NovelToon NovelToon
Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Aku Menyelamatkannya, Lalu Menjadi Tawanannya

Status: sedang berlangsung
Genre:Dark Romance
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Dijual oleh keluarganya sendiri sejak kecil, Viona Lin tumbuh sebagai pembantu keluarga Jiang. Hidupnya berubah ketika ia dipaksa mendonorkan ginjalnya untuk menyelamatkan Dylan Jiang, pewaris keluarga yang berkuasa.

Mengetahui pengorbanan itu, Dylan membawa Viona pergi dari keluarga Jiang. Namun alih-alih mendapatkan kebebasan, Viona justru terjebak dalam perhatian dan obsesi Dylan yang semakin sulit ia hindari.

Ketika seorang pria bertekad menjadikan dirinya miliknya selamanya, masih bisakah Viona menemukan jalan untuk bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Delvin yang melihat Dylan mulai memperhatikan Viona langsung merasa cemas.

Ia buru-buru melangkah maju dan membentak, “Cepat pergi bantu memasak! Jangan berdiri di sana!"

Viona yang masih pucat segera menundukkan kepala.

“Baik, Tuan.”

Namun Moly melangkah mendekat dengan wajah tidak senang.

“Hanya menyuruhmu membawa teh saja kau tidak bisa!” ketusnya sambil mencubit lengan Viona dengan keras. “Apa kau tahu berapa harga cangkir itu? Bahkan kalau kau menjual ginjalmu pun, kau tidak akan bisa menggantinya!”

Viona menahan sakit dan hanya menggigit bibirnya.

Sanny yang masih kesal karena kamarnya diambil Dylan segera ikut bersuara.

“Pa, Ma, cepat hukum saja dia!” ujarnya dengan manja. “Beraninya dia menabrak Kakak. Sepertinya dia masih belum paham aturan keluarga Jiang!”

“Tuan, Nyonya, aku benar-benar tidak sengaja…” ucap Viona dengan suara kecil.

“Kalau begitu berlutut di depan Dylan dan minta maaf!” perintah Delvin dengan wajah dingin.

Viona gemetar.

Ia melangkah maju dengan kepala tertunduk.

Saat kedua lututnya hampir menyentuh lantai—

“Cukup.”

Suara dingin Dylan membuat semua orang membeku.

Viona juga terhenti.

Dylan memandang Delvin dengan tatapan tajam.

“Sejak kapan aturan keluarga Jiang adalah menyiksa pembantu rumah tangga?” sindirnya dingin. “Kenapa aku baru sadar?”

“Dylan, gadis ini terlalu bodoh dan lamban,” jawab Moly cepat. “Apa pun yang kami suruh, dia selalu tidak bisa melakukannya dengan baik. Jadi kami hanya memberi sedikit hukuman.”

“Tidak perlu berlagak seperti ratu di depanku,” jawab Dylan dingin.

Moly langsung terdiam.

Tatapan Dylan kemudian jatuh pada gadis yang berdiri dengan kepala tertunduk itu.

“Namamu Viona, bukan?” tanyanya.

Viona terkejut.

Ia perlahan mengangkat kepalanya.

“Iya, Tuan Muda.”

Dylan memperhatikannya beberapa saat.

“Ambilkan segelas air putih,” perintah Dylan dengan tenang. “Dan antarkan ke halaman belakang.”

“Baik, Tuan Muda.”

Viona segera berjalan menuju dapur.

Sementara Dylan berbalik menuju halaman belakang, meninggalkan Delvin, Moly, dan Sanny yang saling memandang dengan wajah tidak tenang.

“Pa…” bisik Sanny dengan panik. “Kakak tidak mungkin tahu, kan?”

Delvin mengerutkan kening.

“Tidak mungkin,” jawabnya pelan.

Sementara itu, di halaman belakang.

Dylan berdiri di bawah pohon tua yang pernah ditanam ibunya.

“Ma, aku kembali,” gumam Dylan pelan.

Tatapannya menjadi dingin.

“Aku akan mengambil kembali semua yang telah direbut oleh mereka. Aku akan memastikan mereka kehilangan semuanya… dan merasakan hidup di jalanan.”

Dylan mengepalkan tangannya.

“Lima belas tahun…”

“Aku menghabiskan lima belas tahun untuk bangkit, untuk menjadi cukup kuat menghancurkan mereka. Dan sekarang… hanya masalah waktu.”

“Tuan muda!”

Suara Jay terdengar dari belakang.

Dylan menoleh sedikit.

“Semua barang Nona Sanny sudah dibuang,” lapor Jay sambil menghampiri. “Kasur dan perabot baru akan sampai dalam satu jam.”

“Bagus.”

Dylan mengangguk pelan.

“Selidiki tentang Viona. Pastikan apakah dia orang yang mendonorkan ginjal ini.”

“Viona?” Jay sedikit terkejut.

“Pembantu rumah itu,” jawab Dylan. “Gadis itu terlihat tidak sehat dan sangat pucat. Dan… dia seperti ketakutan saat berada di depan keluarga Jiang.”

Jay mengangguk.

“Baik, Tuan. Segera saya laksanakan.”

Jay pun beranjak pergi.

Tak lama kemudian, langkah pelan terdengar mendekat.

Viona membawa segelas air putih dengan kedua tangannya.

“Tuan muda… airnya,” ucapnya pelan sambil meletakkan gelas itu di atas meja batu di halaman.

“Mm.”

Dylan tidak segera meminumnya.

Sebaliknya, ia melirik Viona yang masih berdiri dengan kepala tertunduk.

Dan saat angin bertiup, tubuh kurusnya sedikit bergoyang, seolah akan jatuh kapan saja.

Dylan duduk dengan tenang di kursi batu di bawah pohon tua di halaman belakang. Tatapannya tertuju pada gadis kurus yang berdiri dengan kepala tertunduk di depannya.

“Sudah berapa lama kau tinggal di sini?” tanya Dylan.

“Enam belas tahun, Tuan Muda,” jawab Viona pelan.

“Sejak usia berapa?”

“Sejak usia enam tahun.”

Dylan sedikit mengernyit.

“Pantas saja namamu tidak asing,” gumamnya pelan. “Ternyata kau sudah datang ke rumah ini sebelum aku pergi ke luar negeri.”

Viona hanya diam.

“Di mana keluargamu?” tanya Dylan lagi.

Viona terdiam sejenak sebelum menjawab dengan tenang.

“Aku tidak tahu. Mungkin mereka sudah pergi dari kota ini.”

Dylan menatapnya beberapa saat. “Apa kau masih memiliki saudara lain?”

Viona mengangguk pelan.

“Iya, Tuan Muda. Aku memiliki seorang adik.”

Mata Dylan sedikit menyipit.

Seorang adik.

Kata-kata Dokter Xu kembali terngiang di telinganya.

"Gadis itu menerima ancaman dari Tuan Besar Jiang. Jika dia menolak, biaya pengobatan adiknya akan dihentikan."

Tatapan Dylan semakin dalam.

“Sepertinya memang dia,” batinnya. “Dia memiliki seorang adik, sama seperti yang dikatakan dokter.”

“Tuan Muda,” suara Viona membuyarkan pikirannya.

“Kalau tidak ada apa-apa lagi, saya ingin melanjutkan pekerjaan saya.”

Dylan mengangguk pelan.

“Pergilah.”

“Baik, Tuan Muda.”

Viona membungkuk sedikit lalu berbalik pergi. Langkahnya pelan dan terlihat lemah.

Sesekali tangannya tanpa sadar memegang pinggangnya, seolah menahan rasa sakit yang tidak ingin diketahui siapa pun.

Dylan tidak mengatakan apa-apa.

Ia hanya duduk diam dan menatap punggung gadis itu yang semakin menjauh.

***

Satu jam kemudian, Jay mengetuk pintu kamar.

Tok… tok…

“Tuan Muda,” serunya dari luar.

“Masuk.”

Jay melangkah masuk dan mendapati Dylan sedang berdiri di balkon kamarnya. Angin malam berembus pelan, sementara rokok yang berada di antara jari pria itu hampir habis terbakar.

“Bagaimana?” tanya Dylan tanpa berbalik.

Jay menarik napas pelan.

“Kata Bibi Ma…” ucapnya hati-hati, “Viona Lin memang telah mendonorkan ginjalnya untuk Anda.”

Tangan Dylan yang memegang rokok langsung terhenti.

Beberapa detik berlalu tanpa suara. “Yakin?” tanyanya pelan.

“Seratus persen.”

Jay melanjutkan, “Bibi Ma mengatakan bahwa setelah operasi, Viona tidak pernah beristirahat dengan baik. Bahkan baru tiga hari keluar dari rumah sakit, dia sudah dipaksa kembali bekerja.”

Dylan perlahan membalikkan tubuhnya. Tatapannya menjadi sangat gelap.

“Dipaksa?”

“Iya, Tuan. Bibi Ma mengatakan bahwa selama ini Viona tinggal di gudang belakang. Semua pekerjaan rumah diserahkan kepadanya."

Jay menggertakkan gigi.

“Dan…”

“Apa lagi?” tanya Dylan dingin.

“Viona sering dipukul dan dihukum oleh Nyonya Moly serta Nona Sanny. Tuan Besar Jiang juga tidak pernah menghentikan mereka.”

Brak!

Gelas anggur di tangan Dylan langsung pecah.

Pecahannya melukai telapak tangannya, tetapi pria itu seolah tidak merasakan apa pun.

Jay terkejut.

“Tuan!”

Namun Dylan hanya menatap darah yang mengalir dari tangannya.

Lalu tertawa kecil.

Tawa yang membuat Jay merinding.

“Menarik… benar-benar menarik… orang yang menyelamatkan hidupku ... justru diperlakukan seperti budak oleh keluargaku sendiri.”

"Walau hanya masalah sepele Viona akan dihukum berlutut dan dirotan oleh Tuan besar Jiang," lanjut Jay.

"Mereka membelinya hanya dianggap sebagai alat, bukan manusia," gumam Dylan.

1
erviana erastus
sujud syukur aku....selamat atas kehancuran kalian, 👏🏻👏🏻👏🏻
merry
kejam nuga dilan wkkkk adik se ayah pun gk peduli krn perbuatan orgtua yg jdi penghianat dan pelakor,, mntp dil
merry
bnr tu Jay 😆😆klo bls budi cukup ksh uang yg bnykk beres knn ksh saham juga bisa,,, in dr segala bju pun di atur in mah menlebhin seorg suami yg syg bgtt sm istrinya,, pdhl tau sndri bis mu dan vio bukn pasutri pcr juga buknn
erviana erastus
senangnya aku lihat 3 orang ini hancur lebur 🤭
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
sekali kali di buat tersadar krn selama ini g sadar sadar
erviana erastus
sujud syukur aku 🤭 hancur kalian bertiga manusia2 zholim dan serakah
merry
ngs bls perbuatan Bpk mu yg selingkuh buang kmu demi selingkuhn ya,,, blm lg viona dijadiin babu dan gaji
Henny Syafrida Rani
up terus Thor 😍 lagi seru banget ini
erviana erastus
habis kau delvin .... puas aku 🤭
erviana erastus
langsung eksekusi aza dylan terutama si moly ular
erviana erastus
cuma gtu doang mana ngepek buat dua orang ini 😏 lakukan tindakan tegas semisal blokir semua pendonor biar tau rasa tuh plakor....
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah dylan masih ada di rumah
erviana erastus
asyik semoga mereka berdua di eksekusi dylan ya setidaknya jual ginjal sama hati mereka 🤣
erviana erastus
habis kau pak tua ... beruntung dokternya langsung tlp dylan
merry
penghianat mati matian berjuang demi ank perselingkuhan y sdgk ank kandung y di lwan,,, emng kamprett tu delvin blm tentu sani itu ank mu x bisa jdi dh hamil tu moly
Maria Mariati
delvin masuk jebakan Dylan😁😁😁
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
ooo jelas tidak bisa, dylan sudah mempersiapkan semuanya. viona g bakalan tersentuh lagi sama kalian
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lapor ke dylan dokter Xu
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
yaAllah jajaran bgt jd orang, semoga dylan bisa mencegah kekejaman keluarga nya ibu tirinya
erviana erastus
kirain bunting ternyata lbh parah moga cepat kealam baka, kau sentuh viona pak tua siap2 umurmu bakalan pendek ayo dylan sikat habis 3 iblis ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!