NovelToon NovelToon
MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Rumah Tangga
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Alena menikah dengan Hendra meski tak direstui keluarganya karena dianggap miskin. Selama lima tahun ia dihina, dianggap mandul, dan hanya diberi satu juta rupiah sebulan untuk kebutuhan rumah. Saat Alena mulai berusaha bangkit, tekanan ibu mertua membuat Hendra akhirnya berselingkuh. Alena memilih bertahan, hingga ia menemukan jalan untuk membuktikan dirinya dan membalas semua perlakuan yang menyakitkan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SEBUAH PESAN

Beberapa hari telah berlalu, sikap Hendra semakin berubah. Sering kali ia pulang terlambat, bicara dingin pada Alena, dan tidak pernah lagi menanyakan kabar istrinya.

Sore itu, Hendra baru saja selesai mandi dan meletakkan ponselnya di meja makan. Tiba-tiba ponsel itu berdering berkali-kali dengan nama "Siska" yang terpampang jelas di layar. Alena yang kebetulan lewat tidak sengaja melihatnya.

namun Belum sempat ia berpaling, ponsel itu bergetar lagi muncul pesan baru. Rasa ingin tahu yang besar membuatnya tidk kuasa menahan diri. Ia mendekat perlahan, lalu membuka pesan itu.

*Sayang, terima kasih untuk hari ini ya. Aku senang sekali kita bisa jalan berdua. Jangan lupa janjimu padaku ya.*

Dunia seolah runtuh di kaki Alena. Tangannya gemetar hebat, hingga ponsel itu terlepas dan jatuh berdentang ke lantai.

Hendra yang baru keluar dari kamar langsung melihat kejadian itu. Wajahnya seketika berubah marah.

"Kamu ngapain ponselku?!" bentaknya keras.

"Mas... ini maksudnya apa? Siapa yang mengirim pesan begini?" tanya Alena dengan suara bergetar, air mata mulai mengalir deras.

"Itu bukan urusan kamu! Kenapa kamu berani sekali membuka ponselku tanpa izin?" Hendra langsung menyambar ponselnya dari lantai.

"Bukan urusanku? Aku ini istri kamu Mas! Bagaimana bisa kamu bilang bukan urusanku?" teriak Alena tak percaya lagi.

"Sudahlah, jangan bikin keributan di sini! Kamu jangan berlebihan!" sahut Hendra ketus.

"Berlebihan? Mas menerima pesan sayang dari wanita lain, lalu aku dibilang berlebihan?" Alena menatap suaminya tak percaya.

"Kamu jangan menuduh sembarangan! Itu cuma cara bicara biasa saja di kantor!" elak Hendra dengan wajah tegang.

"Cara bicara biasa sampai bilang 'jangan lupa janjimu' begitu? Mas kira aku bodoh?" Alena menangis sejadi-jadinya.

Belum selesai mereka bertengkar, Ibu Sari datang menghampiri dengan wajah dingin.

"Kamu ini kenapa sih Lena? Berisik sekali! Hendra baru pulang sudah kamu buat pusing saja!" bentak Ibu Sari.

"Bu, lihat sendiri pesan ini! Mas Hendra punya wanita lain!" tunjuk Alena pada ponsel di tangan suaminya.

"Ah, itu hanya omongan biasa saja. Kamu ini memang terlalu cemburuan. Pantas saja suamimu nggak betah di rumah," sahut Ibu Sari santai membela anaknya.

"Bu, bagaimana bisa Ibu bicara begitu? Saya ini istri sahnya!" Alena tak terima.

"Kalau istri yang baik, nggak akan membuat suaminya menderita begini. Kamu pikir saja sendiri, apa yang kamu punya? Hendra pantas dapat yang lebih baik!" hardik Ibu Sari tajam.

Hendra hanya diam saja, tidak sedikit pun mencoba membela istrinya.

"Mas... Mas diam saja begitu? Mas percaya kata Ibu daripada aku?" tanya Alena menatap suaminya penuh harap.

Hendra hanya menghela napas kasar. "Sudahlah Lena, jangan dibesar-besarkan lagi. Aku lelah. Biarkan aku istirahat."

Lalu ia langsung masuk ke kamar dan menutup pintu rapat-rapat, meninggalkan Alena yang menangis di ruang tengah bersama Ibu Sari yang menatapnya sinis.

Keesokan paginya, Alena memberanikan diri pergi ke tempat kerja Hendra. Ia ingin bicara baik-baik saat suasana tenang. Namun sesampainya di sana, dari kejauhan ia melihat pemandangan yang membuat kakinya lemas seketika.

Hendra sedang berdiri di depan gerbang kantor, tertawa lepas bersama seorang wanita cantik bergaun merah. Wanita itu memeluk lengan Hendra dengan akrab, dan suaminya tak menolak sedikit pun.

Alena berdiri terpaku di sana. Hatinya hancur berkeping-keping. Ia tak sanggup lagi melihat lebih lama, lalu berbalik dan pergi dengan langkah gontai meninggalkan tempat itu.

BANTU LIKE DAN KOMENT YA🥺

1
Thewie
jangan keluarkan airmatamu buat suami keparat itu ya alena
Thewie
terlalu lemah kau Alena. jadi agak gak suka lihat otor🤣🤣
Thewie
kapan Alena bahagia thorrrrr...
Nuna_Pena: ditunggu aja ya hehe,
total 1 replies
Thewie
5 tahun Alena... salut buatmu hidup dengan caci maki keluarga mertua .. luarbiasa kamu Alena..
Nuna_Pena: sprti diriku 7 tahun lbih bertahan dn sekarang menjauh dulu dri mereka😌😌😌.. hehe ngemeng2 makasi sudah mampir
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjut kk
Cha Libra
jngan biarkan s alena d tindas mlu thour scpetnya cerai..semoga ja ada karma buat keluarga dajjal
Nuna_Pena: 😁😁😁... sabar sayang...
total 1 replies
Cha Libra
thour klo bsa hruf kapitalnya yg biasa ja jdi enak bacanya..
Nuna_Pena: makasi sudah mampir, nanti saya buat huruf biasa aja
total 1 replies
..
keren!
..
Hai kak, semangat yah. aku sudah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah. mari saling dukung!
Himna Mohamad
lanjut
..
semangat, kak. jangan lupa like balik dan saling dukung yah💪💪💪
SRIANA
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!