NovelToon NovelToon
Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Kembar Tiga Sang CEO Dingin

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / CEO / Romansa / Tamat
Popularitas:456.8k
Nilai: 5
Nama Author: Julian_06

Alya Renatha tak pernah menyangka akan diceraikan oleh Leonhart Varellion, CEO dingin dari Leonhart Corporation yang menikahinya tanpa cinta. Saat ia pergi dari hidup pria itu, Alya tidak tahu bahwa dirinya sedang mengandung anak kembar tiga.

Bertahun-tahun berlalu. Alya kembali ke kota itu bersama ketiga putranya. Tanpa sengaja, mereka bertemu dengan Leon di sebuah lobi hotel.

“Om, mau nggak jadi Papa kami?” tanya ketiga bocah itu serempak—membuat Leonhart Varellion terpaku dengan tatapan datar, karena wajah mereka mirip dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julian_06, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Niat Jahat

"Kamu tahu 'kan konsekuensinya jika membatalkan pernikahan kalian? Keluarga Miki tentu akan menghancurkan karirmu apalagi gadis licik itu sudah mengancam mu," jawab Rafael.

"Aku tidak pernah takut kepadanya, sejak awal aku hanya main-main dengannya tanpa berniat menikah dengannya. Segala konsekuensi akan aku hadapi demi ketiga anak kembarku," ucap Leon masih pada pendiriannya.

Saat bersamaan ketiga kembar keluar dari ruangan itu dan menarik Leon untuk masuk ke dalam sana, Leon mengikuti mereka lalu melihat tatapan Alya yang semakin membencinya.

"Kamu sudah berhasil mencuci otak anak-anakku?" tanya Alya.

"Tidak bisakah kamu berpikir jernih? Untuk apa aku harus mencuci otak anak-anak? Mereka ini pintar karena bisa tahu mana orang baik dan bukan," jawab Leon.

"Aku akan menerima tawaran papamu untuk pergi dari Jakarta dan aku akan meminta 1M kepadanya, aku tidak mau munafik karena aku juga butuh modal untuk kehidupan kami dan kami bisa menjauh darimu."

Leon menatap Alya lekat. "Bahkan aku bisa memberikanmu uang lebih dari itu."

"Aku tidak mau. Di mana Pak Rafael?

Aku akan melakukan perjanjian dengannya."

Pria itu mendekat dan mencengkram tangan Alya, mata mereka bertatapan dan kali ini Alya sama sekali tidak takut serta mau memandang pria yang ia anggap jahat itu.

"Kamu sudah tidak bisa lari dariku apalagi membawa kabur anak-anakku."

"Sakit! Lepaskan, aku!" teriak Alya.

Leon melepaskannya, Alya tahu jika sifat kasar Leon masih ada sampai sekarang dan pria itu tidak akan pernah berubah sama sekali.

"Maaf," ucap Leon sambil mengusap wajahnya kasar.

Tempramental nya memang harus segera dihilangkan jika ingin Alya kembali kepadanya. Rafael melangkah masuk, wajahnya sekarang mulai melembut apalagi saat melihat ketiga cucunya yang lucu.

"Pak Rafael, saya sudah memikirkannya.

Saya mau pergi dari Jakarta asalkan Bapak mau memberi saya 1M," ucap Alya.

Rafael tersenyum. "Aku bisa memberimu lebih dari itu asalkan kalian mau tetap tinggal di sini."

Tentu saja Alya terkejut dengan ucapan pria itu yang mendadak berubah pikiran.

Leon juga tersenyum senang mendengar ucapan sang papa yang bisa mendukungnya.

Rafael lalu berjongkok di depan ketiga triple F berdiri, ia memandangi ketiga cucunya yang sangat mirip dengan masa kecil Leon.

"Nama kalian siapa?" tanya Rafael.

"Aku Farad."

"Aku Fared".

"Aku Farid."

"Wow... nama yang bagus untuk anak laki-laki tampan seperti kalian. Perkenalkan aku adalah kakek kalian."

Wajah mereka langsung diam karena tidak paham, Rafael sangat gemas sampai mencubit pipi mereka masing-masing, ia pun lantas berdiri dan mengeluarkan sejumlah uang untuk mereka.

"Ini buat kalian jajan," ucap Rafael memberikan dua lembar uang merah untuk masing-masing anak.

Leon pun juga heran pada sikap papanya yang berubah, apalagi dulu ia tidak pernah diberikan uang oleh papanya sendiri. Apa benar seorang ayah akan biasa saja pada anaknya sendiri dan lebih sayang pada cucunya kelak? Jika begitu maka Leon tidak perlu susah-susah membujuk papanya dan tinggal memberitahu sang mama saja walau sepertinya perjuangan untuk meyakinkan mamanya masih panjang.

"Yeay! Dapat uang merah lagi, makasih Om," ucap mereka senang.

"Hahaha.... jangan panggil aku Om!Panggil Opa!" ucap Rafael tersenyum.

Baru kali ini juga Alya melihat pria itu tersenyum dan Alya baru sadar si kembar berubah pikiran karena mereka mendapatkan uang dari mereka.

"Jadi Papa akan membantuku untuk membatalkan pernikahan dengan Miki kan?" tanya Leon.

Rafael menatap Leon "Tidak, kalian tetap menikah dan Papa akan bawa si kembar ini bersama kita."

Alya terkejut dengan pertanyaan pria itu, Rafael lantas pergi dari sana lalu Leon melihat ke arah Alya.

"Ini bukan keinginanku, aku tidak tahu apa yang dipikirkan papaku, tapi aku tidak akan memisahkan mu dan anak-anakmu. Aku berjanji," ucap Leon.

"Kalian memang penipu," gumam Alya sambil mengeluarkan air matanya.

Si kembar tiga mendekati Alya, mereka lantas menyerahkan uang yang sudah diberikan Rafael kepada Leon."Kalo ini membuat Mama sedih, kami nggak akan mau menerima ini. Om Leon, kami akan kembalikan uang ini," ucap Farad.

"Kenapa? Om ikhlas kasih uang ini pada kalian," ucap Leon.

"Percuma jika kami senang tapi Mama sedih, lebih baik nggak usah sekalian," jawab Farad.

Leon merasa kesal sekali kepada papanya, kenapa juga dia harus berkata seperti itu di depan si kembar? Padahal susah payah Leon mendekati mereka.

"Om Leon pergi saja deh, kami nggak mau membuat Mama menangis. Kami juga nggak tahu apa masalah kalian, tapi kami nggak suka jika Mama sedih," ucap Farad.

Alya juga tidak mau berkata apapun, ia memalingkan wajah dan air matanya masih terus mengalir turun lewat pipinya.

"Papa minta maaf jika ada salah," ucap Leon berharap mereka mau memaafkannya.

"Minta maaf dulu sama Mama! Baru minta maaf pada kami!" ketus Fared."Jadi Papa belum diterima?"

"Om pikir saja sendiri!" ketus Fared.

Leon menghela nafas panjang, ia berjalan keluar dari ruangan itu. Susah payah ia mencari perhatian si kembar tapi sang papa malah menghancurkannya dengan satu kalimat maut yaitu ingin memisahkan si kembar tiga dengan ibu mereka.

***

Sore hari.

Agra datang membawa bunga untuk Alya, Alya tersenyum kepada bosnya itu karena sudah mau menjenguknya.

"Aku tahu kamu sakit dari Leon."

"Maaf, Pak Agra. Aku tidak bisa berangkat kerja hari ini tapi besok aku akan bekerja kembali," ucap Alya.

"Santai saja! Kamu masih sakit. Oh ya, di mana anak-anakmu?"

"Mereka di dalam kamar mandi."

Tak berselang lama kemudian si kembar tiga keluar dan aroma tubuhnya wangi sabun mandi, mereka sudah segar setelah seharian ini berkeringat.

"Hai Om Agra!" ucap Farad senang.

"Hai, Farad"

"Om, mau nggak ajarin aku buat coding?

Aku sudah bisa dasarnya loh," ucap Farad.

"Benarkah? Tanya Mamamu! Dulu Om sudah menawari Mamamu tapi dia tidak setuju," jelas Agra.

Alya tersenyum, jika ini yang terbaik untuk Farad belajar kenapa tidak?

"Oke, Mama setuju selagi untuk membuat hal yang positif," ucap Alya.

"Asyik!" teriak Farad senang.

Agra lalu mengajak si kembar duduk di sofa, ia membawa buku cerita baru dan mendongengkan mereka. Mereka mau duduk diam ternyata pawangnya adalah Agra padahal belum tentu Alya bisa menenangkan si kembar yang sedang aktif-aktifnya.

"Alya, kenapa kamu melamun?" tanya Agra.

"Eh, tidak apa-apa kok," jawab Alya.

"Aku sudah dengar dari seseorang jika Jardon hampir melecehkan mu. Apa itu benar?"

Alya mengangguk.

"Maaf, aku tidak menyadari secepatnya tapi aku sudah memecatnya," kata Agra.

"Apa?! Pak Jardon sudah dipecat?

Seharusnya tidak perlu."

"Orang seperti itu tidak perlu dipelihara karena akan ada korban-korban yang lainnya. Sekarang di hotel aman, tapi apa benar kamu mau berhenti bekerja?"

"Kata siapa, Pak?" tanya Alya.

"Leon."

Alya menggelengkan kepalanya. "Tidak, Pak. Aku sangat butuh pekerjaan ini, Leon juga bukan siapa-siapaku."

"Baiklah, aku lebih percaya ucapanmu dari pada dia," jawab Agra sambil tersenyum. "Oh iya, aku izin akan membawa Farad sampai malam ini, aku akan mengajarinya sesuatu hal yang akan bermanfaat baginya. Apa boleh?""Boleh! Silahkan saja! Asalkan jangan sampai larut malam!"

Agra senang mendengarnya, ia akan mengajari Farad menjadi hacker yang hebat. Sepertinya kehancuran Leon akan muncul karena dia akan melawan anak-anaknya sendiri.

***

Agra membuka pintu kamar kostnya dan mengajak Farad untuk masuk. Begitu melangkah masuk, mata Farad langsung terbelalak kaget melihat seisi kamar Agra yang dipenuhi oleh berbagai perangkat komputer, laptop, dan layar monitor yang berjejer rapi.

"Om Agra, ini semua komputer?! Om buka warnet, ya?" tanya Farad dengan rasa penasaran yang tinggi.

"Hahaha... Bukan buka warnet, Farad. Aku memang seorang hacker. Bahkan aku sudah pernah membobol situs luar negeri dan menghasilkan uang banyak dari sana," jawab Agra sambil tersenyum bangga.

Mendengar pengakuan Agra, Farad semakin terpesona. Ia ingin menjadi seperti Agra, seorang hacker yang hebat dan kaya raya.

"Om Agra ,ajarin aku dong, supaya aku bisa jadi hacker sepertimu!" pinta Agra dengan mata berbinar.

Agra tersenyum mendengar permintaan Farad. Ia menepuk-nepuk bahu Farad lembut.

"Baiklah, Farad. Mulai hari ini, aku akan mengajari kamu cara menjadi seorang hacker handal."

Farad mengangguk penuh semangat. Ia tak sabar untuk segera mempelajari segala hal tentang dunia hacking dari sang maestro, Agra.

Agra duduk di sebelah Farad, dia mulai mengajari Farad tentang dasar-dasar menjadi hacker, mulai dari mengenal perangkat keras dan lunak hingga teknik meretas yang paling sederhana.

Farad yang terlihat polos dan tak berdosa, ternyata menunjukkan bakat yang luar biasa.

Dia dengan cepat memahami setiap penjelasan yang diberikan Agra bahkan mampu menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan oleh Agra sebagai ujian pemahaman.

Melihat kecerdasan bocah tersebut, Agra merasa cukup percaya diri untuk memberikan Farad tugas lebih lanjut.

"Sekarang, coba kamu lakukan sendiri," ujar Agra sambil menunjuk ke layar komputer.

Farad pun mulai menggerakkan jari-jarinya di atas keyboard, mengetik perintah demi perintah dengan kecepatan yang mengagumkan untuk anak seusianya.

Agra mengawasi dengan seksama, takjub dengan kemampuan bocah itu.

Dalam waktu singkat, Farad berhasil menunjukkan hasil kerja kerasnya. Agra tersenyum puas melihat perkembangan muridnya yang berusia 5 tahun, namun telah mampu menunjukkan bakat luar biasa di dunia peretasan.

Agra lalu berdiri di belakang Farad yang sedang duduk di depan komputer dan fokus mengetik kode-kode program dengan kecepatan yang mengagumkan. Ekspresi wajah Agra terlihat sangat puas dan tersenyum lebar. Ia tahu betul bahwa Farad memiliki bakat besar dalam bidang pemrograman, dan Agra tidak sabar untuk melihat saat Farad berhasil menghancurkan perusahaan milik papanya sendiri yaitu Leon.

Tangan Farad bergerak lincah di atas keyboard, matanya yang tajam menatap layar komputer, mencari kesalahan dan memperbaiki kode yang ia tulis. Agra tidak bisa menahan rasa bangga yang meluap-luap, hatinya berbunga-bunga saat melihat muridnya sangat bisa diandalkan suatu saat nanti.

Farad tak menyadari niat jahat Agra di balik bimbingan yang diberikan kepadanya. Ia terus saja terhanyut dalam dunia coding, percaya bahwa dengan kemampuannya ini ia akan menjadi programmer handal yang diakui dunia.

"Leon, kamu akan dihancurkan oleh anak-anakmu sendiri dan tentu saja Alya akan menjadi milikku,"gumam Agra.

1
ceuceu
opa rafael kemana kok ngilang sememjak triplets SMP?
cuma ada oma riana jd pembantu menantunya gdang salad.
Lian_06: opa Rafael hanya tokoh pelengkap aja, jadi gak terlalu sering muncul
total 1 replies
ceuceu
egois alya,anak kecelakaan teteo aj keras kepala
ceuceu
Lagian alya batu banget,udh tau sore nyuru anak" pulang,selingkuh ga di benarkan,tapi itu ga sampe selingkuh yg kebablasan,selama rujuk leon ga pernah selingkuh kn,maafin leon dong alya jg batu.
ceuceu
fared emang nakal di banding yg lain,kadang di anggao wajar oleh orangtua,tapi anak makin bandel
ceuceu
alya leon anak banyak knp ga tinggal dirumah yg besar ya?
biar nyaman ada halaman nya untuk keluarga dgn anak banyak
ceuceu
ga ada kapoknya fared
ceuceu
ampun dah bocil masih piyik cinta"an
ceuceu
Lah kocag fared katanya ga cengeng/Facepalm/
ceuceu
tega ya leon ga ngasi nafkah mamanya/Frown/
sesalah apapun ibu jgn tega begitu membiarkan dia kerja sm menantunya.
ceuceu
triplets gen leon /Grin/
ceuceu
kenapa ya alya manggil suami namanya,ga pakai bahasa santun misalnya mas gitu,aga ga sopan ke suami
Lian_06: Itu lebih ke penulisan sih, kadang pake mas kadang pake nama nya Leon gitu.
total 1 replies
ceuceu
bengek si kembar.absurd/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Lian_06: emang kelakuan kembar bikin ngakak🤣
total 1 replies
ceuceu
Mahar itu kn mas kawin bahasa arab,knp nikah di gereja pakai kata mahar thor?
klw nikah di grreja artinya agama kristen.
yg menikahkan penghulu,biasanya klw nikah di gereja pendeta
aga membingungkan
Lian_06: Ouh terimakasih ya koreksi nya nanti diperbaiki 🤗😄
total 1 replies
ceuceu
ikutan nangis sedih bgt jadi alya/Sob/
Lian_06: Jujurly iya😭, jadi makin berharap Alya bahagia rasanya :)
total 1 replies
popy suprijati
🤣🤣🤣🤣
Mazree Gati
karena leon kaya aja alya mau balikan walu pernah di sakiti,coba kere,ogah
Ida Lailamajenun
masak sekelas CEO takut jika diusir dari perusahaan nya pasti bisa mandiri la dan kita lihat apakah uang bisa membahagiakan rafael jika anak dan cucu nya gk ada
Ida Lailamajenun
banyak typo thor terutama typo nama
Lian_06: Iya terima kasih kritik nya ya, nanti saya revisi lagi😁. btw bagaimana dengan cerita nya nih
total 1 replies
Ida Lailamajenun
nah harus bgn Leon ada saingan 😄biar modar kebakaran bulu liat ada laki lakj lain yg mau sama Alya
Ida Lailamajenun
ck dah mantan aja masih meresahkan bagi Alya,harus nya othor hadirkan laki laki baik buat Alya setelah jd mantan Leon biar kebakaran bulu tuh mantan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!