NovelToon NovelToon
Tiga Bayi Tersembunyi: CEO Menyesal Seumur Hidup

Tiga Bayi Tersembunyi: CEO Menyesal Seumur Hidup

Status: sedang berlangsung
Genre:Asmara / Anak Genius / Penyesalan Suami / Teman lama bertemu kembali
Popularitas:12.1k
Nilai: 5
Nama Author: Lover

Lima tahun lalu, Keira diusir dari keluarga Mulyono saat perutnya baru membesar.
Tidak ada yang tahu dia sedang mengandung tiga anak sekaligus — anak-anak dari pria paling berkuasa di Jakarta: Kevin Hartono, CEO Hartono Group.
Tanpa uang, tanpa keluarga, tanpa nama — dia membesarkan ketiga anaknya sendirian. Diam-diam, dia membangun kerajaan bisnisnya sendiri. Menjadi CEO SH Corporation. Menjadi dokter jenius yang dipanggil "Dr. Mira." Menjadi ahli chip SSS-level yang dicari seluruh dunia dengan nama "Ainara."
Sekarang, dia kembali ke Jakarta.
Bukan sebagai gadis yang pernah dibuang. Tapi sebagai wanita yang bisa menghancurkan siapa saja yang pernah menyakitinya.
Masalahnya? Kevin Hartono — mantan suami yang bahkan tidak tahu dia pernah hamil — baru saja menemukan bahwa putranya, Darren, punya saudara kembar yang identik.
Dan dia tidak akan berhenti sampai menemukan ibu mereka.
"Kei... kamu bisa membenciku. Kamu bisa memukulku. Tapi aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi."
Tapi Keira sudah bersumpah: *dia yang membuangku, sekarang harus berlutut untuk mendapatkanku kembali.*
Siapa bilang balas dendam terbaik bukan hidup bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lover, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 23

Tidak lagi.

Kalimat Maya tidak sampai ke telinga Keira.

Yang sampai ke rumah Keira justru kotak sarapan hangat pukul tujuh pagi, tiga hari berturut-turut.

Hari pertama, Kevin mengirim bubur ayam, cakwe, dan susu almond untuk anak-anak. Hari kedua, ia mengirim roti gandum, telur rebus, buah potong, dan catatan singkat: jangan lupa makan sebelum membaca laporan pajak orang jahat. Hari ketiga, pria itu tidak lagi mengirim.

Ia datang sendiri.

Keira turun dari lantai dua dan menemukan Kevin duduk di sofa ruang tamu, membaca laporan keuangan Mulyono Group dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang stik gim.

Di layar televisi, karakter milik Kevin jatuh ke jurang untuk ketiga kalinya.

Ethan duduk di sampingnya dengan wajah tanpa belas kasihan. "Daddy, tombol lompat itu yang kanan."

"Aku tahu."

"Daddy baru saja tekan tombol mundur."

Kevin menatap stik di tangannya seolah benda itu menghianatinya. "Stik ini rusak."

Ethan mengangguk bijak. "Klasik. Orang kalah selalu menyalahkan alat."

Keira hampir tertawa.

Kevin menoleh dan melihatnya. Matanya langsung berubah lebih hangat, tetapi ia tidak berdiri mendekat. Sejak malam di taman, ia selalu memberi jarak pertama dan membiarkan Keira memilih apakah ingin memperpendeknya.

"Sarapan di meja," katanya.

"Kau sangat bebas untuk seorang CEO."

"Aku bekerja sambil kalah."

"Multitasking yang menyedihkan."

Ethan mengangkat tangan. "Mommy benar."

Hari-hari setelah itu berjalan anehnya mudah.

Kevin tidak lagi datang seperti badai. Ia datang seperti kebiasaan.

Suatu pagi, Keira menemukan Tiffany duduk di meja makan dengan rambut dikepang rapi. Kepang itu tidak sempurna, satu sisi lebih tinggi dari sisi lain, tetapi Tiffany memegang ujungnya seperti mahkota.

"Daddy yang kepang," katanya bangga.

Kevin berdiri di belakang kursi dengan wajah datar. "Aku menonton tutorial tiga kali."

Ethan menatap kepangan itu dengan serius. "Ada peningkatan dari gambar kucing beroda."

"Terima kasih atas evaluasinya," kata Kevin.

Keira menyentuh rambut Tiffany. Karet kecilnya tidak menarik kulit, tidak terlalu longgar, tidak asal jadi. Hal-hal kecil seperti itu lebih berbahaya daripada hadiah mahal.

Ia menemani Tiffany menggambar di teras. Hasil gambarnya begitu buruk sampai Tiffany memiringkan kepala lama sekali.

"Daddy, ini kucing atau mobil?"

Kevin melihat kertasnya. "Kucing."

"Kenapa ada roda?"

"Kucing modern."

Tiffany memeluk perut sambil tertawa. "Mommy, Daddy tidak bisa gambar!"

Keira berdiri di pintu kaca, melihat Kevin membiarkan anak perempuan itu menertawakannya tanpa merasa harga dirinya turun satu sentimeter pun.

Di malam lain, Kevin membawa Darren ke rumah Keira setelah terapi Engkong. Dua anak laki-laki yang wajahnya sama duduk di dekat jendela. Ethan sibuk membongkar tablet, sementara Darren dan Kevin menatap bulan yang menggantung di atas taman.

"Daddy," kata Darren pelan, "kalau Mommy di sini, rumah jadi tidak sepi."

Kevin tidak langsung menjawab.

Ia hanya mengusap rambut Darren. "Aku tahu."

Keira mendengar dari lorong.

Dadanya terasa penuh dan sakit sekaligus.

Lima tahun ia membesarkan Ethan dan Tiffany sendiri. Lima tahun ia belajar mengganti lampu, membawa anak demam tengah malam, mendengar pertanyaan tentang Daddy yang tidak bisa ia jawab, dan tersenyum setiap kali Tiffany menggambar keluarga dengan satu ruang kosong.

Sekarang ruang kosong itu mulai diisi seseorang.

Dan itu membuatnya bahagia sekaligus takut.

Naomi memperparah semuanya dengan datang membawa tiga kantong belanja.

"Ci Keira, ikut aku. Koko bilang kamu butuh baju santai."

"Aku punya baju."

"Baju perang, iya. Baju untuk kencan keluarga, belum."

Di butik Pacific Place, Naomi memilihkan cardigan lembut dan gaun kasual warna hijau sage. Keira menolak setengah dari barang itu, Naomi memasukkan semuanya ke kasir.

"Koko dulu terkenal dingin sekali," kata Naomi sambil menunggu pembayaran. "Karyawan Hartono Group bilang kalau dia lewat, AC kantor tidak perlu dinyalakan."

Keira menahan senyum.

"Aku belum pernah lihat dia kalah main gim, ditertawakan anak kecil, lalu tetap datang lagi besok. Ci, dia berubah banyak."

Keira menyentuh kain cardigan di tangannya. "Orang bisa pura-pura berubah."

"Bisa." Naomi menatapnya lebih lembut. "Tapi orang tidak bisa pura-pura sabar setiap hari kalau hatinya tidak ikut."

Malam itu, Kevin tertidur di sofa rumah Keira.

Laptop masih terbuka di meja, berisi tabel pajak Hendra yang diberi tanda merah. Lampu ruang tamu redup. Anak-anak sudah tidur, Rio berjaga di luar, dan hujan tipis turun lagi di Jakarta.

Keira berdiri di samping sofa lama sekali.

Kevin tertidur miring, satu tangan masih dekat berkas. Wajahnya saat tidur tidak sedingin biasanya. Ada lelah di bawah matanya.

Keira mengambil selimut tipis dari kursi dan menyampirkannya ke tubuh Kevin.

Tangannya berhenti sebentar di dekat bahu pria itu.

"Kalau semua ini benar," bisiknya hampir tanpa suara, "mungkin aku benar-benar tidak perlu sendirian lagi."

Kevin tidak membuka mata.

Tetapi napasnya berubah sedikit.

Ponsel Keira bergetar di meja.

Ia mengambilnya cepat, takut membangunkan Kevin.

Nomor tidak dikenal.

Pesan itu hanya satu kalimat, tetapi membuat seluruh hangat di ruang tamu lenyap.

Kamu pikir bersembunyi di belakang Kevin Hartono membuatmu aman? Tanya Om Hendra, lima tahun lalu anakmu yang dirampas... sebenarnya pergi ke mana.

Keira membaca pesan itu sekali.

Lalu sekali lagi.

Jari-jarinya menjadi dingin.

Di sofa, Kevin perlahan membuka mata.

Malam itu tidak lagi terasa aman.

1
sunaryati jarum
Kamu minta maaf bukan merasa bersalah hanya takut perusahaan kamu koleb
sunaryati jarum
Berarti ibu Rosalind masih hidup
Tri Septi
apakah Leon kakaknya Kevin? dia mirip Raymond ayahnya Kevin ya 🤔🤔🤔
Tri Septi
lanjut thor🙏🙏🙏🙏
Tri Septi
mama keira hilang diculik, mama Kevin juga ada di mana ??? makin rumit aja
Tri Septi
semangat Kevin 💪 terima kasih author meski sedikit 😁🙏🙏🙏
Tri Septi
Kevin, ayo buktikan bahwa kamu bersih dan mereka yang berbuat jahat terbukti bersalah /Casual/
Tri Septi
sepandai-pandai tupai melompat suatu saat akan gagal juga....niat jahat semoga dpat digagalkan😆💪🙏
Tri Septi
orang bertopeng ini apakah sama dengan yang mengambil Darren waktu bayi ya......banyak yg terlibat, musuh keira banyak😠 semoga bisa segera terungkap 💪🙏
Tri Septi
penyesalan selalu di akhir
Tri Septi
mama Rosalind mungkin jenius, sehingga ada yg berniat menyembinyikan dan memanfaatkan nya /Frown//Frown//Frown/
Tri Septi
selamat datang kembali "Kei" 😍😍😍
Tri Septi
ada konspirasi....apa motifnya ya /Casual/
Siti Maryati
sampe.ikut berdesir mambaca "kamu punya aku"
Tri Septi
yang dibelakang Maya patut diwaspadai /Casual/ makin penasaran thor😄😄😄
sunaryati jarum
Berarti saudara seibu artinya ayahnya beda
sunaryati jarum
Semoga kalian cepat bersatu
Tri Septi
Kevin mau pdkt apa menyelidik? 🤣🤣🤣
Tri Septi
seperti induk ayam yang melindungi anak2nya, keira semangat 💪💪💪
Tri Septi
musuh dalam selimut 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!