Demi takhta tertinggi Klan Zhou, Zhou Yu dijebak oleh konspirasi kejam. Menggunakan ramalan palsu, para tetua mengasingkannya ke Pulau Sunyi—tempat para biksu tanpa kekuatan kultivasi, tempat di mana masa depannya sengaja dikubur hidup-hidup.
Enggan membiarkan takdirnya mati dalam kesunyian, Zhou Yu nekat melarikan diri ke Hutan Keramat yang tabu. Di sana, di balik kabut abadi, dia menemukan kerangka naga raksasa yang terantai.
Siapa sangka, setetes darah Zhou Yu justru menghancurkan segel kuno dan membangkitkan takdir yang sebenarnya: Garis Keturunan Iblis Kuno yang ditakuti langit dan bumi! Dengan tulang naga iblis di tubuhnya dan dendam yang membara di hatinya, Zhou Yu berjalan keluar dari pulau pengasingan.
"Kalian membuangku karena takut aku merebut takhta? Bersiaplah, karena sekarang aku kembali untuk meratakan seluruh klan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LanzT0k3, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meremukkan Kapak Bumi
"Pertandingan... dimulai!" teriak wasit, buru-buru melompat menjauh dari tengah arena batu.
"Mati kau, bocah keparat!"
Zhou Jian meraung kencang. Mengikuti perintah rahasia Zhou Feng, dia tidak berniat menahan diri sedikit pun. Seluruh energi spiritual ranah Pendirian Fondasi Tingkat 2 Puncak miliknya dialirkan tanpa sisa ke sepasang kapak kembar raksasanya.
Cahaya kuning kecokelatan bermanifestasi menjadi pelindung energi bumi yang sangat tebal dan berat di sekeliling senjatanya.
"Teknik Kapak Bumi: Pembelah Gunung Raksasa!"
Zhou Jian menghentakkan kedua kapaknya ke atas lantai arena batu dengan kekuatan penuh.
BUMMM!
Lantai arena batu granit putih itu instan hancur berantakan. Gelombang kejut elemen bumi yang masif merambat cepat di bawah tanah, menciptakan puluhan duri batu raksasa setinggi tiga meter yang mencuat tajam dari bawah lantai, melesat lurus mengunci posisi berdiri Zhou Yu.
Serangan ini tidak hanya masif, tetapi juga menciptakan tekanan gravitasi buatan yang mampu memperlambat pergerakan lawan di ranah yang sama.
Lautan penonton di tribun menahan napas menyaksikan kehancuran arena tersebut. Bahkan beberapa tetua klan cabang memberikan anggukan setuju atas daya hancur Zhou Jian.
Namun, di tengah badai pecahan batu dan debu yang beterbangan, sosok berjubah hitam itu tetap melangkah maju dengan santai. Tekanan gravitasi bumi milik Zhou Jian sama sekali tidak memberikan pengaruh apa pun pada fisik monster milik Zhou Yu.
Sret.
Zhou Yu berjalan menembus duri-duri batu seolah-olah mereka hanya tumpukan jerami. Ketika Zhou Jian melihat bayangan hitam itu menembus debu dengan kecepatan yang tidak berkurang, matanya membelalak ngeri.
Menggertakkan gigi, Zhou Jian melompat tinggi ke udara, memanfaatkan momentum jatuh untuk menebaskan sepasang kapak kembarnya langsung ke arah kepala Zhou Yu dengan kekuatan penuh.
""Hancur""
Zhou Yu mendongak sedikit. Dari balik topeng perak setengah wajahnya, matanya berkilat dingin. Dia tidak menghindar, tidak mencabut senjata, dan tidak mengaktifkan perisai spiritual.
Dia hanya mengangkat tangan kirinya secara telanjang ke atas kepala.
BUMMM!!!
Gelombang kejut yang dahsyat menghempaskan debu di sekitar mereka hingga bersih seketika. Ratusan ribu pasang mata di tribun penonton melotot tak percaya, sementara suara helaan napas syok bergaung serentak di panggung VIP.
Telapak tangan kosong Zhou Yu menahan mata kapak raksasa berenergi bumi itu dengan kokoh. Bilah kapak baja mitis tingkat tinggi yang tajam itu bahkan tidak mampu menggores kulit telapak tangan Zhou Yu sedikit pun!
"Ini... bagaimana mungkin?!" Zhou Jian berteriak histeris di udara, seluruh tubuhnya gemetar saat menyadari kapaknya tertahan seolah menghantam gunung abadi yang tak tergoyahkan.
"Senjata yang lemah," ucap Zhou Yu datar.
Tangan kiri Zhou Yu yang menahan kapak mendadak mencengkeram bilah logam tersebut. Dengan satu remasan murni kekuatan fisik Tulang Naga Iblis, suara derit logam yang mengerikan terdengar.
KRAK! PRANGGG!
Kapak raksasa bumi itu hancur berkeping-keping menjadi serpihan logam di dalam genggaman tangan kosong Zhou Yu. Sebelum Zhou Jian sempat mendarat ke tanah karena syok, tangan kanan Zhou Yu melesat maju bagai kilat hitam, mencengkeram erat leher Zhou Jian dan mengangkat tubuh kekarnya yang berbobot ratusan pon ke udara hanya dengan satu tangan!
Di panggung kehormatan VIP, deretan Tetua Inti dari Sekte Pedang Suci dan para sesepuh agung Klan Zhou mendadak berdiri dari kursi mereka. Mata para kultivator ranah Inti Emas (Golden Core) itu membelalak, memancarkan keterkejutan dan rasa terkesima yang luar biasa mendalam.
"Fisik macam apa itu?!" seorang Tetua Inti Sekte Pedang Suci berambut putih berbisik dengan suara bergetar. "Tanpa fluktuasi energi spiritual... dia meremukkan senjata tingkat spiritual murni dengan kekuatan otot?! Apakah dia menyembunyikan garis keturunan fisik kuno?!"
"Luar biasa... Pengembara jalur bebas ini adalah monster murni!" sesepuh agung Klan Zhou lainnya menatap dengan tangan gemetar, benar-benar terkesima oleh demonstrasi kekuatan absolut yang melampaui logika kultivasi biasa tersebut.
Lin Xinyue menatap pemandangan di bawah dengan napas yang tertahan di tenggorokan. Jantung dewi pedang itu berdegup kencang, pesona mistis dan dominasi brutal dari pria bertopeng perak bernama Yu Ling itu kian mencengkeram seluruh sanubarinya.
Di atas arena, Zhou Yu menatap Zhou Jian yang megap-megap kehabisan napas di cengkeramannya.
"Tuan Mudamu ingin keempat anggota tubuhku patah?" tanya Zhou Yu dengan nada yang sangat rendah namun terdengar jelas oleh Zhou Feng di atas sana. "Mari kita lihat bagaimana dia menyembuhkanmu."
KRAK! KRAK!
"AAAGHHH!"
Jeritan melengking yang memilukan memecah keheningan arena saat Zhou Yu dengan dingin mematahkan kedua tulang lengan Zhou Jian dengan puntiran tangan yang santai. Tidak berhenti di itu, Zhou Yu menjatuhkan tubuh Zhou Jian ke lantai batu, lalu menghentakkan kakinya dua kali secara beruntun.
KRAK! KRAK!
Kedua tulang paha Zhou Jian hancur total di bawah injakan Zhou Yu. Dalam hitungan detik, keponakan kesayangan Pemimpin Klan itu telah berubah menjadi tumpukan daging hancur yang tidak berdaya, mengerang kesakitan di atas genangan darahnya sendiri.
Zhou Yu menarik kembali kakinya, lalu dengan satu tendangan santai, dia menghempaskan tubuh sekarat Zhou Jian meluncur di atas lantai arena, berhenti tepat di dinding bawah panggung VIP tempat Zhou Gung dan Zhou Feng duduk.
"Jian'er!!!" Zhou Gung berdiri dari takhtanya dengan wajah memerah karena murka yang luar biasa. Seluruh tubuhnya memancarkan tekanan ranah Pendirian Fondasi puncak yang membuat udara di sekitarnya berderit.
"Yu Ling! Kamu berani bertindak kejam di turnamen klan kami?!" Zhou Feng berdiri memaki, wajah tampannya berkedut emosi saat dia berteriak ke arah wasit. "Wasit! Pengembara keparat ini sengaja mencoba membunuh! Diskualifikasi dia sekarang juga!"
Namun, wasit ranah Pendirian Fondasi itu hanya bisa berdiri gemetar di tengah arena yang hancur. Berdasarkan aturan turnamen yang dibuat Zhou Gung sendiri demi membebaskan Zhou Feng membantai lawan-lawannya, tidak ada larangan untuk membuat lawan cacat selama tidak ada nyawa yang melayang di atas arena batu.
Dengan tangan yang gemetar hebat, wasit mengangkat bendera blok barat. "P-pemenang... Yu Ling! Melaju ke babak semifinal!"
Lautan penonton di tribun bawah terbungkam dalam kengerian, sementara barisan tetua di panggung atas masih menatap Zhou Yu dengan pandangan terkesima yang campur aduk.
Di tengah arena yang hancur berantakan, Zhou Yu perlahan membalikkan tubuhnya menghadapi panggung VIP. Dia mendongak, menatap lurus ke arah Zhou Feng yang sedang memandangnya dengan mata merah penuh kebencian.
Di hadapan seluruh petinggi klan dan puluhan ribu penonton Ibu Kota, Zhou Yu perlahan mengangkat tangan kanannya, lalu mengacungkan jari telunjuknya lurus ke arah bawah—sebuah provokasi terbuka yang mematikan dan penuh penghinaan mutlak langsung ke wajah sang naga palsu.