Banyak yang mengira bahwa Arjuna begitu bodoh, bahkan ada yang menyebutnya gila, sehingga dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya.
Padahal sebenarnya dia adalah seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam dunia medis pada 1000 tahun yang lalu, yang memaksanya harus hidup di dunia modern yang terasa asing untuknya.
Dengan kemampuan medisnya yang dimiliki, dia akan membuktikan bahwa dia adalah seorang dokter genius yang hebat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Helena telah merekrut empat orang dokter yang cukup mumpuni dibidangnya masing-masing. Walaupun dari segi kualitas, jauh dari Nova.
Mungkin karena Nova menggunakan uang sogokan, semua orang yang bergabung dengannya adalah dokter-dokter berkelas. Apalagi Reno.
"Hanya tinggal satu orang lagi yang aku butuhkan. Aku harap aku bisa segera menemukan pria misterius itu," gumam Helena.
Tiba-tiba terdengar sebuah ketukan pintu.
Tok...
Tok...
Tok...
Rupanya Asisten Riana.
"Bagaimana? Apa kamu sudah mencari tahu tentang pria misterius itu?" tanya Helena.
"Maaf, Nona. CCTV disekitar kejadian rusak. Jadi, jadi sangat sulit untuk mencari tahu orang yang telah melakukan pertolongan pertama pada pasien yang Nona tangani," jawab Asisten Riana.
Helena menghela nafas dalam-dalam. Kompetisi akan dilakukan tiga hari lagi, tapi dia masih kekurangan dokter yang bisa dia percaya untuk bergabung dengan timnya. "Entah bagaimana caranya, aku harap identitas orang itu segera ketemu."
Asisten Riana menjawab, "Baik, Nona. Kalau begitu saya permisi."
Helena hanya menganggukkan kepala. Dia kembali menghela nafas dengan pelan. "Kenapa susah sekali mencari orang itu?"
Setelah waktu pulang tiba, Helena memutuskan untuk segera pulang. Saat sedang menyetir mobil, dia tiba-tiba teringat pada Arjuna. "Kira-kira, dia melakukan hal aneh apalagi hari ini?" keluhnya.
Saat tiba di mansion. Dia harus mempersiapkan diri agar dia bisa sedikit bersabar untuk menghadapi tingkah suaminya yang aneh itu.
Namun, begitu dia masuk ke dalam mansion, dia mencium aroma masakan yang sangat menggugah selera, membuatnya sangat merasakan lapar.
Di ruang makan, dia melihat Arjuna sedang menata hidangan di atas meja makan.
Setidaknya dia sedikit merasa lega, karena hari ini Arjuna tidak membuat ulah.
"Kamu bisa memasak?" tanya Helena dengan nada ketus.
"Aku adalah seorang pangeran yang tidak pernah bersikap manja. Saat zaman dahulu, aku mencoba belajar memasak. Tapi karena saat ini aku hidup di zaman modern, aku menyesuaikan cara memasakku lewat aplikasi apa ya... yusup."
Helena langsung mengkoreksi. "Youtube?"
Arjuna terkekeh. "Iya, semacam itu."
Karena Helena sangat merasa lapar, dia segera mencicipi masakan Arjuna. Dia langsung membelalakkan mata, ternyata masakan pria itu sangat enak.
"Bagaimana masakan aku?" tanya Arjuna dengan penuh harap.
Helena menjawab dengan dingin. "Biasa saja. Tapi untuk menghargai kamu, aku akan memakannya."
Arjuna hanya tersenyum. Helena mengatakan masakannya biasa saja. Tapi dia begitu lahap memakannya.
"Ngomong-ngomong, aku sudah diterima bekerja di sebuah restoran," ucap Arjuna tiba-tiba.
Helena mengerutkan keningnya. Ternyata pria itu benar-benar serius telah mencari pekerjaan. "Seharusnya kamu tidak perlu bekerja. Kamu cukup diam saja dirumah. Aku sudah memiliki penghasilan yang cukup untuk kebutuhan kita berdua."
"Sudah aku katakan, aku ini suami kamu. Jadi aku berkewajiban memberikan nafkah padamu," ucap Arjuna dengan serius.
"Hm, ya sudah terserah kamu saja."
Beep...
Beep....
Beep...
Tiba-tiba, ponsel Arjuna berdering. Dia mendapatkan pesan dari Calista, manajer di restoran tempat dia bekerja.
Arjuna segera membacanya.
[Selamat malam, Arjuna. Jangan lupa besok kamu mulai masuk kerja ya.]
"Siapa yang mengirim pesan padamu malam-malam begini?" tanya Helena, penasaran. Setahu dia, hanya nomor dia satu-satunya yang tersimpan di ponsel Arjuna.
"Dari Calista. Dia adalah atasan di tempat aku bekerja. Tapi dia ingin aku memanggilnya Calista jika hanya sedang berdua," jawab Arjuna dengan polos.
Tangan Helena yang sedang memegang sendok seketika berhenti bergerak, entah mengapa dia sangat kesal mendengarnya.
jahat axel.
helen sangat terkejut ternyata juna selama yg dicari bisa membantu timnya, semoga aja kehadiran juna boss menyelematkan pasien...
biangkeroknya adalah mirna yg sengaja membuat kesalahan, agar operasinya gagal total pasti disuruh sama silampir nova...
tenang helen suami sangat pintar dan jenius, di zamannya juna terkenal sebagai tabib hebat...
juna pasti dengan kemampuannya bisa menolong pasien itu, untung juna dateng tepat waktu menggantikan mirna itu.
semoga aja mirna ketahuan yg membuat kesalahan, ayo juna tunjukan kemampuanmu dan kehebatan. kamu mampu bisa melakukan operasi kerjasama tim...
agar papa mertua kamu selalu menghina dan meremehkanmu itu menyesal, ternyata menantu yg dianggap bodoh dan tidak berguna itu sangat hebat dan pintar...
helen pasti bangga padamu juna, kamu punya kemampuan sangat hebat dan pintar....
cepat... cepatlah lakukan penyelamatan...