NovelToon NovelToon
TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.

#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rebutan Murid Istimewa

# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI

Kabar kedatangan rombongan Kekaisaran Xuan Yu membuat seluruh alun-alun yang tadinya riuh oleh sorak kemenangan Xiao Bai berubah menjadi kekacauan yang penuh kepanikan terselubung. Tetua Zhou, yang wajahnya masih pucat sejak menyaksikan aura Xiao Bai beberapa saat lalu, kini terlihat semakin gelisah, matanya berkali-kali melirik ke arah gerbang utama sekte.

"Bawa Lin Hai ke ruang pengobatan," perintahnya cepat kepada beberapa murid di dekatnya, sebelum berbalik menghadap Xiao Bai dengan sikap yang jauh berbeda dari sebelumnya—hampir seperti seorang bawahan menghadapi atasan. "Xiao Bai, ikutlah denganku ke Aula Utama. Kita perlu menyambut tamu ini bersama-sama."

Belum sempat mereka melangkah jauh, gerbang utama Sekte Awan Sembilan terbuka lebar, menampilkan rombongan berjumlah sekitar dua puluh orang, dipimpin oleh seorang pria berjubah ungu tua dengan lambang burung Feniks keemasan tersulam di dadanya—simbol yang bahkan Xiao Bai, meski baru mengenal dunia kultivasi tingkat tinggi, bisa merasakan keagungannya dari cara seluruh murid sekte langsung membungkuk hormat begitu melihatnya.

"Tetua Agung Wei," gumam Tetua Zhou, membungkuk dalam-dalam, suaranya bergetar antara hormat dan kecemasan. "Suatu kehormatan besar bagi Sekte Awan Sembilan menerima kunjungan dari utusan Kekaisaran Xuan Yu."

Pria berjubah ungu itu—yang dipanggil Tetua Agung Wei—tidak menjawab basa-basi, matanya langsung menyapu kerumunan hingga akhirnya berhenti tepat pada sosok Xiao Bai yang berdiri di tengah arena duel yang belum sempat dibereskan.

"Jadi benar," gumamnya, melangkah maju dengan wibawa yang membuat seluruh kerumunan otomatis membuka jalan, "sumber gelombang qi yang mengguncang separuh benua tadi pagi berasal dari sekte kecil seperti ini."

Ia berhenti tepat di depan Xiao Bai, menatapnya dengan mata tajam yang seolah bisa menembus hingga ke dasar jiwa. "Anak muda, siapa namamu, dan sejak kapan kau memiliki bakat seperti ini?"

"Namaku Xiao Bai," jawabnya, mempertahankan sikap tenang meski di hadapan sosok berwibawa seperti ini, jantungnya berdegup jauh lebih kencang dari saat menghadapi Lin Hai. "Bakat ini baru saja terungkap hari ini, saat ujian eliminasi sekte."

Tetua Agung Wei mengangguk pelan, matanya masih menyelidik dengan tajam. "Akar Ekstraksi Sembilan Wujud," gumamnya, lebih kepada dirinya sendiri. "Sudah lebih dari tiga ribu tahun sejak catatan terakhir bakat semacam ini muncul di seluruh benua. Kekaisaran Xuan Yu memiliki catatan sejarah yang menyebutkan bahwa pemilik akar ini di masa lalu mampu menciptakan pil-pil yang bahkan mengubah struktur dasar kultivasi seseorang."

Gumaman kagum dan takjub kembali menggema di antara kerumunan yang masih mendengarkan dengan saksama.

"Aku datang atas perintah langsung Yang Mulia Kaisar," lanjut Tetua Agung Wei, suaranya kini lebih formal, "untuk mengundangmu bergabung sebagai murid istimewa di Akademi Kekaisaran Xuan Yu, tempat di mana bakat sepertimu akan mendapatkan bimbingan dan sumber daya terbaik yang bisa disediakan oleh seluruh kekaisaran."

Belum sempat Xiao Bai menjawab, suara lain yang tak kalah berwibawa menggema dari arah gerbang yang berbeda, membuat seluruh kerumunan kembali menoleh dengan terkejut.

"Sepertinya aku datang tepat waktu untuk mencegah kesalahan besar."

Seorang wanita berjubah biru langit melangkah masuk, diiringi rombongan lebih kecil namun tak kalah berwibawa, lambang bulan sabit perak berkilau di dadanya. Tetua Zhou, jika mungkin, terlihat semakin pucat menyaksikan kedatangan rombongan kedua ini.

"Tetua Agung Yun dari Sekte Puncak Sembilan Langit," bisik salah satu murid di kerumunan dengan nada penuh kekaguman sekaligus ketakutan.

Wanita itu melangkah anggun mendekati Xiao Bai, sama sekali tidak menghiraukan kehadiran Tetua Agung Wei yang menatapnya dengan alis berkerut tak senang. "Guruku merasakan gelombang energi ini pertama kali, jauh sebelum utusan kekaisaran mana pun bergerak," katanya, suaranya lembut namun penuh otoritas. "Sekte Puncak Sembilan Langit telah berdiri lebih dari lima ribu tahun, dengan sumber daya alkimia dan perpustakaan kuno yang jauh melampaui apa pun yang bisa ditawarkan sebuah kekaisaran duniawi. Anak muda, bergabunglah dengan kami, dan kau akan diajarkan langsung oleh para tetua tertinggi kami."

"Tunggu dulu," Tetua Agung Wei melangkah maju, wajahnya kini menegang tak senang. "Kekaisaran Xuan Yu telah menyampaikan undangan resmi terlebih dahulu. Tidak sopan bagi sekte mana pun untuk menyela proses ini."

"Kekaisaran hanyalah kekuatan duniawi, Tetua Wei," balas Tetua Agung Yun, senyumnya tetap tenang namun kata-katanya penuh sindiran halus. "Sekte Puncak Sembilan Langit berurusan dengan hal-hal yang jauh melampaui sekadar kekuasaan politik semata."

Sebelum perdebatan itu bisa berkembang lebih jauh, sebuah suara ketiga tiba-tiba menyela dari arah kerumunan yang mulai terbelah, seorang pemuda berjubah hijau tua dengan lambang naga kecil di bahunya melangkah maju dengan santai, seolah tidak terpengaruh oleh ketegangan yang ada.

"Wah, wah, ternyata benar-benar ramai di sini," katanya, tersenyum lebar ke arah Xiao Bai. "Aku dari Aliansi Pedagang Alkimia Tenggara. Kami tidak menawarkan status murid atau embel-embel kehormatan seperti mereka, tapi kami menawarkan sesuatu yang jauh lebih praktis: kebebasan penuh untuk mengembangkan kemampuanmu tanpa terikat aturan sekte atau kekaisaran mana pun, ditambah bagi hasil yang sangat menguntungkan dari setiap pil yang berhasil kau ciptakan."

Xiao Bai berdiri di tengah tiga kekuatan besar yang kini saling melirik dengan tatapan waspada, masing-masing menawarkan jalan yang sangat berbeda untuk masa depannya—kehormatan dan sumber daya besar dari kekaisaran, warisan pengetahuan kuno dari sekte legendaris, atau kebebasan penuh tanpa ikatan dari aliansi pedagang. Ia menyadari, dalam hitungan menit sejak identitasnya terungkap, hidupnya telah berubah dari seorang buangan yang tak dianggap siapa pun, menjadi rebutan kekuatan-kekuatan besar yang bahkan namanya baru pertama kali ia dengar hari ini.

> **[Host, keputusan ini akan sangat menentukan arah perjalananmu ke depan. Masing-masing pilihan memiliki keuntungan dan risiko tersendiri yang perlu dipertimbangkan dengan matang.]**

Sebelum Xiao Bai sempat membuka mulut untuk menjawab, matanya tanpa sengaja menangkap sesosok wajah yang familiar di ujung kerumunan—Li Ling'er, berdiri di samping seorang pria berjubah emas dengan wibawa yang bahkan melampaui ketiga tetua agung yang baru saja tiba, sosok yang hanya bisa satu orang: Master Sekte Agung sendiri, ayah Li Ling'er, yang baru saja tiba entah sejak kapan, menatap Xiao Bai dengan tatapan yang sulit ditebak—campuran antara rasa penasaran mendalam dan sesuatu yang menyerupai pengenalan samar, seolah ia baru saja melihat sesuatu dari masa lalu yang telah lama ia kubur dalam-dalam.

1
Aisyah Suyuti
seru
Luó Lìxuān: makasih kak jangan lupa bintang 5 nya kak
total 1 replies
Crimson
daftar target baru balas dendam di masukkan./Angry/
Luó Lìxuān: kan bagus bg 🤣
total 5 replies
Crimson
Gw mampir lagi min. seru soalnya. hehehe /Grin/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Luó Lìxuān
menurut kalian su yan ada rahasia apa ya kok bisa artefak kelas dewa di sembunyikan
Crimson
bunga untuk mu, min/Good/
Luó Lìxuān: makasih bg
total 1 replies
Crimson
Ciri" kacang lupa kulit ya, ini. Kan, biadab emang.😡🤬
Luó Lìxuān: soal nya perjalanan xiao bai masih panjang bg
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!