Aluna Wistania gadis yang berumur 16 tahun jatuh dari atap gedung sekolah akibat temanmya Tasya Putri. Aluna tidak mati melainkan jiwa Aluna pindah kedalam tubuh seorang wanita yang bernama Xing Xing Calistia Hutomo.
Jiwa gadis 16 tahun pindah kedalam tubuh wanita cantik yang berusia 25 tahun dan putri bungsu dari keluarga Hutomo. Aluna tidak tau kalau tubuh yang ditempatinya itu memiliki tunangan.
__
"Xing Xing aku mohon bicaralah, katakan sesuatu. Kamu boleh memukulku, Aku tidak mau kamu seperti ini. Aku mohon jangan diamkan aku seperti ini." Dylen mencengkram bahu Xing Xing, bingung dengan gadis didepannya itu.
"Biarkan aku pergi dari tempat terkutuk ini. Kita hanya partiner, jadi biarkan aku pergi." Lirih Xing Xing, tatapan matanya kosong.
"Aku akan melakukan apapun kecuali hal itu. Xing Xing apa kamu tidak lelah terus mendiamkan aku terus seperti ini." Kata Dylen lembut, menatap maniak mata hazel Xing Xing.
..
___
Bagaimana Xing Xing akan menghadapi masalah besar yang akan menimpanya..
ikuti terus..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Acin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23
"Aku..."
Dylen mendadak memeluk Xing Xing tiba tiba membuat Xing Xing terkejut dengan perbuataannya.
"Kenapa Kakak bersama pacarku." Kata Dylen dengan nada dingin.
"Aa... Dia pacarmu." Kata Niko menggangukkan kepalanya.
Dylen meraih tangan Xing Xing meninggalkan Niko yang mau mulai bertanya lagi. Xing Xing ingin sekali menghempaskan tangan Dylen.
"Sakit tau." Kata Xing Xing mengelus pergelangan tangannya setelah Dylen melepaskannya.
Xing Xing memperhatikan sekelingnya, sekarang dirinya dan Dylen berada di ruang tamu meninggalkan tempat acara. Dylen mendorong Xing Xing duduk disofa, lalu sedikit mendekatkan mukanya.
"Apa maumu." Selidik Xing Xing menatap tajam Dylen, dirinya mencoba mendorong Dylen tapi hasilnya nihil kekuatan mereka berbanding jauh.
Tatapan Dylen menajam, tersenyum sinis. "Apa kamu tidak punya kerjaan selain mengoda Kakakku." Sindir Dylen.
Xing Xing diam, "Biarin gak sakit juga kok." Pikir Xing Xing, dirinya masih tenang-tanang saja.
"Itu mulut buat pajangan." Kata Dylen mencengkram dagu Xing Xing.
"Apa sih maunya manusia ini." Gumam Xing Xing dalam hati.
Dylen menguatkan cengkramnya, dirinya kesal dengan muka Xing Xing yang tenang dan juga tidak menjawabnya.
"Apa kamu tidak bisa menjawab hah?" Bentak Dylen.
Xing Xing tidak terima kali ini dirinya belum pernah dibentak siapa pun. Xing Xing mendorong Dylen sekuat tenaga dan berhasil Dylen mundur beberapa langkah. Xing Xing seketika berdiri menatap Dylen sinis sekaligus dingin.
"Hei Tuan muda aku disini itu karena terpaksa dan ingat kita itu hanya punya hubungan kontrak." Kata Xing Xing dengan dingin, "Hubungan ini hanya ada Give and Take." Sambung Xing Xing menekan katanya.
Dylen diam seribu bahasa, perkataan Xing Xing semuanya benar dan yang kebanyakan memberi adalah Xing Xing dan dirinya hanya menerima saja. Bahkan kontrak yang mereka sepakati kebanyakan merugikan Xing Xing.
Bugh
Tubuh Xing Xing terdorong akibat tabrakan dari seorang anak kecil yang berlari mencari sesuatu. Tubuh Xing Xing terjatuh diatas tubuh Dylen membuat bibir mereka bertemu.
Xing Xing segera bangkit, lalu mengosok bibirnya, "Ciuman pertamaku." Gumam Xing Xing terus mengosok bibirnya.
Dylen duduk dilantai lalu tersenyum misterius membuat bulu kuduk Xing Xing berdiri seketika melihat senyuman Dylen.
"Wah aku tidak tau kalau orang pertama yang mendapatkannya." Kata Dylen dengan senyuman misterius terukir diwajahnya.
"Tidak itu tidak termasuk ciuman jadi ciumanku tidak aku berikan pada siapa pun." Bantah Xing Xing tidak terima.
Dylen menarik tangan Xing Xing hal itu membuat tubuh Xing Xing tidak seimang dan jatuh kedalam dekapannya dan bibir mereka bertemu lagi. Dylen tidak menyiakan kesempatan langsung ******* bibir Xing Xing, XingXing membelakkan matanya terkejut dengan perbuatan Dylen.
"Hem.." Dehem Mike menyadarkan kedua pasangan itu.
Dylen langsung melepaskan bibir Xing Xing, lalu berbisik ditelinga Xing Xing membuat melototkan matanya.
"Jika saja tidak ada Dady mungkin akan terjadi hal yang lebih panas lagi." bisik Dylen meniup telinga Xing Xing.
Xing Xing mendorong Dylen menjauh, memegang telinganya, muka Xing Xing memerah akibat bisikan Dylen.
"Dasar tidak tau malu." Maki Xing Xing dalam hatinya, mengelap bibirnya.
"Kenapa Dady masuk?" Tanya Dylen, segera berdiri diikuti Xing Xing.
"Aa... Dady sama Momy mau kamu umumkan sesuatu." Kata Mike melirik Xing Xing sebentar memberikan kode pada Xing Xing.
Xing Xing yang merasa mendapat kode, "Ini udah malam Om aku harus pamit pulang dulu." Kata Xing Xing menyelipkan anak rambutnya.
"Tentu ini juga sudah sangat malam. Dylen kamu antar Xing Xing pulang sana." Kata Mike mengedipkan sebelah matanya.
"Dady tidak perlu bilang aku pasti akan mengantarnya." Kata Dylen memeluk Xing Xing mesra, ingin sekali Xing Xing muntah dengan perkataan Dylen.
"Beneran itu pacarnya Dylen?" Tanya Niko menghampiri Dadynya.
"Dady tidak tau. Tapi sepertinya gadis itu sangat tidak menyukai Dylen." Kata Mike mengelengkan kepalanya.
Niko tidak mengerti arti dari gelengan kepala Mike, dirinya hanya berharap kalau adikknya tidak mempermainkan perasaan Xing Xing seperti biasanya.
...****************...
Dylen melajukan mobilnya menuju rumah Xing Xing. Didalam mobil sangat sunyi Xing Xing tertidur dan Dylen yang fokus menyetir, sekali kali melirik Xing Xing.
Mobil itu berhenti, Xing Xing yang tertidur merasakan pergerakan mobil bangun dari tidur sambil mengosok matanya. Dylen melirik Xing Xing dirinya mengira kalau perempuan itu tidak akan bangun.
"Terima kasih." Kata Xing Xing cuek, keluar dari mobil lalu menutup pintu mobil.
"Aku ingin hal lain dari itu." Kata Dylen tersenyum, menunjuk bibirnya.
"Mimpi." Teriak Xing Xing berlari masuk kedalam rumah. Dylen terkekeh dengan reaksi Xing Xing.
Xing Xing berjalan masuk disana Cris, Daniel, Momy dan Dady Xing Xing duduk disofa menunggu kepulangan Xing Xing. Xing Xing seketika gugup, bingung dengan tatapan mereka seperti minta penjelasan.
"Momy... Dady... Kakak..." Rengek Xing Xing, mengharapkan mereka mengerti kalau dirinya lelah.
"Pergilah tidur sayang." Kata Calistia mengelus rambut Xing Xing, Xing Xing terssnyum hangat. Xing Xing menaiki tangga sekali-kali melirik kebawah melihat suasana dibawah sana.
Ceklek
Xing Xing membuka pintu dan tidak lupa menutupnya lagi. Xing Xing berlari kearah ranjang empuknya, melepar tasnya kesembarang arah.
Xing Xing yang tadi tengkurap kini membalikkan badanya menatap langit-langit kamarnya, "Hari yang sangat panjang." Gumam Xing Xing.
Meraih tissu basah menghapus make upnya tidak terlalu tebal dan menganti dressnya dengan piyama kesukaannya yaitu panda. Xing Xing menutup matanya dan masuk ke alam mimpi.
Coba baca novelku, judulnya 'Secret Marriage'. Tentang pernikahan yang penuh dengan RAHASIA. baca sinopsisnya dulu, siapa tahu suka. klik profilku buat baca...