NovelToon NovelToon
The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Di Kekaisaran Tianming, Pangeran Ke-14 bernama Mu Xuanyuan dikenal oleh seluruh penjuru istana sebagai pangeran yang "cacat": bodoh, tidak bisa bertarung, gila, dan selalu tersenyum ceria tanpa peduli situasi. Ia menjadi bahan tertawaan para pejabat dan target perundungan utama dari Pangeran Ke-3 (Lu Cangqiong) yang arogan. Dari 21 bersaudara (8 kakak laki-laki, 5 kakak perempuan, 4 adik laki-laki, dan 3 adik perempuan), hampir tidak ada yang menganggap Xuanyuan sebagai ancaman.

Namun, di balik topeng ceria dan tingkah konyolnya, Mu Xuanyuan adalah entitas paling berbahaya di seluruh benua. Ia secara rahasia telah mencapai ranah Immortal Emperor Puncak (Ranah Kaisar Abadi). Tak hanya itu, ia adalah pemilik sah dari Paviliun Lelang Xingzhou (balai lelang terbesar di benua) dan raja di balik Pasukan Bayaran Po Jun (tentara bayaran paling menakutkan). Ia juga memiliki Ruang Dimensi Portabel yang berisi ladang tanaman obat langka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dramatic Flirting and Cooking Herbs

Ketukan palu ketiga dari Han Xingzhou menandai berakhirnya lelang akbar hari itu. Sorak-sorai penuh kekaguman dan bisik-bisik ketakutan menggelombang di seluruh aula Balai Lelang Xingzhou. Pangeran Ke-3 Lu Cangqiong melangkah keluar dari Bilik VVIP Nomor Dua dengan dada bertelanjang kebanggaan, memeluk kotak giok bersegel sembilan naga tersebut tanpa menyadari bahwa ia baru saja menyerahkan tujuh juta Kristal Spiritual demi sebuah bencana yang terbungkus rapi.

Sementara itu, di dalam Bilik VVIP Nomor Satu, suasana yang tercipta sangatlah bertolak belakang.

"Aduh, aduh... Kakak Ke-3 benar-benar pangeran yang sangat dermawan!" Mu Xuanyuan menepuk-nepuk tangannya dengan gaya konyol, kembali memasang raut wajah polos dan cengiran lebar khas Pangeran Si Cacat. "Tujuh juta kristal untuk sebuah kotak batu hitam! Kalau uang sebanyak itu dipakai untuk membeli ubi manis, pasti bisa menimbun seluruh Istana Tianming!"

"Yang Mulia..." Suara mendayu-dayu yang penuh nada godaan mendadak terdengar persis di samping telinga Xuanyuan.

Leng Yan merayap mendekat, mengibaskan kipas emas berpola bunga peony miliknya dengan gerakan amat gemulai. Matanya yang indah bercahaya memantulkan aura keaguman yang begitu pekat. Pria flamboyan itu menyangga dagunya dengan satu tangan, menatap garis rahang dan paras tampan Xuanyuan dari jarak yang sangat dekat—hanya berkisar beberapa sentimeter.

"Maksud dari kecerdasan luar biasa ini benar-benar membuat hatiku berdebar tak karuan," bisik Leng Yan dengan nada puitis yang dramatis. "Bagaimana bisa seorang pria memiliki ketampanan tiada tara, kekuatan ranah Immortal Emperor, sekaligus bakat alami untuk mengerjai musuhnya hingga bangkrut? Ah, Yang Mulia... Jiwaku rasanya ingin melayang setiap kali melihat Anda tersenyum seperti itu!"

Xuanyuan mengerdipkan matanya lambat, pura-pura merinding hebat. "A-Aroma bunga apa ini? Kenapa baunya seperti rumah bordil yang roboh?"

"Kakak Bodoh! Menjauhlah dari Yang Mulia!"

Plak!

Sebuah pukulan keras dari gagang pedang mendarat tepat di belakang kepala Leng Yan. Leng Shuang, dengan wajah datar tanpa ekspresi dan tatapan mata sekeras baja, menarik kerah jubah sutra merah milik kakak kembarnya itu tanpa belas kasihan.

"Aww! Leng Shuang! Bisakah kau menjadi sedikit lebih feminin?!" seru Leng Yan seraya memegangi kepalanya dengan gaya sangat dramatis, berpura-pura hendak pingsan ke dada Xuanyuan. "Kau merusak momen puitisku dengan Calon Pendamping Hidupku!"

"Tutup mulutmu atau aku akan menebas rambut flamboyanmu itu sampai habis," ancam Leng Shuang dingin. Ia mengangguk hormat ke arah Xuanyuan. "Mohon maaf atas kelakuan tidak sopan dari kakak saya, Yang Mulia. Otaknya sepertinya tertinggal di rumah bordil pagi tadi."

Gu Juechen yang berdiri di sudut ruangan terkekeh pelan seraya meletakkan sebuah tungku perunggu kuno berkaki tiga di atas meja giok. "Sudahlah, Tuan Leng Yan. Daripada Anda terus menggoda Yang Mulia dan memancing kemarahan Nona Leng Shuang, lebih baik Anda membantu saya menyiapkan santapan malam."

"Santapan malam?" Leng Yan seketika menegakkan tubuhnya, melupakan rasa sakit di kepalanya. Matanya berbinar-binar. "Apakah kita akan memasak rumput-rumput ajaib dari Ruang Dimensi Portabel milik Yang Mulia?"

"Bukan sekadar rumput ajaib," potong Feng Wuchen yang sejak tadi bersedekap di dekat pintu. Ia melemparkan sebuah kantong spasial kecil ke arah Gu Juechen. "Yang Mulia meminta kita memasak Akar Ginseng Sembilan Ungu dan Daun Suci Penyembuh Jiwa."

Mendengar nama bahan-bahan tersebut, raut wajah Leng Yan yang tadinya penuh gurauan mendadak membeku sejenak. Bahkan Leng Shuang pun menaikkan alisnya tinggi-tinggi.

"Akar Ginseng Sembilan Ungu?" bisik Leng Yan dengan napas tertahan. "Bahan pengobatan tingkat Saint yang hanya tumbuh seribu tahun sekali di pegunungan terlarang? Kalian... kalian akan memintanya memasak itu untuk makan malam?"

"Tentu saja!" sahut Xuanyuan riang seraya melompat turun dari sofanya. Ia menghampiri tungku perunggu tersebut dan melambaikan tangannya di udara.

Wusss!

Cahaya keemasan berkedip singkat, dan di atas meja kini terhampar lima batang Ginseng Sembilan Ungu yang masih segar, lengkap dengan embun spiritual yang memancar dari akarnya. Tak hanya itu, aroma harum yang sangat pekat langsung memenuhi seluruh ruangan, seketika melipatgandakan konsentrasi Qi di dalam Bilik VVIP tersebut.

"Ubi manis hari ini kurang enak, jadi aku mau sup ginseng!" kata Xuanyuan dengan nada bicara seperti anak kecil yang sedang merajuk. "Juechen, potong-potong ginseng ini, lalu campurkan dengan daging unggas spiritual! Jangan lupa tambahkan sedikit garam dan cabai!"

Gu Juechen tersenyum tenang seolah-olah hal ini sudah menjadi rutinitas harian mereka. "Siap, Yang Mulia. Resep Sup Ginseng Bumbu Pedas khas Dimensi akan segera disajikan."

Leng Yan menepuk jidatnya sendiri seraya menyandarkan tubuhnya ke dinding. "Langit dan Bumi... Jika para tetua sekte besar di luar sana tahu bahwa tanaman obat tingkat Saint yang bisa memicu perang antarkerajaan hanya dijadikan bahan sup ayam bumbu pedas oleh pangeran ini, mereka pasti akan memuntahkan darah segar sampai mati!"

"Itulah bedanya orang biasa dengan Yang Mulia," sahut Han Xingzhou yang baru saja melangkah masuk ke dalam bilik setelah menyelesaikan proses serah-terima harta lelang. Ia membungkuk hormat kepada Xuanyuan. "Yang Mulia, tujuh juta Kristal Spiritual dari Pangeran Ke-3 telah resmi dipindahkan ke rekening rahasia Paviliun Xingzhou. Ditambah dengan hasil lelang Pil Pemurni Jiwa, total keuntungan kita hari ini mencapai sembilan koma lima juta kristal."

Xuanyuan melambaikan tangannya santai seraya mengambil sebatang Daun Suci Penyembuh Jiwa, lalu mengunyahnya mentah-mentah seperti memakan daun selada.

Kruuk... kruuk...

"Simpan saja semuanya di tabungan rahasia, Xingzhou," tutur Xuanyuan setelah menelan daun berharga fantastis itu tanpa beban. Suara cemprengnya mendadak lenyap, berganti dengan nada dingin dan penuh kewibawaan seorang penguasa abadi. "Biarkan Lu Cangqiong membawa Kotak Giok Segara Darah itu kembali ke kediamannya. Ketika Putra Mahkota dan Pangeran Ke-3 mencoba membuka segelnya bersama-sama, mereka akan menyadari betapa mahalnya harga yang harus dibayar untuk sebuah keserakahan."

Leng Yan menatap profil wajah Xuanyuan yang mendadak berubah sangat berwibawa di bawah pendar cahaya lampu giok. Sinar mata sang pangeran tampak begitu dalam, seolah sanggup menembus takdir benua ini.

"Ah..." Leng Yan mendesah penuh kepasrahan yang dibuat-buat, menangkupkan kedua tangannya di dada seraya menatap Xuanyuan dengan mata berbinar-binar. "Ketampanan yang berbahaya ini... Tatapan dingin penuh tipu daya ini... Yang Mulia, tidakkah Anda ingin menjadikan saya sebagai permaisuri rahasia Anda? Saya berjanji akan mengurus rumah bordil dan kerajaan Anda dengan sangat baik!"

Xuanyuan seketika menoleh, kembali memasang wajah bodohnya seraya mengoleskan sisa minyak ginseng ke jubah merah mewah milik Leng Yan.

"Wah! Ada lalat besar bernyanyi! Juechen, cepat sajikan supnya sebelum lalat ini makin berisik!" seru Xuanyuan tertawa konyol.

"YANG MULIA! JUBAH SUTRA PEONY SAYA!" jerit Leng Yan histeris saat melihat noda minyak di dada jubahnya.

Leng Shuang hanya bisa menggelengkan kepalanya seraya menghela napas panjang, sementara Feng Wuchen dan Han Xingzhou tersenyum tipis melihat tingkah absurd di dalam ruangan tersebut. Di balik senyum konyol Pangeran Ke-14, roda takdir Kekaisaran Tianming kini telah berputar ke arah yang sama sekali baru.

1
Pecinta Gratisan
sampai tamat thor updatenya💞
Hadi Hadi
is good
irawan muhdi
lanjut Thor 👍
irawan muhdi
lanjut
irawan muhdi
lanjut Thor
irawan muhdi
mantap lanjut Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!