seorang gadis rambutnya dikuncir cepol, memakai kaca mata tebalnya. gadis itu bernama melati atmaja, gadis berusia 25 tahun seorang desainer yang memiliki butik cukup ternama di jakarta. gadis itu adalah putri dari pasangan agung atmaja dan dahlia atmaja..
suatu hari gadis itu terpaksa harus menerima perjodohan yang telah di atur keluarganya untuk menggantikan sang kakak.
jadi bagai mana perasaanmu ketika kamu di jodohkan dengan laki-laki yang sedari dulu menjadi musuhmu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aprilia frahesta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23
tokk ..... tokkk...... tokk
"masuk"
"mel kita bawain makanan nih, kita makan siang bersama yuk"
"tumben sekali kalian bawa bekal sebanyak ini.?"
"iya ini semua liyla yang bawa"
"memang di rumah ada acara apa la.?"
"itu mel adikku baru saja dapat biayasiswa di london, jadi ibuku membuat syukuran kecil-kecilan. dan ibu membawakan makanan ini untuk putri-putrinya yang super heboh katanya" ucap liyla sambil terkekeh, ya memang ibunya liyla sudah menganggap melati, dan sarah seperti anaknya sendiri.
"ibu selalu saja seperti itu, ucapkan salam ya untuk ibu. katakan maaf aku belum bisa mengunjungi beliau, trus makasih juga buat makanannya, masakan ibu the best banget pokoknya"
"iya, aku juga sudah lama tidak mengunjungi ibu. weekend kita kerumah liyla ya mel, ntar gue jemput deh kerumah loe"
"siap"
setelah selesai makan siang, mereka kembali lagi keruangan masing-masing.
ting.... ting...... ting
sebuah pesan masuk di ponsel milik melati
**saly:
nona melati bagaimana apa gaun untuk pernikahan klien saya sudah jadi.?
melati:
sudah miss saly. besok anda dapat kemari untuk melihat gaunnya. kalau ada yang kurang pas, atau kurang cocok nanti akan saya modifikasi lagi.
saly:
oke nona melati, thank you**
melati hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya, ia kembali lagi menggambar desain gaun pernikahan, saking larut menggambar tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 16.00
"ah ternyata sudah jam 4, pak adi pasti sudah menungguku. lebih baik kulanjutkan besok saja"
melati segera mengambil tas jinjingnya dan keluar dari ruangannya untuk pulang, dibawah nampak liyla dan sarah sedang melayani salah satu pelanggan mereka yang memesan gaun pengantin.
"ely saya pulang duluan ya, tolong pamitkan kepada sarah dan liyla, mereka terlihat sibuk"
"baik nona"
"terimakasih" ucap melati sambil keluar dari butiknya, sedangkan di parkiran sudah terlihat pak adi yang sedang menunggunya.
"maaf telat pak, soalnya pekerjaan saya sedang banyak. apa bapak telah lama menunggu saya.?"
"tidak nona, saya baru saya sampai"
"oh syukurlah, saya fikir bapak kelamaan menunggu"
"kalau begitu silahkan nona" ucap pak adi sembari membukakan pintu belakang untuk melati, dan melati bergegas masuk, di susul pak adi yang juga langsung masuk dan duduk di kursi pengemudi, dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.
"nona sudah pulang.?" tanya salah satu pelayan kepada melati yang baru saja masuk kedalam rumah.
"iya mbak. oh iya mama dan kakek apa sudah pulang mbak.?"
"sudah nona tuan besar, dan nyonya sedang di taman belakang"
"oh iya sudah terimakasih mbak"
melati bergegas masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri, setelah selesai ia bergegas turun untuk menyusul mama dan kakek di taman belakang.
"apa papa benar-benar mengakusisi halmusd group.?"
"iya, mereka telah mengusik cucu menantu kesayanganku. berani-beraninya mereka menyentuh keluarga efendi"
"papa sama varo sama saja, sama-sama keras kepala"
kakek hanya bisa tersenyum simpul mendengar penuturan mama syifa, ya ia juga merasa bahwa dirinya dan varo memiliki banyak kesamaan.
"mama, kakek" sapa melati yang baru saja datang dan langsung mencium serta memeluk mama syifa.
"eh anak mama sudah pulang.!"
"iya ma. mama dan kakek sedang apa.?"
"kakek dan mamamu sedang membahas keluarga halmusd mel"
mimik wajah melati langsung berubah menjadi ketakutan, saat mengingat kejadian itu, dimana ia hampir di lecehkan untuk kedua kalinya.
"sayang jangan takut. mama, kakek, dan suamimu pasti akan selalu menjagamu" ucap mama sambil menggeser kursinya untuk lebih mendekat kepada melati, mama memeluk dan menghujani kening melati dengan ciuman penuh kasih sayang.
"jangan takut sayang, mama akan lakukan apapun untuk selalu melindungimu" melati hanya menganggukkan kepalanya dan memeluk mama dengan erat.
"sudah jangan takut lagi, kakek dan suamimu telah menyelesaikan semuanya"
"terimakasih ma, kek. mel sangat beruntung memiliki mama, kakek, dan varo dalam hidup mel"
"mama juga sangat beruntung memiliki putri secantik, dan sebaik kamu sayang"
"apa suami nakalmu itu belum pulang mel.?"
"belum kek. tadi varo berpesan kepada mel, kalau dia akan lembur, untuk persiapan peresmian perusahaan cabang kek"
"kakek sangat bersyukur, meskipun suamimu itu nakal dan susah diatur. tapi dia adalah anak yang bertanggung jawab, dan pekerja keras. mungkin kalau tidak ada varo, perusahaan tidak akan mengalami kemajuan sepesat ini, ide-ide briliannya itu begitu sangat mengagumkan"
"sudah-sudah ngobrolnya. ayo kita masuk pa, mel ini sudah waktunya makan malam.!"
setelah selesai makan malam melati membantu bik siti untuk mencuci piring.
"non makasih ya oleh-olehnya. arka suka sekali dengan baju yang non mel belikan"
"iya sama-sama bik, mel juga ikut senang kalau arka suka dengan pemberian mel. kapan arka di ajak kemari lagi bik, mel rindu arka, celoteh-celotehnya bikin mel gemas" ya arka adalah anaknya bik siti yang masih berumur 6 tahun.
"nanti kalau non mel nggak kerja bibi ajak arka kemari, biar bisa menemani non mel"
"janji ya bik.!"
"iya non bibi janji"
"yasudah mel masuk ke kamar dulu ya bik"
"iya non"
melati bergegas menuju kamarnya. setelah sampai ia memutuskan meneruskan pekerjaannya yang belum selesai. jam sudah menunjukkan pukul 22.00 namun varo masih belum juga kembali.
"ahkirnya selesai juga, sudah selarut ini kenapa varo belum pulang. apa sesibuk itu dia"
melati membuka halaman terakhir pada buku itu, terdapat desain gaun pernikahan yang begitu sangat cantik. dan terdapat tulisan desain impianku
"andai dulu pernikahanku dan varo dilakukan dengan tidak mendadak aku pasti akan mempersiapkan gaun impianku ini"
melati meletakkan kepalanya di atas meja rias tempatnya duduk sekarang. dan satu tangannya ia jadikan sebagai tumpuan, ia benar-benar lelah hari ini, tanpa butuh waktu lama melati telah terlelap.
jam telah menunjukkan pukul 23.00 dan varo baru saja kembali, karna tadi siang ia pergi ke bandung untuk mengecek persiapan pembukaan perusahaan cabang.
"astaga kenapa dia tidur disitu" ujar varo yang baru saja masuk ke dalam kamar. dan dengan sigap ia segera membopong tubuh istrinya, dan merebahkannya di atas ranjang.
"dia pasti kelelahan makanya sampai ketiduran sambil bekerja" varo mengecup kening melati dan bergegas untuk menuju ke kamar mandi. namun langkahnya terhenti ketika melihat buku melati.
"desain impianku.! pasti desain ini ia persiapkan untuk acara pernikahan, tapi karna pernikahan kita dulu mendadak ia tidak sempat membuat desain ini" varo bergegas mengambil ponselnya dan memotret desain gaun itu.
ia kembali meneruskan niat awalnya untuk membersihkan tubuhnya. setelah selesai mandi, ia bergegas menuju keranjang. namun tatapan matanya melihat ke arah gaun tidur melati yang terangkat dan memperlihatkan paha mulus melati.
"aduh yank kamu, memancingku ya. jadi bangun kan si adik kecil"
varo bergegas mendekat ke melati, ia mengelus pelan paha mulus istrinya, setelah itu ditindihnya tubuh melati. hingga membuat melati tersentak dan bangun.
"varo apa yang kamu lakukan.?"
"aku menginginkanmu yank" jawabnya dengan mendamba.
melati paham dengan tatapan suaminya itu, melatipun juga merasakan sesuatu yang telah mengeras itu menekan diatas perutnya. dengan terpaksa melati hanya bisa menganggukan kepalanya, meskipun ia lelah sekali, tapi ia tidak ingin berdosa karna tidak melayani suaminya dengan baik.
setelah mendapat lampu hijau varo segera mengecup bibir melati dengan lembut, lama kelamaan kecupan itu berubah menjadi lum***n penuh gairah, perlahan kedua tangan varo telah bermain di atas dua gundukan kenyal milik melati, perlahan ciumannya turun ke keher melati dan memberikan tanda kepemilikan disana. perlakuan nakal varo membuat melati terus mengeluarkan desahan-desahan kecil
"varo"
"panggil aku sayang" ucap varo di telinga melati hingga hembusan nafas varo menggelitik telinganya.
"sayang"
"iya sayang"
"cepatlah lakukan yank, aku sudah tidak tahan lagi aku ngantuk sekali" protes melati
dengan perlahan varo memulai penyatuan mereka.
entah sudah berapa kali varo membobol pertahan melati, malam itu benar-benar malam yang panas bagi kedua insan yang sedang di mabuk asmara itu.
setelah lelah bergumul varo dan melati pun tertidur sambil berpelukan.
kata "itu" mestinya digunakan sbg petunjuk bhw keadaan/kondisi yg digambar oleh kalimat dimaksud terjadinya sdh lewat(bentuk lampau...)🙏