Raisa mana uang hasil jualanmu hari ini. Saat Mas Iwan melihat Raisa sedang menurunkan bahan - bahan makanan dari sepeda motornya. Habis mas," jawab Raisa singkat. Kamu itu ya suka banget capek - capek kalau hasilnya gak ada sama sekali. Mendingan gak usah kamu kerjakan!!! buang - buang waktu kamu dan juga buang - buang gas aja. Gas ibu jadi cepat habis karena kamu boros!!! Mas gimana to, gas juga tiap habis aku juga yang beli. Mana pernah ibu beli gas. Semua alat masak juga aku yang beli. Kompor mamaku yang kasih ya. Jangan lupa ya mas!!! Rumah yang kamu tempati saat ini juga rumah Mama aku!!! Harusnya kamu, ibu dan juga adikmu bersyukur sudah aku tampung dirumah ini. Dan satu lagi uang yang kau nikmati bersama ibu dan adikmu itu hasil jerih payahku bekerja di pabrik selama ini!!!1 Kamu hanya pengangguran pemalas yang sukanya memanfaatkan uang istri," seru Raisa penuh penekanan sambil berlalu meninggalkan Mas Iwan sendiri di teras.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AULIA KHAIRIN NISA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 23
Pa, maafin Raisa ya. Raisa sudah gak sanggup lagi. Hidup dengan para benalu itu," isak tangis Raisa sudah tidak bisa Raisa bendung dan pada akhirnya mereka lolos dengan sendirinya keluar berlari - larian keluar di paras ayunya itu dan hidungnya yang mancung.
Ya sayang Papa paham kok, selama ini itu Papa hanya diam saja dan cuma bisa mengawasi kamu saja dari kejauhan, karena kamu bahagia sayang.
Walaupun sebenarnya hati kecil Papa menolak melihat kamu hidup dengan mereka.
Dari awal Papa juga tahu, kalau suami kamu Mandul sayang. Karena Om Petra itu sahabat terbaik Papa. Om Petra yang kasih tahu semua hasil dari suami kamu itu sayang. Tapi saat itu, Papamu ini gak mau membuat kamu bersedih, terluka dan sakit hati pada kami sayang. Kalau seandainya kami menolak pilihan kamu. Karena kamu saat itu sangat bahagia dan menerima semua kekurangan suami kamu itu. Jadi Papa hanya bisa mengalah, dan hanya bisa kasih restu Papa buat kamu putriku," jawab Papa Raisa dengan suara parau.
Raisa yang mendengarkan penjelasan Papanya barusan itu semakin berurai airmatanya yang berusaha ditahannya tanpa bisa menahannya sejengkal pun. Maafin Raisa ya Pa, Raisa sudah mengecewakan kalian. Seharusnya Raisa tidak memaksakan kehendak Raisa sendiri. Makanya saat ini Raisa mendapatkan karma itu," isak Raisa sedih.
Hust.. Raisa gak boleh bicara seperti itu sayang. Semua itu sudah takdir dari Allah buat kita. Kita harus ikhlas menjalankan semuanya itu," hibur Mama Raisa yang sedari tadi hanya diam saja dan mengamati kondisi Raisa sambil mengelus lembut rambut milik putri kandungnya itu.
Mama Papa maafin Raisa ya, sudah mengecewakan kalian berdua. Raisa sudah putuskan Raisa akan bercerai dengan Mas Iwan Ma Pa, rumah tangga Raisa sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Maafin Raisa ya Ma Pa," seru Raisa dengan suara paraunya.
Mama Papa mendukung apapun itu, semua keputusan ada di tangan kamu sayang. Papa akan membantu kamu. Kamu nanti akan didampingi dengan Pak Bowo Pengacara yang selalu setia dengan bisnis Papa," seru Papa kesal
Kita akan kasih pelajaran buat suami kamu yang pemalas itu dan juga ibu mertua kamu dan juga adik ipar kamu yang gak tahu diri itu," Mama Raisa menimpali omongan Papa Raisa.
Tega - teganya suami kamu itu lho, merampas semua penghasilan kamu. Bukannya bertanggungjawab mencari nafkah. Malah berfoya - foya dengan uang kamu. Dan berselingkuh di belakang kamu. Pokoknya lahir batin Papa dan juga Mama tidak rela," seru Papa Raisa lagi.
Papa pastikan suami kamu itu tidak akan mendapatkan sepeserpun uang kamu dan menguasai rumah kita. Papa akan pastikan mereka yang tega memanfaatkan kebaikan kamu. Akan Papa perkarakan sampai mereka masuk penjara!!!," Papa Raisa sùdah sangat murka dengan orang - orang yang menyakiti hati putri kesayangannya itu.
Jangan panggil Anggoro, kalau Papamu ini gak bisa memberikan perhitungan untuk mereka yang telah berbuat dzolim kepadamu anakku," batin Papa Anggoro berjanji akan membalas semua kedzoliman yang putrinya dapatkan.
Kita akan balas semua perbuatan mereka terhadap kamu sayang. Besok biar saja Papa kamu saja, yang akan suruh orang buat ngusir mereka dari rumah kita sayang. Mamah gak ridho lahir batin mereka semua disana," Mama Raisa menimpali dengan lembut, dengan terus mengusap tubuh putrinya itu lembut.
Ya Mah," jawab Raisa sedih.
Mah, Raisa mau balik kamar dulu ya. Capek banget badan Raisa ini. Mau istirahat dulu di kamar," pamit Raisa sopan.
Iya sayang, kamu istirahat dulu saja. Wajah kamu pucat banget itu. Mama takut kalau kamu nanti jatuh sakit," jawab Mama khawatir dengan kondisi putri kecilnya itu
Raisa meninggalkan Bik Munaroh, Pak Bambang, Mama dan Papa di ruang keluarga masuk ke dalam kamarnya. Raisa ingin menenangkan diri dulu di dalam kamarnya yang hening itu. Raisa terasa damai jika sudah memasuki kamar kesayangannya itu.
Semua orang yang berada di ruangan itu sangat sedih dengan masalah yang sedang di hadapi Raisa saat ini.
Semoga saja masalah yang Raisa bisa segera selesai. Dan Raisa bisa segera berpisah dengan suaminya. Dan dapat menjauh dari orang - orang yang hanya memanfaatkan Raisa dan hanya ingin menguasai hara benda yang di miliki Raisa.
Pak Bambang, siapapun yang datang buat ketemu anak saya Raisa yang berkaitan dengan Iwan, Romlah, Puput maupun dengan Dea. Jangan biarkan mereka masuk ke rumah ini. Langsung saja kamu usir. Saya gak mau orang - orang tidak tahu diri itu. Masuk ke rumah saya," Titah Anggoro sambil melemparkan bokongnya ke kursi di meja makan itu sambil memijit - pijit pelipisnya dengan tangan.
Baik Pak, saya juga gak akan biarkan orang - orang yang jahat sama Mbak Raisa itu mengusik ketenangan di rumah ini. Serahkan semuanya sama saya," jawab Pak Bambang satpam di rumah mereka itu.
Rasanya kepalanya saat ini pusing berat. Memikirkan masalah yang di hadapi anak gadisnya itu. Pa, kamu gak apa - apa kan," tanya Rose istrinya lembut memegang pundak suaminya itu dengan lembut.
Papa baik - baik saja kok Ma, tapi ini tiba - tiba saja kepala Papa berat banget rasanya," jawab Anggoro masih memijit keningnya sendiri. Rose langsung ikut memijat pundak suaminya itu.
Bik Roh, buatin buat Mas Anggoro wedang Uwoh ya. Biar pusingnya Mas Anggoro bisa sedikit reda," titah Rose kepada asisten rumah tangganya yang sudah dia anggap adik kandungnya sendiri.
Iya Mbak, saya akan buatkan sebentar," jawab Bibik Munaroh meningggalkan mereka dan langsung masuk ke dapur.
Pak Bambang saya minta tolong ambilkan balsem di kotak p3k ya," titah Anggoro.
Baik Pak, saya ambilkan sebentar," jawab Pak Bambang sopan.
Ini mas minumannya langsung saja diminun," seru Bibik Munaroh sambil menyajikannya di atas meja makan.
Makasih ya Roh," jawab Anggoro pelan.
Kita harus bantuin masalah Raisa Mas Mbak, kasihan selama lima belas tahun ini. Raisa sudah sangat menderita. Saya tidak terima anak kesayangan saya diperlakukan sekejam itu sama suami beserta ibu mertua dan juga adik iparnya yang gak tahu diri itu," ujar Bik Roh sambil menahan emosi yang sedari tadi disimpannya sendiri. Walaupun Raisa bukan anak kandung saya. Tapi Raisa itu sudah saya anggap anak kandung bontot saya. Siapapun yang nyakitin Raisa saya tidak terima," ujar Bik Roh lagi sambil menangis sesenggukan.
Iya Bik, kita akan balas semua orang yang tidak tahu diri ini. Kalai perlu saya sendiri yang akan membalas mereka dengan tangan ini," jawab Anggoro marah.
Sabar Pah, ingat kesehatan kamu. Emosi kamu harus di jaga," seru Rose mengingatkan suaminya agar bisa mengontrol emosinya.
Papa mau istirahat di kamar sajalah Ma. Papa benar - benar perlu istirahat sekarang," seru Anggoro beranjak dan pergi menuju kamarnya. Rose hanya mengikuti suaminya itu dari belakang sambil menggandeng lengan suaminya itu.
Bik Munaroh langsung merapikan kembali ruang keluarga dan juga meja makan bekas gelas jus dan juga piring dari Mbak Raisa, dan juga bekas gelas minuman wedang uwoh Mas Anggoro.
Sedangkan Pak Bambang langsung kembali ke pos depan lagi untuk penjagaan dan juga menonton kembali bola yang sempat terpending karena tadi langsung terburu - buru masuk ke dalam rumah karena mendengar Mbak Raisa menangis histeris dari dalam rumah.
Tak ada salahnya kamu urus Syarikat Pak Anggoro di samping itu kamu bisa aja jalankan perniagaan yang kamu minat , Pak Anggoro tidak punya anak yang lain selain hanya Raisa ,
Berbaktilah kepada orang tua selagi mereka masih hidup Raisa jangan terlalu megah .