NovelToon NovelToon
Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Menepis Dekapan Tuan Dewangga

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Tiri / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:155k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Ghina

"Aku tidak akan bersaing dengan masa lalumu. Sebelum kamu mendepakku, aku yang akan berjalan keluar."

Nayara tahu posisinya di kediaman Dewangga hanya sebatas hitam di atas putih. Melalui pernikahan kontrak dua tahun, ia menjadi tameng bagi Arkananta Dewangga untuk mempertahankan hak asuh anaknya, Kenzie, dari kejaran mantan istrinya, Saskia. Naya menjalani perannya dengan profesionalitas tinggi, sembari mengunci rapat hatinya di balik dinding es yang tebal.

Namun, situasi memanas saat Gisella—cinta pertama Arka—kembali dalam kondisi hancur. Dalih tanggung jawab membuat Arka kerap berpaling, memicu kelicikan Clarissa (saudara Saskia) untuk menjebak Arka hingga skandal kemesraannya dengan Gisella viral di media sosial. Foto viral ini menjadi senjata maut Saskia untuk merebut Kenzie kembali di sidang banding. Di depan mertua yang murka, Naya tampil anggun membela Arka demi menuntaskan tugas kontraknya.

Namun di balik layar, Naya menampar ego suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Ghina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33. Air Mata Kenzie di Sekolah

Terik matahari siang itu terasa menyengat di pelataran parkir taman kanak-kanak. Barisan mobil mewah jemputan sudah berjejer rapi, dengan para sopir yang asyik mengobrol di bawah keteduhan pohon. Di lobi sekolah yang sejuk, bel pulang baru saja berbunyi, memicu riuh suara anak-anak kecil yang berlarian keluar kelas.

Naya berdiri bersandar di dekat pilar marmer lobi, matanya menyapu kerumunan anak berbaju seragam kotak-kotak biru. Hari ini dia sengaja datang lebih awal. Setelah ketegangan di acara amal kemarin malam, naluri keibuannya mendesak untuk memastikan Kenzie baik-baik saja di sekolah.

Namun, tepat saat matanya menangkap sosok Kenzie yang baru keluar dari pintu kelas, langkah Naya mendadak terkunci.

Di dekat koridor taman bermain dalam, sesosok wanita dengan gaun kasual bermerek dan kacamata hitam besar sudah berdiri mencegat langkah Kenzie. Itu Saskia. Ibu kandung Kenzie itu datang tanpa pengawalan Clarissa, mencoba mengambil kesempatan di sela kelalaian pihak keamanan sekolah.

"Kenzie," panggil Saskia, suaranya terdengar canggung tapi memaksa. Ia berlutut di depan bocah itu, membuka kacamata hitamnya. "Ini Mama, Sayang. Ingat kan yang kemarin datang ke rumah Papa?"

Kenzie menghentikan langkahnya secara mendadak. Tas ransel dinosaurusnya merosot dari bahu kecilnya. Begitu mengenali wajah wanita yang tempo hari berteriak-teriak marah di rumahnya, tubuh Kenzie seketika gemetar. Bayangan ketakutan kembali menyerang mentalnya yang rapuh.

"T-tante seram ...," desis Kenzie kaku, matanya mulai berkaca-kaca.

Saskia mengerutkan kening, rahangnya mengeras karena tersinggung dengan panggilan itu. Ia meraih kedua lengan Kenzie dengan agak kasar, mencoba menarik bocah itu ke dalam pelukannya. "Jangan panggil Tante! Aku ini mamamu! Kamu harus ikut Mama sekarang, kita pergi jalan-jalan ke mal. Ayo!"

"Tidak mau! Lepas! Kenzie mau Mama Naya! Huwaaa!" Tangis Kenzie langsung pecah. Bocah itu menjerit histeris, meronta-ronta dengan sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari cengkeraman tangan Saskia yang kuku-kukunya mulai menggores kulit lengannya.

Beberapa guru dan wali murid di sekitar koridor langsung menoleh, menciptakan kasak-kusuk yang pekat. Saskia mulai panik karena menjadi pusat perhatian, namun egonya melarangnya untuk melepaskan Kenzie.

"Ibu Saskia Maheswari. Lepaskan tangan Anda dari anak saya."

Suara itu mengalun rendah, sangat tenang, namun memiliki tekanan sedingin es yang seketika memotong kegaduhan di koridor.

Naya sudah berdiri tepat di samping mereka. Tanpa menunggu jawaban, Naya menyusupkan kedua tangannya di bawah ketiak Kenzie, lalu mengangkat tubuh mungil bocah itu dengan satu gerakan mantap. Ia memposisikan Kenzie di dalam gendongannya, membiarkan kepala anak sambungnya itu bersembunyi di ceruk lehernya yang hangat.

"Mama! Kenzie takut! Tante itu mau bawa Kenzie!" tangis Kenzie tersedu-sedu, memeluk leher Naya dengan sisa tenaganya.

"Ssst ... Jagoan Mama aman di sini. Enggak ada yang bisa bawa Kenzie," bisik Naya lembut, mengusap punggung Kenzie dengan ritme yang teratur untuk meredakan detak jantung bocah itu yang berpacu panik.

Saskia bangkit berdiri dengan wajah memerah karena malu dan marah. "Nayara! Berani-beraninya kamu mencuri anakku di depanku sendiri?! Aku ini ibu kandungnya! Aku punya hak untuk membawanya pergi kapan saja!"

Beberapa guru sekolah mulai mendekat dengan wajah cemas. "Maaf, ada apa ini ya, Ibu-ibu?" tanya salah satu guru wali kelas Kenzie.

Naya memutar tubuhnya perlahan, menghadapi Saskia dengan ketegasan mentalnya yang sekeras baja. Sepasang mata bulat Naya yang jernih menatap lurus ke dalam manik mata Saskia, tanpa ada sekerat pun rasa canggung atau takut di depan publik.

"Ibu Guru, wanita ini memaksa membawa Kenzie tanpa izin tertulis dari suami saya, Arkananta Dewangga," ucap Naya dengan nada bicara yang terstruktur rapi, suaranya cukup keras untuk didengar oleh lingkungan sekitar. "Tindakan agresifnya sudah membuat anak ini histeris ketakutan dan terluka secara psikologis di lingkungan sekolah."

"Dia anakku! Aku tidak butuh izin dari siapa pun!" teriak Saskia, mulai kehilangan kontrol emosinya di depan umum.

Naya menyunggingkan senyuman tipis yang sangat dingin namun cerdas. "Secara hukum perwalian yang berlaku saat ini, Anda tidak memiliki hak asuh sepenuhnya atas Kenzie, Ibu Saskia. Anda baru mendaftarkan gugatan, dan sidang baru akan dimulai hari Selasa. Tindakan Anda menyusup ke sekolah dan memaksa membawa anak secara sepihak seperti ini ... di dunia nyata disebut sebagai percobaan penculikan anak."

Naya melangkah satu tapak lebih dekat, tatapan matanya mengunci pergerakan Saskia dengan intimidasi yang mutlak.

"Jika Anda tidak segera melangkah mundur dan keluar dari area sekolah ini dalam hitungan tiga, saya tidak akan segan-segan meminta pihak keamanan sekolah untuk menahan Anda. Dan saya pastikan, catatan kepolisian tentang tindakan agresif Anda siang ini akan langsung mendarat di meja hakim anak besok pagi sebagai bukti tambahan bahwa Anda adalah sosok yang berbahaya bagi mental Kenzie."

Saskia terperangah, napasnya memburu kasar. Ia melirik ke sekeliling, menyadari bahwa para guru dan wali murid kini menatapnya dengan pandangan menghakimi dan tidak suka. Keberanian sunyi yang dimiliki Naya lagi-lagi berhasil menelanjangi kedangkalan taktiknya di depan ruang publik.

"Kamu ... kamu benar-benar licik, Nayara!" desis Saskia dengan suara bergetar menahan malu, buru-buru memakai kembali kacamata hitamnya untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah. "Kita lihat saja hari Selasa nanti. Aku akan pastikan kamu menangis di ruang sidang!"

Saskia berbalik dengan sentakan kasar, melangkah cepat meninggalkan koridor sekolah dengan kekalahan telak yang kesekian kalinya.

Naya tidak membalas makian itu. Ia memberikan satu anggukan formal yang sangat anggun kepada para guru. "Maaf atas kegaduhan ini, Ibu Guru. Saya akan membawa Kenzie pulang sekarang."

"Baik, Ibu Naya. Hati-hati di jalan. Kami akan memperketat keamanan gerbang setelah ini," jawab guru wali kelas Kenzie dengan penuh rasa hormat.

Bersambung...

1
Engkar Sukarsih
dasar Kunti kampret 🙄🙄🙄main peluk" aja laki orang.arka kamu ko lembek banget jadi laki diam aja bukan suruh Heri bawa lagi ke Sentul tu kunti🙄🙄🙄
Engkar Sukarsih
kenapa sih...itu kuntilanak ginsul bisa keluar 🤬🤬🤬 katanya di jaga ketat,ko bisa kecolongan we🤔🤔🤔
Fa Yun
tuh keluar aslinya wanita rubah gak tau maluu,Uda lihat arka sifat wanita yg kamu tolong 😕
Fa Yun
terlambat sudah penyesalanmu Arka, paling kasian sama Kenzie kalo Naya pergi 😕
Yayang Coedil
minta d ulek tuh wanita jadijadian🤭
Mulaini
Arka sifat asli Gisella sudah kelihatan dan kamu mau membelanya dan memilih dia atau memilih mempertahankan Naya yang sudah berkali² membela mu.
Mulaini
Arka kamu sudah tahu tapi tetap kamu lakukan jadi ya memang kamunya gak bisa mempertahankan Naya.
Lia Rahmawati
greget banget sama ceritanya,hayo lah Thor bikin si Naya pergi jauh sejauh mungkin sama ibunya,biar si arka menyesal 😡
Wiek Soen
arka buka matamu klo yg kamu tolong itu ulaaaarrrr😡😡😡
Wiek Soen
Giselle perempuan sampah berhati tamak serakah, menjijikan sekali
Rarik Srihastuty
dasar wanita ular, gimana arka orang yg katanya cuma minta perlindungan nekat secara terang2an mau jd pelakor rumah tanggamu. apa tindakan tegasmu arka? para pembaca sedang menunggu
Wiek Soen
makanya arka jangan bodoh ,nolong boleh tp lihat dulu yg di tolong,yg di tolong gigit kok ko GK rasa ,dasar dongoook,kok esmosi aq...sama arka
Ummee
dasar Gisella... kita lihat apa Arka terbuai tipu daya Gisella
Bagong
demi Alloh segala,,,,,,tahu g kambing bertelur aja lebih masuk akal
Zalmah Adiwi
perempuan 'GILA'..sampe segitux dia pny otak..🤦‍♀️🤣🤣🤣🤣
Zalmah Adiwi
mmng wajar klo naya terluka..
Eni Istiarsi
ayolah Arkaaa... mikiiiir!.. pake logikamu, jangan cuma kedepankan perasaan bersalah dan kasihan pada Giselle yang nyatanya cuma memanfaatkan mu
Kar Genjreng
ihhh wanita menjijikan dan laki laki bodohhhhh padahall sudah di nasehatin orang tua nya dan di kasih tau siapa gisel ahh tapi memang CEO ceroboh nanti kalau sudah di kuasai barulah menyesal sampai ujung dunia,,,lihat harusnya dari kelicikan nya jadi apa bedanya siska satu sama kan bedanya siska bisa memberikan Kenzie walaupun saat ini sedang di perebutkan,,,, kalau Ak jadi Arka berusaha mati Matian buat mempertahankan Nayara Kenapa sudah terlihat wanita itu tidak ambisius tidak tamak tidak jahat terhadap putranya dan bisa membela dan m memberikan ide agar tidak kehilangan proyek trilyunan tidak membuang uang untuk shopping,,,tapi terserah biar tersesat kembali apabila tidak bisa mengusir Gisele,,salam waras gemes mommy sama arka jadi laki laki ko lihat mana wibawanya sebagai pemimpin kalah sama wanita abal abal,,👍🤭🤭
Rahmawati
jijik bgt sm gisel😡
Mamah Nisa
tuuh arka....buka matamu...buka otak dan pikiranmu....sdh tau blm liciknya mantanmu itu...pantesan bu ambar ga suka sm mantanmu itu...karena ibumu sdh tau yg sebenarnya siapa gisela ...wanita rubah....
arkaaaa....masih blm ke buka juga pikiranmu...
sorry mom....esmosi jd nya ...belain mantan sampe segitunya...guwwedek sy mom....
lanjut mom...makin seru....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!