NovelToon NovelToon
Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.8M
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Maryuni

lanjutan novel "CINTA YG SALAH"
hanya saja disini lebih banyak bercerita tentang kehidupan pernikahan roman dan
tania..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Maryuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23

Rianti masih berada dalam pelukan suaminya, rasanya hari ini ia ingin sekali bermanja dan mencurahkan isi hatinya yang mulai sering uring-uringan apalagi menghadapi kedua anak yang masih kecil.

"kalau kamu cape urus Daren biar mas cari suster aja ya buat urus Daren " kata Aditya lembut mencoba memberikan solusi pada siang istri

Rianti menggeleng cepat menolak yang dikatakan suaminya, ia memang bukan tak ingin mengurus anaknya,karena yang ia ingin adalah perhatian dari Aditya sebagai suaminya

Aditya menarik napas mendapat penolakan dari Rianti atas saran yang dia katakan

"biar kamu nggak terlalu capek" mengelus bahu istrinya pelan

Rianti masih tetap menggeleng "aku cuma butuh kamu buat nenangin aku saat aku lelah " ucap Rianti pelan bahkan nyaris tak terdengar jika saja mereka tidak sedang duduk berhimpitan seperti sekarang

"kadang aku tuh mau nangis kalo Daren nangis dan mas cuma sibuk sama kerjaan mas, seolah mas nggak perduli sama aku" lanjut Rianti mengeluarkan keluhan nya terhadap sang suami yang bahkan tengah malam pun akan tetap bekerja meski sudah berada didalam rumah mereka, tempat yang seharusnya ia gunakan untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarganya, sering kali malah ia asik berada di ruang kerja dan menatap laptop yang berisi pekerjaannya

Aditya menarik napas kembali mendengar pengakuan istrinya yang tengah mengeluh tentang sikapnya akhir-akhir ini

"maaf " dan hanya itu yang mampu ia keluarkan dari mulutnya

"aku nggak nyalahin kamu mas, aku cuma ingin mas sesekali ngertiin aku " menatap mata suaminya dengan kedua matanya yang terlihat sekali bahwa ia sangat kurang tidur pada malam hari karena harus mengurus Daren yang bisa saja menangis saat dirinya baru saja memejamkan mata untuk tidur

"iya sayank mas janji saat dirumah mas akan fokus sama kamu Daren juga Riana, udah ya kamu jangan sedih gini, mas bingung harus ngapain kalo kamu kayak gini terus tiap hari " menangkup kedua pipi Rianti dan memfokuskan tatapan mereka yang saling beradu, ia menatap dalam wajah istrinya yang kini terlihat lebih pucat dan kelopak mata yang sedikit menghitam akibat sering begadang menyusui Daren, pengorbanan sang istri untuk merawat anaknya sangatlah besar hingga terkadang istrinya tak peduli dengan kepentingannya sendiri

dan sekarang ia tahu betapa sulitnya menjadi seorang ibu dengan dua anak yang masih kecil ditambah harus mengurus keperluan dirinya, membuat istrinya itu bahkan tak sempat mengurus diri sendiri

Aditya mengecup bibir istrinya mesra seraya mengusap rambut Rianti yang masih terasa basah karena ia tak sempat mengeringkan nya sehabis mandi

mata keduanya saling beradu dan memandang lekat, masing-masing memancarkan cinta yang tak redup malah kian bersinar, Aditya makin mencintai istrinya begitupun sebaliknya Rianti makin mencintai suaminya apalagi suaminya sudah sangat jauh berbeda dengan yang ia kenal dulu, sang pemimpin keluarga yang ia idam-idamkan kini benar-benar ia miliki.

"kamu udah makan belum? " tanya Aditya

"belum" menggeleng kepala

"yaudah kamu makan dulu sekarang mumpung Daren lagi tidur" kata Aditya

"aku nggak laper mas, aku cuma mau tidur dipelukan kamu " ujar Rianti lalu menelusup kan wajahnya didada sang suami yang masih mendekap bahunya

"tapi setelah bangun tidur langsung makan ya sayank" menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Rianti

"he em" menyahut dengan suara pelan.

Dan benar saja dalam hitungan detik Rianti sudah tertidur pulas di dalam dekapan sang suami yang dengan setia menyediakan dadanya untuk tidur sang istri, rasanya ia tak tega jika harus meninggalkannya dengan kedua buah hati mereka dirumah sedangkan ia harus pergi ke Jerman

Aditya mengurut keningnya yang mendadak pusing memikirkan kantornya yang berada di Jerman,..

*****

selfi tengah berada didalam taksi menuju kediaman kakak dan kakak iparnya

"mbak , ini aku udah dijalan bentar lagi sampe" selfi tengah berbicara dengan Tania melalui telepon memberitahukan kedatangannya

"loh, sekarang? bukannya minggu besok ya? " tanya Tania kaget mendapat telepon dari adiknya yang mengabarkan bahwa ia sudah ada dijalan menuju kerumahnnya dan Roman

"hehe maaf, aku bete dirumah, ibu marah-marah terus minta aku buat cepet-cepet cari kerja" sahut selfi beralasan

"mbak dirumah kan? " lanjutnya menanyakan posisi kakaknya saat ini

"mbak lagi dijalan sel" ucap Tania seraya melihat Roman yang sejak tadi sibuk menyetir

"kita pulang aja kalo gitu" rupanya sejak tadi Roman ikut mendengarkan perkataan istrinya

"kok pulang? " Tania melihat suaminya

"itu si selfi mau kerumah" Roman berkata pelan dengan wajah yang terlihat bete

"yaudah mbak buruan pulang aku udah mau sampe" selfi menyetujui perkataan Roman yang terdengar samar di ponselnya

"yaudah" sahut Tania dengan nada yang terdengar sewot karena harus gagal untuk pergi jalan-jalan dengan suaminya karena kedatangan sang adik, ia bisa saja untuk tetap pergi seandainya Roman tak mengajaknya untuk pulang,.

Tania menatap keluar kaca mobil disampingnya, hatinya kesal karena sang suami juga adiknya yang seolah bersekongkol menggagalkan keinginannya untuk pergi..

"kan jalannya bisa besok-besok " Roman membuka mulutnya setelah menyadari istrinya marah padanya, padahal sekarang ia juga tengah marah pada adik iparnya yang tiba-tiba datang tanpa memberitahu lebih dulu

Tania tak berniat menyahuti perkataan suaminya, ia sudah kadung dongkol dengannya..

"sayaaank" mencoba merayu dengan panggilan semesra mungkin agar marah istrinya segera luntur

huek..

bukannya menjawab Tania malah terlihat akan muntah seraya menutup mulut dengan tangannya..

melihat reaksi istrinya Roman langsung sigap mengambil minyak angin yang ada didalam mobilnya lalu menyodorkan nya

Tania mendekatkan botol minyak angin ke hidungnya dan menghirup aroma minyak angin tanpa menyadari sang suami kini tengah ter senyum-senyum seorang diri seraya terus menatap perut istrinya...

****

1
Tuti Handayani
ka bikin cerita tentang Anah ka
Ari Rahmad
Q baca berapa kali masih tetep ketawa🤣🤣👍
Homsiah
ga sampe lahiran thor?kayaknya ga ada bosen nya deh kalo cerita ini lanjut
Homsiah
udah cinta mati semati matinya tuh si aditya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
wah daren intingnya kuat bgt ya selalu menjaga jarak ama sherin karna dia tau permana suka ama sherin
Homsiah
bener kan permana udah suka ama sherin dari dulu
Homsiah
mungkin sherin nurunin sifat papa nya makanya dia masih bisa jadi baik ga kaya mak nya ga sadar" masih aja jahat/Awkward//Awkward/
Homsiah
mungkin aslinya sherin tuh baik cuman dia salah punya temen kaya nella
Homsiah
bisa gitu ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
jangan" ntar si tyo beneran jadian ama si kyla lagi/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
ya masa mau ngajak calon anak lo begadang ren kasihan masih bayi satu kali cukup lah/Facepalm//Facepalm/
Homsiah
si kyla ya bener" kamu mah si rendy plyboy kampus di bilang kaya curut/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
udah sadar aja awas ntar macam" ama rona tambah habis kamu
Homsiah
makanya jadi orang jangan sombong begini kan jadinya
Homsiah
kaya bayi ren minta di mandiin/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
yang di incar itu rona awas daren jangan sampe lengah jagain rona nya
Homsiah
yah harusnya si aji jangan jauh" buat jaga"
Homsiah
oh aslinya daren tau toh kalo permana suka ama sherin
Homsiah
udah banyakin setok sabar nya aja mba desi/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Homsiah
kalo dulu aditya yng ngidam gini lucu kali ya/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!