Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.
Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.
"Jangan menyesal setelah aku pergi."
***
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
"Jadi bener kamu lagi hamil?" Yuni bertanya lembut pada menantunya, Risa. Hal yang sangat jarang sekali ia lakukan terhadap Disa. Kalau bicara dengan Disa, Yuni tidak akan ramah seperti ini.
"Iya, Tante," jawab Risa sembari menunjukkan senyum terbaiknya.
Yuni langsung menegur agar Risa mengubah panggilannya. "Jangan panggil Tante dong, panggil mama. Kamu kan sekarang udah jadi anaknya mama."
"Oh, iya Ma," sahut Risa. Sedari tadi, senyumnya tak bisa luntur. Merasa senang sekali karena dapat diterima dengan baik oleh mama mertuanya. Tidak seperti Disa, yang dulu selalu bercerita sering dibenci oleh ibu mertuanya.
"Boleh mama elus perut kamu?" izin Yuni. Risa tanpa keberatan langsung mengangguk. Mengizinkan Yuni menyentuh perutnya dan mengusap-usap dengan lembut dan penuh perhatian.
Di dalam sana ada calon cucunya yang sudah ia damba-dambakan sejak lama. Tak terkira betapa bahagianya wanita paruh baya tersebut karena sebentar lagi ia bisa menimang cucu.
"Udah berapa minggu kandungannya kamu?" Yuni bertanya lagi.
"Perkiraannya delapan minggu, Ma. Rencananya minggu depan aku dan Mas Cakra mau USG untuk memastikan," tutur Risa.
"Mama ikut kalau mau cek ke dokter kandungan, ya?"
Atas permintaan itu, Risa menatap suaminya untuk meminta persetujuan. Cakra, yang duduk di hadapan kedua wanita itu, mengangguk.
"Ya, boleh," jawabnya.
"Ah, mama nggak sabar mau liat calon cucu mama," Yuni tidak bisa menahan senyumnya.
Risa ikut tersenyum. Di atas perutnya, tangannya saling bergenggaman dengan tangan Yuni.
"Jadi, kamu udah urus perceraian kamu sama Disa, Cak?" kali ini, Yuni menatap Cakra.
Cakra mengangkat wajah untuk menjawab pertanyaan mamanya, "Belum, Ma. Secepatnya akan aku urus."
"Bagus," Yuni mengangguk puas. "Kita jadi tau sekarang selama ini siapa yang mandul. Bukan kamu yang bermasalah, Cak, emang si Disa yang nggak bisa hamil."
Yuni dengan sadar mengatakan itu, tidak memikirkan jika Disa mungkin saja akan sakit hati jika mendengar semua omongannya. Dulu, hubungan Yuni dan Disa pernah baik. Mereka akrab selayaknya mertua dan menantu.
Namun, memasuki tahun ke dua pernikahan, dan Disa belum juga menunjukkan tanda-tanda kehamilan, perlahan muncul rasa benci di hati Yuni.
Apa pun yang Disa lakukan untuk merebut kembali perhatiannya, selalu salah di mata Yuni. Hubungan mereka semakin hari semakin memburuk. Sebab Disa tak kunjung berbadan dua, dan Cakra yang awalnya sangat enggan melepas Disa.
Sekarang, Yuni merasa sangat puas. Cakra telah melepas Disa dan menggantikannya dengan perempuan lain yang dapat memberikan keturunan.
Yuni menatap Risa, mengusap-usap rambutnya penuh sayang seperti sedang memperlakukan barang paling berharga miliknya.
"Dijaga ya kandungannya, Risa, kamu harus banyak makan yang bergizi biar tumbuh kembang janin kamu baik. Jangan terlalu kecapean, dan jangan melakukan pekerjaan yang berat-berat." lalu wanita itu menoleh ke arah Cakra. Tatapannya penuh ancaman.
"Cakra, jaga Risa baik-baik," tekannya.
"Iya, Ma, nggak usah mama suruh aku akan jaga Risa dan anak aku dengan baik kok," sahut Cakra.
Mendapat perhatian penuh dari Cakra dan Yuni, Risa tersenyum senang.
sangat puas sekali. Disa harus tau bagaimana Cakra dan Yuni memperlakukannya!
*
Bodohnya Disa! Mengapa ia tidak lekas memblokir nomor Risa? Seharusnya Disa memblokir nomer Risa, agar Risa tidak mengirimkan foto-foto yang akan membuatnya semakin sakit hati.
Disa sudah terlanjur melihatnya. Risa mengirim beberapa foto saat dirinya sedang makan bersama dengan Yuni. Bahkan ada beberapa foto saat Yuni sedang menyuapi Risa. Mereka terlihat sangat akrab sekali.
kemungkinan momen-momen itu diabadikan oleh Cakra. Jujur, Disa iri. Sangat iri. Seandainya tidak ada Risa di antar mereka, mungkin sekarang ini Disa yang sedang diperlakukan seperti itu.
"Kata siapa mamanya Mas Cakra galak dan judes, Dis? Mama Yuni baik banget kok, aku diperlakukan seperti anaknya sendiri. Dimasakin, disuapi, disuruh tidur. Kamu pernah diperlakukan seperti ini, Dis?"
Risa mengirim pesan lagi. Sengaja ingin semakin memanas-manasi Disa.
Tanpa pikir panjang lagi, Disa langsung memblokir nomer Risa. Agar Risa tidak perlu pamer kemesraan yang akan semakin menyayat-nyayat hati Disa.
"Vina bener. Aku nggak boleh sedih terus. Aku harus bisa bangkit, harus bisa move on, harus bisa nunjukin ke Mas Cakra, Risa, dan mama kalau aku nggak akan terpuruk karena cerai dari Mas Cakra. Aku harus menunjukkan kalau aku akan lebih bahagia hidup tanpa mereka!" tekad Disa.
Disa harus mengalihkan perhatiannya pada kesibukan agar ia tidak terus menerus mengingat Cakra. Saat ini, kesibukan yang Disa lakukan adalah membantu ibunya berjualan.
Satu minggu setelah Disa pulang, mulai banyak orang-orang yang bertanya, "mengapa Disa tidak kembali ke rumah suaminya?"
Begitu pun dengan media sosialnya yang mulai ramai oleh pertanyaan-pertanyaan dari netizen karena sudah satu minggu tak ada postingan terbaru di akun Disa maupun Cakra.
Baik Disa dan Cakra sama-sama diam, tidak ada yang memberi jawaban. Bahkan tidak ada yang memposting story atau reels terbaru. Namun Disa tahu, di sana Cakra pun sudah membaca komentar-komentar dan mungkin Direct Message yang masuk.
Cakra pasti tidak akan secepat itu menunjukkan Risa ke hadapan publik. Cakra tidak mau imagenya sebagai 'suami idaman' runtuh seketika jika ia buru-buru mengumumkan perceraiannya dengan Disa kemudian mengumumkan pernikahannya dengan Risa.
Kasihan Risa, ejek Disa dalam hati. Untuk sementara dia harus menjadi istri yang disembunyikan oleh Cakra.
Mungkin Disa bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membuat Cakra dan Risa merasa malu.
Ya. Mengapa Disa tidak akui saja di hadapan publik kalau dia dan Cakra sedang dalam proses perceraian?
Disa hanya perlu melakukan itu saja tanpa repot-repot memberikan alasan. Biar netizen sendiri yang menggunakan kekuatannya untuk mencari tahu. Jika sudah begitu, tidak akan membutuhkan waktu lama perselingkuhan Cakra dan Risa akan terbongkar.
Biar mereka menanggung hujatan pedas dari netizen. Dan Risa akan mendapatkan cap "PELAKOR". Biar mereka kena mental.
Disa tidak akan tinggal diam setelah mereka menghancurkan hidup Disa!
*
Selamat siang teman-teman semua ... Lewat postingan ini saya, Adisa, ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kalian yang banyak saya dapatkan selama satu minggu ini. Bagaimana kabar saya? Alhamdulillah, saya dalam keadaan sehat, tanpa kurang satu apa pun. Dan, kenapa saya sudah tidak membagikan konten terbaru lagi? Karena memang tidak ada konten terbaru yang saya dan Mas Cakra buat. Dengan berat hati saya katakan, jika mulai detik ini hingga seterusnya, saya dan Mas Cakra tidak akan pernah membagikan kegiatan sehari-hari kami lagi sebagai bahan konten. Saya dan Mas Cakra sedang dalam proses perceraian (mohon doanya). Kami, dengan alasan yang tidak bisa saya jelaskan, sudah sepakat untuk berpisah.
Jantung Cakra berdetak kencang. Ia baca berulang-ulang story terbaru Disa yang sudah terposting sekitar satu jam yang lalu. Bisa dipastikan sudah banyak pengikutnya yang melihat story tersebut. Dan pastinya mereka sedang bertanya-tanya, mengapa Disa dan Cakra berpisah? padahal sebelumnya hubungan mereka terlihat baik-baik saja.
"Disaaaaa," geram Cakra sembari meremas ponselnya.
Cakra tak pernah terpikirkan jika Disa berani melakukan hal nekat yang bisa mencoreng nama baik Cakra ini.
...****************...
lanjut g pake lama
pokonya jngn sampe disa celaka
AYO TAKBIR
biarin kebalik ke risa
risa aja tuh ya dibikin keguguran
biar g ba punya anak
kalau berkenan follow ig aku ya @jalur_langitbiru13
makasih.
kritik, saran, dan ulasannya juga ditunggu 🫰