NovelToon NovelToon
Koki Kesayangan Raja Naga

Koki Kesayangan Raja Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Romansa Fantasi / Fantasi Wanita
Popularitas:15.7k
Nilai: 5
Nama Author: Risa Jey

Li Yunru tiba-tiba bertransmigrasi ke zaman kuno setelah memakai cincin naga perak berisi ruang spiritual misterius. Bukan itu saja, dia juga menjadi koki spiritual yang mampu menyembuhkan segala jenis penyakit dan keracunan.

Berkat cincin naga perak juga, Li Yunru ditakdirkan menjadi pasangan sang raja naga putih penguasa wilayah utara—Bai Muzhi. Pria berwajah dingin yang jiwanya terluka akibat pedang antar benua ratusan tahun lalu itu, akhirnya menemukan satu-satunya penyembuh yang mampu mengobatinya. Perlahan, perasaan cinta tanpa sadar tumbuh di antara keduanya.

Rupanya kemunculan Li Yunru bukan hanya mengungkap banyak rahasia masa lalu, tapi juga membuat musuh di kegelapan mulai mengincar kekuatan tersembunyi dalam dirinya. Menghadapi misteri ribuan tahun lalu yang mulai tersingkap, mampukah Li Yunru melewati cobaan tersebut sampai akhir?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Difitnah

Li Yunru mengambil seember air setelah membolak-balik tumisan terung ungu di dalam wajan. Seketika, aroma minyak wijen juga mulai menguar di udara.

"Aku ingin membuat teh krisan. Kamu pernah mencicipinya?" tanyanya pada Bai Muzhi.

Bai Muzhi mengangguk. "Menurutku rasanya tidak buruk."

Kebanyakan teh di kekaisaran ini hanya diseduh tanpa gula. Karena itu menurut Bai Muzhi, rasanya hampir sama. Namun entah mengapa, ia tetap penasaran dengan teh buatan Li Yunru.

"Aku akan membuatnya nanti. Aku jamin pasti enak."

Li Yunru tampak sangat percaya diri. Namun sebelum itu, ia harus menyelesaikan tumisan terung ungu. Setelah terung layu, ia menambahkan kecap asin, garam, lada, dan sedikit minyak wijen. Aroma gurih langsung memenuhi halaman belakang. Beberapa adukan kemudian, tumisan itu pun matang.

Li Yunru menyajikan tumis terung ungu ke piring keramik besar. Tumisan itu paling cocok dimakan dengan nasi putih hangat. Untungnya, koki Istana Shing sudah lebih dulu menanak nasi untuk makan siang.

"Harum sekali. Apakah sayur ungu itu benar-benar enak?"

Hong Maxing lebih menyukai daging daripada sayur, sehingga ia sedikit ragu dengan rasa terung ungu.

"Tentu saja enak. Kamu akan tahu kalau mencobanya."

Kesadarannya kembali memasuki ruang cincin spiritual dan mengambil beberapa bunga krisan kering yang tersimpan rapi di laci kayu. Selain bumbu dan bahan makanan dari zaman modern, di sana juga ada bunga kering dan daun teh untuk membuat minuman.

Li Yunru lalu mengeluarkan bejana perunggu dari ruang cincin spiritual. Ia menuangkan air ke dalamnya dan membiarkannya mendidih di atas api. Selama air dipanaskan, mereka memutuskan makan siang terlebih dahulu.

Hong Maxing menatap terung ungu itu dengan curiga, seolah sedang menghadapi makanan beracun. Sayur ungu itu benar-benar bisa dimakan?

Namun begitu suapan pertama masuk ke mulutnya, ekspresinya langsung berubah. Ia segera mengambil suapan kedua, lalu ketiga. Tak lama kemudian, piring di depannya hampir kosong.

"Sayuran ungu ini ternyata enak, meski agak lembek. Cantik, kamu benar-benar koki spiritual yang luar biasa."

Hong Maxing bahkan melupakan pertengkaran mereka dan langsung memuji masakan Li Yunru.

"Tentu saja. Masakanku pasti enak." Li Yunru tersenyum bangga. "Ini juga berkat terung ungu dan bawang bombai dari suku kelinci. Rasanya benar-benar lezat."

Bai Muzhi tidak makan seantusias Hong Maxing. Sikapnya tetap elegan dan tenang, tetapi tangannya sama sekali tidak lambat. Energi spiritual samar dari makanan itu mengalir di tubuhnya dan membuatnya merasa nyaman.

"Raja ini sudah memberi tahu suku mereka. Kalau kamu membutuhkan sayuran, datang saja untuk memintanya."

"Tidak masalah." Li Yunru mengangguk sambil mengambil nasi lagi.

Sebenarnya, ada beberapa jenis sayuran di ruang cincin spiritual miliknya. Ruang itu memiliki tanah dan beberapa petak lahan kecil yang cukup untuk menanam sayuran hijau.

Li Yunru bahkan mulai berpikir untuk menanam lebih banyak sayuran agar tidak selalu mengambil dari kebun suku kelinci.

Sambil makan, Hong Maxing melirik Ruu yang masih terbaring lemas. "Ada apa dengan kelinci gendut itu?" tanyanya.

"Keracunan," jawab Li Yunru santai. Lalu ia teringat sesuatu. "Oh, benar. Tadi ada manusia setengah binatang dari suku ular hitam datang ke sini."

"Ular hitam?" Hong Maxing langsung tersedak. Ia buru-buru meminum segelas air sebelum menatap Li Yunru dengan ekspresi terkejut. "Apakah dia berambut ungu kehitaman, berkuku hitam, dan bermata ungu?" tanyanya serius.

"Ya." Li Yunru mengangguk. "Kamu tahu siapa pria itu?"

"Bagaimana mungkin aku tidak tahu? Itulah alasan aku datang ke sini hari ini." Hong Maxing mencibir. Sorot matanya berubah tajam saat menatap Bai Muzhi.

"Tahukah kamu? Aku difitnah. Bukan aku yang melukai jiwamu, melainkan Yan Diming. Dia menggunakan Xu Jiangyue untuk merayumu demi mengambil alih wilayah ini," imbuhnya.

Yang mengejutkan, Bai Muzhi sama sekali tidak terlihat marah. Ia hanya melirik Hong Maxing sekilas sebelum kembali makan dengan tenang.

"Aku tahu."

Hong Maxing tertegun. Kedua telinga rubahnya langsung berdiri tegak. "... Sejak kapan kamu tahu?!"

"Sudah lama."

Hong Maxing langsung marah hingga semua ekor rubah merahnya berdiri tegak. "Lalu kenapa kamu tidak mengatakannya?! Aku difitnah lebih dari tiga ratus tahun, bukan tiga puluh tahun!"

"Kamu juga tidak pernah mengatakannya padaku." Bai Muzhi tetap tenang. "Jadi aku tidak mau repot dengan urusan wilayahmu."

"...."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hong Maxing merasa ingin muntah darah. Apakah naga memang tidak punya perasaan? pikirnya frustrasi. Mungkinkah ia harus menyuap Bai Muzhi dengan sekotak mutiara berkilau agar pria itu mau bicara?

"Siapa sebenarnya Yan Diming itu?" Li Yunru menjadi semakin penasaran.

Hong Maxing menarik napas panjang untuk menenangkan diri. "Dia penguasa sekaligus ahli racun di Lembah Gelap. Cantik, jika kamu bertemu dengannya lagi, larilah sejauh mungkin. Dia sangat jahat dan bisa membunuh apa pun dengan racunnya."

Li Yunru terdiam sejenak sambil mengingat pria setengah ular itu. "Kalau soal itu, dia tadi datang ke sini untuk membunuhku."

Mata Hong Maxing langsung membelalak. "Apa?! Dia sudah berani bertindak? Cepat sekali! Yan Diming sialan itu, beraninya berulah di wilayah ini! Lalu bagaimana kamu mengatasinya?"

Ia menatap Li Yunru dengan penuh rasa penasaran. Awalnya ia mengira Bai Muzhi yang mengusir Yan Diming. Namun dugaan itu langsung hancur oleh jawaban Li Yunru.

"Aku memukulnya dengan sudip, lalu menyumpalkan bawang bombai ke mulutnya. Beres." Li Yunru menjawab santai sambil melihat air di dalam bejana. Ular memang tidak menyukai bau menyengat, terutama bawang-bawangan.

Sedangkan Hong Maxing langsung membayangkan ekspresi Yan Diming saat itu. Ia teringat bahwa ahli racun dari Lembah Gelap itu ternyata memiliki alergi parah terhadap semua jenis bawang. Rahasia itu hanya diketahui segelintir orang.

Ia menatap Li Yunru dengan curiga. "Kamu benar-benar memberinya bawang?"

"Ya. Oh, aku juga tidak sengaja menusuk ekornya dengan pisau. Jangan salahkan aku. Itu refleks untuk melindungi diri." Li Yunru tampak mengingat kejadian itu.

"...."

Saat ini, Hong Maxing merasa Li Yunru lebih mengerikan daripada Yan Diming. Ia bahkan mulai mengasihani pria ular itu. Tidak banyak orang yang mampu membuat Yan Diming babak belur sekaligus muntah karena bawang.

Sementara itu, Li Yunru sudah tidak memikirkan Yan Diming lagi. Melihat air di bejana perunggu telah mendidih, ia memasukkan beberapa bunga krisan kering lalu membiarkannya beberapa menit sebelum menyaringnya ke dalam teko keramik putih. Setelah itu, ia menambahkan madu secukupnya.

Li Yunru menuangkan teh krisan madu ke dalam cangkir kecil, lalu memberikannya kepada mereka berdua. "Mari berhenti membicarakan ular itu. Sekarang waktunya menikmati teh."

Adapun Hong Maxing yang semula masih ingin bertanya akhirnya tertarik pada aroma teh itu. Bai Muzhi juga menerima cangkirnya dengan tenang. Uap hangat naik perlahan ke wajah tampannya sebelum ia menyesapnya.

"Bagaimana?" tanya Li Yunru penuh harap.

Bai Muzhi menyesapnya lagi. Aroma bunga krisan yang lembut berpadu dengan manisnya madu yang pas. Ia terdiam sejenak, lalu mengangguk kecil.

"Lebih enak daripada teh krisan yang kubuat," jawabnya jujur.

Hong Maxing yang ikut mencicipi langsung membelalakkan mata. "Ternyata rasanya manis!"

"Tentu saja. Aku menambahkan madu."

Hong Maxing kembali menyesap tehnya. Semakin diminum, rasa segarnya semakin terasa. Ia diam-diam mengakui bahwa gadis manusia itu memang sangat pandai memasak sekaligus membuat minuman.

Sementara suasana di halaman belakang Istana Shing mulai santai, keadaan Yan Diming di sisi lain justru sangat menyedihkan ....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Di tepi sungai yang sangat jauh dari Istana Shing, Yan Diming sudah berubah menjadi manusia. Ia mencuci wajahnya berulang kali sambil berkumur untuk menghilangkan bau bawang yang masih tertinggal di mulutnya. Ia sudah muntah berkali-kali hingga isi perutnya habis. Kini wajahnya pucat seperti mayat.

Saat menyentuh perut berototnya yang kempis, Yan Diming menggertakkan gigi. Mata ungu gelapnya menyipit suram seolah ingin membunuh seseorang. Bahkan ekornya yang tertusuk pisau masih terasa sakit.

"Gadis manusia itu benar-benar berani memberiku makan bawang!" geramnya penuh kebencian.

Tidak banyak yang tahu bahwa dirinya alergi terhadap semua jenis bawang. Hong Maxing adalah salah satu pengecualiannya. Ya! Pasti rubah sialan itu yang memberi tahu!

"Lain kali akan kuracuni dia. Aku ingin melihat berapa lama manusia itu mampu bertahan terhadap racunku." Aura membunuh di tubuhnya semakin dingin.

Tiba-tiba terdengar suara dedaunan dan ranting patah dari belakangnya. Yan Diming langsung menoleh tajam.

"Siapa di sana?! Keluar!"

Aroma bunga yang manis terbawa angin. Yan Diming mengerutkan kening, menyadari ada yang tidak beres. Sesaat kemudian, suara wanita yang centil terdengar dari balik pepohonan.

"Pangeran tampan~ apakah kamu membutuhkan bantuanku?"

Yan Diming langsung memasang kewaspadaan penuh. Aura membunuhnya menyebar ke segala arah. Mata ularnya menyipit penuh bahaya.

"Siapa itu?!" tanyanya dingin.

1
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya sulur itu itu baik deh, kira-kira apa ya yang akan dia berikan pada Yunru🤔
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhh, novel horor🙀, pasti bikin merinding nih kalau novel horor, ahhh aku gak berani baca, takut kebawa mimpi 😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
tempramen sekali Xuan Bing, apakah Xuan Bing ini wujudnya seorang kakek-kakek🙀 ahhh kalau begitu aku mau cari yang lain aja, gak mau sama kakek-kakek🤣🤣😭
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
pedang itu yaa, ohhh jadi namanya Xuan Bing /Shy/ wujudnya seperti apa tuh? apakah tampan?? /Awkward/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣kan kalau mau dapatin Bai Muzhi udah gak bisa kak, soalnya dia kan pasangannya Yunru, jadi aku ngincer Xuan Bing aja, siapa tau dia juga tampan, soalnya kan Muzhi juga tampan 🤣😭🤣🤣
total 4 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
kalau gitu, sana tidur sama Bai Muzhi aja 🤣🤣 dia kan pasanganmu🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
Yunruuuu/Curse//Curse/ bisa-bisanya kamu memikirkan uang disaat sudah diizinkan untuk menyentuh tubuh naga nya Muzhi/Facepalm//Facepalm/ yaampun, tapi kalau gak gitu, bukan Yunru namanya/Facepalm//Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
jadi seperti 🤣, kok aku merasa, bulunya tumbuh dengan lebat 🤣ataukah bulunya berbentuk keriting 🤣😭/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: padahal lucu loh kak kalau nanti bulunya jadi keriting😭🤣🤣
total 2 replies
Erni Sasa
jangan ka biar aku blajar juga resep masakanya kebetulan aku belum pandai masakan china😌
Author Risa Jey: Oke deh, walaupun resepnya gak akan jauh-jauh dari kecap asin sih /Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
apakah sulur itu baik ataukah jahat?? tapi, semoga aja itu sulur bisa membantu Yunru /Slight/
Author Risa Jey: Baik kok harusnya. Penuh misteri /Casual/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
enggak kak, malah udah pas itu, kita jadi tau resep lain buat masak 🤭
Author Risa Jey: /Ok//Ok//Ok//Ok/
total 1 replies
ER
enggaa masalah thorr
mungkin kita juga bisa mencoba resepnyaa 😂
Author Risa Jey: Coba bikin, takaran kira-kira sendiri ya/Hey//Hey/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
aduhhh, gemes banget sama Muzhi yang tiap hari malu malu kucing sampai telinganya merah 🤣 ayo Yunru, buat Muzhi salah tingkah lagi 🤣🤣kalau bisa, tidak hanya telinganya saja yang merah, tapi juga wajahnya ikut merah 🤣🤣
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: tapi daripada dikasih sama mereka, lebih baik dijadikan kelinci panggang, kan lumayan tuh pasti dagingnya banyak🤣😭
total 9 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣pikiran macam apa itu
Author Risa Jey: /Hammer//Hammer//Hammer//Hammer/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
akhirnya Muzhi jatuh cinta pada Yunru yeayyy, kalau nenek Caolan tau, wahhh, apa yang akan terjadi ya ketika melihat cucu nya ini dengan telinga yang memerah /Chuckle/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: 🤣🤣 boleh tuhhh, aku setuju🤣🤣
total 4 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣🤣ada" saja pilih dua duanya lah kalau bisa
Author Risa Jey: Oh, tidak bisa /Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
ayo usut tuntas Feiyu/Determined//Determined/
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣😭maak aku lagi badmood iih malah di pantatin
Author Risa Jey: /Smirk//Smirk//Smirk//Smirk/
total 1 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
harusnya kamu tendang saja tuh si Ruu nya Yunru, biar dia naik tangga lagi, biar jadi kurus 🤣
Author Risa Jey: Yang ada mungkin pingsan duluan /Sweat/
total 1 replies
Erni Sasa
🤣🤣🤣🤣heiii baru sadaar
Erni Sasa
semangat ka Risa aku salah satu pembaca setiamu,jangan hiatus ya untuk novelmu yg ini.
Author Risa Jey: Jangan khawatir, up sampai tamat kok /Casual/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!