NovelToon NovelToon
Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Jodoh Sepertiga Malam "ALIA"

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Dydy_ailee

Ini adalah cerita perjuangan seorang pria berandal yang tak tahu kemana arah tujuan hidupnya. Yang ia tahu hanyalah kekayaan, popularitas dan duniawi. Dia adalah Adhitama Elvan Syahreza ( Elvan). Dia juga suka menebarkan cinta kepada siapa saja, yang dia kehendaki untuk menjadi kekasihnya. Alias playboy kelas kakap. Lalu Elvan mendapatkan tantangan dari temannya untuk meluluhkan hati seorang gadis, di luar kriterianya. Lebih tepatnya gadis berhijab. Karena semua gadis yang telah Elvan jadikan pacar, tentunya gadis seksi dengan lekuk tubuh indah yang sengaja di pamerkan.

Hingga akhirnya ia menganggu seorang gadis muslim berhijab di kampusnya. Gadis yang cantik, ceria, periang, pemberani namun tetap memiliki kesan anggun. Dia adalah Alia Fahia Ghazala.

Apakah Elvan bisa mendapatkan cinta Alia? Atau justru Alia menolaknya mentah-mentah? atau mungkin saja mereka akan saling jatuh cinta? namun bagaimana jika Alia tahu, bahwa Elvan mendapatkannya hanya untuk taruhan saja?

Sedangkan Alia sebenarnya adalah seseorang yang telah di siapkan untuk mendampingi Elvan.

Lalu bagaimana kisah cinta mereka akan berjalan ???

Sebuah kisah romantis, komedi, perjuangan dan nilai kehidupan yang berbalut islami.

Inilah karya ke-3 ku untuk sobat reader semua, semoga kalian suka ya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 23 SIMPATI

''Assalamualaikum, Kak. Udah lama nunggunya?'' sapa Andra yang sudah sampai di tempat kerja Alia.

''Nggak kok. Ini juga baru tutup, Ndra. Oh ya, kita mampir beli lauk buat makan malam ya.''

''Nggak usah, Kak. Tadi Andra udah beli pecel lele di warung tenda ujung jalan sana.''

''Ya udah kalau gitu kita langsung pulang aja.'' Alia lalu berjalan tertatih dan naik ke atas motor Andra.

''Kak Alia kenapa? Jalannya kok pincang gitu,'' kata Andra yang merasa khawatir pada Kakaknya.

''Udah nggak apa-apa. Nanti kita ngobrol di rumah aja. Kasihan Ayah kalau nunggu.''

''Ya udah kalau gitu.'' Sesampainya di rumah, Andra membantu Alia berjalan dengan memapahnya.

''Assalamualaikum,'' seru Andra sambil mengetuk pintu rumahnya.

''Waalaikumsalam,'' sahut Pak Samir dari dalam sembari berjalan membuka pintu.

''Lho,lho kamu kenapa Alia?''

''Alia jatuh, Yah.'' Andra lalu membantu Alia duduk di kursi ruang tamu.

''Kok bisa jatuh gimana?'' tanya Pak Samir dengan suara panik.

''Tadi Alia habis nolongin anak kecil yang hampir saja ketabrak motor. Tapi Alia udah di obatin kok yah sama orang yang Alia selamatkan. Kebetulan itu keponakan langganan laundry Alia.''

''Ya Allah, nak. Kenapa sampai kayak gitu? Perlu di bawa ke tukang urut nggak?"

''Udah nggak apa-apa, Yah. Paling cuma kesleo biasa. Mending sekarang kita makan malam dulu ya, Yah. Ayah pasti belum makan dan Alia juga sudah lapar.''

''Ya udah, Kak. Biar Andra yang siapin ya.''

''Makasih ya, dek.''

...****************...

''Om, bangun, Om!" panggil Chelsea pada Elvan yang masih tertidur pulas.

''Masih ngantuk, ah, berisik!" ucap Elvan dengan malas.

''Chelsea mau berangkat sekolah, Om. Nanti Chelsea terlambat.'' Kata Chelsea sambil menggoyang-goyangkan tubuh Elvan. Mendengar ucapan Chelsea, Elvan perlahan membuka matanya. Ia melihat Chelsea sudah memakai seragam sekolah.

''Ya udah, kamu turun sana, cepat sarapan. Aku mau mandi.''

''Iya, Om.'' Chelsea segera berlari menuju meja makan. Disana Bi Marni sudah menyiapkan sarapan.

''Pagi, Nona manis,'' sapa Bi Marni dengan ramah.

''Pagi, Bibi yang cantik.''

''Om Elvan mana?''

''Om Elvan masih mandi, Bi.''

''Ya udah, Nona sarapan dulu ya.''

''Makasih, Bi.'' Tak lama kemudian Elvan menyusul menuju meja makan.

''Di habisin ya, Cheal.''

''Iya, Om. Makasih ya, Om udah temenin Chelsea sarapan.'' Mendengar ucapan keponakannya, Elvan hanya mengangguk malas. Kemudian Elvan mendengar ponselnya berdering tanda panggilan masuk. Nama Endrew ada di layar ponselnya. Elvan menyalakan mode speaker, supaya Chelsea bisa mendengarnya.

''Ada apa?'' tanya Elvan dengan nada ketus.

''Chelsea sudah bangun dan sarapan?'' tanya Endrew di seberang sana. Elvan lalu memberikan ponselnya pada Chelsea.

''Halo, Daddy. Chelsea sudah bangun dan sarapan kok. Daddy sama Mami kapan pulang?''

''Maaf ya, sayang, kami belum bisa pulang. Daddy sama Mami tambah dua hari lagi di luar kota. Jadi kamu sama Om Elvan dulu ya. Kalau Daddy sama Mami udah pulang, langsung jemput kamu.'' Mendengar ucapan Endrew dari seberang sana, membuat Elvan mendengus kesal.

''Iya, Daddy. Chelsea tungguin kok.'' Elvan kemudian merebut ponselnya dari Chelsea.

''Kalau pergi jangan lama-lama, emang gue baby sitter apa.'' Ketus Elvan yang kemudian memutus sambungan teleponnya.

''Om kayaknya benci ya sama Daddy? Apa Daddy punya salah sama Om?" tanya Chelsea dengan ragu-ragu.

''Kamu anak kecil nggak perlu ikut campur urusan orang dewasa. Udah cepat dihabisin makanannya. Om mau ke kampus juga.''

Selesai sarapan pagi, Elvan segera mengantar Chelsea ke sekolah, kemudian ia pun segera berangkat ke kampus. Sesampainya di kampus, Elvan yang baru saja turun dari mobil, melihat Alia turun dari motor Andra. Terlihat Alia berjalan tertatih.

''Tuh cewek, di suruh berobat malah uang sok-sokan nggak di ambil. Sok jual mahal,'' gerutu Elvan. Kemudian Elvan melihat Rendra mendekati Alia yang berjalan sendirian.

''Al, kamu kenapa?''

''Nggak apa-apa, Ren. Cuma jatuh aja.''

''Tapi kayaknya kamu kesakitan banget. Kenapa nggak di bawa ke klinik saja.''

''Kaki elo masih sakit? Kenapa nggak periksa? Sok-sokan ogah nerima uang dari gue,'' sahut Elvan tiba-tiba.

''Bukanya nggak mau tapi segala sesuatu tidak bisa di ukur dengan uang.''

''Halah, sok munafik. Mending elo periksa soalnya gue nggak mau di salahin atau hutang budi sama elo.'' Andra yang berada bersama mereka merasa bingung, apa yang terjadi antara Alia dan Elvan. Elvan yang kesal mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan dan menyelipkan uang itu pada telapak tangan Alia.

''Nggak usah, El.'' Tolak Alia yang memberikan uang itu pada Elvan kembali.

''Udah lah jangan keras kepala. Ini bentuk tanggung jawab gue. Gue nggak mau elo mikir gue nggak tanggung jawab.'' Kata Elvan yang menyelipkan uang itu kembali.

''Aduh, kalian ini kenapa sih? Ada apa sih Al?'' sela Rendra yang kesal pada Elvan.

''Udah, elo nggak usah ikut campur.'' Kata Elvan dengan ketus.

''Ayo, Ren, kita ke kelas.''

''Ya udah ayo aku antar.'' Kata Rendra yang membantu Alia berjalan. Elvan merasa kesal di tolak oleh Alia dan di abaikan begitu saja. Namun saat Alia berjalan, tiba-tiba ia terjatuh.

''Aw,'' rintih Alia.

''Astaghfirullah, Al. Kamu hati-hati. Sini aku bantu.'' Kata Rendra yang begitu khawatir melihat Alia terjatuh. Elvan yang kesal dengan sikap keras Alia, menghampiri Alia yang terjatuh.

''Makanya jangan keras kepala. Kaki elo kalau di biarin bisa parah,'' marah Elvan pada Alia. Elvan yang merasa geram, terpaksa menggendong depan Alia. Elvan mengalungkan lengan Alia pada lehernya, kemudian kedua lengannya berusaha menyangga tubuh dan kaki Alia.

''Elvan! Lepasin! Bukan muhrim.'' Kata Alia dengan kesal.

''Udahlah bodoh amat. Elo lagi sakit juga, udah jangan bawel.'' Balah Elvan dengan ketus.

''Elvan, elo mau bawa Alia kemana?'' tanya Rendra.

''Ke rumah sakit! Emang menurut elo kemana? Ke hotel? Dia bukan level gue,'' ketus Elvan pada Rendra. Elvan kemudian berlalu meninggalkan Rendra dan membawa Alia masuk ke dapam mobilnya.

''El, semua orang lihatin kita.''

''Bodoh amat! Udah diam aja. Kita ke rumah sakit sekarang.'' Elvan mulai menyalakan mesin mobilnya dan segera melajukannya menuju rumah sakit.

''Fan, Fan, itu mobilnya si Elvan kemana? Baru sampai kenapa balik lagi,'' kata Leon pada Fandi yang melihat mobil Elvan keluar dari kampus.

''Emang tuh anak selalu bikin masalah. Dia nggak tahu apa kalau hari ini ada kuis.'' Kata Fandi.

''Kali ini kita nggak usah ikut campur. Karena ini terakhir kalinya buat kita nunjukkan sama boka nyokap, kalau kita berubah. Sekalipun kita dapat nilai hancur tapi kan kita nggak bolos lagi,'' sahut Leon.

''Iya deh, daripada semua fasilitas di cabut kan bisa mati gaya kita,'' timpal Fandi.

bersambung....

1
Neni aja
walaupun ceritanya remaja suka ,karya dydy g pernah gagal selalu bikin ketagihan 😍
Whatea Sala
Elvan kok kaget klu Tama berteman dengan Samir,kan sudah di ceritakan sama Samir bahwa mereka berlima berteman,Nita..Maya..Elise..Tama..Samir, atau saya yang lupa🤔🤔
Whatea Sala
Banyak tingkah sih..emang siapa yang mau merubah Elvan klu bukan dirinya sendiri,biar kapok si Elvan,klu bisa koma setahun terus sadar dan berubah menjadi baik.kesellll...
Whatea Sala
Dasar geng ghibah..🤣🤣
Whatea Sala
Dasar pada gak punya otak,gak punya malu,kasihan ibumu klu tau kelakuan anaknya.mbok ya mikir klu kalian lahir dari seorang wanita,jadi hargai dan hormati yang nama nya perempuan.
Yani Chyni
Buruk
Muhammad Alfan
❤️❤️❤️👍👍👍💪💪💪
Muhammad Alfan
wah keten ceritanya ..pas baca langsung suka ..makasih mba othor yg udah bikin cerita bagus ..semangat
Emir Zuhdi
💜💜💜💜💜💜
uswah
Masya Allah
Yani
Alua ngusir Rlvan 😊
Yani
Kapan Elvan sadarnya
Yani
Elvan cemburu
Yani
Suka adik kakak rukun
Anna Susiana
ceritanya bagus kak, terima kasih
Yani
Ya.ampun Elvan semoga kamu cepat sadar dengan kelakuan burukmu
Yani
Wow...panas-panas mana kipas" 😁🤭
Yani
Pandi dan Leo tembak langsung tanoa basa- basi untuk niat baik
Yani
Bahagia selalu Alya dan Elvan
Yani
Semoga aja Kinar menjadi anak yang baik setelah satu kelas dengan Andta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!