"Salahkah aku jika mencintai orang dewasa?"
ucap Yuna Callista Elbert, seorang gadis berusia 19 tahun. Gadis itu mengaku telah jatuh cinta dengan mantan kakak iparnya bernama Marvin bahkan sebelum Marvin menikahi kakaknya.
Namun, di tengah semangat nya berusaha mendapatkan hati Marvin, tiba-tiba ia mendapati kabar bahwa sang kakak akan kembali rujuk dengan pujaan hati nya.
Bagaimana kelanjutan ceritanya? Yuk baca guys.. kita ikuti bagaimana alur Yuna memperjuangkan cintanya.
Selamat membaca ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon OctaviaF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 23
Di ruang kesehatan, Marvin sedang beristirahat. Pikiran nya terus saja terbayang i oleh Yuna. Ia berharap dapat bertemu dengan gadis itu sebelum dirinya melakukan akad bersama Yuri.
Tidak lama kemudian, Tiara datang ke ruang kesehatan. Saat keduanya saling menatap, Tiara pun menanyakan kepada Marvin perihal Yuna yang hari tidak masuk kuliah. Tiara pikir masuk akal jika bertanya kepada Marvin karena mereka pernah jadi keluarga.
Marvin bingung dan menjawab bahwa dirinya bahkan tidak tahu jika hari ini Yuna absen.
"Yuna, Leo, Pak Rektor... Kenapa mereka hari ini tidak datang ke kampus?" batin Marvin. Tiara pun melihat ekspresi Marvin yang tampak bingung.
"Pak Leo juga tidak hadir tadi," sahut Tiara yang membuat Marvin kaget.
"Kalo Pak Leo tadi dia keluar dengan Pak Rektor, seperti nya ada urusan mendadak," ujar Marvin.
Tiara mengiyakan, namun ia tidak puas dengan jawaban Marvin karena Tiara tahu betul bahwa Pak Leo tidak ada sedari pagi.
"Sepertinya ada yang tidak beres," batin Tiara. Kemudian, ia berpamitan dan langsung keluar ruang kesehatan. Tidak hanya Tiara, Marvin pun juga penasaran kenapa hari itu mereka tidak datang. Setelahnya waktu kampus selesai, Marvin berniat untuk mengunjungi rumah Yuna, begitu juga dengan Tiara.
***
Singkat cerita, sepulang dari kuliah tanpa mengabari Yuna, Tiara langsung menuju ke rumah temannya itu. Yuna pun terkejut akan kedatangan Tiara yang tiba-tiba. Namun, itu membuat Yuna merasa senang dan langsung mengajak nya masuk ke dalam rumah. Tidak hanya di ruang tamu, saking senangnya ada teman yang datang, Yuna juga mengajak Tiara masuk ke kamarnya.
Di dalam kamar, mata Tiara berkeliling memperhatikan sekitar. Tiara terkejut dengan kerapian kamar Yuna dan juga ia sepertinya mencium aroma parfum yang tidak asing baginya, yaitu aroma parfum milik Leo. Karena sedang mencari sumber aroma tersebut, mata Tiara akhirnya tertuju kepada sebuah kaos laki-laki yang tergeletak di kursi meja rias Yuna. Saat Yuna menawari ia minum, Tiara sengaja mengatakan bahwa ia sebenarnya ingin sebuah jus.
Yuna yang polos pun pergi membuatkan nya. Saat Yuna membuat jus, Tiara mulai beraksi. Ia mengambil kaos itu dan menciumi kaos tersebut.
"Ah ya, seperti benar ini milik pak Leo. Aroma keringat dan parfum nya sama," monolog Tiara. Ia pun menatap wajahnya di depan cermin dengan perasaan sedikit kesal. Tiara pun mengembalikan kaos itu ke tempat semula. Ia berniat menanyakannya kepada Yuna. Dan tidak lama kemudian, Yuna pun datang dengan membawakan 2 gelas jus melon.
"Tiara, ini jus nya. Aku buatkan jus melon, apa tidak apa-apa?" tanya Yuna.
"Tentu, aku malah suka melon Yun," jawab Tiara sembari tersenyum.
Mereka kini mengobrol hingga sampainya di waktu Tiara kembali teringat tentang kaos itu. Tiara pun mulai beraksi, pertama ia menanyakan kepada Yuna tentang sebuah toner wajah yang ada di meja rias. Tiara pun mengambilnya dan bertanya. Setelah itu, saat Tiara mengembalikan toner wajah tersebut, ia pun mengambil kaos itu dan menanyakannya seolah-olah ia melihatnya tanpa sengaja. Tiara pun membentangkan kaos tersebut.
"Yuna, bukan kah ini kaos laki-laki?" tanya Tiara yang menunjukkan ekspresi bingung.
Yuna kaget dan bingung mau menjawab bagaimana. Tetapi, mengingat hubungan nya dan Tiara mulai dekat dan ia juga mengetahui tentang dirinya dan Leo. Yuna pun menjawab,
"Oh itu... Itu milik tunanganku," jawab Yuna.
"Maksud mu Pak Leo?" Tiara menatap Yuna.
"Siapa lagi, tunanganku hanya satu," Yuna tersenyum.
Tiara pun lanjut bertanya kenapa kaos Leo ada di dalam kamar Yuna, bukankah mereka hanya tunangan, dan sebagainya. Yuna pun menanggapinya. Dengan enteng Yuna mengatakan bahwa Leo sudah biasa menginap di rumahnya bahkan menempati kamar tidur nya. Perasaan Tiara mulai kesal mendengar itu, namun dirinya tetap menyembunyikan nya. Beberapa saat kemudian, ketika mereka sedang asyik bercerita, tiba-tiba pintu kamar Yuna terbuka. Tidak salah lagi, Yuri datang untuk melihat apa yang terjadi karena ia mendengar ocehan Yuna dari luar. Pikirnya, adiknya itu sedang berbicara sendiri.
Yuna pun memperkenalkan Tiara kepada sang kakak. Dan dengan sengaja Tiara mengatakan,
"Oh, berarti istrinya Pak Marvin," salam Tiara dengan menjulurkan tangannya seperti ingin bersalaman.
Yuri tersenyum menanggapi nya,
"Sepertinya Yuna belum cerita banyak kepadamu," celetuk Yuri dan menyalami tangan Tiara.
Kemudian, Yuri mengajak Tiara untuk duduk di ruang tamu dan sedikit memberi adiknya penjelasan,
"Yuna, kamar itu adalah privasi. Jangan sembarangan orang boleh masuk, ya!" bisik wanita itu kepada sang adik. Tetapi, sang adik hanya menanggapinya dengan helaian nafas.
Kini mereka bertiga duduk santai di ruang tamu, namun suasana mereka menjadi canggung karena kehadiran Yuri. Sebenarnya Tiara sedikit merasa tidak nyaman karena selalu diperhatikan oleh Yuri. Namun, dirinya diam.
"Sejujurnya aku terkejut," ucap Yuri yang tiba-tiba membuat Yuna dan Tiara menatapnya serius.
"Dari dulu hingga sekarang, baru kali ini Yuna kedatangan seorang teman," lanjutnya sambil tersenyum. Tiara pun merasa bahwa Yuri adalah wanita yang baik sehingga membuatnya tidak enggan untuk berbicara. Karena Yuri lah, mereka bertiga pun kini saling berbincang.
***
Tidak lama setelahnya, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar. Yuri pun langsung menuju ke pintu, ia terkejut saat mengetahui bahwa Marvin yang datang. Ia pun langsung menyuruh nya untuk bergabung di ruang tamu.
Saat bertemu dengan Yuna, Marvin langsung bertanya kepada nya kenapa hari ini Yuna tidak masuk kelas. Yuna tidak bisa menjawab, Yuri pun menjawab mewakili Yuna.
"Yuna tadi bangun kesiangan. Ia bangun jam 9," sanggah Yuri.
"Apa nya yang jam 9. Gak sampai jam segitu," Yuna membantah.
"Heh... Tetapi tetap sama kan kesiangan," Goda Yuri dan kemudian teringat akan rencana nikah Yuna dan Leo. Yuri pun menatap Tiara.
"Yuna, apa kau sudah memberitahu nya tentang acaramu besok?" Ucap Yuri.
Yuna menatap Tiara dan Marvin kemudian memalingkan pandangannya.
"Memangnya ada apa besok?" tanya Marvin yang bingung dengan situasi saat itu.
"Besok ada perayaan ulang tahun untuk Yuna dan...," Yuri mencoba membuat semuanya penasaran.
"Dan?" sahut Marvin. Sementara Tiara sudah terlihat senang mendengar besok ada acara ulang tahun Yuna.
Mata Yuri melirik ke arah Marvin dan Tiara. "Dan... Sekaligus akad nikah Yuna dan Leo!" ucap Yuri.
Tiara yang tadinya berekspresi senang kini sedikit mereda, Yuri pun memperhatikan itu.
"Apa?! Bukan nya besok kita....," ucap Marvin yang kemudian di hentikannya karena sadar ada Tiara disana.
Yuri mengangguk dan menjelaskan bahwa Leo juga berniat untuk menikahi Yuna saat itu juga.
Romantis bukan?
Bagaimana kelanjutan ceritanya? Yuk ke halaman selanjutnya>>>
Jangan lupa support terus ceritaku ya teman-teman, terima kasih🤗
aku mampir niih, jangan lupa mampir juga di karyaku yaa