sang raja dengan pandangan mesumnya,

Mendengar kata sang raja, otot dahi Feyli pun keluar karena merasa kesal, Feyli ingin sekali memenggal kepala raja dan penasehatnya namun jika Feyli melakukannya keluarganya juga akan terlibat.

"Baik yang Mulia." ucap Feyli yang merasa kesal,

"Baiklah, kau boleh pergi." ucap sang raja mendengar jawaban Feyli,

Feyli dan Miller kini mundur dan berbalik untuk melangkah pergi dari aula sang raja. setelah Feyli dan Mirren pergi terdengar suara tawa para bangsawan dan kapten devisi yang tertinggal di dalam aula,

Meski Feyli adalah seorang bangsawan serta kapten terkuat dari semua devisi, Dimata raja dan bangsawan raja Feyli hanya dianggap sebagai alat reproduksi,

Tapi karena pandangan mereka itulah yang membuat Feyli tak pantang menyerah dan menjadi Feyli yang sekarang, seorang kesatria wanita terkuat di kerajaan Ashtard.

"Miller, siapkan keperluan untuk pergi ke hutan Shanva." ucap Feyli mengabaikan para bangsawan yang menertawakannya,

"Baik kapten." jawab Miller dengan patuh,

Miller Demish anak angkat dari Baron keluarga Demish III, Miller bergabung kedalam pasukan kesatria suci sebelum Feyli, Namun Miller tetap menghormati Feyli meski Feyli adalah seorang junior yang menjadi kapten,

[Kekuatan bukan untuk ditakuti tapi dihormati], itulah moto hidup Miller, Karena motto itu Miller menghormati Feyli tidak perduli seberapa muda Feyli.

'Selly bilang mereka sedang berkencan, tapi ketika mereka bertemu kenapa mereka bersikap biasa biasa saja? apa benar mereka berkencan? Ah~ Selly saja bisa menemukan kekasih, apa aku wajahku seburuk itu?' pikir feyli

Feyli yang terus memikirkan hal hal tak berguna tanpa sadar sudah duduk di kursi kantornya, bahkan Feyli sampai tidak menyadari kepergian Miller yang telah pergi meninggalkan ruangannya,

Sambil menatap tajam Selly Feyli memainkan gagang cangkir teh yang ada dihadapannya,

Sikap Feyli yang sedang kesal dan cemberut membuat Selly bertanya-tanya apa yang sedang terjadi pada Nona mudanya,

"Kenapa Nona?" tanya selly

"Selly apa aku jelek? apa sifat ku buruk?" Tanya Feyli,

"Apa yang Nona katakan? Nona Itu baik, cerdas, kuat, cantik bersinar, rambut pirang panjang berkilauan, mata hijau sebening emerald , badan ramping, kulit bersih, depan belakang.."

"Ah~, baik cukup berhenti." kata Feyli menghentikan pujian berlebihan dari Selly,

Feyli tak mengerti kenapa Selly memujinya secara berlebihan, tapi mendengar hal itu Feyli mulai menatap Selly,

'Melihat Selly aku bisa mengerti kenapa Miller bisa jatuh cinta padanya.' pikir feyli,

Meski Selly itu seorang pelayan, tapi wajah Selly tak kalah dengan putri bangsawan, rambut berwarna coklat, mata yang polos, orang orang yang melihat Selly juga tidak akan percaya, bahwa dibalik sosok Selly yang polos adalah seorang pembunuh berdarah dingin.

"Selly, apa Miller tahu apa yang kamu lakukan di balik pelayan." tanya Feyli yang merasa khawatir,

"Tenang saja nona jika dia tahu, saya akan membunuhnya!" ucap Selly sambil tersenyum ganas seolah menemukan mangsa,

"Apa!" teriak Feyli yang merasa kaget mendengar jawaban Selly, Meski Feyli khawatir dengan Selly, Miller juga merupakan seorang yang dapat diandalkan bagi Feyli,

"Haha, bercanda nona, karena dia tahu, mangkanya saya bersedia berjalan bersama." Ucap Selly,

Feyli yang merasa khawatir akan kehilangan anak buah yang berharga kini merasa tenang, Feyli akhirnya mencoba untuk menyuruh Selly menceritakan kisahnya,

"Kalau begitu Ceritakan!" kata feyli

"Tapi bukan kah, nona harus istirahat untuk pergi besok." ucap Selly mengingatkan Feyli bahwa Feyli esok hari akan berangkat ke hutan Shanva.

"Tak masalah." jawab feyli tegas,

"Saya tidak tahu nona tertarik dengan hal seperti itu." Ucap Selly mencoba menolak keinginan Feyli,

"Aku penasaran!" ucap Feyli berdiri dari duduknya lalu memasang wajah memelas pada Selly,

"Ehh~~" keluh Selly yang merasa enggan dan malu untuk bercerita,

Feyli menatap Selly dengan membesarkan pupil matanya,

"Ba..." kata Selly yang masih ragu,

"Ba?" ucap feyli mengulangi kata Selly,

"Baiklah, Baik" kata Selly menyerah,

Feyli yang melihat Selly telah menyerah merasa senang, dengan cepat Feyli duduk manis menunggu kisah cinta Selly dan Miller,

'Nyonya lihatlah, nona kenapa jadi seperti ini, maafkan saya yang tak menjaganya dengan baik.' pikir Selly berteriak pada mendiang ibu feyli.

......................

1
Baday ys
mc kok jd begok..tinggal bantai aja..plin plan kyk org fingok
panggil aja “ber”
/Plusone//Good/
Ciklung
/Skull/
Sang M
cerita gak jelas, bocil gak jelak. dancoook
Orimura Ichika: kalau lagi ada beban hidup sini cerita
total 2 replies
Soun
budak sistem🗿
Gabutdramon
lumayan
Taupik Banie
Luar biasa
Vincent Da Vinci
x jadi nak Baca cerita ni... ngelantur nya yg banyak.
Vincent Da Vinci
Pada saya lh... Mc ni bukan hanya bodoh Pada perasaan wanita sahaja, tp bodoh dalam segalanya....banyak pertanyaan yg dia tidak tahu, kenapa asyik ngelantur shj... apa gunanya sistem kalau tidak bertanya? jangan khayal syok sendiri thor..... revisi baik2 supaya senang difahami ceritanya.
Vincent Da Vinci
bodoh juga Mc ni
Entah Berantah
10 thor
Harman LokeST
seeeeeeeeeeeeeeemmmaaaaaaaaaannngggaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaTtttttttttttttttttt
Adryan Eko
ini anak kenapa jadi tempramental semenjak shin makin dekat, jadi dia yg dominasi dah
Adryan Eko
sorcerer
Adryan Eko
naisss.. lord Summoner.. job class langka, gw suka sama yg berbau Summoner
AresKaiser
Hahaha
AresKaiser
Dilarang masuk or tidak di izinkan masuk?
Alex The Gacha Wolfie
sip
jingga
👎👎👎👎👎👎
♨️ C A H 💧 A N G O N ♨️
kwkwkwkwk....summoners gw malah mentok smua di A+....
Nocriz Biru: Mampir baca kak, ke Novel Singgasana Ilahi. MC Cerdas dan Berpengetahuan. Semoga kakak mau :)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!