Jumpa lagi di novel baru ku ,terima kasih masih stay di sini ya.
Deskripsi
"Tolong jangan masukan ayah ku ke penjara,aku akan melakukan apa pun om " ucap Kia dengan air mata yang sudah mengalir di pipi nya, Burhan terkejut di panggil om tapi dia hanya bisa melotot dengan tajam
"Kau akan melakukan apa pun ?" tanya burhan dan Kia mengangguk saja
"aku akan merawat om sampai sembuh " jelas kia yang memang tak memiliki uang untuk mengganti motor sport mahal dan biaya pertanyaan Burhan
Bibir Burhan terangkat sedikit ,dia memikirkan ucapan mama nya yang sangat ingin dia menikah dan memiliki anak. Kia adalah wanita yang cocok untuk nya ,dia akan memanfaatkan kesempatan ini .
Mau tau bagaimana cerita selanjut nya ? Yuk....langsung rebahan manis sambil ngemil ,baca novel ku . Makasih sebelum nya 🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OM 4(KIA)
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Praaang .....
Kedua mata Kia berkaca kaca ,jantung nya berdebar tak menentu . Dia baru saja membuat minuman di dapur kecil di toko bunga tempat nya bekerja, tapi gelas yang baru saja dia isi air panas dan tiba tiba pecah membuat hati nya merasa khawatir.
"Ada apa ini ?"
"Ya Tuhan ,semoga ngak ada apa apa "
Batin Kia ,perasaan nya benar benar tidak enak .Dia membersihkan gelas yang berserakan di atas meja dengan air mata yang mengalir begitu saja dari mata nya ,dia tak tau kenapa karena dia nya sangat sedih hingga akhirnya dia mendengar teriakan dari luar mencari dirinya
"Kia....kia....ayah mu,ayah mu kecelakaan "
Tubuh Kia kaku ,dia terdiam sebentar kemudian tubuh nya melemah hingga dia terduduk di lantai. Jantung nya masih berdebar tak menentu, membayangkan apa yang terjadi pada sang ayah. Dengan wajah yang masih penuh air mata ,Kia bangkit dan berlari keluar dengan sisa tenaga yang dia miliki.
Di depan ada pak Sukri,dia kenal betul dengan pria seumuran ayah nya yang merupakan teman sejawat sang ayah dan tetangga mereka selama ini. Wajah pak Sukri terlihat sangat khawatir, dia mendekati Kia saat melihat Kia keluar dari dalam dapur toko dengan wajah khawatir.
"Pak....ayah ku bagaimana keadaan nya ?" tanya Kia dengan air mata di pipi nya ,sedangkan istri pak Bokak langsung mendekati nya dan memeluk nya .
"Sabar ,ini ujian buat mu hhmm" ucap istri nya pak Bokak ,dia sudah di kabari oleh Bokak kalau ayah nya Kia menabrak orang kaya dan kerugian nya cukup banyak.
Pak Bokak ngak mau ganti rugi ,walaupun sebenar nya dia yang salah tapi semua kemauan pak Kardi jadi dia ingin lepas tangan dan menyerahkan semua nya pada kepolisian dan keluarga korban . Pak Bokak sudah melihat kondisi pak Kardi, hanya luka di beberapa bagian tubuh saja sehingga tak perlu perawatan serius sedangkan yang di tabrak harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Apalagi saat Bokak datang, korban nya sudah di ketahui patah kaki di bagian paha dan harus di operasi dengan pemasangan pen disana . Belum lagi kepala nya yang robek dan harus di jahit ,biaya nya pasti ngak murah dan dia ngak mau mengeluarkan uang untuk hal yang tak dia lakukan walaupun pak Kardi sudah lama bekerja pada nya.
"Ayah mu ngak apa apa Kia ,hanya luka di beberapa bagian saja . Tapi korban nya agak parah dan orang kaya " jelas pak Sukri,mereka sebenar nya ngak ingin berurusan dengan orang kaya karena walaupun mereka benar tetap akan salah di mata polisi karena uang yang akan mengatur segala nya apalagi hal ini yang salah pak Kardi. Pasti mereka akan menekan pak Kardi dan memasukan nya ke dalam penjara ,membuat pak Sukri merasa kasihan pada Kia.
"Ya ampun pak ,di rumah sakit mana? Saya mau kesana " ucap Kia ,dia sudah mengambil tas nya dan menarik tangan pak Sukri agar bisa mengantarkan nya kesana .
"Ayo....ayo.....bapak juga ingin kesana ,kita beli nasi padang dulu ya buat makan ayah mu . Karena ngak mungkin dapat makan siang dari rumah sakit ,ayah mu ngak akan di rawat hanya bayar perobatan saja " ucap Pak Sukri yang kini di gandeng oleh kia ,dia sudah menganggap kia sebagai anak nya juga.
Kia pun hanya mengangguk sambil menghapus air mata nya, menarik nafas dengan panjang karena sedikit lega mendengar ayah nya tidak kenapa napa . Dia akan meminta belas kasih dari keluarga korban ,berharap ayah nya mendapatkan hukuman yang ringan.
Di jalan, pak Sukri berkali kali memberikan nasehat pada Kia dan menenangkan nya agar tidak nangis . Pak Sukri berhenti di warung makan untuk membeli nasi padang dua bungkus ,dia tau kalau Kia juga pasti belum makan mengingat kia yang baru saja keluar dari dapur toko dan dia sempat melihat kotak bekal di atas meja yang tak di ambil oleh kia.
"Kamu harus sabar kia,ini ujian untuk mu dan ayah mu "
"Tuhan tau kalau kalian mampu menjalani nya, mungkin ini lah ujian agar kalian naik derajat dan mendapatkan yang lebih baik nak"
"Jangan di sesali ,jalani saja dengan baik dan kamu juga harus berusaha jangan hanya diam "
Kia hanya mengangguk, dia duduk di atas motor butut milik pak Sukri saat pak Sukri masuk ke dalam warung makan . Dia juga sempat memberikan uang untuk membeli makan siang ayah nya tapi pak Sukri menolak nya, dia tau kalau saat ini Kia sedang kesusahan dan dia hanya ingin membantu yang dia bisa saja .
Selama ini Kia bekerja untuk membiayai kebutuhan mereka ,walaupun hanya berdua tapi tetap saja mereka memiliki pengeluaran yang besar apalagi rumah kontrakan mereka juga harus di bayar tiap bulan nya. Mengharap pendapatan dari narik angkutan umum jelas ngak cukup, karena penumpang lebih banyak menggunakan ojek online agar tak kena macet atau pun berdesak desakan di dalam angkutan.
Berkali kali Kia di tawarkan bekerja di luar negeri, tapi Kia tak ingin meninggalkan ayah nya . Dia ngak mau jauh dari ayah nya, mengingat dirinya hanya memiliki ayah . Semua saudara nya pada menjauh karena keadaan ekonomi mereka ,mereka takut jika Kia dan ayah nya datang dan meminta sesuatu pada mereka sehingga mereka memilih menjaga jarak .
Kini ayah nya mendapatkan masalah yang cukup besar ,Kia semakin yakin kalau tak ada saudara yang mau membantu nya . Dia akan memohon pengampunan pada keluarga korban ,agar ayah nya tak di hukum berat . Apalagi mengingat ucapan pak Sukri kalau ayah nya bisa jadi akan di penjara ,dia juga ingat kejadian di tempat nya tinggal.
Salah satu warga disana, dulu meninggal di dalam penjara karena harus menerima tuduhan kalau dia hampir menabrak anak kecil . Tapi tetap saja bapak itu di tahan karena keluarga anak itu tak terima, walaupun anak nya tidak kenapa napa tapi mereka mengatakan kalau mental anak nya down. Padahal anak nya masih bisa bersekolah dan bermain seperti biasa nya, tapi memang dasar keluarga nya yang kaya tak ingin melepaskan bapak itu sehingga bapak itu harus meregang nyawa di penjara karena usia nya yang tak lagi muda .
Kia tak ingin ayah nya mengalami hal itu, jika memang nanti terjadi hal seperti itu maka dia bersedia menggantikan sang ayah di dalam penjara . Dia yakin akan ada yang membantu ayah nya di rumah nanti nya ,apalagi keluarga pak Sukri selama ini selalu memberikan makanan pada mereka .
Bersambung
Jangan lupa vote like dan komentarnya ya makasih 😘😘😘😘😘😘😘😘
Love sekebon untukmu author